
--- 17 tahun lalu, Tahun 245 Kalender Kebebasan ---
...
...
Dua mata kecil itu terbuka di bawah sinar lentera yang menyilaukan. Anak yang baru saja bangun itu langsung mengusap matanya
Tapi, dia langsung panik, mengingat kalau dia belum bersiap dan mandi. Dia pun langsung melompat turun dari atas ranjang itu, tetapi tiba-tiba terhenti
Dia teringat sesuatu. Sesuatu yang membuatnya berhenti sejenak diatas lantai kayu itu
"Ini... Bukan kandang kuda"
Sudah terbiasa dia terbangun pagi seperti itu. Tanpa sedikitpun menyegarkan pikirannya terlebih dahulu, dia langsung melonjak dari kasur agar pemiliknya dulu tidak marah
Dia masih teringat akan dinginnya air di tempat perbudakan itu. Badannya yang menggigil, dan bajunya yang harus dikeringkan bila basah, agar selalu terlihat rapi. Tapi, itu semua juga dilakukan dengan harapan bisa keluar dari tempat mengerikan itu
Dia sudah keluar dari tempat itu sekarang. Dia barusan tidur diatas kasur yang empuk, dengan baju bersih nan rapi entah dari mana asalnya. Di samping tempat tidurnya itu, Sebuah sup yang masih hangat terletak dalam sebuah mangkuk bersih. Baunya menggugah selera anak itu, tetapi dia masih ingin tetap fokus mencari tahu tempat keberadaannya sekarang ini
Pintu kamar anak itu tiba-tiba terbuka. Dia kaget dengan hal itu, begitu juga orang yang masuk ke kamarnya itu
"Oh!? Sudah bangun rupanya!"
Wanita berkulit semanis coklat, dengan rambut Semerah apel yang lurus dan indah. Matanya yang berwarna biru itu dipenuhi dengan api semangat yang membara. Orang itu juga langsung muncul di hadapan si anak dengan suara yang lantang
Wanita itu... Adalah orang yang menghajarnya kemarin...
Ingatan itu langsung membuat anak itu bersikap waspada pada si wanita
"Heh? Kenapa kamu memasang diri seperti kucing mau berkelahi seperti itu?" Wanita itu bertanya dengan bingung
"Siapa kamu!? Kenapa bibi-bibi sepertimu membawaku ke tempat seperti ini?!" Anak itu berseru balik
"H- Hah!? Bibi kamu bila-?! Sudahlah, lupakan. Intinya, aku sudah membelimu dari tuan penjual budak itu. Jadi, mulai sekarang kamu harus mengikuti perintahku"
"Hah? Bagaimana aku bisa percaya i-"
Sebelum anak itu sempat selesai berbicara, si wanita menyodorkan sebuah surat resmi pembelian budak ke wajahnya
"Ini buktinya. Jadi, bersiaplah dan ganti bajumu. Kamu sudah punya pekerjaan"
"... Pekerjaan apa?"
Wanita itu hanya menyeringai lebar, kemudian menyodorkan sebuah baju jas khas seorang pelaut
"Segera bersiap. Kami semua akan berlayar sebentar lagi"
Pertanyaan anak itu masih belum terjawab sama sekali. Walaupun ragu, dia pun terpaksa mengikuti perintah si wanita agar semua pertanyaannya bisa terjawab
......................
--- Beberapa saat kemudian, lantai bawah kedai Nuit, kota Blouse, Cassiopeia ---
Suasana sangat ramai. Nyanyian bisa terdengar di seluruh ruangan yang dipenuhi oleh orang-orang yang bersikap liar itu. Mereka menari bergandengan dan beberapa meneguk gelas bir mereka seperti tidak ada hari esok
Semua orang itu terlihat menakutkan bagi anak itu. Entah apa yang akan terjadi jika salah satu dari mereka menyadari keberadaannya. Jadi, dia hanya bersembunyi di balik bayangan sembari memantau jalur kabur yang aman, keluar dari tempat itu
"Oh! Itu dia!" Seseorang meneriakkan
Semua mata langsung tertuju kearah anak itu yang duduk menjongkok di balik penghalang tangga. Anak itu tentu langsung merinding ketakutan, terutama ketika suasananya berubah karena semua orang disana menghentikan apapun itu yang sedang mereka lakukan
"Nak! Kemarilah!"
Wanita yang masuk ke kamarnya tadi, menepuk tangan dengan keras dan memberi tanda agar dia mendekat
Tapi, karena wanita itu duduk diantara para orang yang terlihat kasar itu, si anak merasa ragu untuk mendekat
"Hey! Tidak perlu sungkan! Yu!!"
Seseorang bermata sipit tiba-tiba meletakkan gelasnya, kemudian segera beratraksi dengan melompat melalui tiang-tiang, dan mendarat tepat di dekat anak itu
"Aku tidak bilang kamu harus pamer!" Wanita itu menyerukan
Pria bermata sipit itu mengabaikannya, kemudian mengangkat anak itu dan membawanya kembali turun
"Lepaskan aku!"
Tetapi sudah telat. Ketika si pria melepaskannya, anak itu sudah berada tepat di tengah kerumunan itu, dan tepat di depan si wanita itu
Wanita itu membongkar lipatan kakinya, kemudian mendekatkan wajahnya kearah anak itu
Anak itu hanya menelan ludah karena gugup dan takut, ditambah lagi dengan semua mata yang tertuju kearahnya sekarang ini seakan seperti puluhan harimau yang siap menerkamnya
Wanita itu terus menatapnya selama beberapa saat. Terus, dan terus....
__ADS_1
"... Aku suka caramu bertarung waktu itu" Wanita itu berkata kemudian
"... Hah?" Anak itu terkaget
"Kamu, mau bergabung dengan kru bajak laut milikku?"
...
"Itu tawaran untukku?"
"Lalu untuk siapa lagi?"
Anak itu terdiam. Apa yang baru saja dilontarkan oleh wanita yang duduk di hadapannya itu, dia sama sekali tidak paham
Tapi...
"Apa... Kalian tidak akan melakukan apapun padaku setelah itu?"
...
Semua orang tertawa. Bahkan si wanita yang ada di depannya saat itu
Tawa mereka semua membuat anak itu kaget, walaupun dia sudah mulai merasakan suasananya berubah menjadi lebih hangat
"Maaf, maaf. Aku tidak sangka kalau kamu itu polos sekali" Wanita itu berkata, kemudian kembali tertawa bersama yang lainnya
"T- Tolong jawab saja!"
Semua orang perlahan berhenti tertawa, walaupun beberapa masih mengkikik kecil
"Tidak ada. Hanya saja, kamu mungkin nyaris tidak akan melihat daratan berpenghuni lagi" Wanita itu akhirnya menjawab
...
"K- Kenapa kamu meminta hal itu padaku?" Anak itu bertanya lagi
"... Aku sudah bilang kalau aku suka dengan caramu bertarung saat itu bukan?"
"...!?"
"Alasan itu tidak cukup ya?"
Bukannya tidak cukup. Hanya saja... Anak itu masih ragu harus mempercayai atau tidak tangan yang terjulur kepadanya itu
"Ya?"
"Aku tidak akan memaksamu. Kamu bisa pergi sekarang jika kamu tidak mau"
...
Seorang bawahan wanita itu langsung terlihat ingin protes karena mereka sudah mengeluarkan 2 keping emas untuk membayar anak itu. Tetapi, sebelum bawahan itu sempat berbicara, tindakannya langsung dipotong hanya dengan sebuah isyarat dari wanita itu
Wanita itu masih menunggu jawaban anak yang duduk di hadapannya. Matanya bahkan terpaku, tidak sedikitpun dia melakukan apapun selagi menunggu anak itu berbicara
"... Aku... Ingin bebas" Anak itu akhirnya menjawab
Semua orang langsung terlihat kecewa. Walaupun mereka mencoba menyembunyikannya, orang lain bisa langsung menyadari hal itu. Bahkan si wanita juga langsung memejamkan mata dengan rasa kecewa yang besar
"Tapi, aku ingin sesekali mencoba... Berlayar di kapal"
...
Semua orang kembali tertawa dengan keras, dan hal itu tentu membuat si anak semakin bingung selagi melihat sekeliling
"Berputar-putar sekali ya?!"
Seorang pria yang berbadan besar tiba-tiba mengangkat anak itu ke bahunya, selagi semua orang bersorak senang kearah mereka berdua
"Selamat datang di Black Hunt nak! Kamu resmi menjadi salah satu bajak laut terbaik di dunia! Namaku Broke, jadi mohon kerjasamanya!" Pria itu berseru, kemudian tertawa dengan lantang
Si wanita hanya menatap anak itu dengan tatapan senang selagi masih tertawa pelan di tengah-tengah sorakan girang semua temannya itu
Tiba-tiba, wanita itu terlihat seperti mengingat sesuatu
"Jika aku tidak salah, namamu adalah Cyan Keith bukan?" Wanita itu berkata kemudian
Anak itu langsung tersentak dan menundukkan wajahnya tanpa menjawab
"Mungkin... Kamu harus membuat nama bajak lautmu juga. Cyan Keith hm...?"
Anak itu mengangkat wajahnya kembali, menatap kearah si wanita
"Ah! Mungkin Cyth bisa jadi nama yang bagus. 'Cy' dari Cyan dan 'th'-nya dari Keith" Wanita itu berseru setelah menjetikan jari
...
__ADS_1
"Aku tidak suka...." Anak itu berkata dengan wajah jengkel
"Heh!? Kenapa!?" Si wanita terkaget
"Penyebutannya jelek sekali, itu alasannya!" Anak itu menambah
"Kapten seperti biasa tidak kreatif sekali membuat nama" Seorang anggota kru berkomentar
"Berisik!"
"Intinya aku tidak suka..."
"Hey nak-!"
Mereka semua kemudian kembali tertawa selagi melihat kapten mereka dan anak itu berdebat
Kedai itu segera dipenuhi dengan suasana yang sangat hangat, datang dari komplotan bajak laut yang seharusnya menjadi penjahat di mata seseorang
Sebuah komplotan penjahat yang membuat semua orang yang melihat mereka merasa hangat melihat kejadian itu saja
...
Kunjungan mereka di kedai itu pun usai. Menurut laporan seorang anggota, pasukan kerajaan sudah mulai melesat kearah kota itu hendak menangkap mereka
Di tengah malam itu, mereka harus bergegas pergi sebelum ada pasukan kerajaan yang datang
"Beginilah kami nak, harus berpindah-pindah. Sekali kami bisa mampir juga, kami harus sangat berhati-hati"
"... Kenapa kalian dikejar oleh pasukan kerajaan ini?"
"Karena kami tidak mengikuti aturan"
"... Itu artinya kalian penjahat atau semacamnya?"
...
"Kami bukan penjahat. Kami hanya tidak mau mengikuti peraturan yang membelit seperti itu. Sayangnya, tidak ada satupun orang di dunia ini menyukai orang yang tidak taat peraturan seperti kami" Dia menjawab Cyth, selagi menatap kearah dalam kota
Cyth menatap kepalan tangan wanita itu yang mulai mengerat
Menyadari suasana yang memberat, Cyth pun menggapai tangan kaptennya itu
"Ayo, kita pergi" Cyth berkata
Wanita itu tersenyum, kemudian menggandeng tangannya dengan Cyth
"Nama bajak laut ku adalah Alice. Panggil aku kapten Alice mulai sekarang"
"Baiklah, kapten"
Mereka berdua tersenyum, kemudian mulai berjalan kearah kapal mereka yang terparkir di pelabuhan kota. Sebuah kapal bercat hitam dan pinggiran emas, dengan ukuran yang sangat besar. Wajar saja orang sebanyak itu bisa ditampung oleh kru bajak laut yang satu ini
Cyth baik ke dek kapal itu bersama Alice. Dia memperhatikan semua anggota kru yang bekerja mempersiapkan kapal
"Bersiaplah, nak"
Cyth hanya mengangguk pelan selagi menatap Alice yang memandang kearah cakrawala
Pelayaran pertama Cyth dimulai tidak lama kemudian. Kapal itu lepas landas dari pelabuhan, dan semua orang langsung terlihat senang, menyelamati pekerjaan satu sama lain
Kapal itu awalnya bergerak perlahan. Tapi semakin lama, angin yang meniup kapal itu semakin kencang. Dinginnya angin malam itu pun menembus tubuh Cyth dan membuatnya menggigil sejenak
Tapi, rasa menggigil itu...
Berbeda dengan saat dia berada di perbudakan. Rasa menggigil itu, justru membuatnya semakin bersemangat
Kapal itu melaju dengan cepat karena beberapa orang yang menggunakan sihir angin agar kapal bisa segera melaju. Cyth langsung terkagum dengan semua itu, terutama ketika melihat air laut yang digerus oleh sisi kapal
"Kapten! Kita berlayar!" Cyth berkata dengan senang
Alice hanya menggelengkan kepalanya, kemudian mengelus kepala Cyth
"Arahkan kapal ke benua Lao! Mari kita berburu emas disana!" Alice berseru
Semua orang langsung merespon setuju, dan bergegas melakukan sesuai perintahnya
"Nikmatilah angin laut ini Cyth! Dia akan menjadi temanmu selama kamu hidup nanti!" Alice berkata lagi, kemudian tertawa dengan lantang
Mata Cyth berbinar-binar selagi dia terus memandang kapal yang terus berjalan itu. Hari pertamanya berlayar, dia langsung bersemangat menjadi seorang bajak laut
Bersama dengan orang-orang yang sangat hebat. Orang-orang yang tidak peduli terhadap peraturan, tetapi masih sanggup bersikap ramah dan baik
Pelayaran pertamanya dimulai sebagai seorang bajak laut masa depan, bersama dengan kapten yang berdiri di sampingnya itu
Kapten yang akan mengubah takdirnya dan membawanya ke tengah semua kekacauan ini
__ADS_1