
--- Beberapa jam setelahnya, Hortensia ---
...
...
"Mengherankan. Kamu sengaja memperdengarkan langkah kakimu kepadaku atau semacamnya? Aku yakin kamu selalu berjalan tanpa suara"
"..."
Kalimat Frank sama sekali tidak dia pedulikan. Pikirannya hanya diisi oleh satu hal saja sekarang
Jadi, dia pun mengambil tempat duduk di seberang Frank. Tapi seakan dia sudah lancang, Frank tidak bergerak sama sekali untuk memberikan dirinya satupun cangkir teh untuk diminum
"Aku pikir semua orang di Hortensia selalu menjalankan tata krama itu?"
"Lanjutkan saja. Aku yakin kamu punya lebih banyak pertanyaan dibandingkan Luna dan semua Elf bulan itu"
Frank melirik kearah luar, dimana terlihat kalau Luna dan para Elf bulan terlihat sedang berdiskusi dengan satu sama lain
Semua orang itu sudah selesai menginterogasi Frank setenang mungkin agar tidak mengundang perhatian bangsawan manapun. Tetapi sekarang, apa yang sudah selesai akan dilanjutkan kembali
"Kamu tidak hanya datang untuk memberi hadiah atau semacamnya bukan?"
"... Setidaknya kamu paham, Frank"
Frank hanya tersenyum kecut mendengar itu, hingga dia mencoba menutupi ekspresinya dengan meminum teh yang disuguhkan untuk dirinya sendiri
"Vainzel memaksamu untuk membuatku buka mulut? Karena aku yakin kamu kurang puas dengan kesaksian yang kuberikan kepada para Elf bulan barusan"
"..."
"Kenapa hanya diam? Tebakanku benar?"
"... Tidak"
Respon itu membuat Frank berhenti sejenak, melirik kearahnya, kemudian meletakkan cangkir itu sepelan mungkin
"... Tebakanmu sangat meleset sehingga aku jadi harus menahan tawa"
...
"Jadi ini warnamu yang sesungguhnya hah? Aku selalu berpikir ada sesuatu yang salah darimu"
"Hey. Memangnya Verdea tidak pernah memberitahukanmu apapun mengenai masa laluku?"
Dahinya mengerut mendengar respon itu. Tapi mau tidak mau, dia harus mengaku dengan sebuah anggukan
"Tapi kenapa sekarang? Akan lebih baik jika di situasi seperti ini, kamu diam saja mendengarkan kalimat Verdea maupun Vainzel. Aku bisa bergerak sendiri untuk-"
"Dan itulah kenapa aku kemari, Frank. Kamu terlalu meninggikan ekspektasimu. Rosalia bukanlah seseorang yang bisa kamu lawan sendirian"
...
...
...
"Lalu bagaimana? Aku harus melawannya dengan bantuanmu, yang bahkan tidak punya kuasa yang jelas sekarang ini?"
"Aku jadi paham dari mana Verdea mendapat sikap lancangnya. Kalian berdua memang keluarga"
"Dia adalah darahku sebelum dia adalah darah Artorius. Akulah, anggota keluarga pertama yang menganggap anak itu sebagai seorang manusia, bukannya seorang pengganggu. Tetapi pada bedebah itu mencoba mengaku kalau dia adalah bagian dari mereka...!"
__ADS_1
"Dimengerti. Sekarang, kita kembali ke topik?"
...
"Kapanpun kamu mau. Dan seperti yang kulakukan sebelumnya, aku akan mendengarkan"
"Sempurna"
Dengan begitu, secarik kertas kosong pun disodorkan kepadanya. Frank tentu tidak paham, hingga sebuah penjelasan diperdengarkan
"Tulis surat kepada Damien mengenai ketidakhadiran dirimu selama beberapa hari nanti. Verdea ingin sekali untukmu mengikuti festival musim panas di Miralius, dan dia punya banyak pertanyaan mengenai kejadian ini juga"
"... Hmph. Sama sekali tidak membalur gula di kalimatmu hah?" Frank berkomentar
"Aku hanya ingin kamu tahu kalau aku tulus dalam melakukan sesuatu"
...
Hanya saja...
Masih ada yang kurang
"Lalu, apa kaitan hal ini dengan bantuan yang ingin kamu berikan dalam melawan Rosalia?" Frank pun bertanya
"Pertanyaan bagus. Karena, aku tidak bisa menawarkan apapun selain diriku sendiri
Aku tahu lebih banyak mengenai Rosalia dibandingkan gabungan kalian semua. Kamu sendiri paham dengan hal itu bukan...?"
Frank diam mendengar respon itu, sama sekali tidak bisa menolaknya. Kebenaran dari pernyataan itu sama sekali tidak bisa dibantah bagaimanapun caranya
"Aku tidak yakin menawarkan dirimu saja cukup, jika kita bicara dengan standarmu. Jadi, apakah kamu punya masukan lain?" Frank bertanya lagi, berniat untuk meneguk teh di cangkirnya
...
"..."
Tangannya berhenti, tetapi matanya bergerak. Informasi yang baru saja dia dengar itu bukanlah sesuatu yang sepele. Membuat klaim seperti itu saja sudah sangat berbahaya
"Aku akan jelaskan detailnya. Apapun itu, aku ingin kamu melakukan sesuatu, dan aku yakin Rosalia akan mendengarkan"
Posisi pemberi dan penerima perintah entah kenapa jadi berbalik sekarang, hingga Frank jadi merasa kurang nyaman
"Kenapa kamu yakin Rosalia akan mendengarkan diriku?"
"Karena kamu bisa mengundangnya kemari. Wanita itu bukanlah seseorang yang mau menerima sesuatu yang 'membuang waktunya' semata
Dia adalah seorang putri, pebisnis, dan penjahat terbesar sekaligus. Berurusan dengannya berarti kamu punya apa yang dia inginkan, dan dia tidak menerima omong kosong begitu saja"
"... Kamu bicara begitu, tetapi dia dan Verdea hanya basa-basi bersama dirinya setelah debutan itu di kastil Rose"
"Dan kamu berpikir kalau itu bukan bagian dari rencananya?"
"..."
"Dengarkan aku, Frank. Dia bicara dengan tulus kepada Verdea di hari itu karena dia ingin memastikan dia tidak punya rencana lagi untuk saat ini dan beralih untuk membuat persekutuan sementara bersama dengan Vainzel
Buktinya? Dia ingin kami melawan sekelompok penyihir hitam, dimana pemimpin dari kumpulan busuk itu adalah setengah iblis yang setara dengan Yael"
"... Dan itu menguntungkan mereka, karena Yael sekarang ini sedang diincar oleh seluruh organisasi gelap itu"
"Kamu sudah tahu cukup banyak bukan?"
Frank diam dan mulai berpikir, selagi mulutnya terus meneguk teh yang sudah mulai dingin itu
__ADS_1
Lalu, tawaran yang baru saja dilontarkan kepadanya itu terlintas kembali
"... Apa yang kamu ingin aku lakukan kepada Rosalia?" Frank bertanya untuk yang terakhir kali disaat ini
...
"Beritahukan kepadanya, kalau Collin dan Darius berkhianat dan mencoba untuk memberi informasi sebanyak mungkin kepada Vainzel"
Frank langsung dibuat terkejut mendengar hal itu. "Jadi, merekalah orang yang memberi informasi itu..." dia pun bergumam
Semua hal jadi masuk akal di kepalanya sekarang. Orang-orang yang paling sering berada di sisi Rosalia hanya ada tiga macam. Para bangsawan, anggota keluarganya kecuali Verdea, dan Yael. Salah satu pasti berkhianat darinya, tetapi bangsawan Hortensia sudah pasti mustahil mendapatkan informasi mengenai Yuriel tersebut
"Alasannya mudah. Singkirkan dua orang tidak berguna itu untuk saat ini, dan masukkan aku sebagai orang yang bisa dipercaya oleh Rosalia"
"... Jadi dengan memberitahukan hal ini, kita berdua secara resmi berkhianat dari sisi Verdea dan Vainzel..."
"Kamu tidak berhak berkata begitu setelah mengundang Rosalia kemari!"
"Dan kamu adalah orang yang paling mereka percaya! Jika kamu memang berniat melakukan hal ini, perasaan mereka pasti akan hancur!"
"..."
...
"Aku datang dengan kesungguhan, Frank. Jika niatku tidak kokoh sama sekali, aku tidak akan pernah lagi berpikir untuk melakukan hal semacam ini..."
...
Niat yang tulus. Tetapi apakah hanya ini caranya?
Apakah dia sungguh hanya bisa berada di sisi lain dari kedua teman dekatnya...?
...
"Aku akan melakukan sebisaku. Tapi, sebaiknya aku menunda informasi itu hingga urusan festival musim panas itu selesai" Frank pun berucap
"... Keputusan yang bagus..."
Dia tidak tahu harus berpikir apa lagi. Frank sudah kehabisan akal untuk membantah orang yang sudah kuat tekadnya ini
Jadi, apapun itu...
Mereka harus bisa mencari jalan menang mereka sendiri, sekaligus membantu Verdea dan diriku untuk melintasi jalan terkutuk ini
"Kembalilah untuk sekarang, sebelum ada yang mulai curiga
Mulai sekarang, aku percayakan semua hal kepadamu, Veskal..."
...
...
...
"Dengan senang hati, Frank..."
Bagaimanapun itu...
"Dengan senang hati..."
Dia akan melakukan apapun demi kami berdua. Apapun agar kami berdua bisa terus berjalan di jalan kehidupan yang panjang dengan harapan penuh
Bahkan jika dia harus mengkhianati seluruh dunia ataupun umat manusia sekalipun...
__ADS_1