Book Of Flowers

Book Of Flowers
Omong Kosong


__ADS_3

--- 2 hari kemudian ---


Setelah diskusi ulang dengan Black Hunt bisa dibilang berhasil. Dalam perkara itu juga, kami juga harus memasukkan Eleanor yang berniat menjadi pelanggan, walaupun tidak ada yang akan berubah mengenai posisi mereka


Dan untuk target kami yang sudah disusun kembali, negara yang akan berbisnis dengan kami adalah Borneus, Gong, Bestia, dan Orion


Sahra, Cassiopeia dan Crux memiliki ketertarikan berbisnis dengan kami, tapi kami akan membatalkannya dengan alasan tidak memiliki persediaan yang memadai


Sahra umumnya terkenal netral dan tidak tertarik kepada satu pihak manapun. Menolak permintaan mereka hanyalah kedok untuk lebih mendukung alasan kami itu


Cassiopeia belum bisa kami percayai, walaupun mereka memiliki hubungan dekat dengan Orion. Aku tidak memiliki rencana untuk menyerahkan sesuatu yang berharga kepada seseorang yang masih misterius


Crux adalah yang paling mudah ditolak. Tidak perlu penjelasan lebih lanjut lagi bukan?


Seandainya semua orang bisa melihat wajah kesal Duke Grandier kepadaku disaat itu. Dia benar-benar seakan sedang direbus di dalam air mendidih, membuatku harus menahan tawa puas


...


Lalu, alasan kami mempercayai Borneus hanyalah satu. Alorry memberitahu kami di rumah minum itu, kalau Leiwan hanya tertarik kepada sisi yang bisa lebih membantu negaranya


Dia raja yang patriotismenya tinggi. Dan juga, entah kenapa Julius bisa meyakinkan dia untuk memberi sebuah teknologi yang bisa sangat membantu kami dalam berbisnis nanti


Yang perlu kulakukan hanyalah meyakinkan Borneus kalau aku bisa lebih membantu dibandingkan Rosalia. Hal itu juga berlaku kepada Gong dan Bestia yang pernah membuat Rosalia merasa tertarik


Gerakan pasangan Orion itu benar-benar mengerikan, apalagi ketika aku sudah menyadari kemampuan mereka


Aku tidak bisa bilang kalau aku sedang memanfaatkan mereka lagi. Jika aku lengah, justru mereka yang bisa saja memanfaatkan kami nanti


Diskusi itu pun berakhir hanya dalam kurun waktu 2 hari


Dan karena kami memiliki waktu luang sekarang, semua orang sedang sibuk dengan hal mereka masing-masing


"Vain. Vain!"


Yah, dan seperti biasa aku sibuk termenung selagi Verdea sedang membahas sesuatu


"Baiklah, aku yang salah. Ada apa?"


"Kan? Dia tidak mendengarkan lagi ternyata..."


Wajah cemberut khas itu pun keluar, selagi badannya merosot diatas kursi


Alf dan Veskal hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Verdea


"... Aku juga penasaran, kenapa kalian tiba-tiba ikut belajar bersama Verdea hari ini? Apa yang membuat perubahan suasana ini?" Aku bertanya


"Aku hanya tertarik dengan pelajaran manusia karena biasanya aku selalu bersembunyi di kastil ini tanpa ada sesuatu yang bisa kulakukan" Alf menjawab


Guh-


Maafkan aku...


"Aku hanya belajar karena hari ini materinya perhitungan. Bisa digunakan untuk membantuku dalam berbisnis nanti bukan?" Veskal ikut menjawab


Jawaban itu agak logis-


Tunggu


"Kamu... Berniat ikut dengan Black Hunt?" Aku bertanya balik


"Bukannya sudah jelas? Seseorang juga sudah memintaku untuk terlibat bukan?"


Ugh...!


Kenapa semua orang menyindirku hari ini...?


"Ternyata kalian semua tidak peduli dengan apa yang kukatakan..." Verdea bergumam


Dia semakin merosot kebawah, membuat kami merasa gusar dengan tingkahnya


"Kamu ingin membahas tentang cara mencabut sumpah itu bukan? Tapi seperti yang kamu ketahui kemarin malam, tidak ada cara untuk melepasnya" Alf menjawab


"Kamu itu Elf pertama! Pasti ada cara bukan?" Verdea menaikkan dirinya sambil protes


"Aku ini hanya tiruannya. Dan apa perlu kuulangi lagi perkataanku?"


"Aku tidak memintamu melakukannya, dasar orang tidak peka-"


*Plak!*


Aku menyentil dahinya sebelum dia sempat berkata kasar lebih jauh kepada Ayahanda


"Jangan tidak sopan begitu. Walaupun kamu temanku, tidak boleh ada yang tidak sopan kepada Ayahanda"


Hah... Aku jadi menyakitinya...


"... Lagipula, kenapa coba sumpah kalian harus terikat sekuat itu...?"


Kami semua kembali mengangkat kepala karena mendengarkan Verdea


Alf yang merasakan iba pun kemudian menurunkan kertas di tangannya untuk merespon Verdea


"Sungguh, tidak ada cara yang bisa kita lakukan untuk mencabut sebuah sumpah Elf. Bahkan sumpah milikku saja begitu"


"Ah. Sumpahmu kepada sang Titania bukan?" Aku menyela

__ADS_1


"Benar sekali"


'Apapun yang terjadi Alf, jangan pernah berhenti mencintai manusia'


Itu adalah sumpah yang diminta oleh Titania sebelum kematiannya. Kisah itu sangat romantis, ketika aku mengingatnya kembali sekarang ini


"Aku mendengar kisah dari ibuku kalau Elf pertama dan sang Titania itu sudah terjadi 5000 tahun yang lalu. Aku sendiri terkesan dengan tekad Ayahanda untuk tetap setia"


Maksudku, sudah 5000 tahun berlangsung semenjak saat itu...


Ayahanda tersenyum kecil selagi meletakkan cangkir tehnya


"Mungkin itu karena... Aku memang tidak bisa membenci manusia, sekeras apapun aku ingin. Lagipula, aku memang diciptakan Tuhan untuk mencintai dan melindungi"


Ah ya. Salah satu kepribadian Ayahanda yang selamanya akan tercetak pada dirinya. Dia tidak akan bisa membenci siapapun atau apapun itu, walaupun mereka memperlakukannya dengan sangat buruk


"... Tetapi cinta pertama dan terakhirku tetaplah Titania..."


...


"Kembali ke sumpah Elf" Aku mencoba mengalihkan pembicaraan, membuat wajah Verdea langsung berlipat karena dia sudah antusias ingin mendengar cerita dari Alf


"Bahkan cara untuk mengubah isinya juga tidak ada, Ayahanda?" aku bertanya


Semua orang kembali senyap, selagi Alf sedang berpikir akan sesuatu jalan yang mungkin bisa dilakukan


"Sumpah Elf bisa diganti isinya. Tetapi, kamu pernah bilang kalau kamu terikat dengan Artorius juga bukan?"


...


Ah ya. Aku terikat dengan orang itu juga...


Aku jadi gusar mengingat hal itu, membuat semua orang jadi merasa canggung


"Jika kamu mengganti isi sumpahmu, lalu disetujui oleh mereka berdua bersama-sama, aku yakin sumpahnya bisa berubah walaupun tidak bisa dicabut" Alf melanjutkan


"Tetap tidak bisa dicabut rupanya..." Verdea menggerutu


"Itu karena sumpah atas hidup mati adalah hal serius bagi para Elf, Verdea" Alf membalasnya kemudian


Jadi begitu. Cukup mudah rupanya


Yang perlu kami lakukan hanyalah mencari waktu yang pas untuk bertemu dengan Artorius secara langsung


Baiklah, Verdea juga terlihat cukup senang walaupun tidak puas dengan hal itu


Ah ya. Ada satu hal lagi yang membuatku teringat karena sudah membahas soal sumpah ini


Aku menarik keluar sesuatu dari balik jubahku, menunjukkan benda itu kearah mereka dengan melambai-lambaikannya


Ketiga orang itu langsung mengangkat kepala melihat kearahku, yang memegang 2 surat di kedua tangan


"Satunya dari Artorius, dan satunya lagi dari Orion. Keduanya terlihat penting dan belum kubaca, jadi sekalian saja dengan kalian" Aku menambahkan


"... Sebaiknya bacakan yang satu itu dahulu" Verdea membalas, menunjuk kearah surat dari Artorius


"Baiklah"


Kubuka surat yang memiliki stempel kerajaan Hortensia itu dengan hati-hati agar tidak merobek suratnya, kemudian mulai membaca


"Untuk Oberon


Surat ini kukirimkan sedikit terlambat karena aku tidak ingin membuatmu khawatir dahulu setelah kepulangan dari Xiang


Surat ini, diperuntukkan untuk sebuah laporan-"


Veskal dan Verdea langsung tersentak selagi aku mengerutkan dahi. Mereka berdua mulai mendekatkan diri untuk mendengarkan lebih baik isi surat yang kubaca itu


"--- Laporan mengenai pola pikir Rosalia yang sebenarnya kuputuskan untuk beritahu tidak lama setelah kepergianmu dan Verdea ke Xiang. Dan jika aku berkenan, kamu juga harus mendengarkan bagaimana dia bertemu dengan Yael Tarasque"


......................


...Tidak ada yang tahu jelasnya dari mana asal penyihir hitam itu. Kehadirannya itu sangat mendadak di Hortensia, membuat kepanikan diantara para warga negara disaat itu...


...Aku sudah mencoba untuk mengirimkan beberapa prajurit dan peneliti sihir untuk menyelidiki, dikarenakan saat itu, kota Lavender hangus ditelan api karena sebab tidak diketahui. Berdasarkan pengakuan warga setempat, kami pun mulai mendapatkan gambaran mengenai seorang penyihir hitam yang berkeliaran menghancurkan beberapa tempat. Karena, kota Lavender bukanlah area pertama yang hancur di waktu itu...


...Tetapi setelah mengirimkan semua orang itu, aku selalu mendapatkan laporan kalau semua orang itu hilang layaknya ditelan bumi, membuatku harus memastikan semua penduduk tahu kalau ada bahaya seperti itu di Hortensia...


...Sayangnya, hal itu sama sekali tidak menghentikan putriku untuk menyelinap keluar di hari itu. Aku panik ketika seorang pembantu memberitahukan kalau dia menghilang, dan seorang mata-mata memberitahukan kalau dia pergi ke kota Lavender...


...Aku mencoba bergegas untuk menyelamatkan putriku. Atau begitulah yang aku pikirkan...


...Karena disaat malam tiba, aku bertemu dengannya sedang menaiki kuda di tengah perjalanan, tidak terluka sedikitpun. Tetapi ada sesuatu di dekatnya. Sesuatu yang... Gelap, disaat itu...


...Kejadian itu terjadi tidak lama setelah Marianne meninggal. Kota Lavender adalah tempat dimana Marianne selalu mengajak semua anak tirinya untuk berjalan-jalan karena banyaknya tempat perbelanjaan disana. Aku berpikir disaat itu dia sedang merasa sedih akibat Marianne pergi, itu sebabnya aku tidak terlalu memikirkannya lagi...


...Aku hanya fokus memperkuat keamanannya disaat itu, agar dia tidak pergi seperti itu lagi. Tapi usahaku itu percuma...


...Karena, di esok harinya, aku mendapatkan laporan mengenai sebuah Mana tidak diketahui dari seorang penyihir kerajaan yang kukirim ke kota Lavender. Pria itu kembali tanpa luka, sama seperti anakku, seakan bahaya yang ada disana itu sudah tidak ada lagi...


...Aku curiga akan sesuatu disaat itu, dan itulah kenapa aku segera menghampiri Rosalia disaat itu. Dan apa yang ada di kamarnya sangat membuatku terkejut...


...Seandainya aku lambat sedikit, aku mungkin tidak akan menangkap gambaran 2 mata merah di sudut gelap ruangannya disaat itu. Tetapi, walaupun ada sosok seperti itu di kamarnya disaat itu, Rosalia hanya sibuk duduk di kursi kamarnya selagi meminum teh...


...Sesuatu yang biasanya tidak senang dia minum...

__ADS_1


...Tapi, anakku itu......


...Dia sama sekali tidak berniat menyembunyikan fakta kalau ada sesuatu di kamarnya. Dia bahkan memberitahuku secara langsung, tanpa ada kiasan ataupun pengalihan sama sekali...


...Dia memberitahuku kalau dia sekarang 'memelihara seekor iblis'...


...Aku ingin marah kepadanya disaat itu, tetapi ada sesuatu yang membuatku tidak bisa bergerak disaat itu. Itu karena... Aku sadar...


...Aku sadar kalau dia merasakan duka yang mendalam disaat itu. Aku sadar kalau dia sedang marah padaku disaat itu karena sudah menuduhnya meracuni Marianne hingga terbukti tidak bersalah. Aku sadar, kalau apapun yang dia lakukan disaat itu adalah karena diriku, karena ketidakmampuan milikku...


...Jadi aku merasa tidak berhak marah ataupun menegurnya disaat itu. Dia punya hak untuk marah dan membalas dendam kepadaku. Dia bisa saja memintaku ataupun Celeste untuk dibunuh di hari itu. Tetapi dia sama sekali tidak melakukannya hingga sekarang...


...Dia ingin mengincar sesuatu yang besar. Dan itulah sebabnya dia memintaku untuk setidaknya menjadikan dirinya sebagai tangan kanan...


...Aku mencoba memikirkannya selama sebulan penuh. Setelah dia terus dan terus meminta kepadaku, aku sama sekali tidak bisa menolaknya lagi...


...Tetapi, semakin namanya menjadi besar, semakin dia mengumpulkan banyak orang yang tidak terduga olehku...


...Dia dan Yael menemukan Darwin baru bangkit kembali, dan segera membunuh orang yang membangkitkannya itu. Entah bagaimana, Darwin pun setuju untuk mengikuti dirinya dan bahkan kadang bertemu denganku...


...Yuriel tidak perlu dipertanyakan lagi. Dia yang menghampiri Rosalia, dan tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk segera akrab dengan satu sama lain demi mencapai tujuan bersama. Dia bahkan beberapa kali keluar masuk di Hortensia, sama juga dengan Rosalia yang keluar masuk Crux...


...Lalu yang terakhir yang kalian ketahui adalah Walter Herb. Dia menangkap Walter disaat itu untuk dieksekusi akibat tindakan pencurian. Tetapi Walter, demi menyelamatkan dirinya sendiri, menunjukkan keahliannya di berbagai bidang, utamanya berdagang...


...Keempatnya dia mainkan seakan mereka itu bidak di papan catur. Dan jika dia tidak memerlukan sebuah bidak lagi......


...Dia akan membuang bidak itu...


...Dia tidak peduli dengan sekutunya itu, dengan pengecualian Yael. Dia membutuhkan orang itu untuk mewujudkan rencana besarnya...


...Dan ketika dia bilang kepadaku apa rencananya itu, dia hanya bilang satu hal...


......................


...


...


Omong kosong


Kurobek surat itu tanpa persetujuan Veskal dan Verdea, membuat keduanya terkejut dengan tindakanku yang mendadak itu


"Apa yang-? Kenapa kamu merobek-?"


Veskal yang terkejut sama sekali tidak bisa menyelesaikan perkataannya


Tetapi Verdea langsung sadar kalau aku sekali lagi geram, dan menyuruh Veskal untuk ikut tenang terlebih dahulu


"Aku bersumpah demi Tuhan, orang itu membuatku muak...!"


"... Siapa orang itu, anakku?" Alf bertanya, karena menyadari wajahku yang geram itu dan ikut merinding


"Artorius!! Siapa lagi selain dia dan Rosalia, Ayahanda???" Aku menjawab, setengah berteriak


"Vain, tenangkan dirimu" Verdea menyela


...


...


Aku benci ini...


Aku benci kedua orang itu hingga ke tulang rusukku yang terdalam. Tidak pernah aku seserius ini seumur hidupku dalam membenci makhluk hidup lain...


Perlahan aku menyenderkan diriku dengan lemas ke senderan kursi, mencoba menenangkan diri selagi yang lainnya sudah bisa menarik napas lega


...


Cih!


"Orang itu merahasiakan banyak hal kepada kita selama ini. Dia tahu semua hal ini, dan baru sekarang dia beritahukan kepada kita. Apa niat orang itu sebenarnya??" Aku bertanya karena kesal


"... Ayah memang membuat kesalahan. Tetapi, aku yakin itu karena dia ingin melindungi anaknya juga..." Verdea menjawab dengan wajah tertunduk


"Dengan cara menelantarkan anaknya yang paling muda dan membiarkan psikopat gila itu untuk mengulangi Blood Sabbath?? Itukah yang disebut melindungi??"


Dia tidak menjawab lagi mendengarkan balasanku, hingga kepalanya semakin tertunduk


"Demi Tuhan. Aku jadi paham kenapa kamu kesal dengan bajingan itu. Mungkin ini sebabnya instingku berkata aku tidak perlu membuang waktu dengannya" Veskal ikut berkomentar, sama juga terlihat kesal


Dia juga sudah menyatukan kembali surat itu agar dia bisa membaca bagian terakhirnya. Tetapi setelah itu, dia malah terlihat kesal dan merobeknya semakin kecil


"... Memangnya apa yang dia katakan, mengenai tujuan kakak ke-2?" Verdea bertanya


...


"Beri tahu saja Veskal. Walaupun itu cuma omong kosong"


"Apa?"


Veskal terlihat ragu, tetapi ketika melihat wajah Verdea yang masih penasaran itu, dia pun tunduk


"'Dia hanya mengatakan satu hal kepadaku', itu yang Artorius bilang bukan?


Jawabannya adalah, 'Rosalia ingin kebaikan untuk seluruh umat manusia. Semua hal yang dia lakukan adalah untuk tujuan itu', dan beberapa macam omong kosong lainnya"

__ADS_1


__ADS_2