
--- Keesokan Harinya ---
Verdea menelan ludahnya karena gugup. Di hadapannya aku berdiri, persis seperti saat kami latihan sebelumnya di atas sungai ini
Tapi dia hanya sendiri. Aku juga terkejut Remina mengundurkan diri untuk latihan ini. Biasanya mereka tidak akan mau kalah dengan satu sama lain mengenai performa terbaik
"Jadi, kenapa kamu sendiri?" Aku bertanya pada Verdea
Dan juga, Remina ada disana. Dia menonton bersama beberapa orang temanku. Hari ini terlihat lebih banyak penontonnya dari sebelumnya entah kenapa
Dia tidak menjawab pertanyaanku. Sepertinya dia memang memiliki sesuatu mengenai hal ini
"... A- Aku ingin kamu bertarung serius denganku!"
...
Hah?
"Bertarung serius itu... Maksudnya apa?" Aku melontar balik pertanyaan
"Aku ingin kamu benar-benar bertarung melawanku seperti kamu melawan Yael atau musuh yang kuat!" Dia menjawab dengan lantang
Hah?
Semua orang penonton langsung terlihat terkesan selagi aku masih bingung kenapa dia meminta hal itu
Ugh... Mari kita uraikan dulu
"Kenapa tiba-tiba?"
"... Aku hanya ingin kamu bertarung denganku sekuat tenagamu"
Itu tidak menjawab apapun. Tapi ya sudah. Dia pasti hanya akan mengulang jawaban yang sama walaupun dengan pertanyaan berbeda di topik ini
"Kamu akan terluka loh?"
"Aku tidak peduli"
Dia membuatku semakin bingung. Aku tidak mungkin harus menyakitinya secara berlebihan bukan? Aku yakin dia tidak akan tahan dengan seranganku jika aku serius
Bagaimana ini ya...?
"... Kalau begitu begini saja!"
Hm?
Veskal tiba-tiba mengangkat tangannya dari tempat para penonton. Sepertinya dia memiliki usul
"Jika Verdea berhasil memukul kepalamu setidaknya sekali, dia yang menang! Tapi jika dia kelelahan terlebih dahulu, dia kalah!"
Oh~?
Saran yang bagus. Itu akan menurunkan tingkat kesulitan untuk 'pertarungan' ini
"Bagaimana, Vainzel?"
"Baiklah. Tapi aku tidak akan menyerangmu dengan keras secara langsung. Aku akan meningkatkan temponya sesuai iramamu"
"... Baiklah"
Dia menelan ludah sekali lagi, kemudian mulai memasang kuda-kuda yang masih berantakan
Hm... Mari kita lihat...
Ah ya. Pakai teknik yang satu itu saja
Aku menarik napas panjang. Perlahan, kuda-kuda ku terbentuk menjadi bentuk persiapan menari
Verdea menelan ludahnya ketika sadar aku memasang kuda-kuda bela diriku
Aku diam tidak menjawabnya
Sementara itu, dari kejauhan, Albert melihat posisiku
"Verdea tidak akan bertahan lama" Dia memperkirakan, membuat Veskal mengangguk setuju
"... Aku akan bergerak sekarang..."
Satu, dua, hup!
Dia berlari kearahku. Tapi gerakannya itu sangat lambat sehingga aku mudah memprediksinya
Dia mengepalkan tangan kanannya. Dan disaat itu, aku langsung tahu dia berniat untuk apa
Semuanya sesuai prediksiku
Aku menghindar ke bagian kirinya, memegang tangan dan punggungnya, kemudian mendorongnya dengan tumpuan memutar
Dia langsung nyaris terjatuh ke sungai karena terputar oleh gerakan ku barusan dan terdorong cukup jauh untuk membuat ruang kecil diantara kami
"Kenapa? Masih ingin lanjut?"
Verdea langsung kembali serius
Anak ini benar-benar serius. Dia seperti seseorang yang berniat menghabisiku atau semacamnya
Baiklah, aku juga harus serius. Tidak akan adil kalau hanya dia yang serius bukan?
"Oh, kuda-kuda itu-!" Albert berseru
Kuda-kuda yang sama dengan yang kugunakan untuk melawannya di malam itu
"Dia ingin langsung mengakhirinya? Ini bahkan belum 5 menit"
"Biarkan saja" Cyth tiba-tiba menyela Albert
"Kenapa?"
"... Itu akan menjadi patokan Verdea, agar dia tahu seberapa jauh perbedaan kekuatan mereka"
Veskal dan Albert langsung diam menatap Cyth
Kembali ke pertarungan kami, Verdea langsung merasa gelisah ketika melihat posisiku. Dia mencoba mencari kemungkinan untuk menang, tapi aura yang kukeluarkan benar-benar membuatnya tertekan
"... Cih!"
Tanpa ragu dan tanpa mengatur gerakannya terlebih dahulu, dia langsung melaju kearahku sembari berteriak keras
"Maaf" Aku berkata
Aku langsung mengakhiri pertarungan itu. Aku menghindar keatas kepalanya, mengikat tangan kanannya, kemudian membantingnya ke hadapanku
Aku kemudian melompat keatas lagi dan memasang telapak kaki seperti aku ingin mengakhiri pertarungan ku dengan Albert waktu itu
"Vainzel! Jangan!!" Veskal berseru
Tapi...
*BRAK!*
...
Aku memang tidak berniat menginjak kepalanya...
Aku hanya menginjak sedikit dekat dari sisi kepalanya. Tidak mengenainya sama sekali
hanya butuh satu langkah lagi, aku bisa menginjak kepalanya. Tapi aku tidak melakukan hal itu. Dia sudah tentu akan tewas jika aku melakukannya
Lihat saja bagian tanah di sungai ini. Langsung membekas seperti kaki ku dengan retakan di sisinya
Itu sebabnya aku terkesan Albert bisa menahan kekuatanku waktu itu. Manusia biasa tidak akan bisa hidup, apalagi tetap sadar ketika aku melakukan hal ini
"Bagaimana? Masih belum menyerah?"
__ADS_1
"... Diam dan lanjutkan!"
Dia menciprat air sungai kearah wajahku, tapi aku menangkisnya dengan jubahku. Disaat aku menurunkan jubahku kembali, Verdea sudah mendekat kearahku
Aku pun kembali mengambil hindaran kiri ketika dia mencoba menghajarku. Kali ini aku menunduk dan menendang kakinya hingga dia terjatuh
Tapi dia masih bangun kembali. Entah berapa kali aku membuatnya terjatuh, dia terus bangun lagi. Dia bahkan masih sempat mencoba menghajarku secara bertubi-tubi. Tapi aku tentu menghindari semua serangannya dengan mudah. Dia masih harus banyak belajar
...
Mau bagaimana lagi. Dia tidak mau menyerah
Aku pun mengambil kembali hindaran, kemudian tanpa ragu lagi, aku memukul punggungnya hingga dia terlempar dan terpelanting diatas sungai
Suara hantaman diatas air itu sangatlah keras sampai aku yakin kalau seluruh Miralius bisa mendengarnya
"Sudah selesai"
Disaat aku berkata begitu, Verdea terjatuh ke tanah untuk yang terakhir kali. Tapi sekali lagi, kesadarannya masih utuh. Aku takjub dengan ketahanan tubuhnya
Atau memang tubuhku yang tidak mengindahkan untuk menghantamnya sampai dia berada di situasi fatal?
...
Tubuhnya sepertinya sudah kelelahan. Dia terlalu banyak memakai tenaga dalam menyerang tadi, dan aku yakin luka yang kuberikan itu membuatnya semakin tidak bisa bergerak
"Tidak apa?"
"Aku... Masih mau lanjut...!"
Anak ini...
"Sudahlah. Veskal!"
Aku memberi isyarat kepada Veskal untuk membantu Verdea naik ke tepi. Dia melakukan persis seperti apa yang kuminta
Aku kemudian menyembuhkan luka memar yang ada di tubuh Verdea selagi dia terduduk dengan wajah kesal
"Sepihak seperti biasa ya...?" Cyth berkata sembari mendekat
"Aku heran kenapa kamu mau terus melanjutkan, bocah. Jika aku jadi kamu, aku akan berhenti ketika melihat bekas di tanah itu"
"..."
Dia sepertinya sedang kesal sekali sekarang ini. Dia akan diam dan tidak menghiraukan siapapun itu jika ada sesuatu yang membuatnya seperti sekarang
Biasanya, makanan enak akan membuat dia kembali bicara...
"B- bagaimana kalau kita evaluasi saja kemampuanmu hari ini? Bagaimana kemampuannya, Vainzel?" Veskal menyela
Kami tahu sendiri bukan? Kenapa harus aku yang memberitahunya coba?
"Tidak ada evaluasi dariku. Ini pertarungan bukan? Aku lawanmu, dan tidak mungkin seorang lawan membantumu bukan?"
Veskal langsung terlihat canggung ketika wajah Verdea semakin mengerut
"... Tapi aku bisa memberimu saran ini saja. Evaluasi dirimu sendiri dan kelemahan lawanmu"
"... Katanya tidak akan membantu"
"Sekali itu saja. Lagipula, dengan bersikap begini aku yakin kamu akan lebih berkembang ketika kita 'bertarung' lagi nanti"
"Hah?"
"Aku tahu kamu berniat untuk terus menantangku nanti. Kamu bukan tipe orang yang berhenti di tengah"
Verdea langsung merinding malu karena niatnya ketahuan
"Aku juga penasaran siapa yang memberimu saran untuk melawanku itu ya!?" Aku berseru lantang
Remina yang kali ini merinding karena ketahuan
"Sudahlah. Kita cukupkan hari ini. Masih banyak hal juga yang harus kuurus"
Aku bangun dari tempat aku berlutut
...
"... Sebenarnya, apa niatmu menantangnya bocah?" Cyth bertanya pada Verdea
"... Aku hanya ingin dia melakukan satu hal"
"Tidak apa. Kamu masih bisa melakukannya besok" Remina menyemangati
Verdea hanya diam terduduk. Dia perlahan memainkan jarinya karena pikirannya kalut
Dia bertanya-tanya, 'Apa yang bisa membuat Vainzel kalah?' dalam pikirannya
"Aku ingin mengikutinya"
"He- Hey! Verdea!"
Tapi Veskal terlambat. Verdea sudah terlebih dahulu pergi mencari ku
"... Apa yang sebenarnya anak itu inginkan coba?"
"... Entahlah, Kapten. Aku sendiri juga bingung"
Dia mengincar sesuatu yang besar, dan Veskal tahu itu. Tapi apa yang harus dia lakukan sekarang?
"Biarkan saja dia pergi" Eleanor menyela
"... Aku harap anak itu tetap baik-baik saja" Veskal berkata
Apapun itu yang dia incar, Veskal akan mendukungnya. Karena apapun yang dia lakukan sekarang ini, itu demi kami berdua
......................
"Jadi, bagaimana Zaphir?"
Aku mengeluarkan pertanyaan, sehingga Zaphir tiba-tiba muncul di sampingku dari balik bayangan
Dia sudah menungguku sejak tadi, itu sebabnya aku langsung mengakhiri pertarungan barusan
"Para petinggi sudah tahu soal ini. Hanya kamu saja yang belum tahu
Sigil milik Bathin itu. Dia memang seperti yang asli, tapi aku menemukan perbedaannya. Sigil itu dibuat sepenuhnya oleh Mana hitam. Itu seharusnya tidak terjadi. Sigil yang mengenai tubuhku sewaktu itu terbuat dari darah iblis yang beracun"
Memang benar kalau sigil membutuhkan darah untuk membuatnya. Lingkaran itu akan memberi kekuatan pada sang iblis dengan memakan daya hidup yang terkena kutukan mereka
Tapi, lingkaran yang mengenai Seren terbuat dari sihir hitam?
Itu perbedaan yang sangat jauh. Sihir hitam memang sangat berbahaya, tapi jika segel itu terbuat dari sihir hitam...
"Maka Yael juga terkena efeknya"
"Benar sekali, Oberon"
Sifat alami dari sihir hitam adalah Mana nya akan memakan daya hidup milik si perapal. Sigil yang digunakan kaum iblis untuk mengutuk itu bukan main kuatnya. Namun, karena sigil itu dibuat dari sihir hitam, maka bayaran dari sihir itu sama sakitnya untuk Seren dan Yael
Tapi Yael akan sembuh
"Tapi, kenapa dia tidak menggunakan darahnya untuk membuat segel itu? Dia iblis bukan?"
"... Aku hanya tahu satu jenis iblis yang tidak bisa menggunakan segel seperti itu walaupun sudah menjadi pengikut setia
Setengah Iblis. Karena adanya darah selain iblis di tubuhnya, mereka tidak bisa memiliki ikatan yang kuat kepada kaum iblis yang tidak peduli pada kaum lain itu"
...
Itu... Cukup masuk akal
Aku sudah menduga Zaphir akan berguna dalam menyelidiki hal ini. Dia memang yang paling berpengalaman diantara para petinggi, bahkan lebih dibandingkan diriku
__ADS_1
2000 tahun lebih hidupnya itu aku yakin tidak pernah dia gunakan untuk main-main
"Lalu, dimana para petinggi?"
"Semuanya sudah pergi melaksanakan tugas masing-masing. Tapi aku belum mendapat kabar dari Amelia yang sedang mengawasi Hortensia"
Aku pikir mengirim Amelia kesana adalah hal gegabah. Tetapi karena Yael sedang terkena efek sihirnya sendiri sekarang ini, aku yakin dia bisa baik-baik saja
Dan...
Ini kesempatan bagus bukan? Jika Yael tidak bisa digerakkan oleh Rosalia, maka hal itu akan memberiku lebih banyak waktu. Bedebah itu adalah halangan terbesar bagiku untuk menyingkirkan Rosalia
Aku akan membiarkan saja dia begitu. Aku tidak perlu buru-buru menyerangnya. Namun, selagi dia masih tidak aktif, aku akan bergerak cepat untuk mencapai tujuan. Membersihkan nama kaum ku terlebih dahulu adalah prioritas
"Lalu, Verdea. Tidak perlu mengendap-endap begitu"
Verdea langsung bergidik karena ketahuan. Dia kemudian keluar dari balik pohon
"Bagaimana kamu bisa tahu coba? Veskal saja tidak bisa ketahuan menggunakan cara itu"
"Karena kamu bukan dia dan aku selalu tahu ketika dia berada di sekitar, asal kamu tahu saja"
Verdea merungut mendengar perkataanku
"Kamu itu terlalu kuat. Apa coba yang tidak bisa kamu lakukan?" Dia berkata sambil melangkah mendekat kearahku
"Mengurus bocah sepertimu"
"Berhenti memanggilku bocah! Aku sudah 14 tahun!"
"Baik, baik. Maaf"
Padahal dia masih bertingkah seperti bocah
"Lalu, kenapa kamu ada disini?"
"Aku hanya mengikuti"
"Untuk apa?"
"... Mencari kelemahanmu..."
...
Ketika dia berkata seperti itu, aku tidak tahan untuk tertawa. Hal itu membuat dia langsung terlihat malu
"Mengingatkanku pada seseorang..." Zaphir bergumam
"Kamu benar! Dia bertingkah seperti Veskal ketika menghadapi mu!" Aku berkata kemudian kembali tertawa
"Memangnya apa yang salah coba!?" Verdea berkeras
"Tidak ada. Hanya saja cara kalian menghampiri kami seperti itu sangat persis" Zaphir membalasnya
"Bahkan teknik menghilangkan diri yang baru saja kamu pakai itu diajarkan oleh Zaphir kamu tahu?"
"H- hah?!"
Itu berita baru bagi Verdea. Tapi semua teman-temanku yang lain tahu kalau Elf bulan lah yang menciptakan teknik itu. Itulah sebabnya mereka nyaris tidak bisa ketahuan ketika bersembunyi di malam hari yang dipenuhi bayangan
"Ha... Kamu ingin menjadi kuat dengan mengajakku bertarung tadi bukan?"
"... Bukan hanya itu..."
"Apa lagi?"
"... Aku ingin kamu sesekali saja mendengarkanku untuk istirahat dan andalkan aku saja..."
...
Aku kembali tertawa, walaupun tidak sekeras sebelumnya. Aku justru mencoba menahannya kali ini karena tidak mau terlalu menyakiti perasaannya
"Aku serius kamu tahu!?"
Dia langsung cemberut dan membuang wajah seperti biasa. Tapi kali ini dia benar-benar terlihat gusar
"Maaf. Tapi, apa yang kamu katakan itu masih mustahil"
"... Sudah kuduga kamu akan bicara begi-"
"Tapi, jika kamu ingin aku beristirahat, bekerjalah dengan giat untuk menjadi kuat terlebih dahulu"
"...!"
Aku kemudian perlahan menunjukkan senyum kearahnya
"Veskal juga memintaku untuk beristirahat. Aku tahu kalian benar, tapi itu akan menghilangkan kesempatan kita di perang ini"
"Lalu, kenapa?"
"Hah... Rosalia juga selalu bergerak kamu tahu? Hanya butuh waktu baginya untuk menyingkirkan kita"
"... Tapi..."
"Itu sebabnya aku memintamu untuk lebih kuat. Aku baru sadar, kalau kita ingin lebih cepat bergerak, kita semua harus menyelaraskan kecepatan
Tidak seharusnya aku berjalan di depan sendirian bukan?"
Dia sudah membantuku cukup banyak selama ini. Entah dengan kata-kata atau perbuatan. Aku juga seharusnya menghargainya selama ini
...
Verdea tertegun
Tetapi perlahan, dia tersenyum
"Sepertinya kamu sudah menemukan jawaban untuk dirimu nanti..."
Aku tertawa kecil menatapnya
"Belum sepenuhnya"
Jalan kami masih panjang. Tapi aku yakin aku bisa menemukan semua jawabannya nanti jauh sebelum perjalanan ini berakhir
Aku ingin mereka berdua menemaniku untuk mencari jawaban itu nanti. Hanya mereka yang bisa menarikku ke belakang ketika aku membutuhkannya nanti. Itu saja jawaban yang kudapatkan untuk saat ini
"Ahem!"
Oh ya. Zaphir ada di sini
"Jadi... Kita kemana sekarang?" Dia bertanya padaku
"Bagaimana kalau kita mengunjungi anak-anak saja?"
Zaphir langsung mengerutkan dahinya, tetapi...
"Terserah. Sebaiknya kita cepat karena aku ingin istirahat"
Dia bahkan tidak menolak sedikitpun
"Bagaimana Verdea?" Aku menoleh kearah Verdea meminta persetujuannya
"Tidak apa" Dia membalas
Sudah diputuskan. Lagipula, sesekali mengecek keadaan anak-anak Andromeda itu harus kulakukan bukan? Siapa tahu mereka merasa tidak nyaman
...
Hehe... Anak ini benar-benar serius ingin membuatku mundur hm?
Tapi, seperti yang aku bilang tadi, aku tidak bisa berhenti. Jika mereka ingin maju, aku yang harus ada di depan
Namun, aku ingin melihat apa yang bisa dia lakukan ketika berada di sampingku. Aku juga ingin meyakinkan diri kalau dia memiliki kemampuan
__ADS_1
Seekor burung pada akhirnya akan meninggalkan sarangnya. Aku tidak akan terus melindungi Verdea, jadi dia harus mempertahankan dirinya nanti. Aku hanya berharap dia itu bisa lebih hebat dibandingkan diriku nantinya
Mungkin aku juga harus berhenti memperlakukannya seperti anak kecil...