
--- Beberapa hari kemudian, Kastil Rose ---
...
Hari itu akhirnya tiba. Hari dimana semua negara berkumpul, menunggu kesaksian kami atas sebuah peristiwa yang tidak lama ini baru terjadi
Tapi...
Kenapa semua orang terlihat tidak antusias?
"Vainzel... Siapa saja yang akan berdiri di hadapan semua orang...?" Luna bertanya dengan lemas
Ah, jadi itu alasannya...
Aku menoleh kearah Verdea, menanti jawabannya
Dia pun hanya mengangkat bahunya, terlihat acuh tak acuh dengan apa yang akan terjadi
Baiklah
"Tenang, hanya aku dan Verdea yang disana. Kalian semua hanya akan maju jika dipanggil"
Itu juga jika kalian kuat...
"Ayo. Semua orang sepertinya sudah berkumpul"
Terlihat dari para pasukan yang seragamnya berbeda-beda itu, sudah bisa ditebak kalau mereka semua berasal dari negara yang berbeda juga
Sepertinya hanya kami yang datang terlambat. Tapi, kusir yang mengantar kami memang datang terlambat juga
Sudah waktunya kami masuk
Pintu kami pun dibukakan oleh dua prajurit yang menjaga di depannya
Disaat selanjutnya, seluruh isi ruangan yang megah itu pun terlihat, ditemani oleh suara bisikan semua orang yang berada di dalamnya
Tetapi menyadari suara pintu yang terbuka dan hadirnya kami semua, suara itu pun mulai senyap. Hanya suara langkah kaki kami saja yang bisa terdengar, selagi kami melihat sekeliling dan menatap tajam kearah setiap orang disana
Di hadapan kami Yuriel terduduk, tepat di hadapan para raja dari seluruh dunia yang duduk di belakang dan menyaksikannya
Podium kayu lebar yang berdiri di hadapannya itu menunjukkan dengan jelas keputusan berada di tangan siapa
Sementara itu, mata Verdea tertuju kearah seseorang diantara semua bangsawan selain raja
Rosalia berdiri diantara mereka, menutupi setengah wajahnya menggunakan kipas. Dia terlihat menanti apa yang akan kami suguhkan, seakan semua ini adalah sebuah pertunjukkan kecil baginya
Verdea pun berpaling darinya dengan mata tertutup, sudah memiliki sebuah prediksi akan hasil dari pengadilan ini
Kami semua pun berhenti disana, diatas sebuah podium yang terbuat dari kayu dan memiliki pagar untuk membatasinya
Pintu pun tertutup, menandakan dimulainya pertemuan ini
"Aku lihat, semua orang sudah hadir untuk bersaksi pada hari ini. Sebuah hari yang akan dicatat oleh sejarah" Yuriel membukanya
Matanya pun mengarah fokus kearahku. Tidak sedikitpun dia memedulikan yang lain, aku bisa merasakan kalau tatapannya itu menusuk hanya diriku
"Sebelum kamu bersaksi, kami semua harus tahu satu hal. Apa yang membuatmu ingin mengumpulkan semua raja dunia di hari ini?" Dia pun berkata lagi
...
Itu pertanyaan pertamamu? Sungguh?
"Bukannya sudah jelas?
Ada sesuatu yang ingin aku ingin mereka semua ketahui. Jika perlu, aku ingin setiap bangsawan di semua kerajaan untuk mengetahui hal ini"
Dan itu final. Itu sebabnya aku meminta Julius untuk memberi pesan dengan cepat kepada semua negara, karena setiap raja disini harus memiliki kewaspadaan
Yuriel yang baru saja melirik dari arah Julius itu pun hanya menghela napasnya
Diamnya itu merupakan tanda untuk kami mengambil alih
"Jika kalian berkenan, aku ingin meminta izin untuk setiap orang kecuali aku dan Verdea untuk berdiri di belakang saja. Kami yang akan bersaksi mewakili mereka"
"Kamu percaya diri bisa memenangkan hal ini hanya mengandalkan diri kalian berdua saja" Yuriel menyela
Aku hanya diam dengan senyum menantang meresponnya
Dia pun mengizinkan hal itu dengan sebuah anggukan, diikuti oleh semua temanku yang mulai mundur ke belakang untuk menyaksikan saja
Dan dengan begitu, Verdea atau aku bisa memulainya
"Verdea"
"Tenang. Aku bisa"
Verdea menarik napasnya sedalam mungkin, kemudian menerima kertas laporan kami semua yang datang dari tanganku
Harus kuakui, gabungan laporan kami semua itu sangat tebal. Tidak mungkin hanya satu orang yang akan membaca semua ini
Seseorang pun maju melihat laporan yang keluar itu, dan langsung menerimanya setelah Verdea selesai memastikan semuanya sudah lengkap
"Aku sarankan baca saja laporanku, Oberon, Remina Stagnia dan Ordelia Herbia. Keempat laporan itu adalah yang paling lengkap, dan yang lainnya tolong diarsipkan untuk tambahan nanti" Verdea berucap
Yuriel mengangguk paham, dan matanya sekali lagi tertuju kearahku
...
Dia sepertinya ingin memancing sebuah kesalahan dariku. Sebuah kesalahan seakan aku sedang mengontrol semua orang agar tidak terlihat mencurigakan
Tapi aku akan tutup mulut sampai Verdea menyuruhku mengambil alih. Aku akan biarkan mereka semua melihat seberapa cerdas Verdea dengan menutup mulutku
Yuriel pun bangun dari kursinya, siap untuk memulai sidang ini
"Sang Oberon dari kaum Elf, Vainzel Alpensia. Pangeran kelima Hortensia, Verdea Hortensia. Apakah kalian sanggup bersumpah atas kebenaran, menjunjung tinggi kebenaran dan mengatakan hanya yang benar?"
"Saya sanggup, yang mulia hakim"
"Aku sanggup, yang mulia hakim"
Yuriel perlahan duduk diatas kursinya kembali, meminta sebuah berkas dari tangan suruhannya itu
"Perkara yang kita hadapi hari ini, melibatkan sebuah peristiwa yang terjadi di Xiang. Semua hal ini mampu terungkap dengan adanya rencana penyusupan dan penyerangan dari dalam oleh pihak Miralius. Disini diterangkan-"
"Maaf, yang mulia hakim"
...
Verdea mengangkat tangannya, menghentikan Yuriel yang sedang bicara
Hal itu mengundang rasa terkejut dari semua orang yang melihat, utamanya karena itu adalah kali pertama seseorang membuat Yuriel terdiam hanya dengan mengangkat tangan
Dan hal yang menarik Yuriel bukanlah karena Verdea mengangkat tangan, melainkan sebuah wajah kesal yang dia tunjukkan akibat perkataan Yuriel
Dia pun tutup mulut, mempersilakan Verdea bicara sebelum dia melanjutkan
"Tolong jangan gunakan 'Pihak Miralius'. Orang-orang yang terlibat bukan hanya berasal dari sana saja, kamu tahu?"
Itu benar
Miralius tidak ikut campur secara keseluruhan. Hanya orang-orang yang paham dan mau bekerja dengan Verdea sajalah yang terlibat. Bahkan bila beberapa Elf memang terlibat, orang seperti Claudia, Collin, Veskal, Albert, seluruh kru Black Hunt dan beberapa orang lainnya yang ikut tidak bisa dianggap pihak Miralius
Lebih tepat jika dibilang pihak gabungan jika begitu bukan?
Mereka bebas apa adanya, tetapi berniat untuk bekerja bersama. 'Bisnis' juga bukan kata yang tepat untuk menggambarkan hubungan kami, karena kami saling sukarela membantu
Dan sepertinya, orang-orang yang menyaksikan hanya bisa berbisik tidak jelas. Kata-kata kosong dimana tidak akan ada orang yang peduli walaupun mereka setuju dengan kami
"Baiklah. Aku turuti saranmu, pangeran" Yuriel menjawab tanpa debat lebih panjang
Yuriel pun kembali membaca laporan tertulis yang kami serahkan dengan seksama
"Disini diterangkan, kalau orang yang merencanakan penyusupan ini adalah Vainzel Alpensia. Tercatat di catatan miliknya dan milik pangeran kelima, tanpa ada terlalu banyak perbedaan dalam penggunaan bahasa"
"Benar. Untuk alasannya, kamu bisa mengecek halaman ke-5 dalam laporanku. Lebih jelasnya, kami ingin memalsukan penangkapan kami dan menyusup guna meletakkan sebuah pembatas untuk sebuah sihir tingkat Dewata. Pembatas itu sangat penting dalam keberhasilan rencana ini"
__ADS_1
Verdea terlalu ekstra mengingat sesuatu. Aku bahkan tidak bisa ingat bagian dari laporanku seperti itu...
"Bisa dijelaskan lebih jauh?"
"Singkatnya, sihir itu tidak bisa dikontrol luasnya tanpa sebuah pembatas yang mampu menghentikan aliran Mana. Kami pertama harus menyusup dari dalam dahulu untuk menebar pembatas itu di tempat-tempat tertentu. Semua tempat-tempat itu sudah kutandai di halaman nomor 20"
Di laporanku juga ada, tapi itu tidak terlalu menjadi masalah
"Dan semua usaha itu kami lakukan karena Vainzel tidak ingin ada korban jiwa baik dari sisi kami ataupun lawan. Walaupun pada akhirnya, sihir itu membunuh hampir semua pasukan Vampir yang ikut serta melindungi Xiang dari serangan kami"
"Vampir??"
Semua orang langsung terlihat gelisah dan mulai berbisik kembali, sementara Rosalia dan Yuriel mencoba memasang wajah sedatar mungkin untuk menutupi diri
Suara yang mulai berisik itu pun membuat Yuriel mengetuk palunya untuk menenangkan ruangan
"Harap tenang. Aku sedang membaca laporan ini" Dia menyerukan dengan nada yang pelan
Matanya mengarah kesana kemari melihat setiap tulisan di laporan itu. Bahkan setiap kali dia membaca satu halaman, hanya butuh waktu kurang dari 10 detik untuknya membalik halaman
Entah dia tidak peduli atau dia memang memiliki ingatan yang luar biasa mengingat setiap halaman dalam waktu singkat
"... Jika aku boleh bilang, aku cukup terkesan dengan laporanmu. Setiap detailnya bisa kulihat hingga terasa tanpa memiliki kekurangan. Guru yang mengajarimu belajar bahasa dan menulis pasti sangat hebat"
Ehem...
Terima kasih pujiannya...
Verdea melirik kearahku sejenak dengan sebuah wajah meragukan
"Tapi, Vampir? Bagaimana kalian bisa tahu kalau mereka itu vampir dan bukan manusia abnormal lainnya?"
Verdea menoleh ke belakang mencari Remina, hingga dia keluar diantara semua orang yang mengikuti kami dengan sesuatu benda di tangannya
Dia serahkan benda itu ke tangan Verdea, yang terlihat seperti sebuah wadah kaca kecil yang berisi sesuatu yang hitam. Remina pun undur diri dengan segera setelah menyerahkan benda itu
"Tolong diambil dan serahkan kepada peneliti sihir terbaik yang kalian miliki. Setetes Mana ini akan cukup untuk diteliti dan mendukung pernyataanku dalam laporan itu"
"Aku lihat kamu sudah menyiapkan banyak hal. Luar biasa, pangeran"
Yuriel menyuruh suruhannya untuk maju dan menaruh wadah kaca itu di dalam sebuah kotak berisi bantalan empuk dengan hati-hati
Benda itu akan menjadi kunci penting untuk memutuskan jenis sebuah makhluk. Hanya setetes Mana saja diperlukan untuk melakukan penelitian
"Kita langsung saja ke inti utamanya. Lompati semua halaman detail kejadiannya dan masuk ke halaman 36. Disana sudah kujelaskan dengan baik apa yang diriku dan Vainzel lihat"
Yuriel menyipitkan matanya heran, tapi tetap menuruti apa yang dikatakan Verdea
Selang setengah menit setelah dia membaca dua halaman, dia terdiam seribu bahasa dengan mata terbelalak. Matanya terus menelaah ulang kedua halaman itu, hingga semakin lama dia semakin terlihat terkejut
Halaman demi halaman pun terus berbalik selagi matanya terus mencoba membaca dan mengingat apa yang tertulis
"... Aku sudah mendapatkan kabar kalau masalah ini akan serius. Tapi kamu tidak bilang apapun mengenai banyaknya korban jiwa yang sudah mereka sebabkan, Oberon" Yuriel berkata, mengalihkan perhatian kearahku
Entah kenapa dia mencoba mengalihkan semua hal kepadaku lagi
"Aku sudah bilang itu serius. Setidaknya aku ingin semua raja yang duduk di belakangmu sekarang ini untuk mendengarnya secara langsung tanpa melalui kabar burung semata" Aku menjawabnya
Yuriel menghela napasnya lelah, ditemani oleh wajah kesal selagi mengangkat kembali laporan yang dia pegang
"Kalian menemukan 59 mayat yang nyaris tidak berbentuk dalam penyusupan ini dan 7 orang yang terluka parah namun bisa disembuhkan oleh sihir Dewata itu! Berdasarkan interogasi dari Orion, setidaknya korban malang yang jatuh ke tangan Shen Xiang sudah mencapai ratusan lebih! Dan korban mereka bukan hanya dari kaum manusia saja!
Kalian tidak boleh mengada-ngada dalam jumlah korban jiwa seperti ini. Aku ingin meminta penjelasan lebih!" Yuriel menaikkan suaranya
"Raja yang sudah memberi kami laporan itu sedang duduk di belakangmu sekarang yang mulia hakim. Aku harap kamu bertanya langsung saja kepada beliau" Verdea memotong
Yuriel menoleh, menatap Julius yang duduk dengan tampang gelisah karena tahu apa yang harus dia katakan
Dengan sebuah helaan napas yang keluar, sebuah ucapan darinya pun mengikuti
"Benar yang mulia hakim. Kami dari kerajaan Orion mengsurvei hasil itu berdasarkan rata-rata jumlah yang dikatakan 5 persen prajurit Xiang yang kami tahan dan bersedia memberi kesaksian"
Yuriel langsung terlihat termenung karena terkejut, kembali mencoba membaca semua halaman laporan milik Verdea
...
'Para korban itu'
Verdea kemudian mengangguk paham setelah paham dengan gerak gerik tubuh dan mataku
"Yang mulia hakim, bila kamu berkenan" Dia berkata, menarik perhatian Yuriel
Kami berdua pun menyampingkan diri dan memperlihatkan para korban percobaan Xiang yang berdiri di belakang kami sejak tadi, diantara semua teman-temanku
"7 orang itu ada di dalam ruangan ini sekarang ini. Kami sudah memastikan keamanan mereka sejak awal berdasarkan kesepakatan bersama dengan Orion" Verdea melanjutkan
Suasana kembali riuh, dengan semua mata yang tertuju kearah para tahanan. Sekali lagi suara ketukan palu itu terdengar nyaring dan membuat senyap semua suara yang ada
"... 7 orang itu... Berasal dari kaum yang berbeda-beda" Yuriel berkata, melihat setiap korban kejadian yang kami bawa itu
Verdea hanya diam tanpa perlu menjawab. Jawabannya sudah ada di hadapan mereka
"Demi tuhan... Betapa kejinya..." Seseorang diantara para bangsawan berucap
Bisikan mereka mulai terdengar, tapi sangat pelan seakan mereka sedang terbelalak menyadari situasi itu
"Aku tidak perlu memberi kesaksian lebih jauh mengenai mereka. Aku harap mereka sendiri ingin maju untuk melakukannya" Verdea berucap
...
Walaupun aku kurang setuju dengan hal itu karena bisa menurunkan mental para korban ini, tapi itu saja yang terbaik bagi kami untuk mendapatkan keadilan bagi mereka dan memenangkan kasus ini dengan singkat
Mereka yang harus membela diri mereka sendiri, tanpa perlu bantuan lebih jauh dari kami
Yuriel berpikir sejenak, tapi tidak lama mengizinkan kami melakukannya
Aku dan Verdea pun mengambil langkah mundur melihat tanda itu
......................
Sidang ini... Sangat menyakitkan
Baik untukku yang hanya melihat, apalagi untuk para tahanan itu yang harus bersaksi
Dari mereka bertujuh, hanya 3 yang bersedia untuk bersaksi. Yang lainnya terlalu takut untuk maju, apalagi ketika semua mata tertuju kearah mereka
Suara mereka yang bergetar selagi mereka memberi kesaksian membuat hatiku pilu untuk mereka. Berdiri disana membutuhkan keberanian dan tekad, terutama jika apa yang akan kamu buka adalah sebuah luka terbesar yang pernah kamu alami
"Yang mulia hakim, cukup itu saja. Aku tidak ingin menyusahkan para korban yang lain" Aku menyela, setelah orang terakhir sudah turun dari atas podium
"... Baiklah. Mohon kalian berdua maju kembali" Yuriel mempersilakan
Aku menoleh kearah para korban itu dan memberikan sebuah senyuman untuk menenangkan hati mereka, sebelum maju kembali bersama Verdea keatas podium itu
Nampaknya, kesaksian yang diberikan oleh mereka membuat semua raja itu pusing tujuh keliling. Wajah mereka terlihat berbeda-beda
Ada yang tertunduk karena gusar mendengarnya. Ada yang menutup wajahnya karena tidak ingin mendengar lebih. Ada yang terlihat berpikir untuk mengolah apa yang baru saja mereka dengar
Dan ada juga yang duduk disana dengan wajah kesal, seakan ingin mencekik seseorang
Bahkan Yuriel terlihat pusing. Dia seperti sedang kehabisan kata-kata sekarang ini
Jarinya terus mengetuk papan kabinet yang dia duduki, entah apa tujuannya
Karena itulah, kami harus menunggu apa keputusannya mengenai kesaksian ini terlebih dahulu
...
"... Yang mulia Julius Orion. Apa kamu juga berpihak pada kesaksian mereka dan tidak keberatan?"
Dia bertanya pada Julius hm?
"Ya. Aku berpihak sepenuhnya pada kesaksian mereka, dan membiarkan mereka mengambil semua penghargaan atas hal ini
Mereka yang membongkar semuanya. Jika tidak, bahkan Orion saja tidak akan bisa menguak lebih jauh" Julius menjawab
__ADS_1
Yuriel pun menarik pelan napasnya, hingga dia duduk tegak kembali
Dia pun mengambil palunya, membuatku sedikit terkejut dengan hal itu
"Dengan ini, Xiang dinyatakan bersalah atas tindak genosida, penculikan, eksperimen terlarang dan penyelundupan barang. Mereka dijatuhi hukuman ganti rugi kepada pihak yang menderita, walaupun aku tidak yakin uang mampu membereskan penderitaan mereka"
*Tok!!*
Palu itu pun diketuk, menandakan sebuah keputusan yang sudah final
...
Semua orang pun kembali berbisik, namun bukan karena keputusan Yuriel. Melainkan karena apa yang ada di sidang ini hari ini akan menjadi topik hangat di semua kalangan
"Maaf, hanya ini yang bisa kulakukan untuk kalian. Shen Xiang telah melarikan dirinya, berdasarkan laporan tertulis. Tapi, kami juga akan mengusahakan untuk mencari pensuplai barang mereka dan seluruh keluarga Xiang yang melarikan diri demi menegakkan keadilan" Yuriel menambahkan
...
Sejujurnya...
"Hanya itu...?"
Eh-?
Veri-?
Ketika aku menatap wajahnya disaat itu, aku langsung tersentak dan merinding
...
Dia tidak pernah menunjukkan wajah itu sebelumnya. Itu... Bukan wajah kesalnya yang biasa
...
Dia geram sekarang ini. Untuk pertama kalinya setelah beberapa tahun aku bersamanya, aku melihat Verdea geram akan sesuatu
Tatapannya seakan bisa membunuh seseorang sekarang ini, dan badannya sangat sigap seakan siap maju untuk memukul Yuriel tepat di wajah. Badannya gemetar karena kesal, dan bahkan orang lain saja bisa mengetahui hal itu
"Hanya itu yang bisa kamu lakukan, yang mulia hakim...?"
"Verdea..."
...
Aku tidak berani mengganggunya saat ini. Di saat yang sama aku juga harus menenangkannya
Tapi, bagaimana...?
"... Lalu, apa yang kamu ingin kami lakukan, Pangeran kelima-"
"Kamu bicara seakan ratusan nyawa yang hilang itu setara harganya dengan nyawa beberapa orang yang bertanggungjawab atas kematian mereka..."
...
"Aku hakim, anakku. Tugasku adalah untuk adil, dan menghancurkan seluruh negeri bukanlah sesuatu yang adil"
"Aku hanya memintamu adil, malah kamu yang justru menyodorkan ide untuk menghancurkan satu negara"
...
"Perdebatan ini tidak akan memiliki u-"
"Jelaskan kenapa kamu bisa menjadi hakim, Yuriel Grandier"
Kami semua tersentak mendengar hal itu darinya, apalagi orang lain yang menyaksikan
Itu pertama kalinya, dari puluhan tahun Yuriel menjadi hakim, namanya dipanggil tanpa sebuah julukan. Hanya nama aslinya saja, seakan orang di hadapannya sedang menantang dirinya sekarang ini
Hakim yang biasanya ditakuti oleh orang yang dia adili itu, sekarang ada yang menantang
...
Aku tidak punya daya lagi menahan Verdea. Dia sudah benar-benar di ambang batas mampu ditahan
Satu-satunya yang akan membuat dia berhenti sekarang hanyalah jawaban dari Yuriel yang memuaskannya
"... Sekali lagi, apa yang kamu ingin aku lakukan?"
"Kamu punya daya untuk melakukan lebih banyak untuk mereka, tapi kamu malah menyarankan untuk mencari orang yang sudah mati dan seorang raja yang melarikan diri saja!!
Apa kamu pikir para korban ini akan mendapatkan keadilan dengan kematian mereka, setelah mendapatkan luka yang tidak bisa disembuhkan??!! Jawab aku Yuriel Grandier!!"
"Verdea-"
"Luna! Mundur!"
Perintahku itu membuat Luna membeku di tempat. Aku hanya diam, dan kembali menoleh kearah Yuriel yang terlihat terbelalak mendengarkan Verdea
Tetapi, wajahnya kemudian berubah menjadi tenang, setenang yang dia bisa lakukan
"Sepertinya, kamu punya ide untuk memuaskan mereka?" Yuriel bertanya balik
"Kamu-!!"
"Verdea, cukup! Yuriel benar. Hanya itu batas yang bisa mereka lakukan, bahkan untuk kita" Aku melerai diantara mereka
Aku mendapat waktu yang tepat untuk menyela...
"Benar sekali. Aku terkesan setidaknya ada salah satu dari kalian yang bisa paham" Yuriel menambahkan
Aku tidak membelamu, bodoh. Aku hanya ingin menghentikan Verdea sebelum dia sempat menghabisimu
"... Tapi aku tidak suka ini...! Kamu lihat apa yang Shen lakukan bukan...??"
...
Wajahnya mulai turun. Itu menandakan dia ingin menangis sekarang
Hmph...
Tapi sungguh, hanya itu batas yang bisa kami lakukan. Verdea tidak salah mengatakan kalau itu tidak adil, tapi apa cara lain yang bisa membuat keadilan yang setara untuk para korban?
Tidak ada. Untuk saat ini, tidak ada...
Penyesalanku juga adalah fakta, kalau korban mereka yang berasal dari kaum Elf tidak bisa kuselamatkan satupun. Aku bersyukur 7 orang ini selamat, tapi...
Melihat beberapa mayat Elf tidak bersalah itu diantara tumpukan korban jiwa, aku ingin merobek wajahku sendiri...
...
Dunia ini tidak adil. Ratusan orang yang tidak bisa kami selamatkan itu, mereka mengharapkan untuk diselamatkan juga
Tapi, akhir mereka sangatlah kejam. Sebuah akhir yang tidak satupun orang inginkan. Dan fakta kalau ketujuh orang ini selamat, akan menghantui mereka hingga hari akhir mereka
"... Hey, nanti kita bicarakan saat kita kembali. Bagaimana?"
...
Verdea mengangguk pelan
Aku menunjukkan sebuah senyum untuk mencairkan suasana
"Maaf atas keributannya. Kami akan berusaha semampu kami juga untuk mencari Shen Xiang
Karena... Ini sudah menjadi masalah pribadi bagiku"
Yuriel hanya tersenyum menunjukkan tanda kemenangan
"Aku sungguh minta maaf anakku. Tapi sungguh, hanya ini batas perbuatan yang bisa kami lakukan. Bahkan menghukum raja muda Xiang itu terdengar tidak etis bukan?" Yuriel berkata lagi
Verdea yang tadinya tertunduk, mulai mengangkat kepalanya lagi selagi menggigit lidahnya karena tidak tahu harus apa lagi untuk menegakkan keadilan yang pantas untuk ketujuh orang itu
Baiklah, tidak perlu ada debat lebih lanjut. Palu pengadilan sudah diketuk, dan keputusan sudah dibuat. Tidak ada yang bisa kami lakukan lagi
"Jadi, apa kami boleh pergi kembali sekarang? Pangeran kelima Hortensia terlihat lemas" Aku bertanya
__ADS_1
"Silahkan. Dan tolong jaga dia baik-baik
Sidang ini dibubarkan. Keputusan harus segera dilaksanakan sekarang juga. Bersiaplah!!"