Book Of Flowers

Book Of Flowers
Keinginan Mereka


__ADS_3

--- Beberapa jam kemudian, Kastil Thyme ---


...


Dia menangis, seperti yang kuduga sebelumnya. Kepalanya yang menunduk ke bawah selagi dia duduk di sampingku sekarang ini membuat air matanya jatuh dan membasahi kakiku juga


Aku menyuruh yang lain keluar, agar dia bisa merasa lebih tenang dan tidak risau ketika orang lain melihatnya sedih


Hanya ada aku dan Veskal saja di dalam tempat ini bersamanya. Selain kami berdua, dia pasti sudah berlari ke kamarnya sekarang ini


...


Keputusan sidang akan dilaksanakan dengan segera. Xiang harus menanggung kesalahan yang sudah mereka perbuat, hingga para pejabat mereka diberikan denda atas kejahatan yang sudah dilakukan pemimpin mereka. Pihak kami juga diminta untuk membayar ganti rugi kerusakan yang sudah kami lakukan kepada Xiang, utamanya karena kami menyusup tanpa pemberitahuan yang jelas kepada pihak Hortensia


Atau begitu yang mereka katakan. Aku justru yakin para pasukan itu mengetahui rencana kami, karena aku tidak sengaja menemukan kapten berisik itu berbicara dengan Rosalia. Mereka pasti mengetahuinya berkat wanita itu, tetapi mencoba menodong kami selagi bisa


Tetapi kami tidak punya jalan keluar lain selain membayar denda dalam bentuk koin emas. Hanya saja, kami sekarang ini masih belum bisa membayar tanpa merugikan diri. Itu sebabnya aku akan melakukan sedikit turun tangan untuk melakukan 'reparasi' itu di Xiang


Dan hanya itu saja keadilan yang bisa kami dapatkan untuk semua korban Xiang. Verdea benar-benar tidak senang dengan semua keputusan itu. Kami semua juga begitu


Hah... Temanku ini terlalu lembut dan naif


Berpikir untuk kebaikan orang lain itu memang benar, hanya saja pandangan kita juga harus luas. Lawan kami bukanlah orang yang mudah dijatuhkan, tidak terkecuali Yuriel


Tapi aku tetap bangga. Dia bisa mengutarakan isi pikirannya tanpa ragu


Dan itu dia lakukan demi membela orang lain. Tidak ada hal lain yang mengagumkan bagiku, selain memastikan orang lain ikut tersenyum


Dia sungguh memiliki pikiran yang sama denganku


"Sudah, sudah. Setidaknya keputusan ini akan memberi keadilan kepada Shen" Aku mencoba menenangkannya


"Tapi--- Bagaimana dengan mereka---?"


Sungguh...


"Sebenarnya, aku juga ingin mengatakan hal yang sama sepertimu. Tapi, pertanyaan yang dilontarkan oleh Yuriel itu pun muncul di kepalaku


Seandainya ada cara lain yang bisa lebih menyenangkan mereka. Tapi sayang sekali, memenggal kepala Shen Xiang dan mengambil sebagian hartanya adalah opsi terbaik untuk keadilan sekarang ini" Aku berterus terang


Sebesar apapun aku benci 'keadilan' bagi manusia, apa yang dikatakan oleh Yuriel itu masuk akal


"Dan untuk pertama kalinya, aku melihat kamu kehilangan kendali karena emosi. Aku memang berpikir kamu susah berbohong, tapi aku tidak sangka kamu cukup ceroboh" Veskal menambahkan


"... Aku berpikir... Mungkin jika aku bisa mencari alasan untuk menyelamatkanmu disaat itu, aku juga bisa mencari alasan untuk masalah ini


Tapi, aku ini terlalu bodoh. Aku bahkan tidak akan bisa melihat semua orang itu lagi di wajah ketika mereka menghampiriku nanti..." Verdea berkata


"Para korban itu tidak akan bermasalah walaupun kamu begitu. Tenang saja"


Walaupun aku yakin mereka akan sedikit kecewa karena tidak mendapatkan apapun selain kematian Shen...


...


"... Jika kamu ingin menyelamatkan mereka, kenapa tidak lakukan sendiri saja?"


Hm?


"Apa maksudmu, Veskal?" Aku bertanya, diikuti oleh Verdea yang penasaran


Veskal tersenyum


"Maksudku, jika kalian bisa menyusup tanpa persetujuan pasukan Hortensia untuk menyelamatkanku, kenapa tidak kamu coba melakukannya untuk kebaikan orang-orang itu dengan daya yang kamu miliki?"


Oh, cukup masuk akal


Tidak seperti saat sidang tadi, kuasa itu akan berada di tangan Verdea sepenuhnya


Kami bisa melakukan sesuatu seperti memberi donasi atau semacamnya. Tapi, jika ada yang lebih baik...


"Kita bisa menanyakan pada mereka tentang apa yang mereka inginkan" Kami berdua berkata bersamaan


Wajah Verdea langsung berseri, dan dia langsung memeluk Veskal seerat mungkin hingga membuat dia terkejut


Veskal hanya membalasnya dengan sebuah elusan di kepala, diikuti oleh sebuah senyum kecil. Aku juga hanya ikut tersenyum, merasa lega karena Verdea tidak merasa sedih lagi

__ADS_1


"Aku mohon, dengarkan aku! Pangeran sedang merasa tidak enak sekarang ini!"


Hm?


Heh? Ada suara ribut dari luar, seperti ada orang yang mau menerobos


Luna dan Ordelia pasti kewalahan. Aku harus menolong mereka


"Ada apa?"


Aku menyelipkan kepalaku dari balik pintu, melihat siapa yang sudah membuat suasana riuh itu


Di hadapan Luna dan Ordelia, kehadiran orang-orang itu membuatku terkejut


Itu karena mereka adalah para korban percobaan Xiang. Para tawanan yang awalnya terluka parah, kini berada di tempat ini dengan tubuh yang sembuh sepenuhnya


Mereka semua berkumpul disini entah kenapa, membuatku melongo dengan wajah bingung


"K-K-Kami i-i-ingin b-bertemu dengan p-pangeran" Seorang pria yang berdiri paling depan berkata


Disaat itu pun, Verdea ikut melirik keluar, membuat semua orang itu langsung terlihat senang melihat kehadirannya


"... Masuk saja. Verdea sudah merasa baikan" Aku berkata, membuka pintu ruang utama lebih lebar lagi


Lagipula, orang yang mereka cari juga sudah menunjukkan diri


Kupersilakan mereka masuk satu-persatu, dan kemudian menengok keluar untuk terakhir kali sebelum masuk kembali


Dan di sudut lorong, aku bisa melihat ada orang yang mengintip. Orang itu adalah Cyth dan Erin


Membuatku kesal saja. Padahal mereka setidaknya bisa menolong Luna dan Ordelia untuk menenangkan orang-orang ini


"Kalian berdua! Jika kalian tidak ingin membantu, sebaiknya cari cara untuk menyatukan kembali Black Hunt" Aku menyerukan kepada mereka, membuat Erin terkejut


"Aw! Sindiran yang menyakitkan!" Cyth berkata dengan nada sarkas


Kujulurkan lidahku untuk mengejek mereka, kemudian kembali masuk tanpa menutup pintu. Ordelia dan Luna hanya tersenyum bingung dengan situasi yang baru saja terjadi


...


Tempat dudukku diambil, jadi mau bagaimana lagi...?


"M-m-maaf menganggu! Tapi, K-kami sangat i-i-ingin berte-te-terima kasih atas a-apa yang su-sudah kamu katakan u-untuk mem-membela kami!"


...


Orang ini gagap rupanya...


"Setidaknya suruh orang lain bicara untuk mewakili kalian. Jangan paksakan dirimu saja untuk bicara, tuan..."


"I- Ilias"


"Oke. Tuan Ilias"


Bukannya aku tidak senang dia berbicara, tapi kesannya ketika dia berbicara itu seakan dia sedang memaksakan diri. Itu yang membuatku tidak enak


"Kalau begitu biarkan aku. Namaku Nazia. Seperti yang kalian lihat, aku ini berasal dari kaum beast"


Dia juga terlihat jelas berasal dari kaum beast, dengan wujudnya yang terlihat seperti kucing anggora putih itu


"Baiklah. Tolong lebih dijelaskan perkataan tuan Ilias, nyonya Nazia"


Nazia mengangguk


"Seperti yang dia bilang, kami ingin berterima kasih atas apa yang sudah kalian lakukan demi kebaikan kami. Kami sungguh bersyukur orang seperti kalian lah yang menyelamatkan kami" Dia melanjutkan


"Yah, walaupun kesan pertama kami pada kalian itu adalah 'mencurigakan'" Seseorang dari mereka menyela


"A-Ayolah! Me-me-mereka itu su-sudah me-menolong ki-ki-kita!" Ilias membela kami


"Tidak masalah. Kejadian Blood Sabbath memang membuat semua orang mencap kami sebagai mencurigakan" Aku berkata


Mereka semua langsung terlihat tidak enak mendengarkan ucapanku, terutama yang bicara seakan menyindir kami itu


"Jadi, hanya itu?" Veskal giliran bertanya

__ADS_1


"T-Tidak! M-masih-"


"Kami setidaknya ingin menunjukkan rasa terima kasih kami juga"


...


Hm?


Kami bertiga langsung menatap satu sama lain karena bingung dengan perkataan Nazia


Mereka bertujuh pun mengangguk kepada satu sama lain, setuju akan sesuatu


"Biarkan kami melayanimu sebagai pelayan, pangeran Verdea. Kami akan lebih dari senang melakukannya"


...


"Kalian tidak masalah...?" Verdea bertanya


Mereka semua serentak menggelengkan kepala


"Maksud kami, kamu itu sangat keren! Kamu bahkan berdiri di depan sana dan pidato mu kepada Yuriel membuat hati kami tergerak!


Aha~ Betapa aku menyukai pria pemberani sepertimu~~~" Seseorang lagi berkata, dengan gerakan tubuh yang membuatku tidak nyaman


Seorang Dwarf coklat kecil, namun aku yakin dia seumuran atau lebih tua dari Veskal


Verdea langsung tersentak dan tersipu mendengar pujian itu


Nazia mengangguk menanggapi ucapan orang itu


"Kami tersanjung ada orang yang cukup berani untuk membela kami yang bukan siapa-siapa. Apalagi, mengingat kalau kami mendapatkan perlakuan yang tidak layak di Xiang hingga nyaris mati..."


"I-Itu sebabny-nya kami se-se-sepakat untuk mela-layanimu"


"Kami juga orang biasa atau bawahan, dan beberapa dari kami ini bahkan aslinya kriminal sungguhan. Kami tidak punya tempat diantara masyarakat, dan tidak ada rumah untuk pulang ataupun kehidupan normal yang sebelumnya"


"Paling itu cuma kamu"


Mereka semua tertawa dengan satu sama lain, membuat kami bertiga hanya terdiam melihat mereka dari depan


...


Sesuatu yang tidak kusangka dari mereka adalah, kalau mereka bisa tetap tertawa. Maksudku, mereka semua terlihat tidak memiliki jiwa sama sekali ketika kami membawa mereka ke ruang sidang tadi


Tapi sekarang...


Verdea menoleh kearahku, dengan mata berbinar. Aku pun tahu disaat itu, kalau dia tidak ragu sama sekali untuk menerima semua orang itu


Dia justru menoleh karena ingin memastikan pendapatku dan Veskal semata melihat ketujuh orang itu


Veskal hanya berpaling tidak merespon, dengan wajah tersipu selagi menggaruk kepalanya


Sementara aku


Aku hanya mengangguk, membiarkan dia melakukan apa yang menurutnya benar


"Aku juga akan senang! Semoga kalian nyaman di tempat ini!" Verdea berkata kepada mereka


Beberapa dari mereka langsung bersorak senang, selagi yang lainnya bertepuk tangan dengan meriah. Bahkan Ilias menangis terharu, sampai lendir hidungnya ikut turun


Ilias pun maju dan menggenggam kedua tangan Verdea selagi menatapnya langsung di mata


"K-Kami bersu-sumpah kamu ti-tidak akan ke-kecewa!" Dia berseru, di tengah air mata dan lendir hidungnya yang turun ke bawah


Verdea pun mengangguk senang dengan senyum lebar kepada mereka, membuat mereka semua langsung terjebak dalam suasana hangat


Tapi tetap saja, aku harus menyodorkan sapu tanganku kearah Ilias


"Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah membersihkan wajahmu"


Kebersihan adalah nomor satu


Hah...


Sekarang aku harus membagi tugas untuk mereka. Orang di dalam kastil ini semakin banyak saja...

__ADS_1


__ADS_2