Book Of Flowers

Book Of Flowers
Malam Berdarah


__ADS_3

--- Tidak lama ---


...


"Menyingkir. Aku tidak punya waktu meladenimu"


Ku turunkan Remina dari pelukanku, dan kuserahkan dia kepada Veskal, memberitahukannya untuk menjaga semua orang


Baru saja kami keluar, dan seseorang yang tidak menyenangkan sudah ada disini. Salah satu orang yang sangat ingin kucabik, tetapi sayangnya muncul disaat aku tidak ingin dia menunjukkan batang hidung sekalipun


Darwin ada disini. Waktu yang sangat tidak tepat. Jika dia berada di tempat ini sekarang, itu berarti Shen sudah tahu keberadaan kami


Orang yang dekat dengan Rosalia tidak mungkin sembarangan masuk ke daerah negara lain seperti ini. Darwin sudah pasti bekerja di bawah perintah langsung Shen untuk saat ini, demi menghalau kami keluar. Tapi...


Bagaimana mereka bisa tahu kalau kami keluar dari penjara itu? Aku sudah cukup lama memastikan situasinya tenang, jadi aku pikir dia sudah pergi


Jangan bilang kalau dia menunggu disini mengantisipasi kedatangan kami?


Dia menyeringai menatapi kami yang terpojok seperti tikus yang dikelilingi sekelompok kucing


...


Hanya saja, aku lebih murka bukan karena dia berada di hadapanku dan menghadang kami sekarang ini. Itu karena banyaknya Dark Elf yang tergeletak di lantai, diantara para vampir dan manusia abnormal yang mengelilinginya


Jika ada salah satu dari mereka yang tidak bernapas, aku bersumpah...


"Kamu tuli atau perlu kuulangi perkataanku?" Aku berkata padanya, selagi melepas sarung tanganku


Tanda itu sudah cukup memberitahukan kepada semua temanku untuk mundur agar tidak terkena seranganku


Mereka perlahan mundur selangkah, selagi seluruh pasukan manusia abnormal itu melangkah maju


Situasi ini sangat tidak menyenangkan. Cara tercepat untuk keluar untukku sekarang ini adalah dengan menyerang mereka secara membabi buta. Tetapi aku tidak bisa melindungi semua temanku yang berada di belakang ini selagi sedang fokus bertarung


Dan juga, jika aku sembarangan menyerang, terowongan bawah tanah ini akan menimpa kami dan membahayakan mereka


Pilihan satu-satunya adalah membuat mereka semua lari, selagi aku memastikan setidaknya salah satu dari dua pasukan monster ini tidak bisa mengejar mereka


Tapi satu hal lagi yang harus kuperhitungkan adalah para Dark Elf yang terluka itu. Aku harus merebut mereka selagi aku bertarung dan memiliki kesempatan


...


"Veri" Aku berbisik


"Ya?"


"Bawa benih ini dan lari secepat yang kalian bisa. Pastikan Veskal tetap membawa Collin, karena aku yakin dia hanya akan menjadi beban"


"Aku bisa dengar itu, Oberon" Collin menyela


"Baguslah kalau begitu. Jangan sulitkan mereka dan bersikaplah seperti sebuah tas"


Veskal bisa berlari dengan mudah, apalagi setelah aku sudah menyembuhkan tubuhnya. Verdea bisa menggunakan sihir dan kekuatan segelnya untuk membuka jalan. Remina bisa melakukan keduanya, walaupun aku yakin dia memilih untuk lari


Ketiga anak itu sudah cukup kompeten untuk kutinggalkan sendiri. Sayang sekali ada beban yang harus mereka bawa


Aku menyerahkan beberapa benih kepada mereka. Dengan sengaja aku memunculkan mereka terpisah agar Verdea bisa membedakan fungsi semua benih itu


"Tebar yang kukeluarkan terakhir itu ke semua ujung terowongan ini yang belum kita jamah. Pastikan diri kalian tidak tertangkap" Aku berkata untuk yang terakhir kali, kemudian melempar sebuah benih pohon ke hadapanku


Verdea langsung mengangguk, kemudian mulai menyeret Veskal dan Remina bersamanya. Collin yang dibawa Veskal pun benar-benar bersikap seperti tas sekarang ini, selagi mereka berlari menjauh


"Hah...? Kamu mengejek kami atau semacamnya? Mereka tidak akan punya kesempatan untuk lari~!" Darwin mengejek


Tapi aku hanya berpaling kembali kearahnya, bersiap untuk menghadapi semua hal yang akan datang


Aku sudah tahu batas kekuatan semua pasukan abnormal itu. Namun, akan lebih baik jika aku menghadapi para vampir dikarenakan kecepatan mereka


Akan berbahaya jika aku membiarkan mereka lepas dan mengejar ketiga anak itu


Dan sebaiknya...


Aku yang harus memulai pertarungan ini...


"Oh roh alam yang agung. Alam mu ini penuh dengan peraturan yang ketat. Maka dengan itu, datangkan lah tombak kayu abadi mu, dan hukumlah orang yang melawan hukum mu


Land of stake"


Pertarunganku dengan puluhan jumlah pasukan itu pun dimulai dengan duri-duri yang bermunculan di tanah dan mengarah ke jantung setiap musuhku


......................


--- Sementara itu ---


"Hah...!! Aku bingung kenapa kalian suka sekali berbicara dengan kata-kata ambigu! Kenapa coba kalian tidak bisa terus terang?!"


Verdea hanya diam tersenyum menanggapi Veskal, selagi terus menggerakkan kakinya untuk berlari


"Sepertinya pertarungan itu sudah dimulai. Kita harus mengambil jalan berputar untuk menanam benih itu di 2 tempat terakhir" Remina berkata


Sebuah peta yang dia buat dari air pun muncul di tangannya selagi dia mencoba mencari tahu tempat keberadaan mereka sekarang ini


Tapi ada sesuatu yang menjanggal di hatinya, yang membuat dia sedikit ragu untuk terus maju tanpa melakukannya


Dan karena itu, dia perlahan terhenti di jalan, terpaksa membuat yang lainnya berhenti juga


"Heh? Kenapa kita berhen-"


"Sst, tuan Collin. Jangan bicara"


...

__ADS_1


"Kenapa berhenti, Remina?" Verdea mulai bertanya


"... Apa kita harus meninggalkan orang-orang yang berada di penjara itu?"


...


Itulah hal yang mengganggu hatinya. Walaupun dia sangat ketakutan melihat wujud semua orang itu, dia masih ingin menyelamatkan mereka semua


Satu hal yang tidak bisa dia lupakan adalah, bagaimana cara aku menyelamatkan dirinya dan ayahnya. Dan karena itulah, dia juga ingin mencoba menyelamatkan orang-orang itu, walaupun situasinya terlihat 'tidak memungkinkan'


Kepalanya tertunduk, mengetahui kalau dia sedang tidak bertujuan untuk menyelamatkan para tahanan itu sekarang ini


...


...


...


"... Kamu itu sangat baik hati ya? Siapa yang sangka dibalik tubuh kecil milikmu memiliki hati besar?" Verdea merespon, membuat Remina mendengus kesal


"Sempat-sempatnya kamu mencelaku di tengah situasi-"


Dia berhenti bicara setelah mengangkat kepalanya dan menatap wajah Verdea yang tersenyum. Bukan senyum usil yang seperti biasanya, melainkan sebuah senyum penuh ketulusan


Remina bahkan ragu kalau Verdea ada niat untuk mencelanya dengan perkataan itu


Dia pun merenung sesaat, di tengah kesunyian itu. Dan tidak lama, sebuah tangan terulur


Verdea, mengulurkan tangannya kepada Remina


"Tapi percayalah padaku. Kita akan menyelamatkan mereka semua. Pasti"


...


Ucapan itu pun menusuk Remina dan membuat dia tersadar


Membawa para tahanan itu bersama mereka, yang mungkin tidak bisa berjalan sekarang ini, hanya akan membahayakan semua orang. Dia akan membuat semua hal berantakan dengan tergesa-gesa melakukan penyelamatan itu


Moral memang sangat penting. Tetapi di situasi seperti itu, mereka harus menyelesaikan semuanya terlebih dahulu


Dan karena itulah, dia pun mengangguk. Tangan yang terulur itu, perlahan dia ambil selagi mengangkat kepalanya tegak


"Kalau begitu buktikan. Kita harus menyelamatkan mereka, dengar?"


Verdea hanya memejamkan matanya tanda setuju, kemudian beralih kearah Veskal dan Collin


"Aku punya rencana. Kita harus berpencar untuk memudahkan hal ini. Aku akan pergi bersama Remina menuju bagian pertama yang belum kita jamah, sedangkan kalian berdua pergi ke bagian kedua. Setuju?"


...


Normalnya, Veskal akan tidak setuju. Verdea walaupun sangat cerdas, masih belum terlalu berpengalaman


"Aku akan percaya pada perkataanmu. Lagipula, aku menolak perintah dari Vainzel secara terbuka untuk saat ini..."


Verdea tertawa kecil menanggapi perkataan Veskal itu


Suara gemuruh langkah kaki di dalam terowongan itu pun mulai terdengar mendekati mereka. Dan dari suaranya, ada puluhan orang sedang mengejar mereka saat ini


Veskal pun mengangguk, dan mengambil semua benih yang sudah dipisahkan oleh Verdea untuknya


"Kamu yakin tidak butuh beberapa dari ini?" Veskal bertanya


"Tidak apa, aku punya satu yang berguna. Lagipula, Remina sudah cukup menjadi senjata yang bagus" Verdea menjawab


Remina hanya mendecak lidahnya karena kesal mendengar itu


...


"Verdea. Aku harus bilang satu hal padamu" Veskal berkata


Verdea melongok penasaran dengan apa yang ingin dikatakan Veskal, sampai dia terlihat serius seperti itu


Mungkin soal 'jangan mati' atau semacamnya


"... Apa yang dirasakan Vainzel mungkin benar. Ada sesuatu yang berubah dari dirimu"


"... Maksudnya?"


"... Entah kenapa kamu lebih... Dewasa dan tenang"


Veskal pun mulai beranjak, tanpa berucap lebih lanjut, meninggalkan Verdea dengan mulut setengah terbuka karena terkejut


Dia terkejut, tetapi dia tidak bingung dengan apa yang dimaksudkan Veskal


Dia tahu betul apa yang dimaksudkan Veskal


"... Verdea. Kita harus pergi sekarang" Remina berkata


...


Verdea diam menatap Veskal yang sudah pergi menjauh lurus di hadapannya dan menghilang di sebuah belokan. Senyum mulai terbentuk di wajahnya ketika sebuah ingatan terlintas di kepalanya


Hanya saja, senyumnya disaat itu...


...


"Ayo. Kita tidak boleh menyia-nyiakan lebih banyak waktu"


Remina pun mengangguk dengan perasaan yang masih bingung. Mereka dengan cepat berlari kearah yang berlawanan dengan Veskal dan Collin, pergi menuju tempat mereka harus menanam sebuah benih


......................

__ADS_1


"Hm... Kamu bisa bodoh juga ya?"


"... Kenapa berkata begitu?"


Aku sudah menyelamatkan semua Dark Elf dari genggaman mereka dan menutupi mereka menggunakan sulur tepat di sampingku. Bahkan beberapa Vampir juga sudah tewas dan bertebaran di lantai, bersimbah darah. Justru mereka yang terlihat bodoh sekarang ini


Dan beberapa dari pasukan abnormal ini juga mati tergeletak setelah tertusuk di jantung. Jika dugaanku benar, maka kami harus membunuh mereka layaknya kami membunuh seekor vampir


"Aku tidak tahu kenapa kamu memanggilku bodoh, walaupun keadaan sudah berbalik sekarang"


"... Kenapa Mana-mu bocor ke bawah? Itu hanya akan menguras tenagamu loh~"


...


...


Dia bisa melihat Mana sekarang hm...?


"Setidaknya Mana-ku yang bocor ini lebih berguna daripada mata barumu itu" Aku memprovokasi dirinya


Darwin menelengkan kepalanya tanda kesal


"Rupanya kamu cukup cermat"


"Selamat, kamu orang terakhir yang mengetahui hal itu" Aku mengejeknya sekali lagi


Hening datang meninggalkan kami berdua yang merasa kesal terhadap satu sama lain. Aku yang kesal karena dia tidak mau pergi, dan Darwin yang kesal karena aku telah mencela dirinya


Kapan orang ini mau bergerak? Dia hanya akan membunuh semua pasukan yang tinggal bersamanya jika ini terus berlanjut. Atau dia justru ingin mengulur waktu hingga aku kehabisan Mana?


Melawan pasukannya bukan masalah besar lagi buatku. Aku sendirian disini, tanpa siapapun yang bisa membuatku khawatir akan keselamatan mereka. Tetapi orang itu, dia bahkan tidak peduli sama sekali walaupun jumlah pasukannya berkurang dan mati


Dan juga, aku harus mengeluarkan para Dark Elf yang terluka ini. Mereka memang akan aman di dalam bola sulur milikku karena benda itu sulit dirobek, tetapi beda bahasanya lagi jika mereka justru berniat mengambil bola ini dan membawa mereka lari


Aku harus keluar dan melempar mereka kearah teman-temanku. Hanya itu satu-satunya cara sekarang ini untuk memastikan para Dark Elf ini aman


"Harus kuakui, kamu memiliki jumlah Mana yang mengerikan. Kamu bahkan tidak mencoba menyembunyikannya, hingga terlihat berwarna ungu gelap seperti itu"


...


Aku sudah muak dengannya. Jika dia tahu batas Mana-ku yang akan habis, dia tidak akan bergerak sama sekali


Kalau begini, aku hanya punya satu jalan keluar yang cepat


"Oh, terima kasih pujiannya. Sekarang mau maju atau tidak setelah mengetahui hal itu? Jika tidak


Menyingkir sana, dasar kelelawar busuk"


Provokasi ku berhasil. Tanpa ragu, dia memerintahkan semua pasukannya untuk maju terlebih dahulu dan menghalau perhatianku. Hanya saja, banyak pasukannya yang maju itu sudah menutup pandangannya dari seranganku


Sulur tangan kananku pun melayang diantara semua orang yang maju dan dengan tepat mengikat Darwin, menariknya keluar dari belakang semua pasukannya, kemudian membawanya ke dekatku hingga badan kami menempel


"Bagaimana jika kita bertarung di area luas? Aku akan senang dengan hal itu"


Di detik selanjutnya, aku membobol atap terowongan rahasia itu, merusak semua hal yang ada di jalan kami dengan menggunakan badannya, dan berhasil melompat keluar dari bawah tanah. Kami akhirnya telah tiba diatas kembali


Tapi tidak hanya Darwin, semua Dark Elf yang kututupi dengan sulur juga kubawa keluar dari bawah tanah dengan mengandalkan kekuatan tangan kiri ku semata. Itu sebabnya rasanya sakit sekali ketika harus menangani dua hal sekaligus di masing-masing tanganku


Darwin melepaskan dirinya dengan meronta-ronta dan merobek tanganku setelah itu, tetapi aku langsung menghantam dirinya ke tanah juga untuk mengambil waktu


Dan dengan sekuat tenaga, kuayunkan bola sulur yang menutupi para Dark Elf itu dengan cara berputar, sembari meneriakkan...


"TANGKAP!!!"


---Kearah kejauhan, di sebuah hutan kecil, dan melempar mereka kearah itu juga


Suara dentuman keras yang menghantam seseorang pun bisa terdengar setelah bola sulur itu menghilang dari pandangan


Baiklah, Albert atau Zaphir pasti sudah menangkap mereka. Sekarang-


!!!


Refleks, kulindungi kepalaku untuk memblokir serangan dari Darwin yang dengan cepatnya melesat ke hadapanku. Alhasil, aku pun terpukul ke bawah dan terjatuh ke tanah dengan sangat keras


Sial, rasanya sakit sekali...


Tangan kiri ku masih terasa sakit karena melempar barusan, dan sekarang tangan kanan ku harus terkena hantaman keras itu...


Aku harus cepat beregenerasi


Kupaksa sihir penyembuhan ku untuk segera bereaksi, tetapi Darwin sekali lagi melesat untuk menyerang ku. Walaupun bisa kuhindari dengan susah payah, dia terus menyerang dan tidak memberiku waktu menyembuhkan diri


Tetapi dia tiba-tiba berhenti melakukannya, dan disaat itulah aku melihat kesempatan untuk menyembuhkan diri secepatnya


"RAAAGHHH!!! KALIAN!!! PERGI KEARAH ITU DAN BUNUH SEMUA ORANG YANG KALIAN LIHAT!! KENAPA KALIAN HARUS DIBERI PERINTAH DAHULU, BINATANG-BINATANG BODOH!!!?" Dia meneriakkan kepada pasukannya


Mereka semua langsung menurut dan terbang kearah tempat aku melempar bola sulur berisi Dark Elf itu


Darwin kemudian berpaling kearahku dengan wajah yang mirip seperti iblis, dengan bola matanya yang nyaris keluar karena rasa kesalnya memuncak


"Kamu dan aku, Oberon...! Mari nikmati malam berdarah ini, dan lupakan hal lainnya!!!"


Menakutkan. Entah siapa yang terintimidasi


"Dengan senang hati. Sayang sekali bukan darahku yang akan tumpah malam ini"


Kamu ceroboh sudah memberiku cukup banyak waktu untuk menyembuhkan diri. Kedua lenganku sudah bisa bergerak dengan normal lagi sekarang


Jadi aku harus menyingkirkannya terlebih dahulu? Ini akan sangat merepotkan. Dia itu lawan yang merepotkan karena kekuatan fisiknya yang bisa sama kuatnya denganku


Shen pasti sudah kabur sekarang ini, selagi kami bertarung. Sepertinya kami akan gagal menangkap orang itu...

__ADS_1


__ADS_2