
--- Beberapa saat kemudian ---
"Wah, wah, wah~"
Ada wajah familiar disini. Dan dia terlihat sangat tidak nyaman dengan teman-temanku
"Senang bertemu denganmu kembali, kapten tidak berguna"
"Dari mana asal sebutan itu, dasar Elf-!"
Ya, lanjutkan kalimat itu
Aku yakin tatapan maut teman-temanku akan berhenti jika kamu tidak sayang kepada dirimu sendiri. Yang terburuk, mereka mungkin akan menghajarmu
Kapten kapal ini, tidak bisa salah lagi. Dia adalah orang yang membawa kami ke Xiang kemarin
Sayangnya, aku juga tidak senang dengan orang yang satu ini. Dia punya sesuatu yang mencurigakan melingkupi keberadaannya. Mungkin karena dia adalah orang suruhan Rosalia
"M-M-Membahas mengenai keberangkatan kalian ke Orion..." Dia berkata lagi di tengah tatapan teman-temanku yang masih geram melihatnya
Ahaha-! Keringat dinginnya membuatku tidak bisa menahan tawa-
Oh, dan dia bertanya tentang keberangkatan bukan?
"Kami tidak perlu bantuanmu" Aku menjawab
Kapten kapal itu segera melupakan ketakutannya dan terlihat ingin protes, tetapi segera ditahan oleh Ivor ketika dia ingin bangun dari tempatnya duduk diantara mereka semua
"Singkatnya kapten..." Verdea mengambil alih. "Kami bisa segera sampai disana menggunakan beberapa alat dari Miralius" Dia lanjut berkata
Kapten itu terlihat mencari akal, kemudian menemukan satu ide
"Tapi, bukannya sangat buruk jika pangeran tiba di Orion tanpa pengawal dari kerajaan? Lagipula, menolak seseorang dari kerajaanmu sendiri juga akan sangat kontroversial bukan?"
Verdea tidak menolak kalimat kapten itu dan justru terlihat berpikir balik
Dia kemudian beralih kepada William yang berdiri diantara aku dan Veskal sembari berkata, "Kalau begitu aku butuh kamu mengirimkan surat kepada Edwin"
William dengan segera setuju, membuat kapten itu tercengang
Sudah kuduga. Dia pasti ingin memata-matai kami secara pribadi untuk Rosalia ketahui
Padahal Edwin juga berada di sisi mereka, tetapi kenapa dia malah terlihat gusar
"Tapi-! Tapi kenapa hanya harus satu pangeran?! Bahkan nyonya Rosalia saja butuh setidaknya 3 orang penjaga ketika dia bertugas sebagai duta!" Dia mencoba mengulur pembicaraan
Verdea hanya menghela napas sebelum menunjuk kearahku dan Veskal yang melambaikan tangan dengan senyum mengejek
"Sudah pas 3 dengan adanya Edwin bukan?" Verdea membalas
"Aku tidak melihat ada masalah~" Aku mengejek, ditambah mengangkat kedua bahu
"Benar bukan~?" Veskal mengikuti
"Bilang saja kepada Edwin kalau dia harus tiba di Orion paling lambat 1 minggu. Aku yakin itu bukan masalah bukan?"
__ADS_1
Terdengar cukup adil. Aku setuju dengan Verdea, begitu juga Veskal
"Kami juga tidak punya masalah. Setidaknya dengan begitu, kita bisa istirahat lebih lama di Miralius untuk sementara waktu" Luna berkata
"Bukannya kita juga harus menjemput beberapa orang? Aku yakin itulah alasan kenapa Verdea memperbolehkan Edwin untuk mengambil waktu dengan perlahan" Luxor berkata juga
"Singkatnya begitu" Verdea membalas
"Dan kita harus bergerak cepat!" Lyralia yang tiba-tiba saja muncul di samping Verdea itu membuat kami berempat yang berdiri di depan pintu sejak tadi menjadi terkejut
"Bisa beri tanda kehadiranmu lain kali...?" Veskal protes
Bahkan Veskal yang biasa menyembunyikan kehadirannya saja bisa dibuat terkejut oleh Lyralia. Begitu juga aku yang sudah lama mengenal orang aneh ini
"Sudahlah. Kalian sudah melakukan apa yang kami minta bukan?" Aku bertanya kepada Lyralia
Tetapi bukannya Lyralia, Remina yang muncul di belakangnya lah yang memberi jawaban dengan menyatukan ujung jari jempol dan telunjuknya hingga membentuk lingkaran
"Apa... Yang kalian rencanakan kali ini?" Kapten itu bertanya, sepenuhnya khawatir
Kami semua yang ada di depan ruangan itu pun menatapnya, hingga perlahan tersenyum secara serentak. Hanya William saja yang diam dan bingung dengan atmosfir situasi itu
"Pastinya, kami akan melakukan apa yang kami lakukan sebelum mendarat di Xiang" Aku berkata, terus tersenyum dengan wajah meledek
"Dan kamu bahkan tidak akan bisa menahan kami" Lyralia ikut mengejek
Aku pun memberi isyarat agak kami semua pergi mengikutiku ke tempat dimana Lyralia dan Remina sudah menyiapkan apa yang kami minta
Dan di ruangan lainnya, yang memiliki ukuran yang lebih luas, sebuah lingkaran sihir tergambar dengan jelas diatas lantai yang bersih. Keseluruhannya sudah digambar dengan rapi, siap untuk digunakan oleh kami semua
"Lingkaran sihir teleportasi...?" William bertanya ragu
William mengangguk, sebelum membalas dengan, "Tapi ini pertama kali aku melihatnya secara langsung"
Maka biarkanlah ini jadi ilmu untukmu
"Cepat. Semuanya segera berdiri diatas lingkaran itu" Aku berkata kepada teman-temanku sebelum beralih kepada William dan si kapten kapal dengan sebuah senyuman. "Kami akan pergi sekarang" Aku berkata, dengan niat pamit
William pun mengangguk, selagi si kapten kapal berdecak dan membuang wajahnya untuk meresponku
"Kalau begitu, sampai jumpa lagi, Oberon, pangeran, semuanya" William mengantar kepergian kami semua
Aku pun memberi isyarat pamit kepadanya, sebelum cahaya lingkaran itu bersinar dan membawa kami terbang kearah tujuan kami, yaitu Gerbang Hutan
Setelah kami sepenuhnya menghilang, yang tersisa di tempat itu hanyalah bekas hitam dari lingkaran itu
...
...
...
"Rupanya kamu sangat dekat dengan mereka hah?" Kapten kapal itu berkomentar kepada William
William hanya tertawa kecil. "Aku hanya ingin menyelematkan diriku sendiri. Sekaligus mengakhiri semua kegilaan tidak berujung ini"
__ADS_1
Si kapten yang tidak puas dengan jawaban itu pun menarik keluar sebuah cerutu dan pemantik dari balik bajunya, segera menghisap dan menghembuskan benda itu untuk menghilangkan stressnya
"Jadi kamu punya cara keluar hah...?" Kapten itu bergumam kemudian
"Tidak juga. Aku hanya bertaruh" William membalas
Dia pun mempersilakan kapten itu untuk mengikutinya pergi selagi melanjutkan perbincangan
"Menurutmu putri Rosalia akan senang kalau kita berdua berkhianat?" Kapten itu bertanya
"Senang ataupun tidak, pada akhirnya wanita itu akan membuang kita ketika tidak diperlukan
Aku hanya ingin menghabisi apapun idealisme miliknya. Karena aku punya firasat kalau dia akan membuat semuanya kacau, melebihi ayahnya"
"Hah...! Aku pikir kamu dan yang mulia Artorius adalah sahabat sehidup semati"
...
...
"Tidak lagi"
Jawaban singkat, namun menusuk
"Dia kehilanganku semenjak dia kehilangan Marianne"
Pernyataan tanpa ampun yang akan sangat menyakitkan bila didengar oleh Artorius
"Orang itu lebih busuk dari yang kamu kira. Dan dia selalu memasang wajah seakan dia adalah seorang korban. Aku...
Hanya harus menghancurkan orang itu dan anak perempuannya. Aku harus menghancurkan orang itu yang kuletakkan mahkota diatas kepalanya. Inilah caraku bertobat atas dosaku"
...
Kapten kapal itu pun akhirnya terlihat puas, tersenyum kecil selagi terus mengikuti William dari belakang
"Kalau begitu aku akan ikut. Setidaknya aku harus punya satu atau dua hal berguna yang bisa kulakukan sebelum mati"
Dia pun memadamkan cerutu itu menggunakan badan pemantik miliknya, teguh untuk ikut dalam hal ini
"Permainan ini akan semakin besar, dan aku menolak untuk melewatkannya"
William tertawa melihat kepercayaan diri kapten itu
"Aku harap kamu juga sudah menyerahkan apa yang pangeran Darius minta" William berkata
Kapten kapal itu diam sejenak, sebelum menjawab dengan, "Sudah. Tapi aku bingung kenapa tuan Darius dan tuan Collin tiba-tiba ingin ikut juga. Mereka berada dalam posisi paling berbahaya seandainya wanita itu tahu"
William tertawa kecil meresponnya
"Itulah sebabnya kedua pangeran itu akan butuh bantuan kita"
Dia kemudian melambaikan sebuah surat di hadapan si kapten. "Dan seseorang bernama Frank juga pasti akan senang bekerjasama dengan mereka"
"Hah! Rupanya begitu!"
__ADS_1
Pihak ketiga sudah masuk dalam permainan besar ini. Situasi akan semakin rumit dimulai dari tibanya Frank ke dalam kediaman Lavender
Perhitungan siapa yang akan tepat sasaran, hanya Tuhan saja yang tahu