Book Of Flowers

Book Of Flowers
Ego


__ADS_3

"KAMU KALAH! SEMUA ORANG DISANA PASTI SUDAH TERTANGKAP, DAN YANG TERSISA HANYALAH KAMU!!"


Tawa itu terus menggema saking kerasnya. Tidak ada lagi suara yang bisa didengar oleh Veskal selain suara itu


"Itu sebabnya tadi mendadak sunyi...?" Veskal bergumam


Tidak ada lagi suara senjata yang beradu. Hanya ada satu artinya, dan Veskal harus memastikan kebenaran situasi ini


Veskal terpaksa mengikuti perkataan prajurit Xiang yang berseru dari kejauhan itu. Dia berjalan perlahan kearah mereka selagi menodong pisau di leher Walter


Setiap langkah dia maju membawanya keluar dari hutan itu kembali ke pantai. Dan semakin dia mendekat kesana, semakin jelas dia bisa melihat, kalau semua kru Black Hunt sudah tertangkap, dipaksa berlutut di tanah


"Ahaha... Maaf nak. Kami tidak sanggup lagi bertarung..." Cyth berkata


Seorang prajurit yang ada di dekatnya langsung memukul kepalanya agar dia tidak bicara lagi


Dia hanya berdiri disana dikerumuni oleh puluhan orang yang siap menghajarnya. Tetapi dengan Walter yang ada di tangan Veskal sekarang ini, mereka tidak berani terlalu nekat dalam mengambil tindakan


"Lepaskan pisau itu dari lehernya" Seorang prajurit berkata


"... Kalau begitu lepaskan teman-temanku"


"Kami tidak bisa melakukannya"


"Maka kita sepakat. Kita semua hanya akan berdiri disini hingga kiamat"


Tidak terima dengan perkataan Veskal, prajurit itu memberikan isyarat kepada yang lainnya. Prajurit yang diperintahkan itu langsung merapal mantra. Erin yang berada di dekatnya itu langsung panik menunggu nasib, dan tidak perlu lama hingga dia merasakan kesakitan yang hebat


Cyth menggertak giginya karena kesal. Dia tidak mampu apa-apa sekarang, dan nasib mereka ada pada semua orang ini sekarang


"AAARGGHH!!!!"


Prajurit itu membakar kakinya tanpa ampun sedikitpun. Erin bergulir diatas pasir untuk memadamkan api itu, tetapi rasa perih nya juga membuatnya tidak bisa melakukan hal itu dengan cepat


Semua temannya yang melihat hal itu langsung mencoba menolongnya, tetapi semuanya langsung ditahan dan ditempelkan ke tanah, hingga hanya bisa melihat Erin berusaha sendiri menyelamatkan dirinya


"CUKUP! JANGAN SAKITI MEREKA!!" Veskal meneriakkan, semakin memajukan pisau itu ke leher Walter


"Jangan lupa Veskal Grandier. Kamu hanya menahan 1 orang, sementara kami menahan 9. Serahkan dirimu pada kami, hanya itu satu-satunya pilihanmu"


Veskal tersudut, ditambah dengan Walter yang terlihat mengejeknya, stresnya semakin bertambah


"Nyawaku tidak ada artinya bagi mereka. Mereka hanya mengikuti perintah Shen, raja mereka. Dan perintah dari orang itu adalah


Untuk menangkapmu hidup-hidup"


Pikiran Veskal semakin kacau


'Kenapa Raja Xiang menginginkanku hidup-hidup?', 'Apa yang mereka inginkan sebenarnya?'


Pikiran itu terngiang di kepalanya. Dia tidak tahu harus apa lagi dan hanya diam disana, masih menodong pisau itu


"... Masih tidak ingin menyerah? Kalau begitu bakar satu lagi!"


Seorang prajurit langsung memilih Cyth, dan disaat itulah Veskal mengangkat kepalanya


"CUKUP! BAIKLAH!! INI SUDAH KULEPASKAN!"


Veskal benar-benar melepas Walter, membiarkannya jatuh ke tanah. Kedua belatinya juga dia lempar untuk memastikan dia sudah menyerah, dan ditambah dengan kedua tangan yang terangkat


"Jangan sakiti mereka lagi, aku mohon..."


"... Veskal..."


Disaat selanjutnya, prajurit yang memberi perintah itu langsung bergerak cepat seperti ular, dan langsung menjatuhkan Veskal ke tanah tanpa kesusahan sama sekali


Dia kemudian memberikan perintah kepada yang lainnya untuk menyembuhkan kembali Walter, hingga 2 orang dari mereka langsung mengangkat Walter ke jarak yang aman dari semua orang


Veskal hanya bisa menggerang karena sudah tertangkap sepenuhnya


"Misi kami di tempat ini sudah selesai, Walter Herb. Kami sudah tidak punya urusan lagi denganmu" Prajurit itu berkata


"Tunggu tunggu tunggu..."


Walter yang sudah dibenarkan kembali sarafnya itu langsung berdiri walaupun masih sempoyongan


"Aku ingat kalau perjanjiannya adalah, 'bantu aku agar bisa membunuh semua orang di Black Hunt'. Aku harap otak kalian masih mengingatnya"


Walter mencoba menyeimbangkan tubuhnya, tetapi setiap kali dia melakukannya, tetap saja gagal


Prajurit yang dilontarkan oleh perkataan Walter itu pun hanya diam, membuat Walter tersenyum penuh kepuasan diri


"Bawa kapten mereka ke hadapanku"


Mengikuti perintah Walter, prajurit yang menahan Cyth langsung menyeretnya dengan kasar ke depan Walter. Tidak hanya diseret, dia pun dilempar hingga terbanting di hadapan Walter


Cyth mencoba mengangkat kepalanya, dan mata mereka sekali lagi bertemu, menusuk satu sama lain dengan niat buruk


"Wah, wah~ Lihat siapa yang berada di kakiku sekarang~ Anak emas milik Alice!"


Walter tertawa dengan lantang. Melihat sikapnya itu, Cyth hanya punya satu kalimat yang terlintas di kepalanya


'Orang ini sudah gila'


Walter berhenti tertawa ketika melihat tatapan Cyth itu. Kesal karena hal itu, dia pun menendang Cyth tepat di wajah, kemudian menarik keluar pistolnya


Cyth sekali lagi bangun, tetapi pistol itu terlebih dahulu menodong kepalanya ketika dia baru saja berlutut


Dia terpaksa kembali tenang, mencoba membaca situasi

__ADS_1


...


...


"Kenapa? Tidak ingin membunuhku?" Cyth menantang


"Hmph. Aku ingin menikmatinya, jadi aku ingin melakukannya dengan perlahan..."


Walter berjalan melalui Cyth. Dan disaat itu, dia pun sadar, apa yang ingin dilakukan oleh Walter


Walter kemudian menunjuk Yu untuk diseret juga ke hadapannya, dan prajurit yang menahan Yu langsung menyeretnya kearah Walter


"Walter! Jangan!"


Tetapi Yu sudah berada tepat di hadapannya. Walter langsung menodong pistol kearah kepala Yu dan...


"Walter! Jangan tembak! Hentikan...!!!


Jika kamu ingin menyakiti seseorang yang tidak bersalah, sakiti aku saja, orang yang sangat kamu benci ini"


...


"Hmm... Seseorang yang tidak bersalah? Siapa?"


Walter tertawa sinis melirik kearah Cyth, kemudian mulai naik keatas kapal Black Hunt, membuat semua orang terkejut


"Bawa mereka semua naik keatas dek, termasuk juga bocah itu. Aku ingin menelaah ulang masa lalu kami yang indah"


Para prajurit Xiang pun menatap satu sama lain keheranan. Tapi, perintah adalah perintah, dan para kru Black Hunt pun diseret oleh mereka naik keatas dek satu-persatu, bersama dengan Veskal juga


......................


"Tiol, Parok, Crio, Amanda, Knox, Silly..."


Setiap kali dia menyebut sebuah nama, Walter selalu mengayunkan jarinya seakan sedang menghitung kearah dek kapal yang kosong


"... Apa yang kamu lakukan, menyebut nama rekan-rekan kita yang sudah gugur?"


Mendengar pertanyaan Cyth, Walter menoleh pelan. Matanya yang tajam menusuk Cyth pun membuatnya perlahan bergerak maju untuk mendekati mantan sahabatnya itu


"Itu karena mereka itu keluargaku. Aku mengingat semua tempat duduk mereka diatas dek ini dengan baik


Apa kamu hafal juga, Cyth?"


Cyth bungkam. Dia tidak menyangka Walter mengingat dengan baik hal kecil seperti itu, yang bahkan Cyth tidak terlalu hafal


"Mereka tidak pernah berganti posisi. Aku ingat Ilina suka sekali duduk dekat dengan Xavi di dekat tiang bersama, dan Jolly selalu jadi yang duduk terakhir di tempat itu...


Lalu kamu, paman Broke, dan Alice akan selalu berada di pinggir kapal, berdiri dan berbincang"


Cyth mengingat beberapa hal, dan bisa tahu kalau hal itu ada benarnya


"Dan setiap orang dari mereka, adalah bajak laut kotor. Tidak terkecuali aku, dan kamu..."


...


"Ayolah, jangan pura-pura bodoh. Kita ini penjahat. Kita mencuri, menjarah, mengganggu, dan bahkan kadang harus membunuh. Aku akui kita melakukannya untuk membantu orang-orang yang kurang beruntung juga, tapi kita memberi mereka makan dengan hasil curian, Cyth. Kita semua itu kotor


Lalu, setelah aku pergi dari hadapan kalian semua, Rosalia Hortensia memberiku kesempatan untuk mengejar impianku, bahkan melebihinya. Demi menjadi yang teratas di dunia ini"


...


Cyth tidak bisa berkata apa-apa, begitu juga dengan yang lain. Apa yang baru saja dikatakan oleh Walter membuat mereka sangat gusar sampai tidak tahu harus bereaksi seperti apa


Walter di sisi lain, dia terlihat menikmati kemenangannya saat ini. Dan dia belum berhenti


"Jangan sakiti seseorang yang tidak bersalah...? Heheh... Sejujurnya, jika Rosalia tidak memintaku untuk melenyapkan kalian semua di hari itu, aku tidak akan pernah berpikir untuk melakukannya"


Dia kemudian menodongkan pistolnya kearah kepala Cyth, walaupun tidak memiliki niat untuk menarik pelatuknya


"Itu hanyalah tugas untuk mengamankan posisiku Cyth. Satu hal yang kupelajari dari kalian semua adalah, 'jika kamu mendapatkan kesempatan, tetap pertahankan hingga kamu mendapatkannya'. Paman Broke yang paling suka berkata begitu"


"... Tapi, melenyapkan semua orang yang ada disini...? Tidak ada cara lain...?"


"Jika kamu berurusan dengan Rosalia Hortensia, kamu akan paham kenapa aku melakukan sesuai yang dia minta. Aku tidak takut padanya, tapi dia sangat menyulitkan untuk diatasi. Mau tidak mau, kalian semua akan lenyap, tapi bersamaku"


"Itu artinya kamu hanya mementingkan dirimu sendiri bukan?!"


"KAMU BICARA SEAKAN KAMU TIDAK BEGITU!!"


...


"... Apa maksudmu?"


Satu hal yang disangka oleh Cyth sekali lagi muncul. Walter, menghela napas lelah tepat di hadapannya, hingga hening datang sejenak


"... Ini hanya kecemburuanku. Sungguh, tidak usah dipikirkan. Aku hanya cemburu betapa kamu bisa mendapatkan posisi yang tinggi hanya karena kamu bisa menjadi spesial bagi Kapten Alice


Aku tahu kamu tidur dengannya dan aku tidak masalah, tapi cara dia dan paman Broke menentukan penerus kapal ini agak... Merusak hatiku"


"... Mereka belum menentukannya di saat itu. Mereka bilang kalau kamu dan aku-"


"Itu karena mereka tidak ingin menyinggungku, Cyth. Berhenti berpikiran sempit"


"Hanya kamu yang berpikir terlalu luas"


Untuk pertama kalinya dalam pembicaraan itu, Walter yang kali ini terdiam


"... Aku tidak peduli dengan pendapat kalian, tapi aku akan bilang dengan sungguh-sungguh.

__ADS_1


Aku sebenarnya menyesal meninggalkan kalian di detik aku melangkah pergi. Tapi, ego ku memang terlalu besar untuk mengikuti kata hatiku"


...


Kecemburuan. Itu adalah penyebab dia pergi di hari itu. Walter merasa cemburu kepada Cyth dan menemui Alice untuk mengkonfirmasi semua hal...


"... Tapi di hari itu, Alice berkata padaku, 'Kamu tidak akan bisa mengendalikan kapal ini sebaik Cyth'. Hal itulah yang membuatku pergi. Ada sesuatu yang patah di dalam diriku, dan aku tidak tahu apa itu"


Semua kru Black Hunt... Langsung terlihat geram


"Tidak mungkin!!"


"Kamu pasti mengada-ada!! Kapten tidak mungkin berkata begitu pada kita semua!!"


"Kamu hanya ingin memecah belah kami!!"


Mereka semua mulai menyela dan mencemooh Walter yang hanya fokus memainkan pistolnya dengan wajah tertunduk dan menyender ke pinggir kapal yang berseberangan dengan mereka


Semua orang kecuali dua. Kapten mereka, Cyth dan Erin


Mereka justru diam terpaku, memahami apa yang sedang dirasakan Walter selama ini


Mereka... Tidak pernah mengetahui pemikiran temannya yang satu ini. Teman yang membagi satu nasib dengan mereka, dibuang ke dalam sebuah perbudakan yang kejam, tanpa seorang pun yang bisa menolong


Mereka seharusnya paham dengan satu sama lain. Mereka tahu betul kalau Walter sama sekali tidak berbohong mengucapkan perasaannya, tapi...


Tapi mereka baru menyadarinya disaat itu. Dan disaat itu, kebencian dan dendam mereka mulai goyah kepada Walter


"Walter..."


"Walter Herb. Apa perbincanganmu itu sudah usai? Kami semua harus pergi menghadap raja sekarang dan kamu bisa menghabisi mereka semua disini bukan?" Seorang prajurit tiba-tiba menyela


"... Terserah kalian. Pergi sana, dasar pemaksa!!"


Prajurit itu pun akhirnya bersikap kurang ajar di depan Walter dengan mendecak kesal. Dan setelah itu, semua temannya pun dia ajak pergi turun selagi membawa Veskal yang juga ternyata sedang membaca emosi Walter


...


Hanya saja, ini bukan waktunya untuk merenung lagi. Mereka semua harus menuntaskan hal ini


...


"Mereka semua sudah pergi. Apa perlu kita kembali ke bisnis?"


Walter beranjak dari pinggiran kapal


"Walter dengarkan aku! Rekan-rekan kita tidak akan senang dengan hal ini!"


Tapi Walter tidak mendengarkan dan mulai menodongkan pistolnya


Cyth pun memejamkan matanya, menerima nasib kalau dia tidak akan bisa meyakinkan Walter untuk berhenti dan kembali seperti semula, selagi pistol itu ditodongkan kearahnya


*DOR!!*


...


...


"Hah-?"


...


"Kenapa aku tidak mati...?"


Peluru yang tertembak dari pistol Walter...


Bukannya melubangi kepala Cyth, tapi justru memutuskan tali yang mengikat tangannya


"Kenapa-?"


"Tidak ada apa-apa. Aku hanya butuh bantuanmu untuk mengendarai kapal ini"


"... Ke mana?"


"Ke kuburan para rekan kita, Cyth


Tepat diatas perairan itu disaat aku memulainya, aku ingin kita mengakhiri semuanya disana juga"


Mereka semua terbelalak mendengar perkataan Walter itu


Yu bahkan mencoba melepas paksa talinya untuk memukul wajah Walter


"KAMU SUDAH GILA?! KITA SEMUA AKAN MATI SIA-SIA DISANA!" Yu meneriakkan


"Aku sudah terlalu gila untuk kalian masukkan akal sehat. Jadi berhentilah bicara dan simpan tenagamu"


Walter kembali menatap kearah Cyth, masih menunggu jawabannya


Cyth yang hanya menunduk pun perlahan bangun, menatap balik Walter, kemudian mengangguk, membuat semua orang semakin terkejut


"Ini jebakan Kapten! Jangan dengarkan-!!"


"Tidak ada jebakan disana. Kita akan mendapatkan pembalasan itu disana, dan hanya itu saja" Cyth memotong perkataan Lock


"Jadi kamu juga sudah siap mati? Bagus, bagus!! Aku jadi semakin bersemangat kamu sudah sama sepertiku!!" Walter berkata dengan girang


Tapi Cyth hanya diam dan mulai mengerjakan apa yang harus dilakukan untuk melayarkan kapal


Walter yang tadinya hanya berdiri pun mulai ikut membantu, dan mereka mulai berlayar di tengah malam yang dingin, menuju kearah perairan yang sangat kejam bagi para pelaut

__ADS_1


Menuju ke tempat mereka akan mengakhiri semuanya, menuju ke tempat Alice menunggu mereka


Laut darah


__ADS_2