Book Of Flowers

Book Of Flowers
Arti Dari Seorang Raja


__ADS_3

*FWOOSH!!*


Cahaya itu akhirnya berhasil membawa kami ke tempat tujuan dengan selamat. Sebuah tempat yang langsung menyambut kami dengan gambaran kastil marbel putih yang diukir dengan indah dan beberapa patung yang dipahat seperti seorang wanita cantik bersayap layaknya malaikat


Ada banyak orang yang mengelilingi kami. Tapi, mengenai identitas mereka semua, tebakanku hanya satu


Mereka semua adalah perapal sihir kerajaan Orion, dikirim langsung untuk menjemput dan mengantarkan kami ke hadapan Julius


Sepertinya mereka juga lah yang telah membuatkan ujung lain lingkaran teleportasi yang kami gunakan. Prajurit-prajurit kerajaan milik Julius ini ternyata kompeten juga


Itu sebabnya aku agak ragu jika harus melawan sebuah kelompok pasukan sihirnya sekaligus...


"Bintang Mediterania menyambut kehadiran kalian semua" seseorang dari mereka kemudian dengan sopan memberi salam. "Selamat datang di Orion" dia menambahkan kemudian


Yap. Itu tanda untuk kami semua untuk segera bergerak mengikutinya. Tidak perlu penjelasan lebih lanjut lagi


"Apa kami terlambat?" Aku bertanya


"Tidak, yang mulia Oberon. Kalian justru tiba sangat awal, dimana ksatria hitam Edwin saja masih belum nampak"


Ah begitu


Aku harap Veskal dan Verdea bisa paham bahasa Orion. Orang-orang ini bahkan tidak mencoba menggunakan bahasa Hortensia dalam berkomunikasi


Zaphir dan Luna di sisi lain, aku tidak perlu khawatirkan. Mereka sudah hidup cukup lama untuk memahami banyak bahasa. Lagipula mereka tidak perlu bicara jika tidak diajak sekarang ini


Dan kami pun sampai di hadapan sebuah ruangan—yang ternyata tidak terlalu jauh dari tempat kami muncul setelah berteleportasi tadi


Sepertinya kami memang muncul di halaman depan. Tapi aku tidak terbiasa menemukan sebuah ruang pertemuan sedekat ini dengan pintu masuk. Sebabnya adalah, karena kastil Rose di Hortensia—dimana yang ada di hadapan pintu masuk terlebih dahulu adalah ruang takhta


"Sampaikan kepada seluruh ruangan kalau tamu dari Miralius dan Hortensia telah tiba" orang yang mengantar kami berbisik kepada seorang pelayan istana yang menunggu di hadapan ruangan itu


Pelayan itu mengangguk paham selagi mulai bergerak dengan tergesa-gesa. Dengan sebuah tarikan napas panjang, suara yang keras pun dia kumandangkan—keluar dari tubuh kecilnya itu


"Hadirin! Tamu undangan dari pihak Miralius dan tamu undangan dari pihak Hortensia, telah tiba!!"


Perapal yang mengantarkan kami itu pun memberi tunduk hormat selagi mempersilakan kami masuk. Dan dengan postur yang berwibawa, kami semua pun masuk, dengan Verdea yang berjalan terlebih dahulu selagi semuanya menyusul dari belakangnya


Terlihat di dalam ruangan, hanya ada 5 kursi saja disana, mengelilingi sebuah meja bundar yang terbuat dari keramik dan dilapisi kain yang lembut


Di salah satu kursi itu—menghadap tepat kearah pintu masuk, ada seseorang yang berdiri membentangkan tangannya dengan ramah seakan sedang menyambut kami


Orang itu tidak bisa disalahkan lagi, adalah Julius Orion. Raja yang memberi kami undangan sebagai salah satu tamu kehormatan yang berhak duduk diatas 2 kursi kosong yang tersisa


"Selamat datang! Kalian sungguh datang secara beruntun!" Julius mengomentari, dimana aku hanya tertawa kecil meresponnya sembari duduk di tempat yang masih tersedia


Baiklah mari kita lihat


Sepertinya hanya kami berdua—aku dan Verdea saja perwakilan yang datang paling terakhir. Raja Louis dan Eloy juga sudah tiba, memberi kami tatapan seakan sedang menelaah setiap gerakan yang ada


Dan ketika aku memberi tatapanku balik kearah Eloy, dia langsung menajamkan matanya seakan ingin menusukku


Lucu. Dia mencoba mengancam seseorang yang sudah sempat menculiknya


"Jika kamu berpikir menculikku itu lucu, aku sangat tidak menghargai pemikiran itu" Eloy mengutarakan, menggulingkan bola matanya secara bersamaan


Oh, dia tahu isi pikiranku rupanya~


Itu sebabnya aku bilang dia lucu. Dia pintar, aku harus akui. Tapi dia telah salah memilih kami sebagai lawan


Kami berdua pun menukar hawa keberadaan yang sibuk mengancam satu sama lain, dimana Julius langsung paham kalau situasi akan merepotkan jika dia tidak menyela diantara kami


"Sebaiknya... Kita mulai saja" Dia pun berkata, secara umum memberitahukan kalau kami harus segera memasang telinga, selagi para pengawal kami hanya akan diam berdiri tanpa suara


"Sebelum itu, aku sedikit heran mengapa kamu hanya memiliki satu pengawal saja, pangeran Verdea?" Julius kemudian melontarkan sebuah pertanyaan, melihat kearah Verdea dan Veskal


"Edwin mungkin akan tiba kemari. Tapi sebaiknya jangan buka pintu itu untuknya. Lagipula, pertemuan ini sudah dibuka bukan?" Verdea membalas


Julius terlihat setengah setuju dan tidak. Tapi mau bagaimana lagi. Dia yang barusan mengusulkan kalau pertemuan ini sebaiknya dibuka saja


Dia pun membisikkan hal itu kepada salah satu pengawalnya untuk memberikan perintah itu kepada si pelayan penjaga pintu. Pengawalnya segera memberi salut kepada rajanya, sebelum pergi melaksanakan perintah tersebut tanpa hambatan


"Kalau begitu semuanya sudah aman" Tanpa jeda Julius meneruskan. "Kalian semua tahu kenapa kita berkumpul kemari bukan?"


"Aku harap yang mulia Julius sendiri ingin menjelaskan kembali hal itu" Louis, raja dari Cassiopeia mengalihkan balik kearah Julius


Merepotkan. Aku bahkan paham dari balik senyum palsu Julius itu kalau kami sekarang ini sedang satu pemikiran


"Kita semua hadir disini dikarenakan masalah yang muncul mengenai 5 tahun lalu, dan sekarang ini masih berdampak kepada kita karena gerakan-gerakan mereka yang tidak terduga" Julius pun meringkas penjelasannya


"Dan masalah itu sekarang ini bersemayam di bagian barat Goeitias" Aku meneruskan. "Di pulau seberang benua Sto Astra, lebih tepatnya" Tambahku


"Itulah sebabnya aku heran kenapa ini menjadi masalah kami, sementara penjaga sah dari benua Goeitias masih ada" Aloy menyela, menarik semua mata kearahnya


"Jika orang-orang itu menyerang kerajaanmu nanti yang mulia Eloy, jangan salahkan aku sama sekali" Aku membalasnya


"Oof~ Seseorang marah rupanya"


"Ya, karena aku datang kemari untuk menawarkan bantuan juga. Pahamilah kalau kita semua perlu bantuan sekarang ini


Jika kamu mau mengeluarkan kepalamu dari tanah dan membenturkannya ke tembok agar ada akal sehat yang masuk kesana, semua hal akan jadi mudah"


Hmph, sekarang lihat siapa yang marah?


Ingin memukulku, Eloy? Ekspresi geram itu terukir dengan jelas di wajahmu


"Boleh kita tidak saling menggertak satu sama lain? Aku merasa kurang nyaman sekarang ini" Louis berkata lagi, dimana Julius segera mengabulkan permintaannya dengan memberi isyarat kepadaku


'Mohon sabar', matanya mengatakan itu


Kalau begitu kita langsung ke inti saja


Jadi, aku pun mengangkat tanganku sebelum Julius kembali bicara ataupun berniat untuk itu, hingga semua mata memperhatikanku dengan baik


"Jika berkenan, aku memiliki 2 informasi penting yang perlu kalian semua dengar"


"Dan apakah informasi itu, Oberon?" Julius bertanya


Luna perlahan bergerak maju selagi tanganku menengadah ke samping. Dia meletakkan sesuatu diatasnya—sebuah tabung kecil yang diisi oleh Mana kotor milik seorang penyihir hitam


Spesifiknya, milik Natasha


Dan selagi Luna mengambil langkah mundur kembali ke posisi, aku pun meminta penjaga Julius untuk mendekat dan mengambil benda itu setelah semua orang yang duduk melihatnya


"Kami sudah menangkap 2 orang yang merupakan anggota sebuah kelompok pemuja iblis. Dan kami juga punya satu orang mantan anggotanya yang kebetulan menjadi pelayan Verdea sekarang ini"


Perhatian pun teralih kepada Verdea yang kusebut namanya, dimana dia mengangguk setuju sembari berkata, "Namanya Frit, seorang gadis Dwarf. Dia adalah salah satu dari tujuh orang yang kami selamatkan dari penjara Xiang di hari itu"


Julius pun mengangguk paham, selagi 2 yang lainnya terlihat risau


"Boleh lebih terus terang?" Louis mulai terlihat tertarik, memajukan dadanya lebih kepada meja


Verdea mengangguk menyetujui permintaannya


"Natasha Epsilon adalah orang yang kami tangkap. Namanya pasti terdengar familiar di telinga yang mulia Eloy"


Eloy memasang wajah masam karena mengenali nama itu, selagi Verdea melanjutkan kalimatnya. "Dialah orang yang kami sandera sekarang ini. Sekarang sedang berada di dalam Miralius dan tidak sadarkan diri"


Veskal memasang wajah sedih ketika mendengar Verdea mengatakan nama itu, tetapi dia berusaha untuk tutupi sekuat tenaga


"Kalian tidak sempat menginterogasinya atau...?" Louis melanjutkan


"Kami sempat. Tetapi hal itu membuat kami tidak waspada sehingga ada 7 orang tewas" Aku menambahkan testimoni Verdea. "Semuanya dari sisi Elf, dan pelakunya adalah teman dari Natasha Epsilon yang hanya ada 1 dari 3 orang berhasil tertangkap oleh kami"


Itu juga masih membuatku geram


"Bahkan kalian tidak bisa menangkap 3 orang sekaligus?" Eloy terlihat gusar dan khawatir, tidak tahu harus berpendapat apa


Sepertinya dia juga sudah mulai ikut larut dalam diskusi itu


"Kami tidak tahu kalau mereka berbahaya. Itu juga menjadi alasan yang sama kami meminta bantuan kalian untuk menyingkirkan orang-orang berbahaya itu"


"Bahaya yang tidak diketahui. Bahaya yang paling berbahaya" Julius menyela, menunduk dengan sangat pasrah. "Kita mungkin akan mengalami korban jiwa, tetapi Oberon bertindak benar dengan memutuskan untuk mencabut benalu sampai akarnya secepat mungkin"


Itu filosofi yang bagus untuk ringkasan rancangan kami semua


"Tapi kami juga tidak bisa secepatnya. Masih ada banyak hal yang kami dan juga kalian semua harus persiapkan" Verdea meneruskan topik itu


"Apa maksudmu, pangeran muda?"


...


"Kami tidak akan bergabung sementara waktu untuk ekspedisi ini"

__ADS_1


Hal itu tentu terdengar sangat tidak patut untuk dikatakan dalam situasi seperti ini, tetapi kami semua tahu kalau itu harus dilakukan


"Kenapa??" Louis yang pertama protes, terlihat panik hingga ke ujung kaki


Protesnya Louis membuktikan kepadaku, kalau memang ketiga raja ini sudah merencanakan ekspedisi sebelum menyampaikannya kepada kami


Tapi lupakan itu dulu


"Bersamaan dengan itu, informasi kedua yang kami miliki adalah, penjaga gerbang kerajaan kami baru saja tewas baru-baru ini"


"Semoga dia beristirahat dengan tenang..." Julius sontak menyampaikan kalimat duka cita


"Para Elf masih harus beradaptasi dengan kondisi itu. Ada seseorang yang patut menjadi petinggi terlebih dahulu. Dan Black Hunt, alasan utama kami menginginkan pulau barat itu bersih dari ancaman, sama sekali belum mendapatkan koneksi yang baik dengan khalayak umum" Aku menjelaskan panjang lebar


"Aman jika aku bilang, kami lah yang paling mengalami masalah sekarang ini. Baik untuk sisi Miralius, ataupun sisi Verdea sendiri"


Ketiga raja itu terdiam. Mereka ingin lebih meyakinkanku agar mengikuti kemauan mereka, tetapi pada akhirnya, pemikiranku lah yang lebih logis


Tidak ada dari mereka yang mencoba untuk melakukan konfrontasi argumen itu. Utamanya karena mereka paham betul kesulitan seorang raja dalam menangani sebuah negara


Julius pun memejamkan matanya—samar menghela napas sehingga tidak ada orang yang menyadari


"Aku paham. Sepertinya kami semua juga akan mundur" Dia pun berkata


"Tapi kita tidak sungguh hanya akan melakukan itu bukan?" Eloy menyela, kali ini menarik semua mata kearahnya


"Aku menyarankan kita meminta bantuan kepada negara timur juga. Jika benar orang-orang ini merupakan pelaku dari Blood Sabbath 5 tahun lalu, lebih banyak bantuan akan sangat membantu"


Oh?


Dia punya pemikiran logis juga rupanya. Aku tidak salah menilai kalau Eloy memang cerdas


"Tetapi mengirimkan pesan kepada negara timur hanya akan mengganggu ketenangan mereka" Verdea yang kali ini menyela. "Kebanyakkan dari negara-negara itu sama sekali tidak menghargai tindakan seperti itu bukan?"


Hm...


Dia benar


Gong sudah secara aktif membantu kami dalam mengatasi Walter Herb. Bestia belum melakukan apapun, tetapi mereka bukanlah tipe negara yang akan mengikuti aturan dari rencana kami begitu saja. Sahra adalah negara yang sangat pasif sehingga kami bahkan tidak tahu apa kabar mereka sekarang ini


Kita tidak perlu membahas Xiang. Dan untuk Borneus, kami sama sekali tidak punya koneksi yang baik untuk melakukan persuasi terhadap mereka, walaupun sudah ada banyak kesempatan untuk menjalankan hal itu


Verdea benar. Kami tidak bisa memanfaatkan negara belahan timur Vitario dalam perkara ini


Dan itu hanya meninggalkan satu negara saja


"Hortensia belum tentu akan mengirimkan bantuan. Aku datang bernegosiasi kemari sebagai duta, bukan komandan perang yang berpengalaman" Verdea menambahkan


Yap. Dia meraup dan menunjukkan semua poin yang perlu diketahui oleh kami semua. Dan kalimatnya barusan mengartikan kepada ketiga raja itu, kalau Hortensia tidak akan sembarangan ikut dalam pertempuran ini


Walaupun memiliki status sebagai duta dan Count, Verdea masih tidak memiliki daya karena status sosialnya yang jarang terlihat di hadapan bangsawan Hortensia


Ditambah dengan masa lalunya yang merupakan anak dari seorang rakyat biasa, mereka tidak akan menerima temanku ini begitu saja dengan tangan terbuka—sehebat apapun penghasilan yang dia capai


Tidak membahas kami lebih banyak bermain di papan kekuasaan internasional daripada di dalam Hortensia sendiri...


"Pintu negara timur tertutup hah...?" Julius memberi helaan napas yang berat


"Aku tidak paham dengan kondisimu, tapi aku setidaknya mendapatkan sedikit ide dari alasan kenapa Hortensia tidak akan terlalu membantu" Louis mengikuti


Eloy di sisi lain, terlihat terjun ke dalam pikirannya sendiri—tanpa memedulikan apapun itu di sekitar kami


Dia kalah dalam berargumen, dan dia tidak bisa memberi solusi yang lebih baik untuk mendukung argumen lawannya. Semua orang disana sama bimbangnya dengan Eloy, bahkan Verdea yang menyampaikan pemikirannya barusan


"Sepertinya hanya negara dari para raja yang duduk disini sajalah yang akan bergabung dalam ekspedisi tertunda ini" Julius pun menyimpulkan


"Kalau begitu kita semua harus mempersiapkan diri" Eloy meneruskan. "Sto Astra berada dalam bahaya, dan aku tidak suka jika ada seseorang yang menyerang negaraku" dia menambahkan


Kamu tidak perlu menatapku ketika mengatakan kalimat terakhir itu


"Ah, dan satu hal lagi" aku pun menarik perhatian mereka kembali


Hal ini menggangguku sejak tadi, jadi...


"Apa yang dilakukan Yuriel di belakang jendela itu?"


Keempat temanku langsung terkejut mendengar hal itu, spontan menarik mata mereka kearah jendela kayu yang memperlihatkan seseorang di sela-selanya


Tetapi dia tidak perlu bersuara untuk membuktikan kalau dirinya adalah Yuriel. Kami sudah terlalu sering bertemu dengannya untuk mengenali wujud orang itu dengan baik


Aku tahu itu dia di detik aku mencium aroma Mana kotor yang mengelilingi tubuhnya. Yang aku herankan adalah kenapa Julius memperbolehkan orang itu berada disini, walaupun bisa merasakan dengan jelas kehadiran sihir hitam di sekitar Yuriel


Dia punya kekuatan yang lebih dari cukup untuk mendeteksi hal itu. Bahkan hanya ketika berada di sekitar Yuriel


"Tidak usah hiraukan aku" Yuriel bicara kepada kami. "Aku hadir disini semata-mata hanya untuk menyaksikan perkembangan pangeran Verdea"


"Dan sekarang kamu sudah melihatnya, silahkan pergi"


"Tidak sopan" Eloy menyela perkataanku. "Walaupun dia memang tidak memiliki reputasi baik di kubu kalian, dia tetaplah seorang hakim terhormat di mata dunia"


Aku tidak bisa lebih tidak peduli mengenai hal itu


"Aku menghargai kamu membelaku, yang mulia Eloy"


Langkah kakinya pun terdengar berderap turun ke bawah, dengan langkah yang perlahan bersama dengan satu orang yang ikut dengannya


Beberapa saat kemudian, kami bisa melihat sosok Yuriel dengan sangat jelas. Bersama dengan anaknya Phillip, ayah dari Veskal


Sosok orang itu tentu membuat Veskal menyipitkan matanya dalam kekesalan


"Lama tidak berjumpa, nak" Phillip menyapa


"Tidak senang bertemu denganmu, ayah" Veskal membalas


"... Sangat disayangkan"


Yuriel kemudian melirik kearah Phillip agar membuatnya senyap. Dia kemudian melanjutkan kalimatnya kepada kami, karena sekarang dia sudah memperlihatkan wujudnya dengan lebih baik


"Aku bisa bilang, aku cukup puas dengan setiap argumen pangeran Verdea hari ini. Alasannya juga cukup masuk akal, dan aku yakin kalian semua para raja juga setuju dengannya"


Tidak ada yang terlalu menanggapi Yuriel. Kami hanya diam agar dia saja yang berbicara, baik dia mau ataupun tidak


"Tapi sangat disayangkan kamu bukanlah seorang raja sekarang ini" dia mengutarakan. "Seandainya kamu adalah raja Hortensia, aku yakin negara itu akan jauh lebih baik dibandingkan gabungan kekuasaan ayah dan kakakmu sekalipun"


Itu kalimat yang sangat lancang. Tetapi karena dia tidak berada di Hortensia sekarang, dan hanya Verdea saja anggota keluarga itu yang mendengarkan sekarang ini, Yuriel bisa bebas mengatakan apapun tanpa resiko dimana kepalanya akan dipenggal


"... Aku tidak akan berterima kasih atas pujian itu" Verdea membalasnya dengan anggun. "Dan aku harap tidak ada dari kita yang akan membuka telinga ataupun mulut mengenai hal itu lagi" dia menambahkan


"Tapi apa kamu akan menolak kalau kamu berkeinginan menjadi raja—hanya karena harapan dari teman-temanmu ini?"


Veskal langsung terlihat ingin maju untuk menangani Yuriel, tetapi langsung ditangkap lengannya oleh Verdea dengan sangat cepat sebelum dia sempat melangkah


Dia kemudian diam menunduk, namun sebuah senyum terukir di wajahnya seakan dia tahu betul apa yang harus dia gunakan sebagai sebuah balasan kepada sang hakim agung itu


"Aku tidak berminat menjadi raja ketika posisi itu tidak diserahkan kepadaku dengan layak. Aku bisa menamai satu orang lagi yang lebih baik dalam menduduki takhta itu selain diriku, seandainya yang mulia Damien turun takhta suatu hari"


Dan Yuriel tahu betul siapa orang yang dimaksudkan oleh Verdea


Jadi Yuriel pun menyerah, dengan tanda bola matanya yang dia guling ke belakang sembari menunduk


"Aku tidak akan berdebat lagi denganmu mengenai hal ini. Tidak satupun kata yang memuaskan bisa keluar dari mulutmu itu" Dia pun berkata selagi mengunci sorot mata mereka lagi. "Jadi aku punya satu pertanyaan. Tidak penting, tapi aku mohon agar kamu menjawabnya"


Dia pun mulai lebih mendekat, tepat mengarah kepada Verdea yang membuat Veskal langsung bersikap protektif. Tapi dia harus menyingkir sedikit, hingga dia dan ayahnya berdiri bersandingan selagi kedua tuan mereka berhadapan dengan satu sama lain


Pertanyaan yang dinanti oleh Verdea untuk dijawab itu, mulai diutarakan oleh Yuriel


"... Beritahu aku, apa arti dari seorang raja?"


...


Dia masih menyangkut di dalam topik itu, tetapi dengan niat yang berbeda


Pertanyaan itu sepenuhnya hanyalah sebuah pertanyaan. Tanpa niat menyudutkan ataupun menjatuhkan. Seperti sebuah teka-teki yang dibuat untuk mengasah pikiran semata


Suasana jadi terasa tegang, selagi keempat raja disana menunggu jawaban dari seorang pangeran muda itu


...


"... Seorang raja adalah seorang pemimpin" Jawaban itu pun dia lontarkan. "Dan seorang pemimpin harus tahu apa yang dia lakukan"


...!


Mata kami semua melebar, terutama Eloy dan Yuriel. Jawaban itu sangat sederhana, tetapi entah bagaimana mampu diterima dan dipahami dengan baik oleh kami semua. Bahkan aku sendiri dikejutkan mendengar itu

__ADS_1


Jawaban yang sangat menjelaskan dasar dari seorang raja—sesuai untuk melengkapi pertanyaan milik Yuriel itu


"Dalam sebuah permainan catur, menurutmu bidak apa yang paling penting?"


Pertanyaan balik dari Verdea itu pun menarik Yuriel kembali ke realita, selagi dia mulai memasang posisi yang lebih tegap


"Aku yakin kamu ingin aku menjawab 'raja', bukan?"


Tetapi itu salah. Verdea langsung menggelengkan kepalanya


"Aku tidak sering bermain catur, tetapi ketika kakekku mengajariku permainan itu, aku bisa bilang satu hal" dia mengutarakan dan berhenti sejenak. "Setiap bidak yang ada di papan catur adalah yang terpenting, mengecualikan sang raja itu sendiri"


"... Bahkan pion?" Yuriel yang sedikit terkejut bertanya


"Bahkan pion"


Tangan Verdea pun mulai berlagak seakan dia sedang memegangi sebuah bidak catur, kemudian menggerakkannya dengan gerakan memantul


"Kamu bisa menggunakan benteng sebagai pelindung utama bidak penyerangmu


Kamu bisa menggunakan kuda sebagai pembunuh tidak terduga yang dapat mengganti alur permainan


Kamu bisa menggunakan gajah untuk menjadi penyerang dari jarak jauh


Kamu bisa menggunakan menteri untuk mengambil posisi yang menguntungkan


Dan pion bisa kamu gunakan untuk mengunci posisi lawan hingga mereka tidak bisa menerobos daerahmu, juga menjadi senjata paling mematikan ketika dia mencapai garis akhir"


Dia meringkas setiap fungsi dari semua bidak dengan cukup detail


"Setiap bidak itu sangat penting. Raja di sisi lain, hanya berguna ketika ada situasi genting atau permainan berada di tahap akhir


Kamu harus tahu betul cara menggunakan setiap bidak dengan baik. Dan jika kamu gagal, semua beban itu akan jatuh kepada sang raja bukan?" dia menambahkan


"Tetapi catur adalah gambaran dari sebuah perang"


"Dan sebuah kehidupan kerajaan adalah sebuah medan perang sejauh apa yang kuketahui"


Yuriel mulai terdiam, tidak tahu harus menjawab apa


Dia tahu betul apa yang dimaksudkan oleh Verdea. Bahkan, dia sudah tahu betul pengalaman melalui neraka yang disebut kehidupan kerajaan itu—persis seperti Verdea sendiri


Neraka yang lebih buruk dari neraka itu sendiri, sehingga beberapa orang berharap mereka sebaiknya mati saja daripada harus melalui lelucon menjijikan berkedok kehidupan itu


Jadi dia terdiam, selagi setiap keringat yang dia teteskan selama bertahun-tahun kembali terlintas di pikirannya


"Aku sekarang bisa melihat kenapa kedua cucuku sangat berharap banyak kepadamu..." Yuriel pun mengutarakan


Aku bahkan tidak menyangka jawaban itu akan datang dari Verdea. Tidak usah membahas semua raja yang bahkan tidak mengenali Verdea dengan terlalu baik itu, ataupun teman-temanku yang lain


Entah mata kami terbelalak ataupun mulut kami jatuh ke bawah, kami semua takjub mendengar jawaban itu, datang dari seorang pangeran yang bahkan tidak terlalu memiliki banyak pengalaman dalam kepemimpinan


Seorang pangeran yang masih muda, sehingga orang akan segera ragu kalau dia memiliki pengetahuan yang cukup dalam kehidupan ini


"Kamu sudah memikirkan jawaban itu cukup lama?"


"Aku hanya terpikir akan hal lama yang terlintas, dan menjadikannya jawaban untuk pertanyaan barusan itu"


"... Luar biasa"


Bahkan Yuriel mulai memujinya dengan sepenuh hati sekarang...


"... Sampaikan salamku kepada kakakmu Rosalia. Katakan, aku harap dia tidak perlu mengkhawatirkan apapun terlalu banyak lagi" Dia pun berkata dan berbalik


"Ingin segera pergi, hakim agung?" Verdea melontarkan pertanyaan itu


"Tidak ada lagi yang perlu kudengar hari ini. Telinga dan hatiku sudah cukup puas" Yuriel menjawab tanpa menoleh ke belakang sedikitpun


"Maka dengan itu, sampai jumpa pangeran Verdea" dia berhenti sejenak ketika sampai di hadapan pintu tempatnya masuk tadi. "Semoga pertemuan kita yang selanjutnya berakhir dalam berkah yang luar biasa"


"... Aku terima"


Dengan begitu, Yuriel pun pergi keluar tanpa sepatah katapun lagi—meninggalkan semua orang dalam keheningan tempat Verdea tersenyum


...


Jadi...


Dia barusan menantang Verdea hah—kalimat terakhirnya itu...?


Dia menantang kami untuk menjadikannya sebagai seorang lawan setelah gugurnya Walter dan Darwin. Yuriel paham betul, kalau dia juga tidak akan terhindar dari kehancuran seperti kedua sekutunya itu


Tetapi dia berani menantang Verdea dalam hal ini, juga diriku secara tidak langsung


...


Aku harap dia tidak melawan, sungguh. Tapi jika dia ingin begitu, sudah tugas kami untuk meladeni dirinya


Kami tidak akan menyerah setelah sudah berada sangat jauh di depan sekarang ini


Ketiga raja itu masih diam bersama, begitu juga denganku. Dan orang yang harus membuat kami buka mulut adalah Verdea sendiri


"Apa masih ada yang harus didiskusikan...?"


...


...


...


"Baiklah. Sepertinya kami terlalu larut dalam pikiran kami" Julius pun berujar


Maksudku...


Kalimat Verdea tadi, membuat sedikit memikirkan pendirianku sebagai seorang raja


Dia mendapatkan sebuah jawaban dengan cepat yang dimana aku harus berusaha mencarinya bersama dengan jati diriku selama bertahun-tahun


Kami semua pasti tentu mempertanyakan hal itu. Bahkan Eloy yang bahkan tidak umumnya memikirkan kalimat seseorang selain dirinya


"... Tapi aku heran" Eloy tiba-tiba berujar. "Kamu memberi jawaban yang sangat bagus untuk seseorang yang tidak terlalu paham dalam dunia para raja. Aku yakin kamu mendapatkan jawaban dari seseorang bukan?" dia kemudian bertanya


"Itu tidak sopan, yang mulia Eloy" Louis menyela dengan tampang sedikit gelisah


Tapi itu tidak menghentikan rasa penasaran Eloy. Tatapannya menusuk kearah Verdea dari ketinggian, sementara Verdea memandangnya balik dari bawah


"Pengalaman, yang mulia Eloy. Aku sudah bertemu dan melihat para raja memerintah negara mereka. Bisa dibilang, aku mendapatkan jawabanku sendiri dari kesimpulan pengalaman itu"


Jawaban itu membuat Eloy mendengus. Dia merasa sedikit tidak puas, tetapi tidak tahu juga kalimat apa yang harus dia gunakan untuk memancing keluar suara Verdea lebih banyak


"Baiklah. Tutup saja pertemuan ini, yang mulia Julius" dia pun meminta


"Tentu"


Dan sesuai isyarat dari Julius, kami semua pun berdiri bersama-sama. Tangannya pun terulur ke depan—mengambang diatas meja itu bersama dengan kedua raja lainnya


Kami berdua pun mengikuti gerakan mereka dan mulai mengulurkan tangan kanan masing-masing


"Kalian bersumpah, kalau apapun yang didengar disini hanya akan didengar oleh orang yang ada disini?" Julius menyatakan sebuah pertanyaan


Ah, ini semacam ritual janji


"Kami bersedia" keempat orang yang mengulurkan tangan bersamanya serentak menjawab


"Kalian bersumpah kalau darah tidak akan bertumpah diantara satu sama lain, selagi kita melakukan perjalanan menuju kejayaan melawan para pembangkang?"


"Kami bersedia"


"... Kalian bersumpah, kalau seluruh umat manusia akan selalu berada di tangan yang tepat—di tangan kita sebagai penuntun mereka?"


"Kami bersedia"


Dengan begitu, ritualnya pun berakhir


Tidak ada yang perlu kami lakukan seperti sebuah sumpah darah yang akan mengikat dengan erat. Hanya sebuah kalimat penuh keyakinan, kalau tidak ada dari kami yang akan melanggar perjanjian itu


...


Sudah berakhir


Sekarang, masih ada satu urusan yang harus aku tuntaskan dengan Julius sebelum kami kembali ke Miralius


...

__ADS_1


Ya. Ini semua untuk masa depan kita semua


Untuk semua orang yang kujanjikan kebahagiaan, juga semua orang yang aku sayangi dan hargai


__ADS_2