
Karena saya gabut, saya memutuskan untuk menulis beberapa cerita kecil diantara para tokoh ini
Silahkan dibaca
(Kalian yang putuskan bagaimana dialog ini bisa muat ke cerita aslinya)
...--- Bocah ---...
Verdea : Jadi, bisa ceritakan padaku soal dirimu?
Veskal : ...
Verdea : Hoy~?
Veskal : ...
Verdea : Dasar bocah pendiam
Vainzel : Kamu sendiri masih bocah, bodoh
Verdea : Hah!? Aku bukan bocah!
Veskal : Bocah kok menolak dibilang bocah
Verdea : Aku bukan bocah!!
Veskal & Vainzel : ...
Veskal : Bocah
Vainzel : Bocah
Verdea : *hiks!* Aku bukan--- Bocah---!
Verdea pun meringis seperti anak kecil karena hal itu, dan masih menolak untuk dipanggil bocah selagi ditenangkan
...--- Jubah Kuning ---...
Verdea : Omong-omong, kenapa jubahmu berwarna kuning?
Vainzel : Karena aku suka warna ini
Verdea : Padahal warna hijau lebih bagus untukmu
Vainzel : Kenapa menurutmu lebih bagus?
Verdea : Eh tidak. Lupakan
Vainzel : ... Kenapa coba?
Verdea : (Aku takut kalau kamu pakai warna hijau, aku susah membedakannya dengan anggota tubuhmu dan mengira kamu telanjang)
Vainzel : ... Sekarang aku paham apa yang kamu pikirkan...
...--- Zaphir ---...
Veskal : Zaphir itu... Menakutkan ya...?
Vainzel : Sungguh? Kalian semua saja yang berpikir begitu
Luna : Memangnya ayah itu seperti apa?
Vainzel : Dia suka menghabiskan waktu luangnya untuk mengurus anak-anak
Veskal & Luna : (Kamu bercanda...)
Vainzel : Dan dia sangat suka dengan kupu-kupu, terutama yang bersayap hitam. Dia biasanya memintaku memanggil beberapa untuk menemaninya ketika dia duduk santai
Veskal : Dia pasti bercanda...
Luna : Tentunya...
Vainzel : Aku bisa dengar kalian. Dan aku tidak bohong
Veskal : Bagaimana kami bisa-
...
Luna : ... K- Kamu tidak bercanda rupanya...
Veskal : ... Luna kenapa?
Mereka sadar kalau aku tidak terkena kutukan yang melarang Elf untuk berbohong, dan mereka pun segera mematai-matai Zaphir untuk sehari penuh
...--- Cara bertemu ---...
Frank : Omong-omong Verdea, bagaimana kamu dan Vainzel bertemu?
Verdea : Ah, aku ingat aku diculik di suatu malam, dan dia menyelamatkan aku
Frank : ... Kenapa bisa kamu diculik?
Verdea : Entahlah. Aku juga bingung bagaimana penyusup bisa masuk ke kastil yang masih berisi banyak pembantu itu dulu
Frank : ... Siapa yang menculikmu?
Verdea : *Menyadari ada yang salah* E- Entah. Pastinya ibu ratu menyuruh mereka
Frank : ... Lalu Artorius...?
Verdea : *Merinding*
Frank : *Memegang bahu Verdea* Dengar aku. Lain kali jika aku bertemu dengan Artorius sambil membawa pisau, jangan halangi aku
Verdea : B- Baik...
Itu sebabnya dia memintaku untuk menjauhkan Frank dari Artorius
...--- Kesan ---...
Veskal : Kapten
__ADS_1
Cyth : Ya?
Veskal : Apa kesanmu terhadap kapten yang memimpin kru ini sebelumnya?
Cyth : Oh~ Dia punya badan yang bagus, mata yang cantik, dan-
Veskal : Mending hentikan. Aku meminta pendapat, bukannya detail tidak berguna
Cyth : Tapi itu kesan juga loh...
Veskal : ... Kamu suka dia?
Cyth : Tentu saja! Aku bisa mengorbankan banyak hal agar dia bisa mendapatkan semua hal yang ada di dunia ini! dan--
Veskal : (Ini yang terjadi ketika aku tidak menghentikan dia bicara mengenai Kapten Alice nya itu)
Veskal pun terpaksa mendengarkan celotehan Cyth selama beberapa jam lamanya
...--- Drama ---...
Lyralia : Apa menurutmu kita bisa bersama?
Ivor : Aku juga sungguh bertanya hal yang sama...!
Lyralia : Oh, kekasihku! Betapa malangnya nasib kita!
Lyralia : Jadi, untuk saat ini, mari kita menjaga kenangan malam ini dengan-
Vainzel : Stop. Kami meminta kalian melakukan hiburan, bukan drama picisan
Verdea : Aku jadi jijik...
Ivor : Ini ide Lyralia. Aku hanya ikut
Lyralia : Aktingku itu bagus bukan? Bukan?!
Vainzel : Seandainya kamu melakukannya di depan sekelompok troll gunung, mereka akan senang
Lyralia : Hey! Troll gunung itu bodoh! Bagaimana bisa mereka menghargai aktingku ini?
Vainzel : Tepat sekali. Hanya orang bodoh yang mau menghargai aktingmu
Verdea : (Kejam sekali kata-katanya...)
...--- Suapan ---...
Yael : Uwah~ Tuanku sepertinya sedang bersuka cita sekarang ini. Mejanya dipenuhi banyak sekali makanan mewah untukku~
Yael : Apa ini penghargaan untuk usaha kerasku?
Yael : Apa ini sesuatu yang kebetulan saja kamu pikirkan untuk meluangkan waktu?
Yael : Atau ini sesuatu yang datang dari hatimu secara langsung?!
Rosalia : Ini hanya suapan agar kamu diam untuk satu hari
Yael : Kejam sekali...
Yael : Baik...
...--- Pernikahan ---...
Ordelia : Kamu tahu Vainzel, mengenai pernikahan kita-
Vainzel : Nikah? Aku belum siap Ordelia...!
Vainzel : Kamu harus membina banyak hal bukan? Keluarga itu tidak gampang diurus dengan pekerjaanku sebagai Oberon juga bukan? Apalagi kalau kita punya anak?
Ordelia : ... Lalu kapan kamu akan siap dengan mengeluh begitu?
Vainzel : Mungkin tahun depan
Ordelia : Kamu sudah pernah mengatakan hal itu...
Vainzel : Lalu?
Ordelia : --- Selama 50 tahun lebih
Vainzel : *Menelan ludah*
...--- Pemalu Beringas ---...
Verdea : Rupanya, memang tidak ada yang bisa mengalahkan masakan Ivor
Ivor : Sangat terhormat bagiku untuk melayani anda, tuan
Luxor : Hah! Dasar pencari muka
Ivor : Kenapa? Cemburu Verdea lebih menyukaiku?
Luxor : S- Siapa coba yang cemburu?
Ivor : Ah lihat. Wajahmu memerah
Verdea : Tomat saja kalah
Luxor : Verdea?!
Luxor : Cih, dasar bodoh. Aku kan sudah bilang kalau aku tidak peduli!
Ivor & Verdea : *Menatap Luxor*
Verdea : Jadi dia itu tipe pemalu beringas...?
Ivor : Benar sekali. Kamu tidak akan percaya bagaimana sikapnya ketika Luna lebih senang menghabiskan waktu bersama orang selain dia
Ivor : Dia mengeluh sepanjang waktu kepada Vainzel, sampai-sampai Vainzel saja berniat kabur kalau dia ingin mengeluh
Verdea : Tidak kusangka dia bisa lebih parah...
Luxor : Aku bisa dengar kalian! Itu semua tidak benar oke?!
__ADS_1
...--- Spoiler ---...
Vainzel : Ayahanda. Bisa ramalkan apa yang akan terjadi kepada kami bertiga?
Alf : Maksudmu, Veskal, Verdea dan kamu?
Vainzel : *Mengangguk*
Alf : Tidak
Vainzel : Heh? Tapi kena-
Alf : Tidak
Vainzel : Jelaskan dulu kenapa?!
Alf : Karena aku tidak mau spoiler~
Vainzel : Memangnya kita ini ada di dalam novel fiksi apa?
...--- Makanan ---...
Verdea : Kenapa Elf tidak bisa makan daging?
Vainzel : Bukannya tidak bisa. Kami hanya merasa tidak enak memakan daging makhluk lain
Verdea : Maksudku, tanaman juga makhluk hidup kan?
Verdea : Mereka juga bernapas bukan?
Verdea : Mereka juga bisa bergerak dan berkembang biak bukan?
Verdea : Badanmu itu juga terbuat dari tanaman bukan!?
Vainzel : ...
Vainzel : Intinya, kami para Elf tidak suka makan daging hewan, itu saja
Verdea : Terdengar kurang meyakinkan...
...--- Ukuran ---...
Verdea : Remina, kamu kecil sekali untuk seukuran anak 12 tahun
Remina : Aku memang terlahir pendek. Tapi, jika aku sudah seumuranmu, aku akan semakin tinggi
Remina : Dan ketika aku lebih tua lagi, kamu pasti akan melihatku seperti kamu melihat sebuah pohon
Verdea : Maksudmu seperti Zaphir?
Remina : Memang seperti tuan Zaphir! Dan beliau tinggi sekali bukan?
Verdea : Tingginya sangat luar biasa dibandingkan Elf lain. Bagaimana bisa?
Remina : Itu karena dia sudah jauh menginjak umur dewasa Elf. Dia sudah 2000 tahun lebih, rekor untuk semua Elf yang pernah ada
Verdea : Luar biasa! Memangnya umur dewasa kalian itu berapa?
Remina : Seharusnya...
Verdea : Seharusnya?
Remina : Seharusnya aku tumbuh sekarang... Aku jadi ragu dengan tinggiku saat berumur 15 nanti...
Verdea : ...
Remina : ...
Verdea : Intinya kamu memang pendek ya?
Remina : Kuhajar kamu sini!
...--- Umur panjang ---...
Verdea : Aku dengar dari perhitungan Remina kalau kamu itu masih seumuranku
Vainzel : Ah, dia sudah menjelaskan mengenai perbandingan tahun kita rupanya
Vainzel : (Aku jadi ingat aku ingin menjadi semakin tua, agar badanku tumbuh lebih tinggi...)
Veskal : Tapi itu yang membuatku heran. Bagaimana kalian bisa hidup lama?
Vainzel : Ah, karena kami ini dibuat dari air dan memiliki kuasa langsung terhadap alam
Vainzel : Jadi, karena kami bisa menguasai alam, dan air bisa berbentuk sesuai wadahnya, kami bisa mengubah bentuk wadah itu sesuka hati tanpa menyakiti diri sendiri
Veskal : Terdengar curang. Itu artinya kalian tidak akan bisa mati jika kalian mau bukan?
Verdea : *Mengangguk setuju dengan Veskal*
Vainzel : Tentu saja. Dan kalian akan jadi kakek tua duluan daripada aku
Verdea : Sungguh curang. Aku lebih baik jadi anak kecil
Vainzel : Kamu selalu jadi bocah, aku bisa jamin itu ke depannya
Veskal : Bocah~
Verdea : Hey! Kalian mau aku menangis lagi hah!?
Vainzel dan Veskal : *Menatap satu sama lain*
Vainzel : Bocah
Veskal : Bocah
Verdea : *Mulai meringis*
Veskal : Yah, dia bakal menangis
Vainzel : Baiklah, jangan menangis. Kami hanya bercanda
__ADS_1