Book Of Flowers

Book Of Flowers
Berpisah Jalan


__ADS_3

--- Beberapa hari kemudian, pesisir Barat Daya Goeitias ---


...


Itu dia, pasukan laut milik Orion. Mereka sepertinya sudah siap menjemput Cyth dan kru-nya


Ada 2 kapal yang menuju kemari. Salah satunya nanti akan bertugas dalam perburuan itu. Yang satunya lagi akan mengantar kami ke Hortensia


Terbang dengan sihir para Fae mungkin akan lebih cepat untuk pergi ke Hortensia, tapi aku ingin menghargai usaha milik Julius yang menawarkan tumpangan untuk kami. Lagipula, lebih formal lebih bagus ketika kami hadir nanti


Aku menoleh kearah Veskal sekali lagi. Entah berapa kali aku sudah menoleh kearahnya karena rasa gelisah yang bergelimang di hatiku


"Kamu benar-benar yakin?"


"Hanya kamu yang gugup dengan nasibku, Vainzel. Aku tidak akan apa-apa"


Tapi, ramalan itu...


...


"Mereka akan sampai dalam 10 menit" Cyth berkata


Seluruh kru Black Hunt terlihat gugup. Habisnya, mereka akan menyentuh kapal lagi setelah beberapa tahun lamanya. Pelaut dan kapalnya itu sungguh tidak boleh terpisahkan


Lihat mereka. Mereka terlihat sangat bersemangat


"Tapi sayang sekali, kita tidak bisa memiliki salah satu kapal itu nanti" Erin berkata


"Benar juga ya... Seandainya kita bisa leluasa di sebuah kapal, itu mungkin akan sangat luar biasa...!!" Salah satu kru-nya melanjutkan


"Tapi kapal itu tetap bukan milik kita"


...


"Kapal kita hanya satu, dan itu adalah peninggalan dari Kapten Alice"


"Hah... Benar juga ya...?"


Mereka langsung terlihat lesu


Aku sebenarnya masih bingung dengan orang bernama Alice ini. Dia terdengar seperti orang yang sangat berpengaruh untuk para anggota kru ini


Tapi, aku tidak berani bertanya. Hal itu mungkin akan membuat suasana hati mereka memburuk


Mereka tidak pernah membahas soal kapten itu secara terbuka. Aku menyangka karena topik itu adalah hal yang sensitif


...


Aku berhutang banyak pada mereka disaat itu. Mereka sudah menyelamatkan teman-temanku yang kutinggalkan. Mereka bahkan kehilangan kapal kesayangan mereka karena itu


Tapi, dilihat dari wajah mereka, aku tidak yakin kapal baru saja akan memenuhi hutangku itu pada mereka


Hah...


Apa yang bisa kulakukan untuk mereka ya...?


"Oberon. Wajahmu terlihat lemas"


Eh?


"Ah, begitukah? Tidak ada apa-apa, Cyth. Tenang saja tidak perlu khawatir"


...


"Kamu. Jika kamu merasa berhutang karena kapal kami itu, sebaiknya kamu tidak perlu pusing. Aku akan memintanya jika aku ingin, dan hal itu mungkin tidak akan pernah terjadi"


"... Tapi bagaimana kalau memang terjadi?"


"Aku tidak akan meminta banyak. Sungguh. Kapal itu juga seharusnya beristirahat setelah puluhan tahun berlayar dibawah keluarga Kapten kami itu"


...


...


Sebaiknya kami menyambut kapal itu saja


Para petinggi juga sepertinya sudah kembali ke Miralius, jadi semua masalah penyambutannya harus aku yang menangani


......................

__ADS_1


Dugaanku benar. Julius memang turun tangan langsung dalam perburuan ini


Dia sibuk berdiri tidak jauh dariku sembari mengatur para pasukannya untuk membantu kami mengemas barang


"Oh ya Oberon. Jika ingatanku benar, orang-orang ini adalah bajak laut bukan?"


"Benar sekali. Tapi mereka tetap teman-temanku"


"Aku tidak bermaksud buruk. Yang aku ingin lakukan hanyalah menawarkan sebuah kapal untuk mereka gunakan"


Itu memang apa yang mereka inginkan


"Kamu seharusnya memberitahu hal itu pada si kapten bukan?"


Aku tidak punya pangkat apapun dalam kru itu. Tidak logis bukan, jika dia justru menawarkannya kepadaku?


"... Baiklah. Jika boleh tahu, kaptennya yang mana?"


"Ah, pria yang memakai jaket biru. Ada luka di sebelah matanya, dan dia punya rambut putih di beberapa ujung depan rambutnya. Kapten itu juga masih muda"


"Baiklah. Aku akan segera mencarinya"


Dan dia pun langsung berlari untuk mencari Cyth. Maksudku, dia bisa mengirim seseorang bukan?


Dia tidak bodoh, hanya saja dia ingin memastikan segala hal agar teratur. Tapi tentu, cara yang dia pakai itu sangat menyusahkan


Lalu, karena tidak ada siapapun lagi di dekatku, mataku menoleh kesana kemari mencari kedua temanku


Aku pun menemukan mereka berdua sedang berbicara di dekat kapal. Karena tidak ingin terlewat pembicaraan mereka, aku segera mendekat


"Sungguh Veskal! Berhati-hatilah!"


"Tenang saja. Lagipula, aku juga bisa mengatakan hal yang sama kepadamu. Kamu dan Vainzel akan masuk langsung ke sarang musuh bukan?"


"Urgh-! Kamu benar..."


Verdea berdiri lesu mendengar respon Veskal


"Apa aku mengganggu?"


Mereka berdua serempak menoleh kearahku yang sedang mendekat


Mereka yang sekarang akan berpisah. Giliran ku untuk menjaga Verdea di saat ini


Aku juga menanti waktu dimana dia akan menjaga kami berdua. Dia ingin kuat bukan?


"Hati-hati, Veskal"


"Kalian juga"


Tidak lama, para awak kapal pasukan Orion sudah mulai memberi tanda kalau mereka siap berangkat


"Baiklah, ini sudah waktunya kita mengambil rute lain" Aku berkata


"... Sampai jumpa lagi" Verdea menambah


Veskal mengangguk, kemudian memeluk kami berdua untuk menenangkan kami


"Hitung saja selama satu bulan. Aku akan kembali diantara waktu itu. Jika tidak, maka kalian bisa menghajarku sekeras yang kalian mau"


...


Dasar. Dia tahu cara menenangkan seseorang ya...?


Kami berdua membalas pelukannya. Hanya beberapa saat, tapi itu cukup membuat kami senang


"Vainzel! Kapalnya sudah siap!"


Luxor terlihat berlari kearah kami dan berhenti dengan napas terengah-engah


Kenapa coba dia berlari hanya untuk memberitahukan hal itu?


"Veskal. Maaf karena yang lain tidak bisa mengucapkan salam perpisahan. Tapi, kami memang tidak berkata apa-apa karena kamu pasti akan kembali" Luxor berkata kepada Veskal


Veskal terdiam, kemudian perlahan tersenyum kearah Luxor


"Baiklah, kami duluan dulu-"


"Ah, Vain dan Verdea boleh duluan. Aku baru ingat kalau aku belum membungkus beberapa barang dengan baik. Tapi aku tidak ingin membuat kalian berdua repot" Veskal memotong

__ADS_1


Luxor langsung memasang raut wajah gusar. Dia tahu kalau Veskal ingin memintanya untuk membantunya


Itulah sebabnya kami berdua hanya memasang senyum canggung kepada Luxor, dan langsung pamit untuk yang terakhir kali kepada Veskal


"Kasihan Luxor"


"Yah, begitulah"


Luxor hanya ada di waktu yang salah sehingga dia dimintai untuk membantu Veskal...


...


Kami pun berpisah di kapal yang berbeda setelah Luxor kembali tidak beberapa lamanya. Kapal yang berbeda dengan jalur yang berbeda


Kami saling melambaikan tangan satu sama lain dari kapal kami masing-masing. Para kru Black Hunt juga terlihat menangis sendu ketika melambaikan tangan mereka kearah kami berdua


"Tidak apa. Kalian akan segera bertemu kembali" Alf berkata


"Benar. Aku harap itu segera"


Satu bulan Veskal. Jika kamu tidak kembali disaat itu, aku akan menghajarmu


"Omong-omong Verdea, kenapa kamu membawa perlengkapan seperti itu?"


Dia membawa cukup banyak kantong makanan dan sebuah botol minum entah kenapa. Persediaan pasukan Orion pastinya ada banyak? Dia tidak berpikir kita akan kekurangan kebutuhan bukan?


"Entahlah. Mungkin sudah jadi instingku ketika kita ingin berpergian jauh"


Anak ini lebih cocok menjadi petualang dibandingkan seorang pangeran. Tapi biar sajalah


Kami menengok kembali kearah kapal yang membawa mereka pergi. Aku bisa melihat Veskal masih belum pergi dari tempatnya, selagi Cyth berdiri tidak jauh


...


Sampai jumpa...


Itu bukan berarti perpisahan selamanya. Itu artinya kami akan berjumpa lagi


Jadi aku hanya perlu menunggu. Hanya sebulan


Bersama dengan Frank, Artorius, Alf, Kelima temanku, dan Verdea, aku pun berangkat menuju Hortensia. Kembali ke titik dimana semua ini dimulai


"Ah... Jadi Vainzel... Sudah berangkat?"


"Ya. Maaf karena aku hanya bisa menyampaikan salamnya"


"Ha... Ha... Anak itu benar-benar... Tidak suka membuang waktu..."


Amelia berdiri di hadapan Seren. Matanya penuh dengan air mata melihat tubuh seekor naga yang sudah sekarat, namun masih bisa tersenyum itu


"Aku mohon Seren... Sampai dia memenangkan semua hal ini, aku mohon agar kamu jangan menutup mata mu dahulu..."


Dia berkata tersendu-sendu


Seren hanya tersenyum semakin lebar


"Aku akan melihat... Seluruh perjalanannya dahulu... Agar aku bisa... Bercerita pada Aestas nanti..."


Dia pun tertawa senang diantara napasnya yang tidak beraturan, menantikan hal itu. Menantikan sebuah cerita yang akan dia ceritakan pada teman lamanya itu ketika Tuhan berkehendak dan mereka dapat bertemu kembali


......................


--- 7 hari kemudian, Kerajaan Hortensia ---


"Salam untuk sang Oberon. Aku lihat kamu baik-baik saja"


"... Salam untuk yang terhormat putri Rosalia. Kamu juga terlihat baik"


...


Ayahanda, beri aku kekuatan untuk tidak mencekik orang ini. Tanganku terasa gatal...


"Bagaimana kalau kami segera menemui raja saja?"


Rosalia mengangguk setuju, kemudian segera memberi perintah pada pelayannya untuk memastikan semua persiapan sudah selesai


Selagi pelayannya pergi, dia dan beberapa pelayan lainnya mulai membimbing kami masuk ke kastil Rose


Hortensia. Aku kembali. Dan aku datang untuk membebaskanmu dari belenggu wanita ini

__ADS_1


Tidak butuh waktu lama, Rosalia Hortensia. Aku akan menunjukkan padamu bagaimana kami, para Elf bermain dalam permainanmu ini


__ADS_2