Book Of Flowers

Book Of Flowers
Apa yang Diberikan


__ADS_3

--- Ruang tengah kastil Thyme ---


"Dan itulah sejarah awal Vitario dan ketujuh kaum. Untuk kelanjutannya, sebaiknya kalian baca buku saja"


"Kenapa???"


"Karena ini sudah malam bocah!!"


"Jangan panggil aku begitu juga. Sebutan itu hanya untuk Verdea tahu?"


"Hey!!"


Hah...


Aku seharusnya menolak saja ketika mereka meminta diceritakan sesuatu...


Lagipula, kenapa Veskal ada disini dan ikut mendengarkan??


Kamu sudah 20 tahun! Cerita untuk anak-anak seperti ini masih mau kamu dengar??


"Ah, aku jadi malu ketika mendengarkan kisah lama itu. Rasanya nostalgia sekali, walaupun aku bukan Alf yang asli..."


Kami bertiga menoleh kearah Alf yang tersipu malu dan duduk tidak jauh dari kami itu


Ah ya, benar juga. Ayahanda memang terdengar sangat gagah di dalam sejarah Vitario yang aku ketahui. Bahkan dia bisa menghalau 7 iblis terkuat sekaligus untuk menjauh dari Vitario barat dulu


"Memangnya, Alf dulu sekuat itu, Vainzel?"


"Entahlah. Tetapi berdasarkan apa yang dikatakan Elf lain seperti Zaphir, Ayahanda dalam kisah yang diceritakan memang sekuat itu"


Sesungguhnya, hal itu sama sekali bukan mitos. Jika tubuh Ayahanda masih utuh sekarang ini hingga dia masih bisa dibilang hidup, dia mungkin bisa menghapus seluruh benua Sto Astra jika dia menginginkannya


Tidak secara brutal, tetapi secara harfiah. Apa yang dia lakukan itu setidaknya bisa dikategorikan 'menghapus'


Sihir terkuat Ayahanda adalah sihir ilusi yang berasal dari sihir cahaya dan sihir gelap. Dia bisa mengontrol kedua itu tanpa masalah sedikitpun secara bersamaan, walaupun secara teori hal itu mustahil


"Keren... Memangnya, apa saja kekuatannya selain ramalan masa depan yang akurat?" Veskal bertanya


"Ah, salah satu contohnya sudah kalian lihat baru-baru ini di Xiang" Aku menjawabnya


"Jangan bilang...?"


"Yap! Garden of Heaven adalah sihir yang diberikan kepada Ayahanda. Pengetahuan akan sihir itu juga menjadi turun-temurun kepada semua Oberon dan petinggi Elf"


"Aku jadi teringat menggunakannya untuk berkencan dengan Titania. Nostalgia sekali..."


...


Ayahanda benar-benar senang sekali bernostalgia. Tetapi kadang, kesannya sangat aneh karena apa yang dia katakan itu sangat tidak ada kaitannya dengan apa yang dibicarakan


"Lalu, kalian juga sering melihat yang satu ini ketika mampir ke Miralius. Sihir ruang-realita milik Ayahanda, yang diberi nama 'Midsummer Night Dream'" Aku meneruskan lagi


"Ah! Apa kamu bisa memperagakan sihir itu juga untuk kami lihat?" Verdea dengan antusias bertanya


"Tidak. Sihir itu akan membunuhku, dan bayarannya itu jauh lebih berat daripada menggunakan Garden of Heaven seorang diri"


Aku sungguh jujur. Tidak ada satupun Oberon yang bisa mempertahankan Midsummer Night Dream. Hanya Ayahanda saja yang bisa menggunakannya tanpa membebani tubuhnya, dan hal itu bahkan membuat dia harus mengubah tubuhnya menjadi Pohon Agung agar tidak merobek Mana-nya


"Intinya, jika kalian ingin aku menjadi pohon juga dan menjadi pemasok Mana sihir itu, aku tidak akan melakukannya" Aku menambahkan


"Tapi ya, seandainya kita bisa menggunakan Midsummer Night Dream untuk beberapa saat, sepertinya terdengar sangat bagus bukan?" Luxor berkata, sebelum mulai termenung membayangkan sesuatu


"Luxor. Kita nyaris membunuh Luna dan Ordelia ketika mencoba hal itu. Jadi itu sebabnya aku meminta kalian untuk tidak melakukannya lagi, walaupun kita meminta semua petinggi membantu sekalipun!"


Dengar...

__ADS_1


Ketika kami latihan merapal Garden of Heaven dulu, beberapa dari kami hanya mengalami pusing parah dan jatuh pingsan


Tapi ketika kami mencoba SEDETIK saja menggunakan Midsummer Night Dream...


Ordelia tidak bisa bangun selama satu tahun, dan Luna nyaris tidak bisa merapal sihir dengan benar, hanya mengandalkan panahnya sekarang...


Inti Mana mereka berdua retak di hari itu. Satu detik lagi kami mencoba hal itu, maka mereka berdua akan tewas dengan cara yang menyakitkan


"Jadi, aku ada pelajaran penting : Jangan bebani temanmu hanya karena rasa penasaran!" Aku menerangkan


"Baiklah! Jangan jadi seperti dirimu yang dulu!" Veskal menyerukan


"Kalimat itu beda sekali!"


"Tapi intinya tetap sama!"


Semua teman-temanku yang menyaksikan dengan serentak mengangguk perlahan menyetujui Veskal


Ugh...!!!


Aku tidak bisa menang kali ini... Silahkan tertawa sepuasnya menghadapi badut di hadapan kalian ini...


"... Tapi sejujurnya, bukannya lebih baik jika Tuhan langsung saja turun tangan di dunia ini, seperti saat awal manusia dibuat?" Verdea pun bertanya


Ooh~ Itu pertanyaan yang bagus


Pertanyaan itu tentu tertuju kearah Alf. Seseorang yang sudah secara langsung bertemu dengan sang pencipta alam semesta tempat mereka berada sekarang ini


Seseorang yang mungkin bisa paham dengan apa yang dipikirkan pencipta mereka, meninggalkan dunia ini untuk berjalan dengan sendirinya


Alf pun menghela napas dan memejamkan matanya. Senyum manis tersirat di bibirnya selagi dia memikirkan sesuatu di hadapan kami semua yang masih menanti jawaban darinya


"Alasan yang sama kenapa aku meninggalkan para Elf dan manusia untuk menjalani jalur hidup mereka masing-masing, serta meninggalkan tugasku sepenuhnya..."


"--- Jawabannya hanya satu. Kami ingin memberikan kalian kebebasan, dan merasakan hal itu sepenuhnya. Tuhan paham, kalau pada suatu hari dia tidak akan dibutuhkan oleh semua makhluknya lagi, walaupun dia terus berusaha untuk melindungi mereka setiap saat. Dan ketika hari itu tiba, dia tidak ingin mengekang satupun orang di dunia ini, mengambil apa yang sudah dia berikan" Dia pun menambahkan


...


'Kebebasan'


Sesuatu yang subjektif, tergantung pada individu tertentu, sama seperti 'kesempurnaan'


Apapun yang dilakukan oleh suatu makhluk di dunia ini, dan seluruh kehidupan makhluk itu sendiri, mereka adalah pinjaman dari Tuhan. Walaupun, makhluk itu bisa menggunakan pinjaman itu sesuka hatinya


Mereka bahkan bisa berbuat jahat jika mereka menginginkannya...


Dan Tuhan sendiri...


Dia tidak ingin mengambil apa yang sudah dia berikan. Sesuatu yang dia sudah janjikan, yaitu 'kebebasan' dan 'kesempurnaan' yang melekat pada masing-masing kaum


Satu-satunya golongan yang dibenci oleh Tuhan di dunia ini hanyalah orang-orang yang mengambil 'kebebasan' dan 'kesempurnaan' itu dari yang lain. Ketika semua orang diberikan kebebasan mereka masing-masing, dan orang itu mencoba mengambil milik yang lainnya, hal itu tidak terdengar etis bukan?


"Kalian sudah bagus apa adanya. Itu sebabnya aku tidak mengambil kebebasan kalian, dan hanya memberi peringatan kecil seandainya kalian melanggar sesuatu" Alf berkata lagi


Dan disanalah bagaimana kaum Elf terbentuk. Kelima anak Ayahanda itu diberikan kebebasan untuk membimbing seluruh kaum yang baru dibentuk itu


Ayahanda tidak memberikan mereka tugas miliknya, tugas yang diberikan Tuhan kepada dirinya. Karena, Tuhan hanya memberikan tugas itu kepada dirinya seorang, dan hanya dia saja


Dia tidak ingin membebani anak-anaknya dengan tugas itu, dan memberikan kebebasan kepada mereka semua dalam menuntun jalan menuju masa depan bagi kaum Elf


...


...


"Yap! Cerita ini sudah selesai, jadi bagaimana kalau kita membahas yang lainnya saja?"

__ADS_1


Sebaiknya begitu sebelum pertanyaan baru mulai bermunculan


"Ah! Tapi aku masih penasaran dengan 6 pemimpin kaum monster dahulu!" Veskal berseru


Sepertinya dia ingin tahu mereka seberapa kuat


"Dan kita belum membahas lebih jauh tentang kaum iblis! Bukannya itu akan penting untuk saat ini!" Verdea menambahkan


Kamu hanya ingin aku bercerita lagi, dan aku bisa melihat niat tersembunyi milikmu itu


"Aku masih penasaran dengan kisah kaum Elf!" Remina mengikuti


Anak ini juga???


"Kalau yang terakhir itu, minta saja Ayahanda menceritakan. Dia lebih tahu detail dan kebenarannya"


Aku tidak mau meladeni mereka terlalu sering. Urusanku masih cukup banyak untuk saat ini


Tetapi belum sempat aku kabur, mereka bertiga sudah paham dengan niatku, segera berkumpul dan duduk di dekat kaki ku tanpa membuang banyak waktu


"Tolong ceritakan lebih banyak lagi!" Mereka serentak berkata


"Tidak!!"


Semua teman-temanku yang menyaksikan langsung tertawa selagi mereka bertiga terus memohon kepadaku untuk kembali bercerita


Ya! Terus tertawa! Aku yakin kalian pasti terhibur melihatku seperti ini!


Aku tidak ingin bercerita lagi kepada mereka!!Mereka pasti akan meminta penjelasan lebih jauh jika begitu...!


"Tuhan, berikan aku kesabaran!!"


Setidaknya tolong aku agar tidak bercerita untuk mereka bertiga hingga matahari terbit!!


......................


--- Tidak lama kemudian, kamar Verdea ---


...


...


"Vainzel sudah menjauh bukan?"


"Ya, semua hal sudah aman untuk kita berbicara. Kamar Remina cukup jauh dari kamarmu, jadi dia pasti akan agak lama untuk datang kemari"


"Bagus"


Mereka berdua terlihat waspada di dalam kamarnya, hingga Verdea perlahan mendekat ke Veskal dengan sesuatu yang berada di tangannya


Benda itu pun dia sodorkan kepada Veskal. Sesuatu yang terlihat seperti sepucuk surat


"Kirim ini ke kakak ketika kamu sempat nanti, setelah aku diresmikan menjadi duta dan Count. Lalu, sarankan yang lain untuk tetap diam di kastil, dan arahkan Vainzel untuk pergi bertemu dengan kami berdua sesuai dengan apa yang ada di surat ini"


"Baiklah. Semoga semua hal berjalan sesuai yang kamu inginkan"


...


"Aku sudah menemukan kata-kata yang tepat hari ini untuk kugunakan kepada kakak"


Verdea terlihat senang, mengetahui kalau dia akan mengenai target dengan tepat sasaran


Veskal juga sudah paham dengan tugas yang diberikan, perlahan mulai bersikap santai setelah menyembunyikan surat itu di balik bajunya


Selagi langkah kakiku terdengar mulai mendekati ruangan tempat mereka berdua berada

__ADS_1


__ADS_2