Book Of Flowers

Book Of Flowers
Seren Turun dari Udara


__ADS_3

*GROAAAR!!*


Raungan keras yang memekakkan telinga itu membuat semua orang terkejut


Sihir angin yang sangat dahsyat tiba-tiba membawa terbang setiap bayangan Yael yang ada di sekitar mereka dalam waktu seketika


Sihir angin yang kuat. Veskal bertanya-tanya siapa yang merapal sihir angin itu?


'Veskal!'


"Suara ini...!"


Mata Veskal langsung berbinar ketika dia mengenali suara yang familiar itu


"Seren!? Dimana kamu?!"


Sekali lagi angin berhembus, tapi sedikit lebih pelan ketimbang sihir angin tadi


'Aku sedang dalam perjalanan, tapi tidak bisa cepat karena badan gemuk ini. Jadi terbanglah kearah Gerbang Hutan secepat mungkin untuk memperkecil jarak kita!'


"Baik!" Veskal menjawab, sebelum menoleh kearah yang lainnya. "Semuanya dengarkan aku! Seren sedang terbang kemari! Jadi kita harus memperkecil jarak kita dengannya!" Dia pun menjelaskan kepada yang lain


"Dimengerti! Menuju Miralius!"


Mereka kembali mempercepat kecepatan terbang mereka


"Seren? Siapa itu?" Tanya Eleanor penasaran


"Eldwyrm Seren. Dia adalah naga yang mengendalikan angin dan juga pelindung pintu masuk Miralius"


"Naga? Makhluk itu seharusnya sudah punah ratusan tahun lalu"


"Aku juga berpikir begitu awalnya, tapi kamu akan lihat kebenaran perkataanku dengan matamu sendiri"


"..."


Teruslah terbang. Jika dia bisa menutup jarak antara mereka dan Seren, semua hal akan baik-baik saja. Dia yakin akan hal itu


Tidak akan ada lagi yang terjadi setelahnya


"Cepat! Jangan sampai ketinggalan!"


Veskal terus meneriakkan kata motivasi agar mereka tetap terus terbang


Dan tidak berapa lama, mereka pun bertemu dengan Seren


"Seren!!!" Veskal berseru


"PERHATIKAN BELAKANGMU!"


"!!!"


Banyak sekali aura hitam mulai mengejar mereka. Lagi-lagi bayangan Yael


"SERAHKAN MEREKA PADAKU!!"


*GROAAARR!*


Dia lagi-lagi meraung keras dan angin langsung menyerang aura hitam yang mengejar kerumunan Veskal


Tapi masih banyak dari mereka yang tidak menghilang. Dan bahkan lebih banyak dari sebelumnya


Tidak belasan. Tidak puluhan. Jumlahnya mungkin mencapai lebih dari 100


"Gawat! SEREN!!"


Sebuah aura hitam berhenti di depan mereka, dan memunculkan wujud Yael


Tapi Eleanor segera mengeluarkan permatanya dan membuat bayangan Yael itu menghilang


"Mereka lebih lemah daripada yang aslinya" Eleanor bergumam


"Itu artinya, semakin banyak bayangannya, semakin kecil kekuatan yang masing-masing dari mereka miliki!" Dia kemudian mencetuskan


"Pasukan Sylph. Aku mohon kalian menyerang mereka selagi kita bergerak. Mereka pasti jauh lebih lemah dari yang asli sekarang, jadi sihir angin kalian sendiri pasti sudah cukup" Veskal memberi arahan


"Dimengerti!"


Mereka pun melakukan persis seperti yang dikatakan. Dengan taktik itu, setiap bayangan yang mendekat langsung ditangkis oleh mereka dengan mudah


Karena kelemahan dari bayangannya sudah disadari, Yael pun memakai cara lain. Yaitu dengan melempar sihir kearah mereka


"Awas!"


Sekali lagi Eleanor melempar permata sihirnya untuk menangkis serangan bertubi-tubi itu


Tapi itu tidak cukup, sehingga dia harus melemparkan yang terakhir juga


Serangan yang mendadak itu pun berhasil dia halau dan memberi waktu untuk para Sylph untuk menyadarinya


"Syukurlah kamu menyimpan beberapa" Veskal memuji


"Syukurlah itu bisa menghalau serangan tadi" Eleanor membalas dengan nada gelisah


*Fwush!*


"Sekarang, serahkan padaku" Seren menyempatkan berkata, kemudian terbang melewati kerumunan yang Veskal bawa


"Seren!!!"


"Terbanglah! Aku sudah memasang berkat angin di sekitarmu! Jadi tidak perlu khawatir dengan serangan mereka lagi dan terbanglah!"


Veskal menganga gelisah melihat Seren yang mulai siap menghadapi para bayangan yang mengejar, selagi semua anak-anak itu tertawa menggigil karena takjub melihat naga seperti Seren

__ADS_1


Veskal sekali lagi hanya diam menuruti. Tapi untuk pertama kalinya dia merasa...


...


Kalau dia tidak seharusnya mengikuti perintah itu


......................


--- Sementara itu ---


"Urgh...!"


"Tuan Zaphir! Kamu sudah sadarkan diri!" Seorang Sylph berseru melihat Zaphir yang mulai bangun


Zaphir mencoba duduk, namun rasa sakit yang menusuk di kepalanya membuatnya nyaris tidak dapat melakukan hal itu


Dia pun tersadar akan sesuatu, ketika sudah sepenuhnya siuman walaupun masih merasakan rasa sakit berdenyut di kepalanya


"... Tunggu? Apa yang sudah terjadi?" Tanya Zaphir seketika


"Mereka... Akan aman... Uhuk!"


Dia menoleh kearah suara yang menjawabnya, dan terbelalak ketika menyadari diriku di sampingnya itu


Aku yang berbaring di samping Zaphir hanya tersenyum lemas karena tubuhku yang masih terluka


"Oberon? Apa yang terjadi padamu!? Jelaskan padaku!"


Dia mengguncang tubuhku. Tapi aku hanya menepis tangannya pelan


"Kamu tidak lihat aku sedang sakit apa...?" Aku membalas. "Yael sialan itu. Dia benar-benar membuat seluruh tubuhku terasa hancur..."


Aku pun menunjuk kearah kepalaku. Mata Zaphir langsung terbelalak


"Salah satu kelopaknya lepas... Itu sebabnya aku merasa sangat kesakitan sekara- Uhuk!"


"Tapi... Kamu tidak akan apa-apa bukan?"


"Yang penting masih ada kelopak bunganya, aku akan tetap baik-baik saja"


12 kelopak mahkotaku. Satu dari mereka sudah copot karena serangan Yael tadi. Itu artinya tubuhku menerima terlalu banyak rasa sakit dalam satu waktu


Sial... Padahal aku bisa menahan serangan peluru di kepala, tapi kelopakku malah lepas disaat seperti ini


Aku harus beristirahat sekarang. Lain kali, aku pasti akan lebih berhati-hati dengan orang itu


Hah... Padahal aku berpikir bisa menghadapinya, ternyata aku salah. Kekuatan milik Yael itu setara denganku. Dia selalu menyembunyikan kekuatan penuhnya selama ini


Tapi aku penasaran. Kenapa dia bisa sekuat itu. Mustahil ada manusia biasa yang mampu menjadi sekuat itu


Atau jangan-jangan...


Dia sama sekali bukan manusia...?


...


Tapi... Jika dia bukan manusia, maka...


...


Maka-!


Oh tidak...!


Ya Tuhan. Apa yang sudah kulakukan...?


Aku mengirim Seren ke sarang maut...!!


......................


"Wahai penyihir hitam!! Hentikanlah apapun yang kamu lakukan!! Ini perintah dari Raja para Elf! Menyingkirlah, atau hadapi amarahku!" Seren memperingatkan


"Hah? Seekor naga mencoba menghentikan ku? Rajamu itu pasti bercanda~ Ahahaha!"


Ratusan Bayangan itu mulai menertawakan Seren dengan berbagai suara yang menggema


"Kamu terlalu meremehkanku! Aku akan memperingatkanmu sekali lagi, wahai penyihir hitam!"


"... Tidak. Aku harus menolak. Mereka mengambil sesuatu yang diperlukan oleh tuan yang kulayani


Sama sepertimu, aku hanya ingin menjalankan perintah"


"... Kalau begitu baik


Aku akan menjalankan perintahku sekarang!"


Seren mulai meraung, kemudian terbang memutar di udara. Perlahan-lahan, sebuah angin topan terbentuk dan mulai menyapu bersih kearah para bayangan itu


Mereka mulai menghindar, tapi kebanyakkan sama sekali tidak membuahkan hasil dan terhisap masuk ke dalam angin itu


Melihat banyaknya bayangan yang sudah terhisap, Seren pun terbang menembus angin itu dengan sayap melebar. Hal itu pun membuat seluruh bayangan dalam jarak rentang sayapnya musnah seketika


Setelah meyakinkan kalau para bayangan itu musnah, dia menghentikan angin topan itu dan melirik kearah udara


"Jadi, kamu adalah yang asli"


"..."


Mereka beradu tatapan cukup lama. Angin keras yang baru saja menyapu bersih seluruh bayangan itu bahkan mulai berubah menjadi sepoi-sepoi


"... Hmph. Tidak kusangka makhluk lemah ini masih ada yang tersisa di dunia"


"Hm?"

__ADS_1


"Oh maaf. Aku tidak bermaksud menyinggung, tapi bukannya itu benar?


Naga dan Eldwyrm seharusnya sudah punah semenjak pertempuran roh bersaudara itu bukan?"


"..."


"... Oh, begitu!


Kamu lari seperti pengecut rupanya. Membiarkan seluruh kaummu mati! Ahaha! Tapi-"


*BRAK!*


Sihir angin terlontar kearah Yael, namun dia menghalanginya dengan mudah seakan itu hanya sebuah angin lewat


"Biarkan aku selesai bicara~!"


"Aku tidak tertarik dengan lidah lancangmu itu. Jika kepalamu sudah kucopot, aku akan pastikan benda itu tidak akan bersisa"


"Ahaha! Marah~? Kasihan~~"


Jika dia bilang tidak marah, maka Seren pasti berbohong. Tapi, dia masih harus tetap fokus. Lawan yang ada di hadapannya itu-


--- Bukan manusia sama sekali


Dia bisa merasakan hal itu karena angin di sekitarnya mulai kacau seakan melarikan diri dari penyihir hitam itu. Seakan... Ada sesuatu yang sinis dibalik seluruh keberadaan lawannya itu


Tatapannya yang terlihat cerah namun dingin itu... Itu adalah tatapan seekor ular berbisa. Tapi dia juga bukan ular sama sekali


"Kamu tahu, naga? Sihir angin. Mereka adalah sihir yang paling mudah ditangkis. Kenapa? Karena mereka memberi pertanda yang sangat jelas sebelum mengenai sesuatu"


"... Lalu apa tujuanmu berkata begitu?"


"Tidak paham? Aku hanya mengatakan...


Kalau kamu itu akan jadi santapan yang mudah"


"Cih!"


Pertarungan pun dimulai. Sihir angin mulai terlontar dimana-mana, berusaha mengejar Yael. Tapi usaha itu sia-sia. Sihir angin itu dengan mudahnya ditepis oleh Yael


"Hmph! Kamu hebat karena bisa menangkal sihir dasar, kalau begitu rasakan ini!"


"Wah~ Ras naga ternyata sombong juga ya~?"


Seren pun mulai memejamkan matanya sembari menyerap seluruh Mana yang ada di sekitar


Oh roh angin yang agung. Sapulah seluruh musuh-musuhku, dan tunjukkanlah raunganmu yang perkasa. Mengamuklah, dan jangan buat suatu tersisa. Sedot mereka kedalam pusaran kematianmu! Wind of Void!


Rapalan itu mulai membentuk sebuah angin topan yang melingkar di sekitar mereka. Tapi angin itu sama sekali tidak mirip dengan angin topan yang dia keluarkan tadi


Angin itu-


--- Dia membentuk menjadi sebuah makhluk


"Sihir angin tingkat Suci...?" Yael terbelalak melihat makhluk mengerikan di hadapannya


Makhluk yang menyerupai angin topan itu pun mulai melirik kearah Yael. Dia mulai mendekat dan menghisap segala hal yang ada di sekitar


Tapi, walaupun melihat semua hal mulai lenyap ditelan angin topan itu, Yael hanya berdiri disana. Diam tidak bergerak


"Walaupun kamu mengganti dirimu dengan bayangan murahan itu, makhluk ini tidak akan menghilang sampai membunuh orang yang kuinginkan!" Seren menyerukan pada Yael


Dia menyeringai senang, menganggap kalau ini adalah kemenangannya. Dan ketika melihat Yael diserap oleh angin topan itu, dia menarik napas lega


Tapi tidak terlalu lama


Dia melirik kearah belakang untuk menanggapi Yael yang tiba-tiba berdiri di belakangnya. Tetapi, dia justru terkejut ketika menyadari sebuah tanda yang mulai terbentuk di punggung tangan kiri Yael


"Aku muak denganmu" Yael berkata


Tanda itu pun semakin terbentuk, dan akhirnya menunjukkan wujudnya


Sebuah tanda dengan wujud yang tidak pernah dia lupakan semenjak perang ribuan tahun. Tanda dari seorang kaum iblis tingkat Duke, Bathin


"Kamu-!"


"Sudah cukup! Berhenti bicara. Misiku sudah gagal, jadi lebih baik kalau aku sekalian saja membunuh seseorang sebelum pergi"


Itu memang benar tanda dari seorang kaum iblis. Tidak salah lagi. Kaum iblis yang memiliki kekuatan yang luar biasa


"Wajar saja kamu tidak bisa dibunuh dengan mudah. Keturunanmu itu ternyata adalah iblis busuk yang hanya tahu cara mengelabui seseorang"


"... Berisik. Siapa yang memintamu bicara?"


Tatapan mereka sekali lagi beradu. Tapi kali ini-


--- Seren tahu dia tidak bisa apa-apa lagi


"Yang ingin kamu keluarkan itu, kutukan mutlak bukan?"


"..."


"... Ya sudahlah...


Serang aku sekuat tenagamu, anak dari Bathin!"


"... Dengan senang hati. Dan aku harus memujimu juga, Eldwyrm Seren dari Miralius"


Di detik selanjutnya, Yael melakukan hanya satu gerakan. Gerakan menepis menggunakan punggung tangan kirinya. Sebuah aura hitam tidak terlihat pun meluncur kearah Seren dengan cepat mengincar jantungnya


Para Sylph yang tadinya menemaniku itu akhirnya tiba untuk membantu Seren, dipimpin oleh Amelia yang kupaksa sejak tadi. Tetapi mereka terlambat...


Di detik selanjutnya mereka tiba, Seren turun dari udara, menghantam ke tanah hingga menimbulkan getaran yang hebat

__ADS_1


__ADS_2