Book Of Flowers

Book Of Flowers
Bertemu Kembali


__ADS_3

"Sangat tidak senang melihatmu disini" Aku berkata. Yael hanya terus tersenyum, tidak mengubah raut wajahnya sedikitpun


Di bawah sinar rembulan itu, kami berdua berdiri berhadapan. Tatapan mata kami terpaku dengan satu sama lain, tanpa berkedip sedikitpun. Angin malam yang dingin berhembus, tapi kami bahkan tidak merinding karena suasana yang sudah tegang ini


Penampilannya nyaris tidak berubah sama sekali. Rambut hitam, mata merah, dan sebuah wajah yang terlihat ingin ditonjok itu masih sama seperti dulu aku melihatnya


Dan rupanya, hanya panjang rambut dan tingginya saja yang bertambah. Sifatnya yang buruk itu juga sama sekali tidak terasa sudah berubah


Semua teman-temanku mulai turun dari kereta untuk ikut bersiaga menghadapinya. Ordelia berdiri di posisi paling belakang dan sudah bersiap untuk melindungi Remina dan kedua orang itu


"Wah~... Sambutan untukku meriah sekali" Yael berkata sambil melihat kami semua


Dia tiba-tiba tertawa kecil karena perkataannya sendiri


"Aku tidak mau berkelahi. Tenang saja" Dia melanjutkan, setelah tertawa


"Aku tahu itu. Kamu itu lebih lemah dari pada diriku, apalagi jika kami semua berkumpul" Aku berkata


Provokasi ku itu sayangnya tidak berhasil. Wajahnya masih tidak berubah sejak tadi, kecuali ketika dia tertawa barusan


"Lebih baik kamu pergi pulang dan lindungi tuanmu Rosalia seperti anjing yang baik" Aku menambah


"Ouch~ Sakit~!" Yael meledek


Justru aku yang terprovokasi untuk memukul orang ini sekarang


"Ayolah. Kita baru bertemu sejak 5 tahun lamanya. Tidak ada sambutan hangat untuk wajah lama kah?"


"Aku lebih baik membunuh diriku sendiri daripada berhubungan baik denganmu"


"Ahaha. Kamu lucu Oberon"


...


Apa tujuan orang ini menghampiri kami?


Aku mencoba memperhatikan sekeliling dengan sekilas, tapi aku tidak merasakan sedikitpun keberadaan orang lain di sekitar kami


Dia datang sendiri, menghadang kami. Rosalia tidak mungkin mengirimnya sembarang seperti ini, yang mengartikan kalau dia datang karena kebetulan menjumpai ku


Tapi, bagaimana bisa kebetulan itu terjadi coba?


"Bisa pergi sekarang? Kamu menghalangi jalan kami, dan kami tidak punya waktu untukmu" Aku mengancam


Tapi, Yael hanya merespon dengan sebuah helaan napas keluh dan,


"Sesungguhnya, kapan kalian punya waktu untukku?"


"Kami bisa meluangkan waktu jika kamu ingin membuat kuburan milikmu sendiri. Kami akan dengan senang hati membantu"


Aku perlahan mulai melepas sarung tanganku untuk bersiaga menyerangnya


Orang ini tidak akan pergi jika kami tidak mengusirnya. Seandainya dia tidak punya sesuatu yang penting dan masih menghalangi kami, aku akan langsung menghajarnya


"Baiklah, baiklah. Aku datang ada alasannya, jadi tenangkan diri dan dengarkan aku" Yael berkata dengan nada bosan


Dia mulai bertingkah seperti anak kecil yang sedang bosan dan butuh diberikan perhatian


Aku menunggunya bicara, dan setelah melihatku yang siap mendengarkan, Yael mulai bicara kembali

__ADS_1


"Kamu tahu? Aku punya informasi menarik tentang orang tuamu dan para petinggi elf yang hilang"


...


"Mereka ada di Hortensia bukan?" Aku bertanya


Senyumannya tiba-tiba berubah menjadi seringai lebar. "Bingo~" Dia berkata


"Kamu-!"


Ivor langsung memanggil senjata sucinya dan memasang kuda-kuda bertarung


"Ivor. Tahan"


Tapi, aku menahannya sebelum dia sempat melesat maju


...


Sudah kuduga mereka ada disana. Rosalia mungkin menyadari identitas mereka dan memastikan kalau mereka berada di tempat yang paling susah di terobos


Tapi, itu artinya mereka dijadikan sandera oleh perempuan itu. Nasib mereka semua ada di tangannya sekarang, dan aku harus mencari cara mengeluarkan mereka dari sana


Namun, aku merasa ada yang sedikit aneh sekarang ini. Jika memang benar Rosalia menjadikan mereka sandera, lalu kenapa dia tidak mencoba mengancam ku menggunakan mereka?


Tidak mungkin dia melewatkan kesempatan seperti itu. Apa dia memang menganggapku bukan ancaman untuknya lagi?


*DOR!*


...


Suara pelatuk pistol yang ditarik itu terdengar ke seluruh penjuru dengan kerasnya


Semua jantung teman-temanku disana langsung berhenti sebentar ketika mereka melihatku yang tertembak tepat di kepala


Dan seakan sekarat, cahaya di mataku perlahan meredup dan mati


"BAJINGAN!"


Ivor langsung melompat maju dan berusaha menyerang Yael dengan senjatanya. Yael dengan cekatannya menghindari setiap ayunan gada yang ingin mengenainya itu dan membuat Ivor semakin kesal


Tapi tidak berhenti disitu, Zaphir juga mengikuti. Sesekali dia nyaris menyentuh Yael, namun penyihir hitam yang cekatan itu berhasil menghindarinya bahkan tanpa menoleh


"Lyralia, Luxor! kejar penembak itu! Aku akan mengurus Vainzel!"


Luxor dan Lyralia mengangguk paham dengan perkataan Ordelia dan mulai melesat mengejar penembaknya


Ordelia yang panik langsung menyuruh kedua orang itu masuk ke dalam kereta bersama Remina dan langsung berlari kearah badanku yang masih terbujur kaku


Dia kemudian mencoba menepuk-nepuk pipiku sambil meneteskan air mata. Wajahnya terlihat sangat panik sampai-sampai air matanya tidak bisa dia tahan. Dia berusaha menyembuhkan kepalaku yang tertembak, tapi hal itu tidak membaik sedikitpun


Ivor masih berusaha menyerang Yael yang mulai terlihat tidak terhibur. Walaupun Ivor menyerangnya dengan tebasan-tebasan yang cepat, Yael bisa menghindar dengan mudah tanpa berkeringat sedikitpun


"Aku sudah bilang aku tidak datang untuk berkelahi" Yael berkata dengan santai sambil terus menghindari serangan


"KALAU BEGITU DIAM DI TEMPAT DAN AKU AKAN MEMBUNUHMU!" Ivor berteriak, kemudian mengayunkan gada berantai nya itu kearah kepala Yael


"Santai, bung" Yael kemudian menjatuhkan diri ke tanah untuk menghindari serangan Ivor. "Susah sekali bicara denganmu..."


Ivor tanpa pikir panjang langsung menarik rantai nya kemudian mengarahkannya ke Yael, tapi sekali lagi Yael menghindar dengan cepat

__ADS_1


"Aku bosan. Walter! Urusanmu sudah selesai belum!?" Teriak Yael


"Kamu berteriak pada siapa coba!?" Tanya Ivor sambil terus mengayunkan gada nya


*Dor!*


Tembakan itu sekali lagi terdengar, tapi terarah ke udara seakan memperingatkan


Ivor dan Zaphir menoleh kearah suara tembakan itu


Dan alangkah terkejutnya mereka ketika melihat Lyralia dan Luxor yang dikerumuni oleh banyak orang dan ditangkap dalam sebuah jaring, tidak sadarkan diri


Ada luka memar di seluruh wajah dan tangan mereka. Jaringnya bahkan tidak terlihat seperti jaring biasa sama sekali


Situasi bahkan semakin parah ketika Zaphir dan Ivor menyadari kalau Remina, Ordelia, dan kedua orang itu juga ikut tertangkap. Mereka ditodong oleh para penjahat itu dengan sebuah pisau di leher mereka masing-masing


Ivor langsung menahan diri dari menyerang Yael, tapi Yael tetap tidak melakukan apapun kepadanya


Mata mereka kemudian terpaku kearah orang yang menembakkan pistol itu. Orang yang terlihat seperti pemimpin mereka, yang berdiri tepat di depan semua orang-orang itu


Orang yang memakai topi dan baju bajak laut yang tidak dikancing sedikitpun. Namun, wajahnya yang sangat rupawan dan muda itu sama sekali tidak membuatnya terlihat seperti bajak laut sungguhan. Rambut emas dan mata biru, serta sebuah senyum lebar di wajahnya itu bisa membuat setiap orang yang melihatnya tertipu dengan sifat aslinya


"Halo~! Barusan ada pesta ya? Aku mendengar suara berisik" Orang itu berkata


"... Siapa kamu?" Tanya Ivor


"Oh ya! Aku lancang sekali, muncul tanpa memperkenalkan diri..." Dia kemudian menunduk hormat dan berkata, "Perkenalkan. Namaku Walter Herb. Panggil aku Sir Walt"


Matanya kemudian terarah menuju kearah badanku dan Ordelia yang masih berusaha menyembuhkan ku


"Sudahlah Nona. Orang itu sudah mati. Aku menembaknya tepat di kepa-"


"TUTUP MULUTMU!" Potong Ordelia


"Wuih, Nona ini galak" Walter berkata


"Abaikan itu dan ayo pergi. Kita sudah membunuh target" Yael menyela


Walter menoleh kearahnya dengan tatapan tidak senang


"Kamu ini sangat tidak menyenangkan... Baiklah terserah"


Walter kemudian mengayunkan tangannya. Dan dengan segera, semua orang dari pengikutnya itu langsung mengangkut teman-temanku dengan paksa


Semua orang mencoba untuk melawan, tapi usaha mereka itu sia-sia. Ivor dan Zaphir ditahan oleh 10 pria sekaligus dengan ikatan dan tarikan tali agar akhirnya dia bisa diam dan tak dapat melawan. Dia kemudian diseret oleh mereka semua dengan sekuat tenaga, karena keduanya tetap melawan walaupun tenaga mereka mulai menipis


Mereka kemudian dikumpulkan di dekat Yael, bersamaan dengan semua orang yang ada disana


"Baiklah. Ke kastil Lily"


Yael kemudian menjetikkan jarinya. Aura hitam mulai berkumpul dan perlahan menutupi semua orang yang ada disana


...


...


--- Kastil Lily, Kerajaan Hortensia ---


"Wah, wah. Aku sudah menunggu lama disini"

__ADS_1


Suara familiar yang tidak ingin didengar semua teman-temanku itu keluar dari seorang sosok wanita di hadapan mereka


Seringai perlahan terlihat melebar di wajahnya, selagi Ordelia dan Ivor masih berusaha melepaskan diri ketika melihatnya


__ADS_2