
--- Satu Minggu Kemudian ---
Wah, mereka benar-benar datang dengan pasukan gabungan
Tapi... Mereka tidak akan menyerang kami sama sekali. Habisnya, kami memang mengundang mereka ke Miralius secara formal. Bahkan sampai repot-repot mengalihkan para monster ke tempat lain terlebih dahulu untuk kenyamanan mereka
"Sepertinya Suratmu itu cukup efektif membuat Rosalia Hortensia tidak berkutik..." Cyth berkata sambil terus mengamati kapal-kapal pasukan gabungan yang mulai mendekat
"Yah, akan begitu hanya untuk sementara" Aku berkata dengan nada lemas. "Mungkin saja mereka akan menyerang ketika kita tidak melihat nanti..." Aku menambahkan
"Aku tidak berpikir begitu"
"Kenapa?"
"Mereka memisah kapal para orang penting dengan kapal para prajurit dan penyihir. Aku bisa mengenali Rosalia Hortensia dan Raja Leiwan di kapal paling tengah itu, dan mereka dikelilingi oleh banyak orang yang berpakaian mewah. Lalu, di semua kapal terkecuali yang mereka tempati, semuanya berpakaian seperti kesatria, penyihir dan pelaut"
Luar biasa. Kapal-kapal itu masih cukup jauh, dan matahari baru saja menunjukkan diri, tapi dia bisa membedakan siapa dengan siapa
Pantas saja kru Black Hunt selalu bisa bertahan dibawah naungannya. Penglihatan seperti mata elang adalah hal yang paling dibutuhkan oleh pelaut
"Hoi! Persiapan sudah selesai!" Ivor berseru dari dalam hutan
"Baiklah! Ingat, jangan sakiti para monster itu diluar batas perlu!" Aku membalasnya
Ivor kemudian pergi tanpa menjawab apapun lagi. Sepertinya dia sangat tekun bekerja, walaupun tahu hal itu akan sangat susah dilakukan
Mungkin aku harus memberi mereka hadiah nanti. Tapi apa ya...?
"Vain!"
Ah? Verdea?
"Veri? Kenapa tiba-tiba datang?"
Dia mendaratkan dirinya tepat di hadapanku, diikuti oleh Veskal dari belakang
"Aku mendengar kalian bersiap sejak matahari belum terbit tadi. Apa masih ada yang bisa kami bantu?" Dia bertanya
"Tidak perlu. Semuanya sudah siap, tinggal menunggu kedatangan mereka saja"
Aku menunjuk kearah kapal pasukan gabungan itu. Verdea langsung terlihat lemas ketika menatap langsung mereka semua
"Apa kita bisa meyakinkan mereka?"
"Tentu saja bisa. Terutama Rosalia"
Dia tidak akan menolak untuk menyelamatkan Yuriel. Aku yakin dengan hal itu. Ditambah dengan Eloy sebagai sandera kedua, aku semakin yakin. Jika mereka tidak menerima tawaranku, kerajaan Crux sudah dipastikan kehancurannya dengan kehilangan atas kedua orang itu
"Bersiap menyambut mereka! Beritahukan hal itu pada semuanya, dan Ingat untuk tidak membuat masalah yang terlalu berlebihan!" Aku berseru pada 2 orang Elf klan Gaia yang berdiri di belakangku
Keduanya mulai menunduk hormat, kemudian langsung menggunakan para pohon di hutan untuk memberi informasi itu kepada Elf yang lain
"Baiklah. Kamu silahkan istirahat saja di dalam Miralius, Cyth. Aku akan mengurusnya mulai dari sini"
"Cih. Kamu bercanda ya? Aku ini juga seorang pemimpin yang terlibat kamu tahu?"
Yah, dia benar juga
Tapi lirikannya kearah sebuah kapal membuatku sadar kenapa dia ingin tetap disana. Aku hanya menunduk dan meyakinkan diri kalau dia tidak akan berlebihan menangani pemilik kapal itu
...
--- 15 Menit Kemudian ---
Hm, hm. Mari kita lihat lagi...
Baiklah. Semuanya sudah turun. Mereka lebih cepat dari dugaanku
"Salam untuk sang Oberon"
Hm?
Aku menoleh kearah belakang dan menemukan para bangsawan yang dipimpin oleh Rosalia berdiri disana. Tetapi, hanya Rosalia saja yang memberiku salam hormat
Aku pun langsung membalas salamnya itu. Mendadak, seorang pria berbadan gendut mendecak kesal
"Elf kotor" Dia bergumam
...
Dasar tidak jelas, bicara seakan aku tidak bisa mendengarkan
Tidak merespon, aku kembali beralih ke Rosalia
__ADS_1
"Apa kabar, Nyonya Rosalia. Aku lihat kamu sudah sangat besar, jadi mungkin sudah tidak layak lagi memanggilmu Tuan putri. Dan juga, kamu sepertinya benar-benar menerima undangan ku itu" Aku berkata
"Tidak apa. Aku tidak masalah kamu memanggilku salah satu dari kedua sebutan itu. Dan ya. Aku tidak mungkin menolak undangan seperti itu"
Dia kemudian melirik sekeliling dan melontarkan pertanyaan, "Dimana adikku Verdea? Aku tidak bisa melihatnya dimanapun"
"Ah, dia sedang menunggu di area aman hutan dimana tempat pertemuan akan berlangsung. Aku juga harus bertanya, dimana keluargamu yang lain, terutama raja Damien? Aku hanya melihat Nyonya Sofia dan Tuan Darius saja"
"Mengenai itu, kami saja yang akan mewakili Hortensia. Masih banyak yang harus dilakukan oleh Damien disana, lagipula kami memang mulai berkembang pesat akhir-akhir ini"
Sayang sekali orang itu harus diperbudak olehmu. Dia mendapatkan takhta yang dia dan ibunya inginkan, tapi tidak bisa mengontrolnya melebihi dirimu
Anggota keluargamu yang sedarah saja terlihat takut padamu...
"Tunggu! Darimana kami bisa tahu kalau undangan itu bukan sebuah jebakan?" Seorang bangsawan berkata
...
"Maaf, tapi kamu pikir kenapa aku memperbolehkan kalian semua tetap membawa pasukan gabungan ke Miralius?" Aku melontar pertanyaan itu
"Karena kamu hanya ingin main-main dengan kami bukan?" Dia berkata lagi
"Ya betul!" Seorang bangsawan yang lain menyahut
Mereka pun mulai membuat suara gaduh sembari mencaci diriku. Rosalia saja terlihat lelah, apalagi aku yang dicaci oleh mereka
Cih. Orang-orang ini...
"Tuan-tuan, Nyonya-nyonya. Aku harap kalian menunjukkan sopan santun kalian disini" Rosalia berkata, membuat para bangsawan itu diam
"Hah... Jadi bisa kita sudahi basa-basinya?"
Rambut hitam kemerahan, dengan mata gelap yang terlihat bosan itu. Jika aku tidak salah, dia adalah Leiwan, Raja kerajaan Borneus. Dia salah satu orang yang paling aktif dalam gerakkan pasukan gabungan ini, jadi aku benar-benar menandainya semenjak kematian Sylph itu
"Maaf jika membuatmu terlalu menunggu. Kalau begitu, mari kita langsung berangkat saja"
Mendengar perkataanku, Leiwan langsung bersiul kearah beberapa prajurit gabungan, guna mengikuti para bangsawan untuk keamanan. Sebagian kecil dari pasukan itu kemudian pergi mengikuti kami masuk, sementara yang lainnya tetap diam di tempat menjaga kapal
"Huh! Kenapa kami harus melalui hutan seperti ini coba!? Kenapa tidak ada jalan setapak?" Tanya bangsawan gendut itu
"Karena kami tidak ingin merusak lingkungan ini. Pekerjaan kami bukanlah meratakan hutan seperti kalian" Aku menjawab karena terlanjur kesal
"Diam kamu! Elf sepertimu itu-!"
"Tapi Nyonya Rosalia-!"
"Aku bilang hentikan"
...
"Maafkan dia Oberon. Jika aku boleh perkenalkan, namanya adalah Gorus, seorang Duke yang mewakili Crux"
Hm... Wajar saja. Para bangsawan kotor dari Crux yang tunduk dibawah Eloy itu memang sampah
"Baiklah. Aku akan mengabaikan tingkahnya"
"Aku tidak butuh belas kasihmu" Dia tiba-tiba menyela lagi
Aku ingin mencekik babi gendut itu...
Bahkan Rosalia saja mendecak kesal melihat tingkahnya
Sudahlah. Kami sudah nyaris sampai
Di area pertemuan kami itu, sebuah tanah kosong yang diisi oleh meja kursi dari kayu buatan tangan
Cyth, Veskal, Zaphir dan Verdea menunggu disana dan sudah mengambil posisi masing-masing
Tapi yang membuat mereka terkejut adalah kehadiran Artorius disana. Mata mereka terbelalak, terutama Rosalia
"Yang mulia Artorius?! Apa yang-?!" Raja Leiwan terbelalak
"Ini pasti tipuan! Kamu pasti menggunakan semacam sihir hitam untuk melakukan trik ini pada tubuh yang mulia Artorius!" Si Gendut itu berseru padaku
"Tidak. Silahkan tes kepintarannya"
Geram, dia pun menyuruh seorang prajurit Hortensia untuk maju dan memastikannya
Memang ada sihir hitam yang bisa membangkitkan yang mati kembali. Tapi, mustahil bagi yang sudah mati itu untuk kembali dengan pikiran mereka. Habisnya, yang dibangkitkan kembali hanyalah badan mereka, bukan jiwa mereka. Jiwa mereka sudah melayang keatas, dan tidak ada yang bisa menariknya kembali
Lagipula, aku mana mungkin menggunakan sihir hitam. Aku tidak pernah mempelajarinya walaupun Fyon sering menawarkan
Prajurit itu juga terlihat terbelalak. Dia perlahan bangun dari lututnya di setelah bertanya jawab dengan Artorius, kemudian melirik kearah kami
__ADS_1
"Dia memang masih hidup. Tidak ada sedikitpun sihir hitam yang melingkupi badannya"
Suasana kemudian hening dengan ekspresi semua orang yang terkaget
"Suamiku..." Sofia bergumam
"Tidak, tunggu ibunda!" Darius menyela
Dia kemudian menoleh kearahku dengan tatapan geram
"Oberon! Jelaskan ini!"
Aku hanya menatapnya balik, kemudian merespon dengan, "Apa lagi yang perlu kalian pertanyakan? Dia masih hidup, itu saja"
"Tapi-!!"
"Darius"
Darius langsung merinding mendengar suara Rosalia itu. Walaupun aku yakin tidak ada niat jahat dibalik suara itu, Darius masih tetap merasa ketakutan. Hal itu bahkan terlihat jelas dari matanya
Dengan senyuman, Rosalia pun berkata lagi. "Sudah lama kita tidak bertemu Ayahanda. Bagaimana kalau kita menemuinya saja sebelum pertemuannya dimulai?"
Tutup mulut, Darius pun hanya mengangguk setuju
Sofia, Darius dan Rosalia kemudian langsung berjalan kearah Artorius, memberi salam, kemudian mulai bercakap dengannya
Tetapi, Artorius langsung terlihat tidak nyaman, bahkan ketika percakapan itu belum dimulai. Tapi dia tetap berusaha menahan ekspresinya. Aku tidak bisa menyalahkannya karena merasa tidak nyaman. Walaupun Rosalia adalah dalang dari percobaan pembunuhannya, dua orang itu sama sekali tidak berusaha mencari ataupun menyelamatkannya
Seluruh keluarga busuk itu sama saja. Aku masih tetap bertanya-tanya bagaimana Artorius dan Verdea bisa memiliki keluarga seperti mereka
...
Hm?
Aku menatap kearah para bangsawan yang masih berdiri tepat di sampingku, kemudian menghela napas
Tatapan mereka mengatakan kalau aku pasti melakukan trik gelap dalam situasi ini. Mereka masih ragu mengambil tempat duduk...
Biarkan sajalah. Kalau mereka tidak mau duduk, aku hanya bisa mengharapkan kaki mereka bisa bertahan
Aku pun mulai berjalan dan mengambil tempat duduk di ujung meja, tepat di dekat Verdea
Verdea pun mendekatkan diri, kemudian mulai membisikkan, "Mereka sangat tidak sopan" sembari melirik kearah para bangsawan
"Aku bahkan terkejut. Kamu saja masih lebih sopan" Aku membalas bisikannya
"Apa maksudmu coba?" Dia berkata menyadari aku sedang menyindirnya
Aku hanya menjulurkan lidah kearahnya dengan tatapan mengejek, membuatnya cemberut seketika
Veskal tiba-tiba mendekat dari arah belakang kursi yang ku duduki
"Vainzel. Para petinggi Elf dan perwakilan kota Andromeda sudah tiba" Dia berbisik di telingaku
"Baiklah. Sambut mereka"
Formal sekali bukan? Aku dan teman-teman Elf ku sebenarnya juga tidak suka dengan hal seperti ini, tapi apa boleh buat. Aku berniat untuk menunjukkan sikap sopan demi mereka, tapi mereka bahkan tidak memberikan kesan itu kembali kepada kami
Dan mereka bahkan belum duduk sama sekali, dasar keras kepala
Suara-suara langkah kaki mulai terdengar dari arah belakang. Mengikuti hal itu, aku memutar posisi kursiku untuk sementara waktu, menyambut teman-temanku yang baru datang
"Salam untuk sang Oberon. Para petinggi dari seluruh klan Elf sudah tiba" Zaphir memberi hormat mewakili mereka semua
Para petinggi dan teman-temanku, kemudian dengan Eleanor bersama Albert dan sepasang perwakilan dari Andromeda. Mereka sudah tiba setelah bersusah payah mengalihkan para monster ke tempat lain
Adu tatap pun tidak terhindarkan lagi dari kubu para bangsawan dan petinggi. Tatapan yang dipenuhi oleh rasa benci dan jijik kepada satu sama lain. Tatapan yang memperjelas perselisihan antar kaum dengan jelas
Hah... Aku harus meredam kemarahan mereka yang jelas ini dahulu
"Baiklah! Dengan kehadiran semua petinggi disini sekarang ini, pertemuan ini akan secara resmi kubuka!" Aku menyerukan dengan lantang
Zaphir kemudian mendecak kesal kearah para bangsawan, diikuti oleh si gendut itu yang melakukan hal sama. Kedua kubu itu pun mulai mengambil tempat duduk yang berseberangan dengan satu sama lain
Rosalia dan kedua keluarganya yang lain langsung mengambil posisi duduk setelah pamit dengan Artorius. Rosalia sendiri duduk tepat di samping kiri ku, berhadapan dengan Verdea
Dia tersenyum ramah kearahku, tapi aku sendiri bisa melihat kebohongan dari senyumnya itu
Aku ingin melepas kepalanya sekarang juga, tapi aku menahan diri karena mengingat sesuatu hal yang kuinginkan itu. Semua teman-temanku akan membutuhkan hal itu, dan hanya Rosalia yang akan memberikannya
Rosalia Hortensia. Kamu akan memberikan persis dengan apa yang kuinginkan. Lihat saja. Aku akan membuatmu menyesal sudah sembarangan macam-macam dengan kami
Mari kita lihat apa yang kamu punya untuk menangkal yang akan kulakukan
__ADS_1