
"Apa-?"
Eloy tidak bisa berkata apapun lagi
Ditambah dengan penyihirnya yang sudah kulumpuhkan, dia juga tidak memilik daya apapun untuk melawanku
Bahkan Yuriel hanya diam tidak melawan, menatapku dengan tajam
"Tidak kusangka kalau kamu sebodoh ini yang mulia" Eleanor berkata dibalik kipasnya
"Apa?!"
"Aku tidak menyangka kalau kamu akan langsung menerima suratku itu. Tanpa ada pertimbangan atau apapun"
"... Aku sudah tahu kamu menyiapkan sebuah jebakan, tapi aku tidak menyangka kalau kamu melangkah serendah ini hanya untuk-"
"Serendah apakah itu, raja Crux?" Aku menyela
Dia pun hanya mengeratkan giginya panik
"Tapi tidak kusangka sama sekali. Raja ini, dia cuma bocah. Tidak terlihat jauh lebih tua daripada Verdea"
"Kamu bisa berkata begitu, tapi jangan remehkan kekuatannya, Yang Mulia Oberon" Yuriel menyela perkataanku
Aku menatap kearahnya yang hanya diam dengan muka datar, ditambah dengan pisau Zaphir yang menodong lehernya
"Aku tahu itu. Kamu pikir kenapa aku membuat sihir pelindung disini?" Aku membalas
Aku hanya memikirkan kemungkinannya saja, tapi aku tidak menyangka kalau raja Eloy sekuat ini
Seandainya aku tidak memasang mantra pelindung ini, dia bisa saja membunuh semua orang selain aku dan Zaphir
"Mantra pelindungmu cukup bagus, bahkan aku yang tidak bisa sihir saja bisa merasakan tekanan darinya" Yuriel memuji sembari melihat keatas ruang bawah tanah ini
Aku hanya fokus kepada Eloy. Hal itu guna merapal mantra sihir untuk menekan Mana di tubuhnya agar tidak bisa dia keluarkan ketika kami pergi nanti
"Aku tidak butuh pujianmu. Zaphir, Amelia"
"Baiklah"
Dengan kasarnya, Eloy dan Yuriel diseret oleh mereka berdua, keluar dari Villa ini
"Aku akan membunuhmu, dasar wanita murahan!" Gertak Eloy pada Eleanor
"Ah begitu" Eleanor menjawab dengan santai
"Sial! Seandainya aku lebih siap-!"
"Tidak perlu menyesali sekarang dan diam saja yang mulia" Eleanor menyela
Suasana pun kembali hening ketika kami berjalan. Yuriel pun memaku pandangannya kepada Veskal yang berjalan di depannya
Pandangan yang entah apa isinya. Emosi yang dia tunjukkan bahkan tidak terlihat, hingga kami tidak tahu arti tatapannya kearah Veskal itu
"Kamu... Sudah besar cucuku" Dia tiba-tiba berucap
...
"... Tidak perlu berkata apapun lagi. Kamu bukan kakekku, Yuriel"
"... Benar juga... Aku tidak pantas memanggilmu cucu lagi"
Veskal hanya diam dan melirik marah kearah Yuriel, sementara Yuriel hanya kembali diam dengan tenang
Kami pun akhirnya keluar dari Villa Eleanor
Eloy dan Yuriel melihat kesana kemari mencari tanda-tanda penduduk lainnya
Tapi yang mereka temukan hanyalah anak-anak dan beberapa orang tua di depan mereka. Ditambah dengan jumlah Fae dan Elf yang sangat banyak, siap untuk pergi bersama mereka
"Kenapa semua penduduk disini hanya anak-anak dan Lansia?!" Tanya Eloy
"Memangnya raja tidak pedulian sepertimu tahu apa?" Eleanor menyela, membuat Eloy semakin kesal
"Kami sudah mengevakuasi semua orang di kota ini. Sisanya tinggal anak-anak dan Lansia yang akan dibawa para Fae"
"... Mengevakuasi...? Jadi..."
Karena penjelasan dari Eleanor itu, Eloy pun langsung berusaha memberontak. Tapi Zaphir dan Amelia langsung memukulnya sampai babak belur karena tidak mau diam
"Sial...! Terkutuklah- Kalian...!!"
"Kami hanya bersiap untuk yang terburuk. Dan kamu yang justru membuat rencana ini lancar, dan bahkan membawakan kami bonus" Aku berkata
Mungkin juga Yuriel disini untuk melegitimasi keputusan, tapi bonus tetaplah bonus
Eloy beralih melihat kearahku dengan tatapan murka, tapi aku tidak sedikitpun takut dan justru menatapnya balik dengan senyum puas
Mereka berdua akan kami ikut bawa ke Miralius, tapi mereka tidak akan bisa melakukan apapun, bahkan ketika kami sudah sampai disana
"Baiklah...
__ADS_1
Anak-anak?! Apa kalian siap?!" Aku bertanya
"SIAP!!" Mereka semua berteriak dengan antusias
"Baiklah! Ingat latihan kita selama beberapa hari ini! Ikuti aba-abaku!
1... 2... 3!!"
Kami semua langsung melesat ke udara dan langsung pergi kearah Miralius dengan aku sebagai pemimpin
Para Sylph juga terbang di sisi luar kumpulan anak-anak itu untuk menjaga mereka. Para Sylph bahkan rela mengurangi kecepatan mereka dan menyamainya dengan para anak-anak dan Lansia
"Kita akan pergi ke Miralius!! Semangat, semangat!!"
Para Anak-anak langsung bersorak riang mengikutiku
Baiklah. Yang kami harus waspadai sekarang ini adalah batalion laut milik Orion
......................
--- Pesisir pantai kerajaan Crux ---
Aku sudah bisa melihat lautnya. Kemah para penjaga juga ada disana
"TEROBOS!!" Aku memberi aba-aba
Dengan kecepatan penuh dan tanpa peduli, aku dan semua orang langsung menerobos melewati kemah para penjaga
Semua orang yang berada di bawah kami langsung kaget, bahkan beberapa menganggap hal itu ilusi
Tapi... Ada juga yang langsung bereaksi dan memperingatkan semua orang tentang kehadiran kami
Bahkan para penjaga yang berada di dekat Goeitias sekarang ini langsung mendapatkan kabar itu
"Siapkan semua perapal sihir!! Mereka akan tiba dalam beberapa menit!!"
"Siap!!"
Para perapal sihir milik mereka langsung mengarahkan tangan mereka ke udara, bersiap merapal sihir api dan menjatuhkan kami
Bersiap... Bersiap...
"Itu mereka!!! Tembak!!!"
Mereka langsung mengikuti aba-aba dan menghujani kami dengan sihir api
Tapi dengan mudahnya, Para Sylph menghalau serangan mereka dengan sihir angin gabungan
Goeitias masih jauh. Tapi masih banyak penyihir yang harus kami lalui terlebih dahulu
Menyebalkan
"Baiklah! Kalian harus-"
"ARGH!!!"
...
Sial!!
Pasukan Orion sepertinya sudah mengeluarkan penyihir terbaik mereka
Para Sylph sampai terluka karena ledakkan sihir api itu
...
"Rendahkan ketinggian!!"
"Oberon?! Kamu gila?!"
"Tidak!! Ikuti perintahku!!"
Tanpa basa-basi lagi, aku langsung meluncur ke bawah. Anak-anak yang ketakutan itu pun langsung mengikutiku juga, dan secara tidak langsung, para Sylph juga mengikuti
"Oberon!! Apa yang harus kami lakukan?!" Seorang anak bertanya
"... Ingat latihan kita"
Dan dengan perkataan itu, aku memberi isyarat pada beberapa Sylph untuk berhenti dan turun menghadapi para penyihir bersama dengan diriku
"OBERON!!"
"Ingat latihan kalian nak!! Terus terbang!!" Aku berkata dari kejauhan
Mereka terus mengikuti perkataanku dengan air mata yang didasari rasa takut selagi terus terbang pergi ke Miralius
Baiklah. Sekarang waktunya aku mengurus para bajingan ini
Aku pun memanggil tongkatku dan memberi aba-aba siap kepada para Sylph
Tidak mau kalah, para penyihir Orion langsung bersiap membalas kami
__ADS_1
"... Jangan bunuh mereka"
Dengan aba-aba itu, para Sylph langsung melontarkan sihir angin ke sisi kapal, tapi tidak mengenainya
Hal itu membuat sebuah kapal langsung terombang-ambing dan membuat semuanya kehilangan keseimbangan
Tidak berhenti disitu, aku membuat ombak semakin mengganas dan membuat semua kapal itu tidak bisa mendekati Goeitias
Yang terpenting adalah membawa anak-anak itu, Eleanor dan 2 tawanan kami dengan selamat ke Miralius
Kami membutuhkan semua orang itu
"TERUSKAN!!!"
......................
--- Sementara itu ---
"Ombaknya..."
Anak-anak itu melihat kearah ombak laut yang membuat kapal-kapal yang mereka lalui terombang-ambing
Mereka juga menyadari kalau kapal-kapal itu menjauh dari tempat tujuan mereka
"Kita harus cepat anak-anak. Oberon tidak ingin kalian terluka" Amelia berkata pada mereka
Amelia benar-benar bekerja keras disaat itu, karena Eloy terus berusaha melawannya
"Baiklah, Nyonya Sylph" Seorang anak berkata
Mereka sudah dekat dengan Goeitias sekarang ini. Yang perlu mereka lakukan sekarang hanyalah terbang pergi secepat mungkin ke Miralius untuk menghindari monster terbang
Tetapi, baru saja mereka masuk ke area daratan Goeitias...
*BOOM!*
Sebuah sihir api terlontar kearah mereka
Hal itu pun membuat Amelia kebingungan dan panik karena tidak seharusnya ada penyihir juga di Goeitias
Dia bahkan nyaris terkena sihir api itu. Namun sebelum terkena, dia melempar Eloy kearah Zaphir, kemudian menghindar dan meluncur ke bawah secepat mungkin
"AMELIA!! KAMU TIDAK AKAN BISA SENDIRIAN!!" Zaphir meneriakkan
"BAWA SAJA MEREKA!! PERCAYA PADAKU!!" Amelia membalas selagi terus melesat ke bawah
Dia mendarat ke tanah dengan sangat megah, menghancurkan tempat mendaratnya
Melihat sekeliling di area penyerang mereka , dia pun menyadari satu hal
"... Kalian. Kenapa kalian para Troll berada disini?"
Dan bukan hanya Troll biasa semata, tapi juga Troll yang sangat ahli dalam sihir. Pasukan yang seharusnya berada di samping raja mereka
"Ah sudahlah..."
Tanpa mau basa-basi lagi, Amelia memanggil senjata sucinya. Senjata berbentuk cakram lempar kembar dan terbuat dari batu Emerald. Kemunculan senjata itu langsung membuat seluruh tanda bahaya di tubuh para Troll bergejolak
"Aku akan membuat kalian menyesal sudah mengganggu kami"
Hembusan angin pun semakin kencang berkumpul di dekatnya, selagi dia berjalan maju perlahan untuk menebas habis semua Troll itu
...
Zaphir kali ini yang harus bekerja ganda. Dengan adanya Yuriel di tangan kanannya, Amelia menyerahkan Eloy yang selalu memberontak ke tangan kirinya
Bahkan karena selalu memberontak, Zaphir membawanya seperti sebuah ember air yang penuh
"LEPASKAN AKU!! AKAN KUBUNUH KALIAN SEMUA!! KALIAN PIKIR KALIAN BISA DIAMPUNI DENGAN MUDAH!! AKU-"
*Plak!!*
"Diam dasar orang bodoh! Jika kamu tidak mau mati jatuh dari ketinggian, segera diam!" Yuriel menegaskan pada Eloy
"... Kamu menamparku-"
"Lalu kenapa?! Aku tidak mau mati hari ini!"
"Kamu-"
"Diamlah bocah!
Demi Pohon Agung! Aku pikir kedua anak itu sudah sangat manja seperti anak kecil...! Rupanya ada yang lebih parah...!!" Zaphir menyela dengan geram
...
"Ah, akhirnya diam..." Gumam Zaphir dalam hatinya melihat tingkah Eloy
Tapi, ketenangannya hanya berlangsung sesaat
Tidak beberapa menit kemudian, Zaphir dikagetkan oleh sebuah bayangan hitam yang meluncur cepat kearah mereka
__ADS_1