
--- Kastil Lily ---
"...!"
"... Hah... Jangan bilang ada sesuatu"
Rosalia menyandarkan diri di tempat duduknya sambil memegang kepalanya, tahu kalau Yael sedang merasakan suatu hal yang janggal
Yael yang berdiri di belakangnya mulai tersenyum gugup
"Maaf, tapi 'sesuatu' ini sangat besar..."
Terkejut, Rosalia menoleh kearah Yael dari kursinya
"Sebesar apa?" Tanya Rosalia
Yael diam tidak menjawab sambil terus tersenyum
"... Mari kita kunjungi saja mereka. Aku akan mengajak ayahku untuk berjaga-jaga"
"Tidak perlu pergi jauh-jauh, tuan putri"
"Apa maksudmu?"
Yael tertawa kecil. Dia kemudian menoleh kearah jendela, membuat Rosalia semakin bingung
"Mereka ada disini"
--- Beberapa saat sebelumnya ---
Hmm...
Sudah berjam-jam berlalu. Seharusnya kami sudah berada diatas Hortensia sekarang ini
"Seren! Coba terbang sedikit ke bawah!" Aku berteriak
"Aku tidak bisa! Banyak sekali manusia di bawahku sekarang ini"
Dugaanku benar
Dia sengaja terbang lebih tinggi dari awan karena tidak ingin satupun manusia melihatnya. Jika dia tidak ingin terbang lebih rendah, itu artinya kami sudah sampai
"Kalau begitu biarkan kami turun disini!" Aku berkata
Verdea dan Veskal yang dari tadi berbaring tidak sengaja mendengar perkataanku
"Kita sudah sampai!?" Tanya Veskal
"Ya! Jadi bersiaplah melompat!" Balasku
"Kita akan melompat!? Yay!!" Verdea bersorak kencang
"Siapkan barang-barang kalian sekarang! Aku akan mengikat kalian semua ketika akan terjun!"
Semua temanku langsung bergegas memegangi barang-barang mereka seerat mungkin. Para Fae yang ikut mulai memegangi badanku seerat mungkin
Setelah melepas sarung tanganku, aku mulai memisah sulur-sulur tanganku dan mengikat masing-masing temanku bersama barang yang mereka bawa
"Siap?!"
"TIDA-"
"YA!!" Veskal dan Verdea memotong mereka semua
Senyum lebar tertempel di wajahku, dan di detik selanjutnya, kami semua terjun ke bawah
Seren yang melihat kami yang sudah terjun memberi salam hormat, kemudian terbang kembali ke Gerbang Hutan secepat mungkin
"Semoga beruntung" Gumamnya pelan, selagi dia menghilang di kejauhan
Kembali ke kami, Verdea dan Veskal berteriak sekeras mungkin sekali lagi, diikuti Ivor dan Lyralia
Mereka semua benar-benar menikmati hidup, hah...?
Sementara itu Luxor dan Ordelia sudah pingsan dan tidak bergerak, jadi ikatan mereka benar-benar kueratkan sekuat mungkin
"Tabur Mana kalian!" Aku berseru pada para Fae
Mereka semua mengangguk kemudian menaburkan Mana mereka ke kami semua
"Wah! Tanahnya sudah dekat!" Verdea bersorak
"Cepat! Aku mohon!" Aku berkata para Fae
Dan tepat saat kami hampir menyentuh tanah, kami semua berhasil melayang dan mendarat dengan mulus
Kakiku berhasil menginjak ke tanah dengan aman. Setelah itu, aku melepas ikatanku kepada mereka semua
Mereka semua tertawa senang ketika berhasil mendarat dengan aman, namun Ordelia dan Luxor hanya mengeluh lemas di tanah
Verdea langsung berlarian dengan riangnya, tapi tiba-tiba berhenti ketika menyadari sesuatu
Selagi teman-temanku membantu sama lain, aku melihat sekeliling
...!
Ini...
Kastil Lily!
Suara langkah kaki kemudian terdengar dari pintu masuk kastil itu. Tidak lama, Rosalia bersama Artorius dan beberapa penjaga menunjukkan diri mereka, dengan wajah terkejut
Di belakang para penjaga itu, seluruh keluarga Hortensia mengikuti dengan wajah penasaran
"Ada paket dari langit rupanya" Rosalia berkata
"... Ahaha. Maaf kalau kami mengejutkan kalian"
Artorius dengan wajah kebingungan langsung berusaha mendekati Verdea. Tapi Verdea langsung bersembunyi di belakangku sambil melirik kearah anggota keluarganya, membuat Artorius hanya diam di tempat melihat kami
Kami mendarat di halaman kastil Lily...
Parahnya semua teman-teman Elf ku berada disini sekarang ini. Mereka terlihat panik ketika dilihati banyak orang
Veskal bahkan tidak terlihat nyaman dan menyembunyikan wajahnya dari Rosalia
Situasi ini sangat tidak menyenangkan...
Aku ingin membawa mereka lari sekarang ini, tapi situasinya pasti akan jadi rumit
Tapi karena aku tidak bisa itu, aku harus berurusan dengan ular itu
"Aku harap teman-temanku tidak mengganggu" Aku berkata sambil memaksa senyum
......................
--- Di dalam kastil ---
__ADS_1
Aku dan Verdea diajak masuk oleh mereka. Kami berdua hanya terduduk kaku sambil menunggu makanan tiba
Ya, aku juga ikut duduk. Aku heran kenapa mereka menyuruhku duduk
Teman-teman kami semuanya berkumpul di ruangan khusus tamu kastil ini untuk menjaga tas bawaan
Aku berharap mereka baik-baik saja tanpa pengawasanku. Rosalia memiliki seorang penyihir hitam dan seorang Vampir sebagai bawahannya. Aku khawatir dua orang itu akan membahayakan mereka selama kami disini
Verdea menceritakan sesuatu yang menarik ketika dia diculik ke kastil Vampir waktu itu. Dan hal yang kuketahui adalah, Perempuan ini adalah dalang utama pergerakkan para Vampir itu
Verdea tidak sengaja menyadari kehadiran Rosalia di kastil itu, bicara dengan Darwin dan Yael. Hanya suara yang terdengar, tapi Verdea mengenali suara itu dengan baik hingga bisa mengetahui kalau itu Rosalia
Fakta kalau dia adalah dalangnya mengartikan kalau dialah orang yang membahayakan kami sejak awal dia mengirim Yael
'Urusan kecil', hm?
Orang-orang menjijikan
Yah... Salah satu dari mereka juga dulu pernah mencoba menculik Verdea. Jadi aku tidak heran kalau ada dari mereka yang ingin Verdea mati
Aku benar-benar ingin berkata kasar kepada Rosalia karena kejadian yang terjadi pada kami semenjak kami berangkat
Tapi, aku tidak yakin keluarga kerajaan yang lain akan mendukungku, walaupun mereka dan Rosalia tidak terlihat baik dengan satu sama lain
Menyusahkan. Mengetahui kalau aku harus duduk tenang di dalam satu ruangan dengan musuhku itu sama sekali tidak membuatku nyaman
"Jadi, bagaimana perjalanan kalian?" Rosalia bertanya sambil meminum tehnya
Orang ini bertanya seakan dia tidak tahu apa-apa
"Bisa dibilang baik. Walaupun kami diserang ratusan monster, kami sekarang baik-baik saja" Aku menyinggung
Rosalia cuma tersenyum kecil dan terus meminum teh, sementara anggota keluarganya yang lain terlihat kaget dengan perkataanku
"Kamu sungguh tidak apa-apa Verdea?" Tanya Artorius khawatir
Verdea diam tidak menjawab sambil terus melihat ke meja
"Tidak apa-apa. Kami juga sudah menangani pasukan Vampir dan seorang penyihir hitam selama perjalanan itu" Aku melanjutkan
Mereka semakin terlihat kaget dengan perkataanku
"Kamu bicara seakan ingin menyinggungku, Sir Vainzel" Rosalia berkata sambil meletakkan cangkirnya
Tatapan dengan senyuman licik nya itu dia arahkan kepadaku
"Ah, maaf kalau aku menyinggung perasaanmu. Aku hanya merasa kesal karena kejadian-kejadian itu" Aku menjawab
Verdea terlihat ingin ikut bicara, tapi dia sendiri tahu persis kalau tidak akan ada orang yang mempercayainya selain aku
"... Bisa kita hentikan ini? Kenapa kamu bersikap sok rendah seperti itu, Oberon?"
Damien yang tiba-tiba bicara itu mengundang perhatian kami semua
Ratu Celeste langsung menutup mulutnya, tapi terlambat. Kami semua sudah mendengar apa yang dia katakan
"Oberon...? Menarik..." Darius berkata
Dia kemudian menoleh kearahku dengan tatapan penasaran sambil tersenyum lebar
"Ada penjelasan, Sir Vainzel?" Dia bertanya
Semua orang jadi menaruh perhatian kepadaku
...
Sial...
Tapi sekarang mereka tahu. Parahnya aku menjadi pusat perhatian mereka sekarang
"... Ya... Aku tidak mungkin menyembunyikannya lagi" Aku berkata sambil menghela napas
Verdea terlihat gelisah mendengarkanku
Suara tepukan tangan Darius pun terdengar di seluruh ruangan. Semua orang memperhatikannya selagi dia menepukkan tangannya kearahku
"Wah, wah... Ada rahasia lain yang bisa kamu ceritakan?" Tanya Darius ketika dia berhenti menepuk tangan
Sikunya dia letakkan di meja sambil menopang kepalanya selagi menatap mataku
Rasa gelisah menghinggapiku karena situasi ini
"Jangan ganggu dia"
...
Verdea?
"Jangan ganggu Vain" Dia mengulangi
Tatapan marahnya keluar dan mengarah langsung ke Darius
Semua orang kaget melihat hal itu, terutama Darius
Tapi tidak butuh lama hingga dia mencoba memprovokasi kami lagi
"Kamu berubah. Apa karena orang ini?" Darius berkata
"Lalu, kenapa?" Balas Verdea, marah
Dia bangun dari kursinya dan mencoba mendekat ke Darius, tapi ditahan olehku
Jika aku membiarkannya, mereka mungkin akan saling pukul
Darius hanya tersenyum sinis kearahnya, kemudian beralih ke Damien
"Kamu punya informasi yang menarik. Aku penasaran kamu mendapatkannya dari mana"
"Apa keperluanmu untuk tahu?" Damien membalas
"Baiklah. Hentikan ini sekarang juga" Artorius menyela
"Tidak perlu menghentikan mereka yang mulia. Informasi ini memang menarik" Salah satu selir Artorius, Lynia berkata
"Yup. Lagipula sangat tidak adil yang mulia ratu Celeste menyimpan hal ini" Sofia menambahkan
"Tutup mulutmu Sofia" Ancam Celeste
Suasana kemudian menjadi risih dan berisik
"Aku ingin kalian-"
"Maaf ayah, tapi hal ini-"
Tidak ada yang bisa menyelesaikan ucapan mereka, karena dipotong oleh satu sama lain. Yang keluar hanyalah teriakan dan argumen tidak berarti yang hanya membuat kepala pusing
Lebih tepatnya, kepalaku...
__ADS_1
Fwush!
...
"Bisa berhenti sekarang?"
Ketika aku yang menyela menggunakan hempasan Mana, mereka semua akhirnya berhenti. Aku hanya memaksa senyum sekali lagi, sementara Verdea perlahan naik ke pangkuanku
Kepalanya kemudian kuelus selagi kami kembali fokus kepada mereka
Sepertinya hempasan Mana milikku terlalu keras sampai-sampai membuat mereka kaget dan mematung seperti itu
"... Maafkan kami. Situasi seperti ini sangat tidak pantas ditunjukkan di depanmu" Artorius berkata dengan nada lemas
Dia kemudian memegang kepalanya seakan dia pusing dengan situasi ini
Ya... Memiliki keluarga seperti ini memang jelas membuat kepala pusing
"Aku ingin bertanya, kenapa kamu merahasiakan identitasmu?" Dia bertanya
"Karena aku tidak mau situasi seperti ini tercipta, Yang Mulia" Aku berkata
Artorius langsung terlihat tidak nyaman
"Kamu tidak perlu memanggilku-"
"Tidak. Aku memang seorang Oberon, tapi aku tetap hanya seorang pelayan disini. Kertas perjanjian waktu itu sudah memperjelasnya bukan...?
Aku pelayan milik Verdea dan dirimu, dan akan selalu begitu sampai akhir hayat kalian"
"Hah! Kamu bangga menjadi pelayan anak kotor itu?" Damien menyela
...
Aku benci anak ini
"... Jaga. Mulutmu. Bocah"
Melihat ekspresi kesalku, Damien langsung merinding dan mengalihkan pandangannya
"Aku hanya mengikat janji dengan 2 orang ini. Kalian semua yang berada di ruangan ini tidak penting bagiku, seandainya mereka berdua tidak menganggap kalian penting atau berbahaya"
Aku menunjuk mereka selain Verdea dan Artorius satu-persatu
Aku melirik kearah Rosalia sekilas, kemudian mengalihkan pandangan ke Verdea yang terlihat senang
"Kamu mengancam kami, Oberon?" Celeste berkata dengan nada geram
"Persis seperti yang kamu ucapkan Yang Mulia Ratu. Aku tidak akan diam kalau kalian mengucapkan sesuatu yang tidak pantas tentang tuanku"
"Tuanmu, hm...?" Gumam Darius. "Aku jadi penasaran kenapa kamu mau bekerja di bawahnya" Dia menambahkan
"Karena aku tidak mau bekerja di bawah orang sepertimu, Darius"
"Panggil nama depanku dengan kata Pangeran, dasar sampah!"
"Aku akan melakukannya jika kamu pantas disebut begitu"
Darius langsung terlihat kesal dan bersiap mencekikku
"Cukup! Darius, cukup!" Sofia menyela
Dia menghentikan anaknya itu sebelum dia berkata dan berbuat lebih jauh dari itu. Karena itu, Darius pun hanya membanting tangannya di meja
Aku berbalik tersenyum sinis kearahnya sekarang, membuatnya semakin terlihat kesal
"Aku sebenarnya ingin menikmati jamuannya Yang Mulia. Tapi, kami baru sampai, jadi kami ingin beristirahat dahulu" Aku berkata pada Artorius
Dengan senyuman terakhir, aku menggendong Verdea dan pamit pergi
Semua orang menatap kepergianku dengan wajah kesal, kecuali Artorius
Dia bangun dari tempat duduknya dan pergi menyusul ku, walaupun keluarganya yang lain terdengar berusaha menghentikannya
......................
"Yang mulia Vainzel!" Artorius memanggil
Dia berlari kearah kami dengan cepatnya, selagi langkah kami terhenti
Aku dan Verdea menoleh kearahnya sambil diam menunggu
Ketika dia sampai di hadapan kami, dia berkata, "Maafkan soal perlakuan keluargaku", dengan napas terengah-engah
Aku tersenyum kearahnya
Dia benar-benar orang yang baik. Dia mengejar kami hanya untuk mengatakan maaf
"Aku biasa disinggung, yang mulia Artorius. Perlakuan mereka itu tidak mempengaruhiku sama sekali"
Artorius tertegun mendengar responku. Matanya kemudian tertuju kearah Verdea yang menatapnya balik
"Ayah senang kamu selalu baik-baik saja..." Dia berkata
Verdea mengangguk pelan. Aku merasa senang dia membalas perkataan Artorius dengan respon yang seharusnya
"Baiklah. Kami akan lanjut pergi. Semoga Bunga selalu bermekaran bersamamu" Aku berkata sambil menunduk hormat
"Ah ya. Dari raja ke raja, nasihatku adalah, pastikan pendapatmu juga bisa di dengar oleh subjekmu"
Artorius menunduk malu mendengar ucapanku
Meninggalkannya sendirian di lorong itu, kami berdua pergi menemui teman-temanku yang berada di ruang tamu kastil
...
"Kamu terlihat ingin mengatakan sesuatu padanya" Aku berkata pada Verdea
"... Liontin"
"Liontin?"
"Kakek memberiku Liontin ibu. Aku ingin memberikannya pada ayah, tapi tidak yakin"
Hm... Begitu
Aku menurunkannya ke tanah kemudian berlutut di hadapannya
"Jika ada kesempatan kamu bertemu dengan ayahmu lagi nanti, kamu bisa menyerahkannya lain kali"
Diikuti dengan senyumanku, Verdea juga tersenyum senang
Kami berdua kemudian bergandengan tangan dan meneruskan langkah kami
Dari balik bayangan yang jauh, seseorang yang tidak kukenal mengawasi kami tanpa ku ketahui
Dia kemudian menggaruk dagu nya sembari melihat kepergian kami dengan senyum yang lebar
__ADS_1
"Menarik... Aku jadi penasaran dengan orang yang diincar Madam Rosalia itu"
Bersamaan dengan ucapannya, seringai lebar perlahan terbentuk di wajahnya, menggantikan senyum biasa itu