Book Of Flowers

Book Of Flowers
Awal dan Akhir


__ADS_3

"..."


"..."


Hening. Suara deburan ombak memenuhi telinga semua orang disana, selagi mereka berlayar menuju kearah penentuan akhir


Cyth, dia sudah mendengar apa yang dia perlu dengar dari Walter. Penyesalannya, rasa sakitnya, dan perasaannya sekarang ini, Cyth sudah mampu memahami semuanya...


Setelah sekian lama membiarkan dia menderita seperti itu. Membiarkan dia berada di tangan yang salah, selagi menganggap kalau dia lah penjahat terbesar di dalam kehidupan ini


...


Mereka diam terlalu lama. Walter bahkan tidak terlihat ingin bicara sekarang ini, membuat Cyth menjadi semakin tidak nyaman


Situasinya sangat canggung. Kedua musuh itu sedang berlayar diatas satu kapal sekarang, tapi mereka tidak bisa membicarakan apapun dengan satu sama lain


...


"... Apa yang akan kita lakukan setelah mencapai laut darah, Walter?"


Walter terkekeh. "Tentu saja untuk membunuh satu sama lain" dia merespon kemudian


"Kenapa? Kita bisa melakukan hal ini tanpa pertumpahan darah lagi. Sudah cukup bukan?" Cyth membalas karena gusar


Walter menghela napasnya, mengetahui betul kalau hal itu adalah hal yang akan dilontarkan Cyth


"Walaupun kamu sudah menerimaku kembali, aku bisa menjamin kita tidak akan pernah menjadi teman lagi. Bagaimanapun itu"


Kata-kata yang menyakitkan baru saja dia lontarkan. Kata-kata yang membuat Cyth sadar, kalau fakta seperti itu tidak bisa dihindari


"Kamu punya pipa tembakau? Aku ingin menghisap sedikit" Walter meminta


"Aku punya, tapi itu milik kapten Alice"


"... Kalau begitu jangan. Itu pasti hadiah darinya untukmu, selera kapten sekali"


"Itu tanda kalau aku seorang kapten. Itulah sebabnya aku tidak menghisapnya sekarang"


...


"Masih rendah diri dan naif seperti biasa ya...?"


Walter menghela napas, menopang kepalanya dengan sebelah tangan di pinggir kapal


"Aku ingin bicara dengan yang lain karena kamu membuatku tidak nyaman, tapi aku masih mengikat mereka sekarang ini. Mana mungkin mereka mau bicara denganku bukan?"


"Maaf kalau begitu. Aku juga merasa tidak nyaman sekarang ini"


"Kalau begitu jangan seret aku juga, bodoh"


...


Tawa kecil pun mulai terdengar di telinga Walter, selagi dia perlahan menoleh kearah Cyth yang tersenyum cukup lebar sekarang ini, menatap kearah laut yang masih gelap


"Kenapa tertawa?" Walter bertanya


"Ini pembicaraan normal pertamaku setelah sekian lama"


Walter tertegun mendengar Cyth yang masih tersenyum. Senyum yang sudah lama dia tidak pernah lihat, digantikan oleh wajahnya yang biasanya akan gusar ketika bertemu satu sama lain


Dan sekarang, mantan sahabat yang sekarang merupakan lawannya itu mulai berbicara kalau ini adalah pembicaraan normal pertamanya, kepada dirinya seorang musuh


"Pembicaraan... Normal?" Walter bertanya lagi


"Aku tidak pernah berbicara empat mata dengan orang selain Erin setelah hari itu. Bahkan dia selalu membuat suasana menjadi semakin kelam ketika teringat kapten"


"Hmm... Terdengar sedikit menyusahkan"


"Memang sangat menyusahkan. Bahkan aku ingin menangis karena dia selalu bersikap begitu...


Semua orang juga selalu memaksa sikap mereka agar tidak ada yang perlu murung. Mereka bersikap layaknya segerombolan badut di bawah perintahku, dan hal itu membuatku sedikit gusar"


Tidak ada lagi orang yang bersikap seperti dulu lagi setelah hari itu terjadi. Mereka semua selalu murung, tapi berusaha keras untuk membuat suasana tetap cerah demi kebaikan semua orang


Kesembilan orang yang tersisa, tidak ada satupun yang bisa selalu tersenyum lagi setelah kematian kapten mereka terdahulu


"Aku ingin bertanya satu hal. Apa paman Broke juga tiada?" Cyth bertanya


"Ya. Aku menembaknya di kepala, agar dia tidak perlu merasakan terlalu banyak rasa sakit"


"Hah... Padahal aku setidaknya berharap kamu mau melepaskan paman. Dia ingin sekali tidur di tempat yang amat sangat tenang, di kampung halamannya"


"... Aku tidak bisa mengampuninya, karena prajurit khusus Rosalia sedang bersamaku. Dan dia juga..."


"Dia juga kenapa?"


"... Paman Broke itu sangat mencintai keluarganya"


Keluarga. Yang dimaksudkan oleh Walter adalah semua orang yang menjadi bagian Black Hunt


Satu-satunya tempat dia bisa merasakan kebahagiaan, yang bahkan kampung halamannya yang sunyi dan tenang tidak bisa kalahkan


"... Dia meninggalkan wasiat untukmu?"


"... Dia awalnya hanya mengalihkan perhatian semua orang dengan membicarakan banyak hal tidak penting di depan kami. Lalu, ketika dia memintaku untuk menembaknya, aku tersadar kalau hal itu bukanlah tantangan ataupun celaan


Dia meminta agar aku berhenti membunuh kalian, dengan mengakhiri rantai itu pada dirinya sendiri. Dia ingin agar aku tetap hidup, entah kenapa


Kamu bisa bayangkan sendiri reaksiku"


...


"Kenapa dia mengalihkan perhatian seperti itu? Kenapa dia memintamu untuk membunuhnya?"


"Karena kalian yang tersisa sedang kabur menggunakan perahu waktu itu"


Dan dia tidak bisa melihat jalan keluar lain. Bahkan jika dia berusaha kabur, dia tahu kalau Walter akan terkena ganjarannya


Tapi kenapa? Dia melihat dengan mata kepalanya sendiri kalau Walter sudah membantai kebanyakkan kru Black Hunt. Tapi kenapa dia ingin tetap membiarkan Walter hidup?


"Kamu tahu kenapa dia ingin aku tetap hidup Cyth?"


"... Kenapa?"


"Karena dia ingin aku meminta maaf pada kalian"


'Minta maaf lah kepada mereka. Tapi kamu tidak perlu menerima jawabannya'


"Dia berkata begitu kepadaku. Terdengar kasar di telinga orang lain, tapi aku paham dengan maksudnya. Untuk hormat terakhirku untuknya, aku mengakhiri hidupnya dengan cepat"


Wajah Walter semakin turun semakin dia mencoba mengingat semua hal yang sudah terjadi


"Menurutku dia aneh. Aku tidak pantas dimaafkan, walaupun aku dia anggap sebagai keluarganya sendiri. Kadang seorang keluarga itu bisa melewati batas, dan mereka itu tidak jauh berbeda dengan manusia lainnya dalam perspektif tertentu"


Walter sekali lagi menghela napas, kali ini dengan wajahnya yang akhirnya terlihat lesu itu


Dia tidak perlu lagi memberitahu apapun. Semua hal sudah jelas, itu sebabnya Broke tidak berkata dia perlu menerima jawabannya


Tapi...


"... Aku justru kebalikannya" Cyth menjawab.


"Seorang keluarga itu memang hanyalah manusia pada umumnya. Mereka tidak sempurna, dan kadang kita bisa kesal kepada mereka. Dan justru karena itu, paman Broke...

__ADS_1


Dia ingin kamu untuk meminta maaf bukan hanya sebagai seorang keluarga. Dia juga ingin kamu meminta maaf sebagai manusia pada umumnya, agar tidak ada penyesalan yang tertinggal di hatimu" Cyth menambahkan


Walter mengangkat kepalanya, menoleh kearah Cyth langsung hingga bertukar tatapan


Apa yang baru saja dia dengar, membuat dia menyadari semua arti yang dia perlu ketahui dari perkataan paman Broke


Itulah sebabnya dia berkata agar Walter tidak perlu mendengar jawabannya. Dia melakukan itu agar beban di pundak Walter bisa terlepas dari sesuatu yang tidak tentu dia sudah ketahui jawabannya


Manusia pada umumnya. Mereka semuanya berbeda-beda, dan kadang ada yang bisa membuat kita kesal. Dan karena mereka berbeda lah, tidak ada yang bisa mengetahui apa yang masing-masing dari mereka sedang pikirkan


Mereka bisa memikirkan seseorang. Mereka bisa berpikiran buruk tentang orang itu. Tidak akan ada yang bisa tahu sampai mereka membongkarnya sendiri


Walter akhirnya bisa mendapatkan setiap pecahan yang dia dapat. Sesuatu yang perlu dia ketahui agar dia tidak terus hidup dalam penyesalan hingga akhir


...


"Cyth"


"Ya?"


"Terima kasih..."


Itu adalah kata terakhir yang dia lontarkan sampai perjalanan berakhir, selagi Cyth tidak mengetahui untuk apa dia berterima kasih


Bahkan jawaban untuk permintaan maafnya belum Cyth beritahu, tapi entah kenapa dia berterima kasih


Tapi, dia tidak bisa mendengar apapun lagi. Mata Walter sekarang ini hanya dipenuhi oleh setiap ombak yang lewat selagi di timpa cahaya bulan


Perjalanan itu pun, akhirnya berakhir. Mereka telah sampai di tempat tujuan


......................


--- Perbatasan laut darah, timur Xiang ---


Itulah saat, dimana Cyth mengingat apa yang harus dia lakukan. Sebuah penentuan hidup dan mati, jalan dan henti, kedua musuh dan teman setelah bertahun-tahun dinanti


Sebuah akhir yang akan menentukan jalan cerita selanjutnya


"Kamu butuh peluru?" Walter menawarkan


"Tidak. Aku selalu menyimpan banyak sekali amunisi di kantong jaketku" Cyth menjawab, penuh percaya diri


"Baguslah kalau begitu"


Walter pun mengantongi kembali amunisi pistol yang ditolak oleh Cyth itu


"Kapten! Kamu tidak perlu melakukan hal ini!" Yu menyerukan


Tapi Erin yang berpikiran lain langsung membuatnya berhenti bicara setelah itu


"Jangan ragukan keputusan kapten Cyth" Dia berkata, membungkam semua orang yang ingin mengikuti Yu


Kedua orang itu pun berdiri berdekatan dengan satu sama lain. Kedua orang yang akan memutuskan siapa yang pantas untuk terus mengejar masa depan dan siapa yang tidak


"Hah... Ini dia, Walter"


"Kembali padamu, Cyth"


Kedua orang yang berdiri diatas dek itu berdiri diatas dek dengan posisi membelakangi satu sama lain. Mereka pun bergerak maju dengan satu irama, selayaknya tentara yang sudah dilatih dengan baik untuk menyelaraskan gerakan


Satu hal yang ada di pikiran Cyth kali ini adalah dia tahu, kalau Walter tidak akan ragu menembak. Dia tahu kalau Walter ingin sekali tetap hidup untuk menggapai masa depan


Selagi dia terus bergerak, waktu terasa berjalan lambat. Dia menoleh kearah lautan yang mulai disirami oleh pemandangan langit yang mulai berganti warna dari hitam


Dia berpikir satu hal lagi...


Betapa indahnya lautan ketika dia sudah sepenuhnya melihat mereka dengan baik, sama seperti ketika di masa awal dia berlayar. Dia teringat, betapa senangnya dia melihat laut dulu, sama seperti sekarang ini


"Berhenti!" Walter memberi aba-aba


Dengan begitu, Cyth langsung menurutinya


Dia harus menembak. Setelah 10 detik mereka menghitung, dia harus segera berbalik dan menembak


Dia harus. Agar dia bisa terus berlayar. Agar dia tahu apa nasib yang akan menanti semua orang selama perjalanannya ini. Agar dia bisa terus...


Terus, bersama dengan semua temannya. Semua keluarganya...



















1











__ADS_1









0


Cyth seketika berbalik, dan...


*DOR!!*


Dua peluru melayang di udara...


Diantara bunyi yang menggelegar itu, ketika kedua orang itu bisa merasakan nafas sang kematian, sebuah kenangan masa lalu pun terpicu


Masa lalu yang terlupakan, selagi kedua mantan sahabat itu menatap mata satu sama lain sebelum kematian menjemput salah satu dari mereka di atas dek itu


Dek yang sama ketika mereka hanya bermain-main tembak menembak dulu


'Haha! Aku menang lagi!'


'Kamu curang! Kamu selalu berbalik ketika aku belum selesai menghitung!'


'Hah? Padahal aku yang menghitung lebih lambat'


'Tidak. Kalian berdua berbalik bersamaan. Hanya saja Cyth ragu untuk menembakmu tadi'


'Tuh, Erin sudah bilang. Kamu saja yang payah jadinya bukan?'


...


'Kenapa juga kamu tidak menembak? Ini duel, walaupun kita hanya main-main'


...


'Aku tidak bisa menembak keluargaku sendiri'


'Hah...? Padahal ini cuma main-main, bayangkan ketika dia harus berduel hidup mati denganku nanti'


'Itu tidak akan pernah terjadi! Kalian itu sudah seperti saudara untukku!'


'Tapi aku ini juga manusia, Cyth. Kita selalu berubah'


...


Dia mengingat, ketika salah satu tangan itu menyentuh bahunya, selagi 2 mata menatap langsung menusuk jiwanya


'Dan Cyth, jika aku berubah menjadi orang yang tidak bisa kamu kenali...


Tembak mati aku. Jangan ragu...'


Salah satu peluru itu pun masuk ke dada seseorang, hingga dia terjatuh mundur ke belakang secara perlahan, dengan darah hangat yang mulai menyebar di dada mereka...


*BRUK!*


Sebuah badan terjatuh ke atas dek kayu, selagi yang satunya tetap berdiri teguh walaupun ada luka di bahunya


Orang yang terjatuh... Dia berhasil tertembak, tepat di jantungnya


...


...


"Walter..."


Pemenangnya sudah ditentukan, selagi Cyth menatap ke arah Walter yang terlihat tidak berdaya diatas lantai kayu


Semua orang yang melihatnya juga langsung terdiam. Tidak ada satupun sorakan kegembiraan atau semacamnya, apapun itu keluar, walaupun mereka melihat musuh mereka terjatuh tidak berdaya di hadapan mereka semua


Yang ada hanyalah keheningan, selagi mereka melihat wajah kapten mereka yang berubah karena terkejut


Cyth... Dia perlahan berjalan kearah Walter selagi mencoba meluruskan semua hal yang baru saja terjadi. Bahkan sampai luka di bahunya sendiri tidak dia pedulikan


Dan ketika dia sampai tepat di samping Walter, lututnya menyerah untuk menopang tubuhnya


...


"Haha..... Kamu... Benar-benar melakukannya- Pada akhirnya..."


"... Walter..."


"Tidak apa... Aku pantas- Menerima ini... Setelah semua itu..."


...


"Aku... Serahkan nasib... Mayatku pada kalian... Aku tidak- Akan masalah *Uhuk!!*"


...


"Cyth... Berhenti... Jangan... Menangis..."


"... Walter---"


"Kamu itu pria... Jangan-"


"--- Aku juga minta maaf padamu-- Setelah semua hal yang terjadi--"


...


"Ha... Haha... Aku senang... Mendengarnya..."


Napasnya mulai menghilang, selagi dia menatap untuk yang terakhir kali kearah temannya yang mulai terlihat kabur di pandangan itu


"Terima... Ka- Sih..."


...


...


...


Cahaya pun meninggalkan matanya, setelah badannya sudah sepenuhnya kaku...


Tidak ada lagi perkataan yang bisa diutarakan oleh Walter lagi, ketika semua orang menyadari badannya yang mulai kaku


Dia... Sudah tiada. Dia sudah tiada, tepat disaat matahari mulai terbit dan menerpa tubuhnya, seakan sedang mengantar jiwanya pergi ke tempat yang jauh diatas lautan ini


Walter Herb, sudah tiada. Mereka sudah menuntaskan misi dan dendam seumur hidup mereka. Tapi...


Melihat Cyth yang tidak bisa menahan tangisnya itu, seluruh bawahannya juga ikut larut dalam kesedihan dan dukanya


Itulah akhir dari cerita lama mereka. Cerita lama yang selamanya akan mereka rindukan. Cerita lama dimana kebanyakkan orang yang berjalan dengan mereka telah pergi jauh


Sebuah cerita lama yang menghadirkan kisah baru. Sebuah kisah dimana mulai di hari itu, kematian sang Walter Herb adalah sesuatu yang mengubah Black Hunt selamanya...

__ADS_1


__ADS_2