
--- Keesokan harinya---
Hm...
"Sedang memikirkan apa Vain?"
"Hanya mencari cara agar kita tidak menarik perhatian kerajaan Orion. Jika mereka turun tangan, kita akan ada dalam masalah, Veri. Salah satu kemungkinannya, aku harus membunuh seseorang"
Setelah terbang dengan sihir para Fae secepat mungkin selama beberapa jam tadi, Kami sekarang sudah berada di perbatasan benua Goeitias, dan matahari sudah mulai berada di puncak. Tapi, aku sama sekali tidak bisa memikirkan apa yang harus kami lakukan untuk menghindari mereka tanpa perlu menyakiti siapapun
Mengingat kalau Yuriel memegang salah satu inti itu, dan mengetahui kalau aku sudah mendapatkan salah satu intinya, aku ragu Rosalia akan diam saja dan tidak berusaha melindungi inti roh itu
Dia juga sudah menunjukkan inti roh itu kepada pemimpin kerajaan yang lain, jadi tidak ada lagi yang dia bisa sembunyikan mengenai benda itu
Dan jika memang benar Orion turun tangan untuk melindungi inti itu di Crux, kami harus apa?
Aku bisa menyakiti mereka, tapi pasukan dari kerajaan Orion itu bukan sembarangan kuatnya. Mereka bahkan bisa menggunakan sihir tingkat ahli dengan mudahnya, berkali-kali
Sejak dulu hal itu bahkan tidak berubah sama sekali. Mereka sama kuatnya, baik dulu maupun sekarang
Menganalisa kemampuan mereka, setidaknya beberapa puluh orang akan mampu melawanku sampai aku lelah, kemudian menangkap dan membunuhku, apalagi kedua anak ini. Tidak membahas taktik apa yang akan mereka gunakan
Aku butuh rencana selain menggunakan segel Verdea itu, karena aku tidak tahu apa efeknya jika aku sering menggunakannya. Dan walaupun aku bisa menggunakannya berkali-kali, aku takut aku akan membunuh salah satu dari mereka jika begitu
Aku tidak senang membunuh, walaupun secara tidak sengaja. Dan mereka yang aku lawan nanti itu bukanlah musuh utamaku
"Kenapa kamu ragu sekali membunuh seorang Vainzel? Kita diperbolehkan membunuh apabila mereka mulai duluan bukan?" Zaphir berkata
"Aku tahu. Kita bahkan diperbolehkan untuk membunuh semua manusia di dunia yang sudah memfitnah dan memperlakukan kita dengan buruk sekarang ini. Tapi, aku tidak bisa membunuh mereka seperti itu saja. Mereka hanya dipengaruhi dengan berita palsu saja"
Mereka juga memiliki keluarga yang mereka cintai, sama seperti Elf. Melihat Margaret dan Henry ketika kami menculik mereka waktu itu membuatku sadar akan hal itu
"Orion berada paling dekat dengan benua Goeitias, jadi beberapa dari mereka mungkin juga akan patroli di lautan untuk mengawasi kita. Jika kita melewati perbatasan pantai selatan Goeitias, aku yakin kita akan langsung ketahuan" Veskal menjelaskan
"... Aku punya cara"
Aku mengeluarkan jimat yang dibuat oleh Luxor untuk penyamaran selama 5 tahun ini, kemudian menyalakannya
Sosok penyamaranku itu pun kembali terpasang kembali di wajahku
Ya. Hal ini mungkin bisa berhasil
Mengingat kalau peringatan akan 'pengkhianatan' Verdea di Hortensia baru keluar kemarin, kedua wajah Verdea dan Veskal sudah pasti belum digambar di poster dan sampai ke Orion
Sementara itu, aku dan Zaphir mungkin akan harus memakai penyamaran ini selama kami menyusup. Zaphir juga sudah mulai menyalakan jimat penyamarannya itu
Dan dia sangat tidak kreatif. Dia benar-benar hanya meminta untuk mengubah warna kulitnya dan mengganti telinga Elf nya kepada Luxor untuk penyamarannya
Kembali ke topik awal...
Kami mungkin bisa justru membuat para pasukan Orion membantu kami menyeberang dengan aman dengan penyamaran yang cukup meyakinkan ini. Tapi, masalahnya terletak pada kecurigaan mereka nanti. Namun, rencana ini adalah satu-satunya yang terbaik untuk sekarang mengingat kalau kami tidak perlu menerobos dengan cara radikal ke kota utama Crux
"Woah~ Sosok manusiamu?" Tanya Verdea kagum, setelah mengamati sosokku dengan seksama
Ah, dia masih ingin membahas hal ini ya?
"Tidak. Ini sosokmu yang aku bayangkan seandai kita bertemu kembali dulu. Tapi sayang sekali. Aku membuatmu terlalu tampan disini, sementara yang aslinya..."
Aku melirik sedikit kearah Verdea dengan maksud meremehkan, membuatnya kesal
"Hey! Aku ini sudah cukup tampan!"
"Ya, tentu. Dengan potongan rambut jelek seperti itu dan muka bayi yang masih sama seperti saat kamu berumur 8 tahun~"
__ADS_1
"Ini bukan potongan rambut yang kuinginkan!"
Ahaha...! Sepertinya aku sudah cukup mengganggunya untuk hari ini
"Lagipula, sosokku ini terlihat aneh mengenakan jubah kuning favoritku. Jubah hitam mungkin lebih bagus..."
Aku memeriksa setiap sudut penampilan pakaianku itu, dan benar saja. Rasanya sangat tidak cocok dengan penampilanku
"Sudahlah. Kita harus bergerak. Selipkan para Fae di bawah jubah kalian agar tidak ketahuan" Aku berkata sembari berhenti memeriksa
Para Fae akan menjadi bantuan utama kami untuk kabur secepat mungkin. Aku belum sempat menyelesaikan alat teleportasi paksa itu, sehingga aku harus meminta bantuan dari para Fae
"Tenang. Mereka ada di tempat yang aman" Veskal berkata sambil menunjukkan mereka di bawah jubahnya, nyaris tidak bernapas
"Tolong... Aromanya..."
Veskal langsung menutupi pandangan kami dari para Fae yang ada di bawah jubahnya sambil tersenyum canggung, menghadapi kami yang terlihat bingung
"... Pastikan saja mereka tidak mati karena bau badanmu itu" Aku berkata sambil mulai berjalan
"Ya, ya. Tidak perlu dibahas..." Veskal cemberut, kemudian berjalan mengikutiku
"Kapan kamu terakhir kali man-"
"Tidak perlu dibahas!" Veskal memotong Verdea, kemudian mempercepat jalannya
Aku akan sembur anak itu dengan air ketika kami pulang nanti. Bayaran balik karena sudah membuat para Fae yang mendekatinya mencium baunya itu
--- Beberapa saat kemudian ---
Akhirnya kami keluar dari hutan belantara itu. Pemandangan pantai dengan pasir berkilau pun terlihat di hadapan kami, menggantikan suasana dedaunan hijau yang kami lalui dalam waktu yang lama
"... Tidak ada kapal di pandangan mata..." Veskal berkata sambil melihat kejauhan
Kami tidak bisa menggunakan sihir para Fae sekarang. Aku yakin setelah beberapa kilometer dari sini, sebuah kapal pasti akan melihat kami
"Aku sarankan siapkan saja tempat duduk yang nyaman di dekat sini" Aku berkata
"Kenapa?" Tanya Zaphir
"Lakukan saja"
Mereka hanya bergerak sesuai dengan apa yang kuperintahkan. Setelah duduk, Verdea juga langsung meraba tasnya untuk mencari makanan, selagi aku masih fokus menatap ke laut
Tidak ada kapal di sekitar sejauh mata memandang. Apa aku harus melontarkan sihir api ke udara ya? Agar setidaknya salah satu dari mereka bisa datang kemari
Tapi, hari masih sangat terang. Aku tidak yakin sihirku itu bisa diperhatikan oleh mereka nanti...
Dan melihat karena tidak ada satu kapal pun di jangkauan pandangan kami, aku ragu mereka bisa melihatnya dari jauh. Memperbesar ledakkan sihirku juga bukan opsi yang tepat untuk hal ini karena akan membuat mereka curiga padaku
"Makanan boleh dimakan sekarang bukan?" Tanya Verdea dengan mulut penuh sambil menoleh kearahku
Kenapa dia bertanya setelah dia sudah mulai mengunyah seperti itu coba?
"Duduk tenang dan tutup mulutmu saat makan" Aku menjawab, kemudian kembali memperhatikan sekitar
Hmph... Kemungkinan terburuk adalah kami harus menunggu disini selama beberapa jam lamanya
Jika tidak ada kapal yang mendekat untuk berpatroli, hal ini akan menjadi sangat susah. Kami harus bergantung pada keberuntungan untuk hal ini
Ya sudah...
Aku kemudian hanya pergi duduk di dekat mereka dan membuka kotak bekal makanan ku
__ADS_1
Setidaknya aku butuh sedikit energi
...
...!
"Siapa disana?!"
Aku mengambil posisi di hadapan Verdea menghadapi arah suara yang samar-samar kudengar itu
Suara itu memang lebih lemah dari suara deburan ombak, tapi aku bisa membedakannya walaupun memang hanya sedikit
Mengikutiku, Zaphir dan Veskal langsung bergerak untuk melindungi Verdea juga, siap dengan senjata mereka
Melihat kami yang sudah bersiaga terhadapnya, orang itu pun keluar dan menunjukkan dirinya, mengangkat tangan di belakang kepala tanda menyerah
"Aku tidak berniat buruk" Orang itu berkata
Ya, tentu. Lalu setelahnya dia akan menusuk kami ketika kami tidak waspada
Dan juga...
Dia manusia bukan?
Tidak...
Dia memiliki telinga seperti seorang elf
Dan membahas umurnya...
Dia itu masih bocah bukan?
Rambut emas pendek. Wajahnya masih terlihat gemulai, walaupun mengenakan baju biru seakan seorang bangsawan muda
Apa yang dilakukan anak kecil ini di tempat ini?!
"Hah? Kenapa ada bocah disini?" Tanya Veskal dengan wajah bingung dan menelengkan kepalanya sedikit
Veskal benar-benar mengeluarkan pertanyaan itu dari mulutku melalui dirinya, hah...?
"Jaga mulutmu. Aku ini lebih tua darimu, Veskal Grandier" Anak itu berkata dengan nada kesal
!!!
"Tunggu. Kenapa kamu tahu namanya?! Kami tidak memberitahumu!?" Aku bertanya sekali lagi, semakin bersiaga kepada anak itu
Anak itu hanya menghela napas sambil meletakkan tangannya ke bawah kembali
"Aku tentu tahu, Oberon Alpensia. Semua orang yang dekat dengan anakku, tentu saja aku harus mengetahui tentang mereka" Dia berkata sambil bersilang dada
...
"Tidak mungkin... Kamu tidak mungkin orang itu-"
Apa-apaan-?
Anak itu hanya tersenyum kearahku. Dan senyum kecil itu...
Senyum itu sudah sangat kukenal sejak dulu
Itu memang dia...
Aku melepas posisi siagaku dan mulai sedikit rileks dan senang di dekatnya, selagi teman-temanku masih bingung kenapa
__ADS_1
"Apa kabar anakku?" Anak itu bertanya
"... Aku baik-baik saja, Ayahanda" Aku membalas