Book Of Flowers

Book Of Flowers
Seorang Anak Bernama Remina (2)


__ADS_3

"Remina"


"Ya---?"


"Ceritakan aku tentang semua hal itu"


"Vainzel! Ini bukan waktu yang tepat" Ordelia berkata dengan nada marah kearahku


Zaphir dan Luxor bahkan terdiam mendengarkan perbincangan ini, tidak berani menyela diantaranya


Remina masih menangis. Tapi, perlahan dia mengangguk, sehingga Ordelia kaget melihat respon Remina itu


"Tidak perlu jika-"


Remina menggelengkan kepalanya sebelum Ordelia sempat menyelesaikan perkataannya


"Ini-- perintah Oberon. Aku-- harus katakan sekarang" Dia berkata, terisak-isak


Ordelia perlahan menoleh kearahku dengan tatapan kecewa. Aku hanya membalas tatapannya itu dengan wajah datar, kemudian beralih ke Remina


Dan tepat saat dia mau memulai ceritanya, Ivor dan Lyralia sudah kembali dari pencarian mereka


"Kami kelewatan apa?" Ivor bertanya


"Tidak ada. Kalian datang di waktu yang tepat"


Aku kembali menoleh kearah Remina dan menyuruhnya memulai cerita itu


Dia mengangguk pelan sekali lagi dan mulai mengatakan apa yang terjadi selama dia diculik


......................


"Ada orang-orang jahat dulu datang ke Miralius. Mereka menculik ku dan ayah, kemudian membawa kami entah kemana


Saat aku membuka mataku, semua orang ditodong dengan senjata, dan tidak ada yang berani bergerak. Kami kemudian dibawa menaiki kereta, tapi Ibuku dipisahkan dariku...


Hanya Ayah yang bersamaku waktu itu. Dia memelukku dan terus mengatakan kalau semuanya akan baik-baik saja


Lalu, kami sampai ke kota ini. Tapi, kami terus dibawa lagi, dan terakhir, sampai di tempat itu


Kami dipaksa melakukan pekerjaan dari pagi sampai siang, dan kalau aku melakukan kesalahan, aku dipukul oleh mereka


Lalu, ketika kami ingin tidur, kami tidur di lantai ruang bawah tanah tempat itu


Rasanya dingin... Aku tidak mau tidur di lantai lagi...


Kami juga hanya memakan makanan sisa yang sudah berbau busuk...


Kadang ayahku juga tidak makan untukku...


Lalu-- Ada beberapa pria berusaha menyentuhku tanpa izin. Tapi, ayahku lagi-lagi menderita karena diriku


Karena dia berusaha melindungiku, orang-orang itu mencambuknya. Aku kadang terkena cambukannya sesekali, tapi ayahku tetap berusaha menghadangnya sekuat tenaga


Badan ayahku dipenuhi luka. Dan kemarin dia sakit. Dan--


Napasnya semakin berat dan badannya semakin panas. Aku meminta tolong karena panik, kemudian orang-orang itu membawa ayahku pergi entah kemana, tanpa memedulikan perkataanku--


Mereka bilang akan membawanya kembali, tapi ayahku belum kembali selama satu hari penuh

__ADS_1


Jadi, hari ini. Aku berusaha kabur untuk mencari ayahku. Aku bersyukur Tuan Oberon kebetulan lewat dan menolongku"


...


"Aku akan membunuh mereka semu-"


"Berhenti Zaphir. Aku perintahkan kamu untuk berhenti, sekarang juga" Aku berkata sebelum Zaphir sempat beranjak


Zaphir yang murka dan siap membunuh seseorang itu langsung kembali diam di tempat mendengar perintahku


"Kita harus melakukan sesuatu Vainzel" Ivor yang juga geram berkata


Aku pun menoleh kearahnya, selagi dia lanjut mengatakan "Hewan-hewan biadab itu harus diberi pelajaran sesekali"


Semua wajah teman-temanku berubah menjadi ekspresi murka dan jijik ketika mendengar apa yang barusan mereka dengarkan. Tidak satupun ada yang bersuara dan mungkin hanya mengisi kepala mereka dengan berbagai cara mereka bisa membantu meringankan beban Remina


Sementara Zaphir terlihat waspada. Dia sudah mengira kalau aku akan menolak melakukan tindak kekerasan walaupun apa yang terjadi pada Remina itu sudah kelewatan


"Jangan larang kami-"


"... Aku tidak bilang kalau kalian tidak boleh melakukannya" Aku berkata, memotong Zaphir. "Aku hanya ingin bilang kalau kalian tidak seharusnya langsung maju tanpa rencana" Aku menambahkan


"... Kamu memperbolehkan kami?" Tanya Ordelia


"Ya. Tapi, aku tidak bisa ikut karena ikrar ku"


'Aku tidak akan menyakiti manusia selama mereka tidak menyakitiku'


Aku membuat ikrar itu ketika aku ingin menjadi pengelana. Dan sekarang, aku sedang menjadi pengelana, walaupun niatanku adalah menyelamatkan para Elf. Sumpah itu akan tetap berlaku, sampai aku benar-benar berhenti berkelana


Aku juga belum pernah menyakiti siapapun selama aku mencoba menyelamatkan para Elf. Jika kekerasan diperlukan untuk menyelamatkan mereka, aku kadang harus menyuruh teman-temanku untuk maju


Yah... Di waktu seperti ini, aku selalu merasa menyesal membuat ikrar itu. Karena hal itu, aku harus membiarkan teman-temanku yang melakukan perbuatan seperti ini, sementara aku hanya bisa berdiri di belakang


Semua teman-temanku tersenyum antusias mendengar perkataanku


"Lalu? Apa rencanamu kali ini?" Tanya Luxor


"Gampang saja. Intinya, kita tidak perlu membuat keributan"


"Maksudmu-!?"


"Yap. Penculikan dan Interogasi. Lalu-"


Aku menggerakkan ibu jariku seakan melakukan gerakkan pisau membelah di atas leherku


"Habisi mereka jika diperlukan" Aku menambah


Rencanaku itu pun segera disambut dengan seringai milik Luxor dan Ivor, serta anggukan dari yang lainnya


Orang-orang itu berani macam-macam dengan Ras ku. Sebagai raja ras itu, tentu aku tidak akan diam melihat begitu saja. Dan aku akan memberi sedikit pesan pada mereka


Kalian macam-macam dengan raja yang salah


Elf memang dikenal lembut dan baik hati. Tapi, bukan berarti kami akan membiarkan hal seperti ini lepas begitu saja


Tidak terpikirkan olehku kalau mereka bisa menyiksa seorang anak kecil tidak berdosa seperti itu...


Hal ini sudah terlewat batas. Dan sebagai seorang Oberon, aku akan pastikan kalau mereka terseret kembali ke tempat mereka seharusnya berada

__ADS_1


"Jadi Luxor, aku butuh kamu membuat penyamaran baru untuk kalian berlima"


Zaphir, Luxor, Ivor, Lyralia dan Ordelia harus melakukannya bersamaan


"Dengan senang hati. Tapi, tidak mungkin kita akan membawa orang-orang itu ke penginapan ini bukan?" Luxor berkata


"Tenang saja. Kita juga memang seharusnya pergi keluar dari kota ini karena tidak ada Elf yang harus diselamatkan lagi disini"


"Begitu. Pekerjaan kita akan lebih mudah jika begitu. Baiklah. Berikan jimat kalian teman-teman. Aku harus mengutak-atiknya sedikit"


Semua teman-temanku melepaskan jimat berbentuk kalung yang mereka pakai dan menyerahkannya pada Luxor satu-persatu


Luxor langsung mengerjakan apa yang kupinta tadi dan meletakkan Mana-nya didalam jimat-jimat itu


"Oberon?"


"Ya, Remina?"


Aku berlutut di hadapannya untuk mendengarkan


"... Tolong bawa ayahku kembali" Dia berkata


...


"Aku tidak bisa berbohong, jadi aku hanya akan mengatakan, aku akan melakukan yang terbaik"


Remina mulai meneteskan air mata lagi ketika mendengar perkataanku. Aku hanya tersenyum lembut untuk menenangkannya


"Terima kasih Oberon--"


Aku hanya mengusap kepalanya perlahan


...!


Mataku melebar, dan secara refleks kutarik tanganku kembali ketika menyadari apa yang baru saja aku lakukan


Ordelia dan Remina terlihat kaget dengan perbuatanku itu


"Ada apa?" Tanya Ordelia


Aku menatap tanganku yang baru saja mengelus kepala Remina itu


"... Ah tidak apa-apa. Hanya teringat sesuatu" Aku berkata sambil memaksa senyumku


Remina memasang wajah bingung karena perkataanku, sementara Ordelia dan teman-temanku yang mendengarkan langsung memasang wajah sedih karena tersadar akan sesuatu


...


Ahaha... Aku teringat Verdea...


...


Jika aku memberitahunya tentang hal jahat yang aku akan lakukan ini, apa yang akan dia pikirkan tentangku?


Dia anak yang lembut. Tingkahnya saja yang terlihat ganas, tapi dia bahkan tidak bisa menyakiti seekor lalat dengan sengaja


Mungkin... Dia akan kecewa denganku, ya?...


...

__ADS_1


Sudahlah. Aku harus fokus dengan Remina terlebih dahulu. Situasi ini darurat untuk saat ini


Melihat wajahku, Remina dapat melihat langsung ke lubuk hatiku. Dia langsung sadar dalam sekali lihat, betapa berat beban yang aku tanggung selama ini


__ADS_2