Book Of Flowers

Book Of Flowers
**Chapter Bonus**


__ADS_3

Karena saya gabut, saya memutuskan untuk menulis beberapa cerita kecil diantara para tokoh ini


Silahkan dibaca


(Kalian yang putuskan bagaimana dialog ini bisa muat ke cerita aslinya)


...--- Bocah ---...


Verdea : Jadi, bisa ceritakan padaku soal dirimu?


Veskal : ...


Verdea : Hoy~?


Veskal : ...


Verdea : Dasar bocah pendiam


Vainzel : Kamu sendiri masih bocah, bodoh


Verdea : Hah!? Aku bukan bocah!


Veskal : Bocah kok menolak dibilang bocah


Verdea : Aku bukan bocah!!


Veskal & Vainzel : ...


Veskal : Bocah


Vainzel : Bocah


Verdea : *hiks!* Aku bukan--- Bocah---!


Verdea pun meringis seperti anak kecil karena hal itu, dan masih menolak untuk dipanggil bocah selagi ditenangkan


...--- Jubah Kuning ---...


Verdea : Omong-omong, kenapa jubahmu berwarna kuning?


Vainzel : Karena aku suka warna ini


Verdea : Padahal warna hijau lebih bagus untukmu


Vainzel : Kenapa menurutmu lebih bagus?


Verdea : Eh tidak. Lupakan


Vainzel : ... Kenapa coba?


Verdea : (Aku takut kalau kamu pakai warna hijau, aku susah membedakannya dengan anggota tubuhmu dan mengira kamu telanjang)


Vainzel : ... Sekarang aku paham apa yang kamu pikirkan...


...--- Zaphir ---...


Veskal : Zaphir itu... Menakutkan ya...?


Vainzel : Sungguh? Kalian semua saja yang berpikir begitu


Luna : Memangnya ayah itu seperti apa?


Vainzel : Dia suka menghabiskan waktu luangnya untuk mengurus anak-anak


Veskal & Luna : (Kamu bercanda...)


Vainzel : Dan dia sangat suka dengan kupu-kupu, terutama yang bersayap hitam. Dia biasanya memintaku memanggil beberapa untuk menemaninya ketika dia duduk santai


Veskal : Dia pasti bercanda...


Luna : Tentunya...


Vainzel : Aku bisa dengar kalian. Dan aku tidak bohong


Veskal : Bagaimana kami bisa-


...


Luna : ... K- Kamu tidak bercanda rupanya...


Veskal : ... Luna kenapa?


Mereka sadar kalau aku tidak terkena kutukan yang melarang Elf untuk berbohong, dan mereka pun segera mematai-matai Zaphir untuk sehari penuh


...--- Cara bertemu ---...


Frank : Omong-omong Verdea, bagaimana kamu dan Vainzel bertemu?


Verdea : Ah, aku ingat aku diculik di suatu malam, dan dia menyelamatkan aku


Frank : ... Kenapa bisa kamu diculik?


Verdea : Entahlah. Aku juga bingung bagaimana penyusup bisa masuk ke kastil yang masih berisi banyak pembantu itu dulu


Frank : ... Siapa yang menculikmu?


Verdea : *Menyadari ada yang salah* E- Entah. Pastinya ibu ratu menyuruh mereka


Frank : ... Lalu Artorius...?


Verdea : *Merinding*


Frank : *Memegang bahu Verdea* Dengar aku. Lain kali jika aku bertemu dengan Artorius sambil membawa pisau, jangan halangi aku


Verdea : B- Baik...


Itu sebabnya dia memintaku untuk menjauhkan Frank dari Artorius


...--- Kesan ---...


Veskal : Kapten

__ADS_1


Cyth : Ya?


Veskal : Apa kesanmu terhadap kapten yang memimpin kru ini sebelumnya?


Cyth : Oh~ Dia punya badan yang bagus, mata yang cantik, dan-


Veskal : Mending hentikan. Aku meminta pendapat, bukannya detail tidak berguna


Cyth : Tapi itu kesan juga loh...


Veskal : ... Kamu suka dia?


Cyth : Tentu saja! Aku bisa mengorbankan banyak hal agar dia bisa mendapatkan semua hal yang ada di dunia ini! dan--


Veskal : (Ini yang terjadi ketika aku tidak menghentikan dia bicara mengenai Kapten Alice nya itu)


Veskal pun terpaksa mendengarkan celotehan Cyth selama beberapa jam lamanya


...--- Drama ---...


Lyralia : Apa menurutmu kita bisa bersama?


Ivor : Aku juga sungguh bertanya hal yang sama...!


Lyralia : Oh, kekasihku! Betapa malangnya nasib kita!


Lyralia : Jadi, untuk saat ini, mari kita menjaga kenangan malam ini dengan-


Vainzel : Stop. Kami meminta kalian melakukan hiburan, bukan drama picisan


Verdea : Aku jadi jijik...


Ivor : Ini ide Lyralia. Aku hanya ikut


Lyralia : Aktingku itu bagus bukan? Bukan?!


Vainzel : Seandainya kamu melakukannya di depan sekelompok troll gunung, mereka akan senang


Lyralia : Hey! Troll gunung itu bodoh! Bagaimana bisa mereka menghargai aktingku ini?


Vainzel : Tepat sekali. Hanya orang bodoh yang mau menghargai aktingmu


Verdea : (Kejam sekali kata-katanya...)


...--- Suapan ---...


Yael : Uwah~ Tuanku sepertinya sedang bersuka cita sekarang ini. Mejanya dipenuhi banyak sekali makanan mewah untukku~


Yael : Apa ini penghargaan untuk usaha kerasku?


Yael : Apa ini sesuatu yang kebetulan saja kamu pikirkan untuk meluangkan waktu?


Yael : Atau ini sesuatu yang datang dari hatimu secara langsung?!


Rosalia : Ini hanya suapan agar kamu diam untuk satu hari


Yael : Kejam sekali...


Yael : Baik...


...--- Pernikahan ---...


Ordelia : Kamu tahu Vainzel, mengenai pernikahan kita-


Vainzel : Nikah? Aku belum siap Ordelia...!


Vainzel : Kamu harus membina banyak hal bukan? Keluarga itu tidak gampang diurus dengan pekerjaanku sebagai Oberon juga bukan? Apalagi kalau kita punya anak?


Ordelia : ... Lalu kapan kamu akan siap dengan mengeluh begitu?


Vainzel : Mungkin tahun depan


Ordelia : Kamu sudah pernah mengatakan hal itu...


Vainzel : Lalu?


Ordelia : --- Selama 50 tahun lebih


Vainzel : *Menelan ludah*


...--- Pemalu Beringas ---...


Verdea : Rupanya, memang tidak ada yang bisa mengalahkan masakan Ivor


Ivor : Sangat terhormat bagiku untuk melayani anda, tuan


Luxor : Hah! Dasar pencari muka


Ivor : Kenapa? Cemburu Verdea lebih menyukaiku?


Luxor : S- Siapa coba yang cemburu?


Ivor : Ah lihat. Wajahmu memerah


Verdea : Tomat saja kalah


Luxor : Verdea?!


Luxor : Cih, dasar bodoh. Aku kan sudah bilang kalau aku tidak peduli!


Ivor & Verdea : *Menatap Luxor*


Verdea : Jadi dia itu tipe pemalu beringas...?


Ivor : Benar sekali. Kamu tidak akan percaya bagaimana sikapnya ketika Luna lebih senang menghabiskan waktu bersama orang selain dia


Ivor : Dia mengeluh sepanjang waktu kepada Vainzel, sampai-sampai Vainzel saja berniat kabur kalau dia ingin mengeluh


Verdea : Tidak kusangka dia bisa lebih parah...


Luxor : Aku bisa dengar kalian! Itu semua tidak benar oke?!

__ADS_1


...--- Spoiler ---...


Vainzel : Ayahanda. Bisa ramalkan apa yang akan terjadi kepada kami bertiga?


Alf : Maksudmu, Veskal, Verdea dan kamu?


Vainzel : *Mengangguk*


Alf : Tidak


Vainzel : Heh? Tapi kena-


Alf : Tidak


Vainzel : Jelaskan dulu kenapa?!


Alf : Karena aku tidak mau spoiler~


Vainzel : Memangnya kita ini ada di dalam novel fiksi apa?


...--- Makanan ---...


Verdea : Kenapa Elf tidak bisa makan daging?


Vainzel : Bukannya tidak bisa. Kami hanya merasa tidak enak memakan daging makhluk lain


Verdea : Maksudku, tanaman juga makhluk hidup kan?


Verdea : Mereka juga bernapas bukan?


Verdea : Mereka juga bisa bergerak dan berkembang biak bukan?


Verdea : Badanmu itu juga terbuat dari tanaman bukan!?


Vainzel : ...


Vainzel : Intinya, kami para Elf tidak suka makan daging hewan, itu saja


Verdea : Terdengar kurang meyakinkan...


...--- Ukuran ---...


Verdea : Remina, kamu kecil sekali untuk seukuran anak 12 tahun


Remina : Aku memang terlahir pendek. Tapi, jika aku sudah seumuranmu, aku akan semakin tinggi


Remina : Dan ketika aku lebih tua lagi, kamu pasti akan melihatku seperti kamu melihat sebuah pohon


Verdea : Maksudmu seperti Zaphir?


Remina : Memang seperti tuan Zaphir! Dan beliau tinggi sekali bukan?


Verdea : Tingginya sangat luar biasa dibandingkan Elf lain. Bagaimana bisa?


Remina : Itu karena dia sudah jauh menginjak umur dewasa Elf. Dia sudah 2000 tahun lebih, rekor untuk semua Elf yang pernah ada


Verdea : Luar biasa! Memangnya umur dewasa kalian itu berapa?


Remina : Seharusnya...


Verdea : Seharusnya?


Remina : Seharusnya aku tumbuh sekarang... Aku jadi ragu dengan tinggiku saat berumur 15 nanti...


Verdea : ...


Remina : ...


Verdea : Intinya kamu memang pendek ya?


Remina : Kuhajar kamu sini!


...--- Umur panjang ---...


Verdea : Aku dengar dari perhitungan Remina kalau kamu itu masih seumuranku


Vainzel : Ah, dia sudah menjelaskan mengenai perbandingan tahun kita rupanya


Vainzel : (Aku jadi ingat aku ingin menjadi semakin tua, agar badanku tumbuh lebih tinggi...)


Veskal : Tapi itu yang membuatku heran. Bagaimana kalian bisa hidup lama?


Vainzel : Ah, karena kami ini dibuat dari air dan memiliki kuasa langsung terhadap alam


Vainzel : Jadi, karena kami bisa menguasai alam, dan air bisa berbentuk sesuai wadahnya, kami bisa mengubah bentuk wadah itu sesuka hati tanpa menyakiti diri sendiri


Veskal : Terdengar curang. Itu artinya kalian tidak akan bisa mati jika kalian mau bukan?


Verdea : *Mengangguk setuju dengan Veskal*


Vainzel : Tentu saja. Dan kalian akan jadi kakek tua duluan daripada aku


Verdea : Sungguh curang. Aku lebih baik jadi anak kecil


Vainzel : Kamu selalu jadi bocah, aku bisa jamin itu ke depannya


Veskal : Bocah~


Verdea : Hey! Kalian mau aku menangis lagi hah!?


Vainzel dan Veskal : *Menatap satu sama lain*


Vainzel : Bocah


Veskal : Bocah


Verdea : *Mulai meringis*


Veskal : Yah, dia bakal menangis


Vainzel : Baiklah, jangan menangis. Kami hanya bercanda

__ADS_1


__ADS_2