
--- Keesokan Harinya, Timur Crux ---
"Hoam..."
Cyth menguap selebar mulutnya bisa. Badannya mulai diregangkan selagi dia menikmati cahaya matahari yang menimpa wajahnya
Dia sudah lama bangun dari kasur, tapi tubuhnya masih belum terasa nyaman. Semalaman bangun sepertinya membuat badannya lemas
"Yo, pengantuk"
Cyth menoleh ke belakang mendengar ada yang menyapa. Broke datang kearahnya selagi memakan beberapa daging asap
"Kamu seperti tidak tidur semalaman saja"
"Begitulah paman..." Cyth menjawab dengan lemas
Dia mengusap matanya, kemudian kembali berusaha meregangkan badan
"Sepertinya aku tidak akan bekerja terlalu banyak hari ini..." Dia berkata lagi dengan nada kecewa
"Tidak apa. Kalau begitu, kamu ada waktu untuk menemaniku makan bukan?"
"Bisa... Boleh aku minta salah satu daging itu?"
Dia menunjuk kearah kantong yang berisi daging asap di tangan Broke itu. Broke membuka mulut kantong itu, kemudian menyerahkan 2 kepada Cyth
"... Tumben memberiku lebih dari satu" Cyth terheran
"Aku ingin bersikap baik"
Cyth terdiam. Untuk mengalihkan perhatiannya, dia mulai mengunyah daging asap itu
"Mending kamu lakukan sejak dulu kalau seperti itu bukan?" Cyth membalas dengan mulut yang masih mengunyah
"... Tolong jaga Alice"
...
Cyth bertanya-tanya kenapa Broke menyerahkan tanggung jawab itu khusus kepada dirinya? Kenapa Broke berbicara seakan hanya Cyth saja yang bisa diandalkan dalam hal itu?
Apapun itu, Cyth hanya mengangguk. Lagipula, walaupun tidak diminta oleh Broke, dia akan tetap menjaga Alice
"Oh, Kapten!"
Cyth menoleh, dan menemukan Alice yang sedang disapa oleh yang lainnya. Senyum dari kaptennya yang terlihat bahagia itu...
Mungkin sebentar lagi akan pergi bersama dengan kepergian Paman Broke...
Setelah kepergian Broke, sudah jelas bagaimana Alice akan bersikap sedih. Entah bagaimana Cyth akan mengendalikan situasi itu dan membuat Alice bisa tersenyum seperti itu
"Hm?"
Cyth kemudian menangkap pemandangan Walter yang sedang terlihat berbicara dengan Kapten Alice
Tidak hanya terlihat berbincang. Wajah Walter saat itu...
Menandakan kalau dia sedang gusar
Walter bahkan sempat melirik kearah Cyth yang berdiri cukup jauh dari mereka. Lirikan yang sangat menusuk
Dia kemudian kembali melihat kearah Alice selagi terus berbicara kepadanya, selagi Cyth langsung bingung dengan maksud tatapan itu barusan
Tapi, semakin mereka berbincang, semakin Walter terlihat kesal. Terus dan terus, hingga Alice tiba-tiba pergi dengan tampang kesal. Karena Alice menghadap kearah berlawanan darinya sejak tadi, Cyth baru menyadari ekspresi kesal dari Alice itu ketika dia pergi dari hadapan Walter
Ekspresi kesal bercampur dengan rasa menyesal
Di sisi lain... Walter hanya diam mematung. Dia bahkan tidak bergerak sedikitpun, bahkan tatapannya tetap di tempat. Cyth bahkan ragu dia sedang bernapas di waktu itu
Di hari itu, adalah hari terakhir kalinya dia bisa bertemu dengan Walter
......................
--- Keesokan harinya, Kamar Alice ---
"Kapten?"
Alice hanya duduk diam diatas kasurnya. Badannya menghadap kearah Cyth, tapi wajahnya tidak. Dalam sekejap saja Cyth meminta untuk berbicara empat mata, dia sudah tahu Cyth ingin bicara apa
"... Aku tidak ingin berbicara tentang Walter. Dia juga sudah berniat pergi bukan?"
Walaupun dia memang merasa sangat menyesal atas kepergian Walter, apa lagi yang bisa dia lakukan disaat itu? Mencari Walter di seluruh Crux hanya untuk meminta maaf yang tidak pasti akan dia terima?
Dan disaat itu, rasa penyesalan Alice semakin bertambah ketika Cyth menyerahkan sebuah surat kepadanya. Surat terakhir dari Walter sebelum dia sempat menghilang
Suratnya saja sudah cukup menjelaskan kalau dia sangat kecewa. Apapun yang dikatakan oleh Alice nanti, dia yakin kalau Walter tetap tidak akan kembali
"Kapten-"
"Aku tidak ingin membahasnya. Kamu tidak perlu tahu apa yang sudah kukatakan di hari itu"
Alice memotong perkataan Cyth seakan dia sudah tahu apa yang Cyth ingin dia katakan
"... Kapten. Aku tidak bisa mendukungmu jika kamu berkata kasar padanya di hari itu"
"... Lalu kamu pikir aku bisa mendukung perkataannya begitu?"
...
"Apa... yang sesungguhnya dia katakan padamu di waktu itu?"
"... Dia ingin aku memilih, antara membuat Broke tetap tinggal disini atau dia juga akan pergi"
__ADS_1
"Apa jawabanmu?"
"... Anggap saja aku menyuruhnya diam setelah itu, dengan cara terburuk yang bisa kamu bayangkan. Aku tidak punya waktu menjelaskan karena aku kesal dia memaksa seperti itu"
...
Cyth semakin terlihat gusar. Ditambah dengan apa yang baru saja diterangkan Alice, dia semakin tidak tahu harus berkata apa lagi. Dia tahu kalau suasana akan memburuk jika dia terus menyeret pembicaraan itu
Karena itu, dia pun berjalan keluar dengan hati kecewa. Mengabaikan Alice yang mencoba menghentikannya, dia berjalan keluar mencari orang lain untuk menumpahkan kekesalannya itu
...
--- Dek Kapal ---
Dia berjalan disana melihat sekeliling. Tapi, kebanyakkan dari anggota kru mereka masih sibuk mencari Walter. Dengan harapan dia masih berada di dalam area pesisir timur Crux, mereka ingin mencari kembali Walter bukan hanya karena perintah Alice. Tapi juga karena mereka ingin semua orang tetap lengkap diatas kapal itu, tanpa siapapun yang tiba-tiba menghilang
"Mereka sangat sibuk ya...?" Cyth bergumam, kemudian dengan lemasnya mengeluh di pinggir kapal
...
Sebuah pikiran mulai terlintas. Jika mereka mencari Walter yang sudah pergi sampai seperti ini...
... Apa yang mereka akan lakukan ketika Paman Broke pergi?
Apa mereka juga akan terus mencari dan mengejarnya seperti ini? Bahkan jika pergi adalah pilihan terbaik paman Broke?
"... Ketika Paman Broke pergi nanti, apa nasib yang akan dihadapi Black Hunt"
Dia tidak tahu. Dia tidak bisa menerawang masa depan. Dia hanya bisa mengandalkan firasatnya yang dia tolak karena bernada buruk itu. Satu-satunya indra miliknya yang bisa dia andalkan itu ditolak mentah-mentah oleh dirinya sendiri
Dia tidak ingin kru ini hancur begitu saja. Tapi, sama seperti sebuah bangunan, jika seseorang melepaskan salah satu pilar penopangnya, sebuah kelompok itu akan runtuh, tidak terkecuali Black Hunt
"Oh ya~? Tumben sekali aku melihatmu berkeluh kesah sendirian begini"
Cyth melirik ke belakang karena mengenali suara Broke. Tapi, dia sama sekali tidak terlihat antusias bertemu dengan Broke
"Kenapa? Bertengkar dengan Alice karena masalah keju lagi?" Paman Broke melanjutkan
"Bukan begitu paman. Aku..."
Cyth menunduk ke bawah, tidak berani menatap paman Broke ketika dia melontarkan perkataannya
"Aku takut kalau kru ini akan hancur, paman"
...
Keheningan. Tidak ada dari mereka berdua yang berbicara ketika Cyth melontarkan perkataan itu
Tapi, setelah beberapa saat, Cyth kembali menumpahkan segala hal yang ada di pikirannya kepada Paman Broke
"Paman. Kamu itu adalah salah satu orang yang menyatukan kami semua. Dan karena keberadaanku yang membuat kapten lebih pilih kasih, kamu saja yang bisa menetapkan seluruh kru ini pada tempatnya. Aku maupun kapten yang sekarang tidak akan bisa melakukan yang terbaik. Tidak ada yang tahu cara menyatukan semua orang sebaik dirimu
Kamu ayah bagi kru ini. Jika kamu pergi, aku takut..."
...
Broke akan tetap pergi, baik mereka mau ataupun tidak. Istirahat adalah hal yang dibutuhkan olehnya. Tapi, Cyth baru saja menggores sebuah bekas penyesalan kearah wajah Broke
Badannya gemetar. Dia ingin meminta maaf, tapi keegoisannya berkata tidak. Keegoisannya itu ingin Cyth terus memaksa Broke untuk tetap bersama mereka
"... Kalau begitu, nak Cyth. Aku punya satu pertanyaan untukmu
Apa gunanya sebuah kapal?" Broke bertanya
Cyth tersentak mendengar pertanyaan itu, dan pada akhirnya, berani menoleh kembali kearah Broke
Broke masih menunggu jawabannya, selagi melihat kearah lautan yang masih berkilau diterpa cahaya matahari
"... Untuk berlayar, mengelilingi dunia" Cyth akhirnya menjawab
"... Keluhan yang kamu lontarkan padaku saat ini, adalah keluhan yang sama dengan yang kulontarkan kepada temanku dulu"
"...! Maksudmu-"
"Ya. Ayah dari Alice. Ketua dari kru ini dulu
Aku melontarkan keluhan itu tepat ketika dia berada diatas ranjang kematiannya. Tapi, dia malah memberiku pertanyaan itu. Jawabannya sangat simpel, tapi itulah yang mendorongku menjadi sekarang ini"
Mendorong...
"Itu artinya..."
Sebuah kapal, dibuat untuk berlayar diatas lautan. Mereka dibuat untuk berada di lautan biru, menerjang ombak yang lewat dan cuaca yang ekstrim
Jika mereka tidak berlayar, kapal sama sekali tidak akan berguna. Hanya tetap di tempat, tanpa bisa membawa orang ke tempat yang baru menuju daratan yang baru
"Sama seperti kapal, Cyth, semua orang harus tetap bergerak, apapun yang terjadi. Ombak sebesar apapun itu, Cuaca seburuk apapun itu, monster semenakutkan apapun itu, mereka tetap harus bergerak maju. Ketakutan sama sekali tidak bisa diterima dalam berlayar, dan sebagai seorang pelaut, kamu pasti tahu hal itu"
'Semua orang pengecut harus tetap di darat', itu adalah ejekan di kalangan para pelaut. Sebagai seorang pelaut, Cyth dan seluruh kru ini seharusnya menjadi orang-orang yang terus mencari dataran baru, mencari hal baru
Tetapi, untuk mencapai dataran baru, sebuah kapal yang menampung mereka harus kokoh untuk melalui semua rintangan itu. Jika tidak, kapal itu akan pecah dan menenggelamkan semua orang yang berada di atasnya
"Menurutmu aku dan kapten bisa melakukan apa yang kamu lakukan paman?"
...
"Kamu tidak perlu melakukan apa yang kulakukan, Cyth. Semua orang sudah spesial sejak lahir, karena hanya diri mereka sendiri saja yang bisa menjadi diri mereka sendiri"
"... Tapi itu artinya, tidak akan ada yang bisa menggantikan tempatmu"
"Tentu saja bisa. Mungkin justru lebih baik. Karena siapapun yang memiliki niat dan usaha terbesar adalah orang yang akan berhasil nantinya. Jangan biarkan siapapun memengaruhi semangatmu itu
__ADS_1
Jawaban seperti itu juga yang diberikan oleh ayah Alice padaku. Entah kenapa aku mengulang semua perkataannya menggunakan gayaku"
Cyth tertawa kecil
"Beliau terdengar seperti orang yang bijak untuk seorang bajak laut"
"Dia itu bajingan terbesar, apa maksudmu coba?"
Cyth dan Broke tertawa kecil dikarenakan candaan kecil itu
...
"Semua hal juga akan berakhir, Cyth. Jika kamu terlalu takut dengan perpisahan dan memaksakan semua hal, kamu hanya akan mempercepat perpisahan itu"
"... Lalu apa yang harus kulakukan paman?"
"... Jika kamu menemukan seseorang yang sangat spesial bagimu, Habiskan waktu bersama mereka sebisamu. Dan yang terpenting, Hargai waktumu bersama mereka. Kamu tidak akan bisa menemukan orang seperti mereka lagi ketika kalian sudah berpisah"
"Tidak ada orang seperti mereka lagi setelah berpisah...?"
Broke mengeluarkan helaan napas lelah
"... Aku harus akui, kalau tidak ada satupun orang di kapal ini, bahkan Alice, sanggup untuk menggantikan posisi temanku di hatiku. Perkataan milik Kapten Alfi sangatlah mutlak bagiku, tapi entah kenapa aku tidak bisa merasakan hal itu dari Alice
Itu sebabnya Kamu harus menghargai hidup seseorang. Maka, orang itu senantiasa akan menghargai hidupmu juga, bahkan ketika kalian berpisah, sama sepertiku dan Alfi temanku. Jadi Cyth, jaga Alice sekuat tenagamu. Aku juga mengandalkan mu untuk itu"
"Itu juga perkataan dari kapten Alfi?"
Broke tersenyum mendengar pertanyaan Cyth
"Itu nasihat dariku. Gunakan sebaik mungkin"
Cyth hanya tertegun takjub mendengar fakta itu
Broke menyudahi percakapan dengan sebuah senyuman dan tepukan di pundak Cyth. Dia kemudian pergi masuk ke dalam kapal untuk berbicara kepada Alice empat mata
Mengontrol diri. Menjadi seseorang yang bisa menyatukan semua orang. Membawa mereka ke tempat yang baru. Menjadi dirimu sendiri di kehidupanmu. Menghargai semua orang yang sudah bersama dengan kita
Semua itu akan dia ingat
Semua itu...
......................
--- Masa kini, perairan kerajaan Xiang ---
"Kapten. Kapten"
Cyth terbangun merasakan ada yang mengguncang tubuhnya
Veskal langsung mengambil satu langkah mundur melihat Cyth yang sudah duduk
"Kenapa...?"
"Waktunya makan malam"
Cyth langsung meregangkan badannya dan mulai turun dari tempat tidurnya
Tetapi...
"Kapten...?"
...
Ketika Cyth berpaling kembali kearah Veskal, air matanya ketahuan mengalir dari pipinya
"Ahaha. Air mata apa ini coba? Aku mungkin mimpi dikejar raksasa sampai ketakutan dan menangis"
Dia berpura-pura untuk menutupinya, dan berusaha mengusap semuanya agar menghilang
Itu bukan air mata ketakutan. Dari sekilas saja, Veskal tahu kalau itu air mata kesedihan
Dia mengambil sapu tangan miliknya, kemudian menyerahkannya kepada Cyth
"Jangan di lap di baju. Gunakan ini"
Setelah sapu tangan itu diterima Cyth, dia langsung berjalan keluar untuk menemui yang lainnya
"Cepatlah keluar kapten. Semua orang sudah menunggu" Dia berkata sebelum menghilang dari hadapan Cyth
Cyth diam mematung disana. Dan karena dia sendirian
Air matanya semakin deras...
Air matanya semakin deras seakan dia sedang menumpahkan semuanya setelah sekian lama
Mimpi yang baru saja dia alami. Wajah Alice yang dia selalu kenang. Kata-kata Paman Broke yang selalu terngiang di telinganya
Dia ingat semuanya. Setiap detik dia berada di dalam mimpi itu. Setiap detik dia bersama semua orang yang sudah pergi, dan yang masih berada di sisinya
Semuanya terasa nyata. Itu karena ada yang dia alami bukanlah mimpi, tetapi rekreasi memori miliknya. Rekreasi semua kejadian yang berharga baginya
Dia menghabiskan waktu secukupnya berdiri di dalam kamar itu, mengusap setiap tetes air matanya dengan sapu tangan yang ia pegang
Lalu, sebuah perkataan dari Broke terngiang di kepalanya dengan keras
'Aku bisa melihatmu menjadi orang yang hebat di kru ini. Aku tidak hanya merasakannya, tapi juga bisa melihatnya'
"Benar. Aku tidak akan mengecewakan paman Broke dan kapten Alice. Pasti"
Memori itu berlalu melewatinya dan hanya meninggalkan bercak di dalam dirinya. Mulai sekarang, Cyan Keith akan melangkah maju untuk menjadi orang yang diharapkan
__ADS_1
Semua orang di sisinya, baik di masa lalu maupun masa sekarang berharap besar kepadanya. Ini waktunya untuk dia menunjukkan kalau dia bisa membuahkan hasil kepada harapan semua orang itu. Dia harus membuktikan kalau dia bisa