
--- Keesokan harinya ---
Akhirnya kami menerima pesan dari Edwin kalau mereka semua sudah sampai di lepas pantai Gong
Hal itu juga sudah dibuktikan dengan para Sylph yang kukirim untuk membantu sudah kembali ke Miralius
Dan karena itu, kami pun langsung bersiap-siap untuk bergegas menuju Gong
Hanya butuh waktu beberapa jam saja untuk kami melesat dengan para Fae dan mendarat tepat di dataran Gong, menemui Edwin dan seseorang di sampingnya secara langsung
Seperti yang kuduga, orang itu adalah Zen. Aku sudah curiga karena ada beberapa prajurit yang tidak terlihat main-main berdiri di belakangnya ketika menyambut kami
"Ini mungkin yang pertama kalinya kita bertemu secara langsung, Oberon"
Orang ini sangat sopan. Mungkin seluruh negara di timur Vitario memang memiliki perawakan yang sangat sopan dan formal, seakan mereka itu boneka cantik yang memiliki gerakan tertentu saja
Tapi aku senang. Jarang sekali ada orang yang mau membungkuk dan memberiku sapaan yang sopan
"Maaf, tapi apa yang lucu, Oberon?"
"Tidak ada, aku hanya senang"
Hehe... Aku mungkin terlihat aneh sekarang
Tidak lama, raja kedua menghampiri kami. Julius Orion
"Maaf aku sedikit terlambat. Aku tidak memperkirakan kalau kalian akan datang menggunakan sihir untuk terbang, dan baru saja bersiap" Dia berkata
Aku hanya memberinya sebuah salam hormat, kemudian beralih kearah Edwin dan raja Zen
"Aku harap kalian tidak kerepotan karena para Sylph" Aku berkata pada Edwin
"Tidak sama sekali. Mereka justru sangat membantu"
Aku juga sudah memberi mereka hadiah yang pantas di Miralius. Aku yakin para Sylph akan senang setelah bekerja keras seperti itu
"Ehem. Kalau begitu, apa boleh kita berjalan ke dalam rumahku?" Zen berkata
Aku menoleh kearah teman-temanku yang ikut, mendapatkan respon berupa anggukan dari mereka, kemudian mengangguk juga kepada Zen
Dia pun meminta para prajuritnya untuk menepi, memberi jalan untuk kami mengikutinya masuk ke dalam kediamannya
......................
--- Kediaman Zen, Kota Umibe ---
"Hm... Jadi dialah anak yang akan kami bantu untuk naik keatas takhta Hortensia...?"
Zen terlihat mengamati Verdea yang duduk di sampingku. Tapi anak ini seperti biasanya tidak terlalu peduli, dan hanya menoleh kearahku sesekali selagi melihat sekeliling
Dan sepertinya...
Kami disuguhkan terlalu banyak makanan laut... Utamanya daging...
"Permisi, yang mulia Zen. Kami para Elf hanya akan makan rumput laut saja kali ini. Harap tidak menyinggung dirimu yang sudah repot menyediakan banyak makanan seperti ini" Aku berkata padanya
Zen terlihat terkejut dengan senang karena mendengarkanku yang menggunakan bahasa Gong untuk berbicara
"Tidak apa, tidak apa. Aku justru terhormat yang mulia Oberon bisa berbicara menggunakan bahasa kami"
20 Tahun keliling dunia. Pengetahuanku tidak perlu dipertanyakan
"Aku tersanjung kamu memujiku" Aku berkata dengan senang
Aku suka raja yang satu ini. Dia punya intonasi yang ramah dan jujur
"Jadi, semua orang sudah berkumpul. Tapi, aku heran kenapa yang mulia Julius masih berada di Gong? Urusan perburuan Walter Herb sudah selesai bukan?" Zen berkata kemudian, memasang wajah waspada kearah Julius
"Kami bertanggungjawab atas hilangnya Veskal Grandier. Seandainya kami lebih berhati-hati dan memilih mendekat, regu Black Hunt pasti tidak akan terkena di dalam masalah seperti itu" Julius membalas, diterjemahkan oleh orang kepercayaannya
"Aku sudah paham dengan situasinya. Dan alasan yang diutarakan oleh yang mulia Julius ada benarnya. Tidak perlu kuragukan lagi niatmu disini"
"Jadi, bagaimana dengan yang mulia Lev? Bukannya beliau juga seharusnya masih berada di Gong mengingat kalau jalur laut di sekitar benua Lao kami blokir?"
"Sayangnya, yang mulia Lev tidak ingin terlalu terlihat lebih lama lagi. Aku sebenarnya begitu, tetapi disaat yang bersamaan, aku juga ingin membalas budi kepada Oberon, walaupun hanya sedikit"
Jadi begitu. Keputusan Lev untuk tidak mengikuti urusan apapun lagi bisa kubilang cukup bijak
Dia pasti ingin merendam hubungan antara kami semua agar tidak terbongkar di mata dunia, selagi diam-diam terus membantu. Berbeda dengan Zen yang ingin dengan terangnya menyatakan kalau kerajaannya berpihak kepada kami
__ADS_1
Tapi, aku tahu betul kalau membongkar hubungan internasional ini akan sangat buruk bagi Verdea. Tidak akan ada rakyat Hortensia yang mau seorang pangeran yang didukung oleh kerajaan asing karena kesannya dia itu adalah sebuah boneka milik para raja itu
Itu sebabnya aku bahkan memastikan kalau hanya keempat kerajaan kami saja yang mengetahui soal ini. Xiang mungkin sudah tahu, tapi mereka tidak akan tahu apa-apa karena tidak memiliki bukti tertulis kami memang bekerjasama secara utuh
Bahkan Rosalia saja tidak akan bisa memiliki bukti itu
Lalu, kembali ke rencana...
"Tapi, aku sebenarnya tidak memerlukan kalian untuk bergerak. Baik Orion, Gong, maupun Bestia. Aku hanya membutuhkan sebuah tempat untuk memastikan para pasukan Hortensia bisa mendarat dengan aman"
Terutama mengingat kalau kerajaan Sahra menutup dirinya dari dunia luar sekarang ini
Kedua raja itu langsung tersentak mendengarkanku
"Jika begitu, bukannya lebih baik untuk mendarat di timur Goeitias saja untuk menghindari kecurigaan?" Zen berkata
"Tidak boleh" Aku menjawab
"Kenapa tidak?"
"Intinya tidak boleh. Bisa membahayakan untuk para prajurit Hortensia"
Mereka belum tahu soal Leshy. Akan panjang jika aku harus menjelaskannya, tapi intinya semua pasukan Hortensia pasti akan dibabat habis oleh Leshy di tempat itu
Alasan kenapa dia tidak muncul disaat kami berdiskusi itu hanyalah karena aku mencoba meyakinkannya sekuat tenagaku. Dia bahkan mengeluarkan aura yang menakutkan hingga seluruh hutan saja terdengar ketakutan di waktu itu
Aku tidak yakin dia bisa menahan diri lebih dari itu...
"Aku bilang sekali lagi. Kalian tidak perlu melakukan banyak gerakan. Cukup bantu para prajurit itu mempersiapkan diri di tempat ini terlebih dahulu. Tapi beda bahasanya jika kita memiliki 'itu'"
Mereka semua langsung terlihat bingung dengan apa, 'itu' yang kumaksudkan
"Kalian tahu... Bukti kalau Walter Herb dan kerajaan Xiang bekerjasama"
Tidak perlu kujelaskan lagi. Mereka semua pun sudah langsung paham dengan hal itu
Verdea kemudian mengangkat tangan agar bisa bicara. Ketika kami semua menoleh, dia menurunkan tangannya lagi
"Tapi Vainzel, kamu bilang kalau kita bahkan tidak perlu pasukan Hortensia untuk menang. Kenapa kamu terdengar kalau sebenarnya kamu ingin mereka untuk ikut?" Dia bertanya
"Karena aku tidak bisa menjamin kalau Xiang tidak akan menerima bantuan" Aku berkata dengan sebuah niat yang tersamar
Verdea langsung tersentak, kemudian mengangguk paham
"Apalagi jika mereka menerima banyak, rencana ini mungkin akan berantakan"
"Tapi, siapa yang akan berani memberi bantuan kepada Xiang setelah Hortensia dan Miralius menyatakan sikap agresif kepada mereka?" Julius bertanya
Aku sekali lagi diam dan hanya membuatnya bingung, sama juga dengan Zen
"Aku memang membawa beberapa anggota klan Dark Elf kemari berkat Fyon yang setuju untuk ikut. Tapi, aku masih merasa hal itu belum cukup. Dan aku tidak yakin kalau kita bisa mendapatkan 'itu'
Itulah sebabnya aku ingin kalian setidaknya memberi kami pasukan bayangan kalian. Berikan saja sejumlah dengan para pasukan Dark Elf dan teman-teman yang kubawa" Aku berkata
Pasukan bayangan akan cukup efektif. Mengingat betapa rahasianya mereka beroperasi, keberadaan mereka dalam rencana ini akan sulit diketahui buktinya. Mereka adalah orang terlatih dari kerajaan tertentu yang dipercayakan untuk mengeksekusi operasi tak terlihat
Setelah itu, dengan memastikan kedua raja ini kembali ke istana mereka masing-masing dengan aman meninggalkan pasukan itu, kecurigaan kerajaan lain terhadap hubungan kami akan mampu dihindari
"Pasukan bayangan? Aku hanya bisa memikirkan dua hal alasan kenapa kamu menginginkan mereka dari kami" Zen bergumam
Dia mungkin berpikir, pertama karena kami ingin membunuh Shen selagi kami membuat keributan. Atau kedua, karena kami ingin menyusup dan membuat jalan terbuka menggunakan mereka
"Kalian salah jika dua hal umum itu kalian pikirkan. Alasan kenapa aku ingin meminjam mereka, itu karena aku ingin mereka bertempur"
...
"... Kamu gila Oberon..." Julius berkata dengan nada takjub. "Intinya kalian ingin melindungi seseorang bukan?" Julius menambahkan dengan sebuah senyum
Oh?!
Dia menangkap inti rencanaku!
"Betul! Orang yang ingin dilindungi itu adalah kartu as kami. Dan dia akan butuh banyak sekali perlindungan
Ketika musuh sudah sadar tentang nilai orang itu, aku ingin para pasukan bayangan untuk menggabungkan kekuatan dengan para Dark Elf untuk melindunginya"
Dalam artian, perlindungan samaran
"Apa orang itu pangeran Verdea? Atau salah satu dari temanmu ini?" Zen bertanya selagi melihat sekeliling
__ADS_1
Ordelia yang kali ini mengangkat tangan, kemudian berkata, "Akulah orangnya"
Aku pun mulai menjelaskan semua hal yang perlu mereka ketahui. Bahkan sampai segala skenario yang bisa kupikirkan bisa berjalan, aku menjelaskan semua cara menanganinya
Dan pada akhirnya, semua skenario itu harus berakhir dengan diriku, Verdea dan Ordelia yang akan menyelesaikan semuanya
Aku bisa melindungi Verdea sendirian, karena aku hanya harus fokus kepadanya dan diriku sendiri, hingga aku sendiri sudah lebih dari cukup untuk melakukannya. Tetapi bagi Ordelia yang posisinya jauh dariku, aku berencana untuk meletakkan dirinya diantara orang-orang yang memiliki kemampuan tertentu dan bisa melengkapi satu sama lain
Zaphir, Fyon dan para Dark Elf memiliki kemampuan yang dapat membunuh, ditambah dengan para pasukan bayangan nanti. Sedangkan Remina, Luxor dan sisanya memiliki kemampuan bertahan yang cukup luar biasa
Itu sebabnya aku tidak terlalu ragu membawa Remina kemari. Tidak seperti Lyralia yang hanya bagus dengan sihir di area tertentu, anak ini juga cukup fleksibel dan memiliki kekuatan fisik yang memadai, terbukti dengan latihan kami melawan monster di gua itu
Aku bisa membawa Ivor untuk menggantikannya, tapi ada satu hal lagi yang aku ingin Remina lakukan dan tidak bisa Ivor lakukan
Membuka jalan kabur untukku ketika sudah tertangkap nanti. Secara diam-diam...
Dengan begitu, semua orang sudah mendapatkan peran mereka masing-masing. Fondasi rencana ini sudah sangat kokoh, sekarang tinggal semua pilarnya saja untuk didirikan
"Itu cukup brilian. Jika kalian mau, sebenarnya kalian mungkin bisa langsung menghancurkan tempat itu tanpa ragu, tapi kalian lebih memilih jalur aman yang membuatku salut" Julius berkata
"Melakukan hal sembrono itulah salah satu hal yang diinginkan Shen. Walaupun negaranya bisa hancur, dia ingin mewarnai kami dengan warna yang buruk
Aku juga tidak suka menyakiti warga sipil dan prajurit tidak bersalah. Itu sebabnya kami semua harus berkepala dingin dalam rencana ini"
Aku juga sebenarnya berniat menghancurkan Xiang, tapi mau bagaimana lagi? Mengingat semua warga tidak bersalah yang mungkin bisa menjadi korban itu membuatku harus menahan diri. Ditambah kalau tidak adanya jaminan Veskal tidak akan ikut tersakiti
"Hm... Kamu sungguh berbakat dan memiliki pengetahuan mendalam tentang medan tempur Oberon. Aku sungguh bersyukur bisa bekerjasama denganmu ke depannya nanti" Zen berkata, ditambah dengan persetujuan oleh Julius
"Aku tidak terlalu berbakat. Aku hanya mengevaluasi semua hal yang kumiliki dan memakainya sebaik mungkin" Aku menjawab
"Tapi rencanamu ini hanya akan memberi dampak kerusakan minim kepada pihakmu. Itu adalah tanda kalau kamu itu berbakat. Hanya perlu diasah sedikit"
Sungguh?
Yah, aku memang berharap bisa berkembang...
"Jadi, tidak perlu ada lagi yang kita diskusikan. Semua rencanaku sudah kutebar kepada kalian semua diatas meja ini" Aku mencoba menutup pembicaraan
"Diriku juga sudah tidak memiliki pendapat apapun. Aku setuju untuk mengeksekusi rencana Oberon" Julius menambahkan perkataanku
"Baiklah kalau begitu. Aku harap semua hal ini bisa cepat berakhir, dan semoga tuan Veskal bisa kembali dengan aman"
Akhirnya selesai. Lebih cepat dari yang kuperkirakan
Jadi inilah rasanya berdiskusi dengan para pemimpin negara. Otak mereka sangat encer dan mampu menyelesaikan segala permasalahan diatas meja dalam hitungan yang tidak lama
Mengesankan. Ini pengalaman pertamaku berdiskusi dengan tenang bersama para pemimpin-pemimpin ini
"Hah... Akhirnya kita bisa makan...!"
*Clang clang!!*
...
"Kalian tidak menyentuh makanan apapun sejak tadi?" Aku bertanya pada Verdea dan Remina yang dengan lahapnya makan
Mereka bahkan membuat keributan dengan menyambar beberapa hal seketika, persis setelah aku berkata selamat makan
"Tidak. Kami merasa tidak sopan jika makan di tengah diskusi seperti itu" Remina menjawab, ditambah dengan anggukan Verdea. "Dan ini pertama kalinya aku makan rumput laut~ Enak~"
"Aku juga. Mungkin jika ditambah dengan sedikit rasa pedas disini..."
"Ah, maksudmu seperti bumbu ayam yang dibuat tuan Ivor itu?! Aku jadi mau coba~!"
...
Jadi itu caranya membuat mereka akur...
Akan kuminta Ivor membuat cemilan-cemilan baru setiap hari mulai saat kami kembali ke sana
"Silahkan makan! Habiskan semuanya!" Zen berkata, dengan sebuah tawa kecil yang menyertai kemudian
Yah, syukurlah cara makan mereka tidak terlalu dipermasalahkan. Sesekali melihat mereka tidak serius juga bagus untuk hati
Mungkin aku bisa meminta resep makanan ini untuk Ivor masak di kastil Thyme nanti. Veskal dan Verdea pasti akan senang
...
Tapi bagaimana caranya mereka bisa menggunakan sumpit selihai itu?
__ADS_1
Aku bahkan masih belajar menggunakannya...
"Yang mulia Zen. Apa kamu punya garpu?"