Book Of Flowers

Book Of Flowers
Penyusup Kembali


__ADS_3

"Sir Vainzel. Apa kamu tidak mau ikut makan?" Rosalia menawarkan


Semua menunya daging. Semuanya daging. Orang ini pasti sudah gila menyuruhku makan daging


Dia tahu kan, kalau aku itu Elf?


"Terima kasih atas tawarannya tuan putri, tapi saya tidak makan daging sama sekali"


"Oh, maafkan aku kalau hal itu membuatmu tidak nyaman"


Hah... Datang ke tempat ini saja sudah membuatku tidak nyaman dan tidak bersemangat...


"Vain. Tolong potongkan daging ini" Verdea meminta


Aku menerima pisau yang dia sodorkan padaku dan mulai memotongkan daging sapi di piringnya menjadi beberapa belahan


"Aku tidak suka makanan disini" Dia berkata pelan ke telingaku


"... Aku tidak suka berada disini" Aku menyambung, hingga dia tertawa kecil mendengar perkataanku


Aku hanya tersenyum dan tanpa sengaja mengelus kepalanya seperti kebiasaanku


Semua orang yang melihat hal itu hanya melirik sedikit sambil meneruskan makan mereka


Rosalia juga termasuk. Dia menelan makanan yang ada di mulutnya dengan canggung, kemudian berkata


"Kalian rupanya sudah dekat sekali, ya?"


"Maaf?" Aku bertanya balik


"Kalian sudah bertingkah seperti teman baik walaupun baru mengenal satu sama lain selama seminggu"


"... Memangnya kenapa kakak berkata begitu?" Verdea menyela


Ah, dia sudah mau bicara langsung dengan keluarganya. Teruskan, Verdea


"... Tidak ada. Hanya saja suasananya lebih menyenangkan ketika melihatmu lebih sering tersenyum sekarang"


"... Ya... Lalu?"


"Hm..."


Dia meletakkan gelas minumannya dan fokus kepada kami berdua


"Seperti yang aku bilang tadi, aku penasaran dengan pelayanmu itu"


"... Maksud kakak orang aneh ini?"


"Hey-"


Aku langsung memelankan suaraku menyadari kalau kami sedang tidak berada di kastil Thyme


Verdea cuma tersenyum puas melihat wajah kesal yang kutunjukkan. Dia kemudian kembali fokus kepada Rosalia


"Kakak sudah tahu siapa dia bukan?" Lanjut Verdea


"... Aku ingin tahu lebih banyak soal dirinya"


Gadis ini pintar menghindarkan jawaban langsung...


"Kenapa?"


"Karena aku penasaran"


Verdea menoleh kearahku. Dia terlihat seperti meminta persetujuanku untuk memberitahu tentangku kepada Rosalia


Kugelengkan kepalaku pelan sebagai tanda tidak setuju


"Dia tidak ingin memberitahumu"


"... Sayang sekali"


Dia duduk dan memalingkan wajahnya kepada orang lain


Sementara itu, Verdea mulai mengambil daging yang kupotong itu dengan tangannya dan mulai makan


"Anak itu tidak sopan sekali" Bisik Sofia pada Celeste


"Adik. Jangan makan dengan tanganmu" Collin meminta, hingga Verdea menoleh kearahnya


"Cara makanku kenapa kakak yang urus?"


"..."


Collin kembali duduk dengan ekspresi sedih. Verdea membuang wajahnya, tapi aku tahu kalau dia merasa sedikit menyesal sudah melakukan itu


Anak itu rupanya tidak jauh dari Verdea. Mereka berdua masih polos karena masih kecil


Tapi, orang-orang yang membentuk sifatnya nanti yang akan jadi masalah. Melihat tiga kakak mereka, aku tidak yakin Collin akan tumbuh menjadi anak yang baik


Aku hanya berharap Verdea tidak tumbuh menjadi orang seperti mereka...


'Vain!'


Suara mendadak itu membuatku kaget dan tidak sengaja menarik perhatian seluruh ruangan kearahku


Aku hanya tertawa canggung karena tingkahku barusan dan kembali ke posisi semula


'Ada apa Ordelia?'


Dia sedang bicara melalui sihir telepati sekarang ini. Tapi, bagaimana dia bisa memaksa masuk kedalam kepalaku?


'Ada seseorang lagi di dekat kastil!'


'Hah? Siapa?'


'Anak yang sebelumnya kita tangkap melakukannya lagi'


...


Merepotkan saja...


'Ikat dia di luar dan tunggu kami pulang. Acara keluarga ini masih berlangsung, jadi kami butuh alasan untuk pergi'


'Segeralah pulang. Ivor dan Luna sudah tidak ingin basa-basi lagi'

__ADS_1


'Hajar mereka sampai pingsan. Sekarang tolong keluar dari kepalaku!'


Aku akhirnya bisa merasakan koneksi telepatinya putus dari kepalaku


"... Sir Vainzel! Sir Vainzel!" Artorius memanggil-manggil namaku


"Oh ya, ada apa!?" Teriakku spontan


Verdea berusaha sekuat tenaga menahan tawanya karena melihat tingkahku yang sedari tadi sibuk dengan diriku sendiri. Wajahku spontan memerah karena suasana canggung ini, tentu karena akulah yang menjadi titik tengah dari semua itu


"Uh... Kamu mendengarkanku tadi?" Artorius bertanya kemudian


"Maafkan saya yang mulia, tapi sebetulnya tidak..."


Tolong jangan mempermasalahkan hal itu...


"... Baiklah akan kuulang. Aku dengar kalau ada beberapa pelayan baru disana sejak kamu memecat semua pelayan lama. Apakah benar?"


"Informasi itu memang benar yang mulia. Maafkan saya yang tidak memberitahukannya pada yang mulia raja secara resmi"


"Aku tidak bermasalah dengan hal itu selama kamu memberitahu kami tentang keberadaan mereka"


"Ya. Sekali lagi saya mohon maaf"


Dia melanjutkan makannya dan mulai lagi bicara setelah menelan makanan di mulutnya


"Lalu, boleh beritahu kami tentang siapa saja mereka?"


"... Boleh saja. Mereka itu adalah teman sewaktu saya berada di kerajaan para elf"


"Begitu. Mereka teman yang baik, sampai mau sejauh itu menolongmu untuk melayani Verdea"


Lebih tepatnya melayaniku. Tapi aku tidak mungkin memberitahukan hal itu kepada mereka semua


"Terima kasih untuk pujianmu yang mulia"


Dia hanya mengangguk pelan dan meminum anggur di gelasnya


Selama acara itu terus berlangsung, Semua keluarga Hortensia (kecuali Verdea) hanya bertukar informasi dengan satu sama lain


Politik, hubungan luar negeri dan solusi dari sebuah masalah. Semuanya mereka bicarakan diatas meja makan ini. Tapi tidak ada satupun yang mereka bicarakan menarik perhatian kami berdua


Satu-satunya saat kami berdua bicara dengan mereka adalah saat mereka mengajak kami bicara, dan hanya itu saja. Setelah itu, mereka akan fokus dengan orang lain di dekat mereka dan mengabaikan kami yang mulai diam kembali


Datang ke tempat ini benar-benar tidak menghasilkan apapun untuk kami. Datang hanya untuk menunjukkan muka, dan setelah itu diabaikan


Dan dengan begitu, acara keluarga Hortensia berakhir dengan kami yang merasa tidak puas. Sekarang ini bahkan sudah mulai larut


Aku tidak tahu bagaimana mereka bisa terus membahas hal yang tidak menyenangkan itu selama berjam-jam lamanya


Verdea yang berada di pelukanku sekarang sudah mulai tertidur. Aku membawanya keluar dari kastil Lily perlahan-lahan menuju kereta yang akan mengantar kami pulang


Tapi, tepat saat aku berada di depan kereta itu, Rosalia memanggilku dari belakang


Aku menoleh dan menunggunya sampai selesai melangkah mendekatiku. Dia berjalan dengan pelannya, diikuti oleh seorang pengawal dari belakang. Pengawal yang merupakan si tangan kanan raja, Edwin


"Kalian sudah mau pergi?"


"Sudah. Pangeran Verdea bahkan sudah mulai tertidur sekarang ini"


"Tolong jaga adikku baik-baik" Dia berkata kemudian


"Dengan senang hati, tuan putri"


Dia tersenyum kearahku, kemudian memberi salam hormat dan mengantarkan kepergian kami kembali ke kastil Thyme menaiki kereta kuda


...


...


...


"Apa yang membuatmu tertarik dengannya tuan putri?" Tanya Edwin kepada Rosalia


"... Gampang saja. Dia bisa sangat berguna untuk rencanaku mendapatkan apa yang kuinginkan"


"Tapi, dia tidak mungkin bisa kamu ambil alih bukan? Kesetiaannya sudah kuat di adikmu itu"


"Aku tidak perlu kesetiaannya, dan tidak penting dia mau menjadi pelayanku atau tidak....


Yang terpenting adalah, seberapa baik aku bisa mengendalikannya"


Rosalia tersenyum kecil memikirkan sesuatu di kepalanya, sementara Edwin hanya mengangguk paham dengan perasaan gelisah


Kemudian, mereka masuk kembali ke kastil Lily untuk mengakhiri malam setelah acara makan keluarga yang tidak terlalu menghasilkan apapun itu


"Omong-omong, dimana orang itu?"


Edwin hanya merespon pertanyaan Rosalia itu dengan mengangkat bahu, tanda tidak tahu


......................


--- Kastil Thyme ---


"Terima kasih"


Aku mengantarkan kepergian kusir kuda yang membawa kereta kami itu dan dia melambai balik sembari dia melesat menjauh. Aku menghela napas panjang setelah orang itu sudah sepenuhnya jauh dari pandangan


Hari yang menyusahkan...


Tepat saat aku ingin memasuki gerbang, Ordelia dan Luna berdiri disana menyambut kehadiranku


Mengingat apa yang terjadi di tempat ini, aku meminta Luna menjelaskan semuanya sesegera mungkin


"Bagaimana dengan anak penyusup itu?"


"Dia sudah diikat di sebuah pohon halaman belakang. Dia sepertinya kehausan sehabis berteriak sekarang ini"


Anak itu berteriak? Dia sadar tidak kalau tempat ini berada jauh dari apapun, walaupun termasuk area istana Hortensia?


"Baiklah, biar aku urus dia. Ordelia, aku serahkan Verdea padamu"


Perlahan kuberikan Verdea yang tertidur itu ke Ordelia agar dia tidak terbangun, hingga anak itu sudah sepenuhnya berada di dekapannya


Dia kemudian pamit dan membawa Verdea ke dalam kamarnya. Sementara itu, aku dan Luna mulai berjalan cepat ke halaman belakang untuk mengurus penyusup itu

__ADS_1


...


...


...


"Wah, wah, wah~ Lihat siapa ini..."


Anak itu mengangkat kepalanya dengan tampang kesal ketika mendengar suaraku


"Halo lagi, nak"


"... Lepaskan aku...!"


"Tidak sampai kamu menjelaskan kenapa kamu disini"


...


Untuk alasan apapun itu, dia tiba-tiba tertawa. Anak aneh


"Kalian pikir aku akan menjelaskannya!?" Dia berkata kemudian


"... Sebenarnya tidak. Kami juga sama sekali tidak mau menggunakan kekerasan untuk mendapatkan informasi itu" Aku membalas


"Lalu, apa gunanya mengikatku disini?"


"Agar nyonya Rosalia-mu itu tidak mendapatkan informasi yang dia inginkan"


"!!!"


Dia tersentak seketika mendengar responku. Sepertinya aku kena tepat sasaran


Wajahnya yang kesal semakin menjadi-jadi dan dia terlihat seperti ingin membunuhku sekarang


"... Kenapa?" Aku bertanya


"Aku benci kamu..."


"... Kenapa?"


"Aku..."


Dia diam tidak bicara. Dia menundukkan wajahnya ke tanah dengan tampang seseorang yang sudah kalah tanpa mencoba berargumen lagi


"Harus kita apakan anak ini?" Luna pun menyela


"... Lepaskan dia" Aku memutuskan


"Hah!? Kamu bercanda bukan!?"


Anak itu mengangkat kepalanya karena bingung dengan perkataanku, selagi aku berlutut sebelah kaki di hadapannya yang masih terikat itu dan mulai bicara lagi


"Aku tidak peduli apa yang sudah kamu lalui di bawah perempuan itu. Tapi, jika sekali lagi kamu mengancam keamanan tuanku, aku tidak akan melepaskanmu seperti sekarang. Kamu bukan siapa-siapa untukku disaat ini"


Kujentikkan jariku sekali. Akar pohon yang mengikatnya langsung melonggar dan kembali masuk ke tanah, melepaskan anak itu seutuhnya


Tapi, daripada kabur secara langsung, dia menatapku tanpa berkedip sedikitpun untuk sejenak


"Kamu ini siapa sebenarnya?" Tanyanya


"Vainzel. Pengawal pangeran Verdea"


Dia diam tanpa berkomentar dan mendengus. Itu bukanlah jawaban yang dia inginkan


"..."


"..."


"... Apa lagi yang kamu tunggu? Kakiku sudah lelah"


"A- Ah... Aku justru berpikir kamu mau bicara lagi"


"Tidak ada! Pergi!"


Dia menatapku aneh kemudian bangun dari tempatnya terduduk. Tapi dia sadar kalau aku sudah mengusirnya, jadi dia tidak punya tujuan lagi untuk berdiam lebih lama di tempat ini


Dia pun memanjat pohon tempatnya terikat dan melompat ke pohon lainnya. Dia melakukan hal itu, hingga akhirnya dia dengan aman bisa meninggalkan area kastil Thyme


...


...


...


"Ya... Selama dia tidak mengganggu lagi, aku tidak masalah"


Kugaruk kepalaku yang tidak gatal sama sekali itu, hanya karena bingung harus apa lagi setelah ini


"Kenapa tidak kita minta pertanggungjawaban orang itu dulu coba?" Luna memberi pendapat


Luna mencakar pinggangnya dan terlihat sekali kalau dia tidak setuju dengan keputusanku


"Tidak akan ada gunanya. Rosalia itu bukan tipe orang yang menyimpan barang yang tidak berguna lagi"


Mendengar perkataanku itu, Luna menurunkan kedua tangannya dengan tampang terkejut. Dia terkejut karena aku mengatakannya, seakan hal itu adalah sesuatu yang sepele


Tapi itulah kenyataannya. Bagi keluarga kerajaan, anjing yang tidak berguna sebaiknya disingkirkan


Luna pun menjadi risau, hingga tatapannya naik untuk menatap kearah bulan di malam hari yang cerah ini


"... Manusia itu... Kejam sekali ya...?"


Aku... Tidak punya jawaban yang tepat untuk itu


"... Entahlah...


Intinya sekarang aku mau tidur dulu"


Aku bangun dan berjalan masuk diikuti oleh Luna di belakangku tidak terlalu lama setelah dia menoleh kearah jalur pergi anak itu tadi


"Ya, pergi saja. Aku yang akan berjaga"


"Terima kasih, teman baik~"


"Pergi tidur sana dan jangan bangun"

__ADS_1


__ADS_2