
"Hm... Jadi intinya, kamu tidak bisa memberitahukan hal ini kepadaku terlebih dahulu?"
Verdea mengangguk merespon pertanyaanku, selagi beberapa pelayannya sibuk menggosok badannya
"Aku sudah mendapat garis besarnya. Yang tersisa hanyalah konfirmasi dari kakak ke-2 sendiri" Dia berkata kemudian
...
Anak ini tidak memberitahukan apapun kepadaku selain fakta kalau dia akan dijadikan duta besar, juga sebuah informasi kalau Yael sebenarnya sedang menyembuhkan diri. Informasi kedua itu sebenarnya sudah kuduga sejak awal, dan sekarang hanya menjadi konfirmasi semata
Bersamaan dengan itu juga, surat resmi dari Damien yang kebetulan datang, menyatakan kalau Verdea akan diangkat menjadi duta, juga datang pagi ini. Tidak ada informasi yang bisa kugunakan sebagai senjata untuk saat ini, dan justru hanya membuat kami semakin ditekan oleh waktu
Selain hal itu aku tidak tahu apapun lagi. Terutama mengenai pertemuannya dengan Marcellus akhir-akhir ini
Dia sama sekali tidak ingin membongkar hal itu. Dia akan selalu beralasan 'Itu akan membongkar rahasia dunia roh', kemudian mengalihkan topik seakan tidak terjadi apa-apa sebelumnya
Bukannya aku ingin memaksa, tetapi rasa keingintahuan milikku ini benar-benar menggebu. Mungkin memang sudah sifatku yang selalu ingin mengetahui banyak hal seperti ini
"Sepertinya Marcellus banyak membantu kali ini" Aku berkomentar
"Aku tidak bisa bilang begitu. Dia juga sempat membuatku bingung, hingga pada akhirnya aku sendiri yang mendapat jawabannya"
Ah, itu rasanya memang menjengkelkan...
"Omong-omong, dimana Remina? Aku belum melihatnya sejak bangun?" Aku bertanya kemudian
Verdea sejenak tidak menjawab dan justru menatapku dengan wajah bingung. "Bukannya dia selalu menyapamu setiap pagi?" Dia bertanya balik kemudian
"Sejujurnya... Akhir-akhir ini tidak. Semenjak beberapa hari lalu ketika perkumpulan anak-anak bangsawan diadakan disini"
Dia melakukannya seakan dia menghindari ku. Jika Verdea itu wajar, tapi sikapnya yang tiba-tiba berubah kepadaku itu bahkan membuat Verdea ikut bingung
"Sepertinya dia masih terlalu merasa tidak enak kepada kita setelah hari itu"
Anak-anak itu juga memang menjengkelkan. Mereka memicu trauma milik Remina, kemudian pergi tanpa maaf ataupun bantuan sedikitpun
Jika aku bertemu dengan Gabriel Grandier sekali lagi, aku akan menamparnya tepat di wajah selagi Remina menyaksikan
"Lalu Veskal?" Verdea yang bertanya duluan kali ini
"Ah, dia berkata kalau ingin duduk di atap saja karena sudah selesai bersiap untuk ikut. Sepertinya dia akan termenung lagi disana"
Dan ya, Veskal biasa seperti itu. Tidak berubah semenjak kami bertemu dengannya pertama kali dulu. Dia sangat senang berada di tempat tinggi, entah kenapa dan apapun kondisinya, selama dia sempat
Temanku yang satu itu bersikap seperti seekor kucing, dengan suka berada di tempat tinggi seperti itu...
"Memangnya dia termenung soal apa coba? Lebih baik dia membantu yang lain bukan?" Verdea menggerutu
"Ah, mungkin soal sesuatu yang berkaitan dengan orang lain?"
...
Kami berdua menoleh kearah Frit yang berkata begitu, membuat dia tersipu dan senang ketika Verdea menatapnya hingga dia bersembunyi di balik Nazia dengan lagak sok imut
"... Menurutmu dia punya orang dekat yang kami tidak ketahui?"
Verdea yang terlihat serius itu pun membuat Frit terlihat berpikir, walaupun lagaknya belum berubah
"Kelihatannya begitu. Yang lain biasanya juga bersikap seperti tuan Veskal, seakan mereka sedang merindukan seseorang"
Hm... Begitu...
Sebaiknya ini jadi pembahasan di lain hari saja
"Tidak perlu terlalu dipikirkan tuan Verdea, tuan Oberon. Frit memang agak susah membaca suasana walaupun kemampuan analisisnya itu sangat hebat" Nazia ikut berkata
"Ayolah, aku tidak seburuk itu!" Frit protes
Dan setelah beberapa hari berada dibawah pengawasan kami, sepertinya mereka juga sudah mulai aktif berinteraksi dengan orang-orang di kastil
...
...
"Oh ya. Tadi malam aku sebenarnya ingin membahas mengenai diskusi milikku dengan Julius dan Alorry. Kebetulan sekali hal ini juga bisa terkait dengan posisimu yang baru itu"
Walaupun aku tidak senang dengan kebetulan itu, mengartikan kalau aku harus membawa anak ini lagi ke tengah masalah. Frank juga pasti akan murka mendengar ini...
"Apa mereka meminta kita datang sebagai perwakilan kerajaan masing-masing ke Orion?" Verdea bertanya
"Um... Ya dan tidak. Lebih tepatnya, aku baru mendengar kalau... Ada masalah yang melibatkan seluruh dunia sekarang ini" Aku menjawab gugup
"... Masalah besar?"
__ADS_1
"... Sangat..."
Aku tidak bercanda ketika mengatakan kalau hal ini melibatkan seluruh dunia
Dan tidak seperti kami para Elf yang merupakan target yang jelas ketika semua kerajaan bersekutu waktu itu, kali ini kami harus melawan sesuatu yang ada di balik bayangan
Sesuatu yang... Masih sedikit informasi yang baik aku, para raja, atau siapapun itu di dunia ini sudah tahu
"... Lebih baik kita bahas di meja makan saja. Semua orang harus mendengarkan jika masalahnya seserius itu"
Verdea keluar dari bak mandinya, kemudian mulai memakai handuk
Aku pun mengangguk dan menuntun dia keluar dari kamar mandi agar tidak terpeleset di lantai
......................
--- Di ruang makan ---
"Intinya, kali ini masalah yang akan dihadapi adalah sebuah organisasi gelap yang melakukan praktik sihir hitam"
Semua orang yang baru saja memotong sayur mereka itu kemudian berhenti dan menengok kearahku
"Lagi?? Penyihir hitam lagi, Vainzel??" Luxor menyela, dengan tampang muak
Semua orang begitu, bahkan aku dan Verdea
"Kita bahkan belum selesai menangani satu, tapi sekarang kita harus menghadapi sebuah kelompok? Kenapa semua masalah ini tidak ada hentinya semenjak kita keluar dari Miralius...?" Ivor menggerutu
"Bukannya lebih baik kita menyingkir saja kali ini? Aku yakin itu bisa menjadi pilihan bukan?" Claudia bertanya, selagi memainkan makanannya
"Kalau itu, kita tidak bisa memilih. Pikirkan seperti ini..."
Mereka penyihir hitam. Apapun bisa dilakukan dengan sihir hitam, tergantung dari batasan milik penyihir itu
Jika dugaanku benar, mereka bahkan bisa membuat kekacauan di Miralius nanti, terutama disaat Seren sedang tidak berdaya seperti ini. Skenario terburuk, Miralius akan rata ke tanah sekali lagi, namun sampai sihir ruang-realita milik Ayahanda akan runtuh juga
"Aku juga ingin menyingkir dari masalah ini, tetapi Alorry menawarkan sesuatu kepadaku. Dia berkata, 'hal itu tidak akan bisa kamu tolak ketika mendapatkannya di Orion nanti', walaupun aku juga masih ragu apakah itu benar atau tidak"
Apa yang tidak kuinginkan sekarang ini hanyalah sebuah kelompok yang menyerang Miralius secara tiba-tiba. Kami bisa mengabaikan Yael untuk sementara waktu ini, dan menyingkirkan para penyihir hitam itu
Dengan begitu, kami bisa mendapatkan ketenangan untuk beberapa bulan ke depan hingga kami sudah siap menangkal Yael dan Rosalia
Ini bukan jalan paling mudah, tapi aku bisa bilang efektif. Teman-temanku juga butuh istirahat setelah berkali-kali terkena masalah seperti ini
Dan tidak butuh waktu lama untuk Frank menatapku dengan mata terbelalak
"Kenapa cucuku harus terseret lagi...?"
...
Verdea, ambil alih. Ini tanggung jawabmu...
Verdea memahami kode dariku itu, tetapi dia mulai bergetar gugup menghadapi kakeknya
"Aku... Dijadikan duta besar kerajaan oleh kakak ke-2..."
Hening...
Hening...
Sebentar lagi...
Boo-
"APAAA???"
Semua temanku serentak berteriak, terkecuali Veskal dan Alf. Sepertinya mereka sudah tahu atau hanya ingin menutup telinga karena sudah menduga ada suara keras yang akan datang
"Tunggu tunggu tunggu! Kenapa tiba-tiba??" Cyth bertanya bingung
"Aku tidak paham lagi! Berikan aku sesuatu untuk dibanting!!" Ivor berseru selagi membanting tangannya di meja
"Ivor! Kontrol dirimu sekarang juga!" Luna membalasnya
Suasana pun menjadi riuh dengan Ivor sebagai bintang utamanya, dan Luna yang mencoba membuat semua orang senyap. Beberapa mencoba hanya untuk diam, tetapi malah ikut terganggu dan terlibat di dalam kekacauan itu, bahkan para pelayan Verdea yang harus menangani segala hal yang jatuh
"Vain! Mereka berisik sekali!" Verdea menyerukan di telingaku
Fokus saja Vain. Hitung mundur...
*Fwush!!*
...
__ADS_1
...
"Sudah selesai? Boleh kita makan saja?"
Suasana pun mulai senyap setelah ledakan Mana kecil yang kulontarkan ke udara itu. Suara yang ada hanyalah suara dentingan peralatan makan milikku yang mengenai piring selagi aku mengiris sebuah tomat dan memasukkannya ke mulut—memasang tatapan yang berkata 'aku akan menghajar kalian satu-persatu'
"Dan ya, kalian dengar dari orangnya sendiri. Dia sudah menjadi duta besar sekarang, berkat orang itu"
Dia juga akan diberikan gelar Count sebagai 'langkah awal dalam dunia politik', berdasarkan apa yang Damien tulis di suratnya. Besok, di hari terakhir Festival Bunga, dia akan dinobatkan secara resmi di depan seluruh bangsawan yang ada di Hortensia
Count dari daerah kota Calendula dan sekitarnya
Semua temanku langsung lemas mendengar itu, terutama karena tahu kalau kami sekali lagi terjerat di permainan mematikan ini
"Entah kamu ataupun Verdea, kalian berdua selalu saja terseret masalah..." Luna berkata, sepenuhnya pasrah
"Itu sebabnya kami mencoba menyelesaikan semua hal"
Wajahnya semakin terlihat muak karena aku membalas perkataannya barusan
"Juga, karena aku dan Verdea akan datang ke Orion, aku akan membawa 3 orang bersama dengan tangan kananku"
Luna pun akhirnya menanam wajahnya ke meja setelah itu, tidak mau mendengarkan perkataanku lagi. Dia sama sekali tidak memiliki minat untuk ikut, tetapi aku telah berkata lain
"Siapa saja 3 orang itu?" Alf pun bertanya
"Veskal dan Albert sebagai pengawal Verdea. Lalu...
Mungkin aku harus memanggil Zaphi-"
"Jika kamu mau membawaku, sebaiknya jangan panggil orang itu...!" Luna memotong seketika, penuh dengan amarah yang membara
Ahaha... Menakutkan...
"Tapi dia saja petinggi terbaik selain dirimu, Luna. Bukan berarti aku bilang kalau yang lain itu buruk, itu sebabnya aku berkata 'terbaik'" Aku mengatakan kemudian
"Intinya aku tidak mau. Jika begitu, maka sebaiknya aku-"
"Aku janji akan mengajakmu duel nanti disana, jadi berhenti mengeluh"
"Dengan senang hati"
Negosiasi sepuluh detik, sukses
Sekalian untuk membantu mereka mendekatkan diri dengan satu sama lain. Ayah anak itu selalu membuat hati sakit jika terus dibiarkan tanpa solusi untuk satu sama lain
"Dan aku harap kamu tidak terlalu keberatan membiarkan Albert ikut, Eleanor?" Aku kemudian beralih
"Sama sekali tidak. Aku justru senang dia kamu anggap sebagai seseorang yang kompeten"
Aku hanya paham kalau dia itu sangat kuat hingga ke titik tidak masuk akal untuk seorang manusia yang mengandalkan fisik semata
"Sekalian untuk melihat-lihat keadaan para penduduk Andromeda jika kita bisa mampir" Albert berkata
"Oh, ide bagus. Dan tenang saja, karena kita akan mampir disana untuk menjemput Zaphir juga mempersiapkan diri sebelum pergi ke Orion" Aku meyakinkan dirinya
Albert dan Eleanor seketika terlihat senang mendengar perkataanku
"Jadi, kapan rencana kita akan pergi ke Orion?" Verdea bertanya
"Sudah jelas bukan? Kita akan pergi setelah kamu dinobatkan menjadi Count dan duta besar"
Sebaiknya juga, kami menggunakan lingkaran teleportasi untuk pergi dengan cepat
...
'Mereka akan jadi masalah besar. Informan kami bahkan berkata, kalau mereka memiliki hubungan erat dengan kemunculan iblis di dunia, dimana hal itu seharusnya tidak terjadi setelah kedua roh agung bersaudara memenjarakan mereka semua entah dimana'
'Jika penyihir hitam yang kalian hadapi itu benar adalah setengah iblis, aku yakin kalau dia pasti terkait dengan organisasi gelap itu. Jadi kamu tidak boleh mengalihkan pandanganmu dari masalah ini. Aku takut kalau kejadian yang terjadi di masa depan akan lebih buruk daripada apa yang sudah terjadi'
...
...
Alorry benar
Aku tidak bisa diam begitu saja. Rasa penasaran bercampur gelisah di hatiku ini benar-benar membuatku ingin meledak sekarang
Lupakan soal Rosalia ataupun Yael untuk sementara waktu. Kami harus menarget dan menjatuhkan organisasi itu sesegera mungkin
Jika mereka bisa memunculkan para iblis di dunia ini lagi, dimana seharusnya tidak ada satupun makhluk hidup tahu keberadaan penjara itu, maka semua yang mereka lakukan akan menjadi masalah besar jika dibiarkan begitu saja
Masalah ini akan sangat berbahaya. Apapun yang terjadi, apapun bentuknya, kaum iblis tidak boleh dibiarkan bebas begitu saja
__ADS_1
Tidak lagi. Jangan pernah lagi...