
3 gagal
4 gagal
5 gagal
Jumlahnya terus bertambah setiap saatnya
Anak-anak yang tertangkap oleh pohon itu mulai meningkat jumlahnya...
Haah... Sudah kuduga
Aku harusnya melakukan hal ini sejak awal. Mereka sama sekali tidak terkoordinasi...
Setidaknya aku tahu kelemahan mereka sekarang. Koordinasi yang tidak teratur
Mereka hanya asal terbang, dan tidak menganggap kalau ada bahaya yang bisa menimpa mereka
Dan ketika bahaya itu ada di depan mata, mereka tidak tahu harus apa dan malah menjadi kacau
Beberapa diam membeku karena takut. Beberapa jadi terbang dengan lalai sehingga menabrak yang lain. Beberapa bahkan mencoba terbang sendiri, namun malah menjadi target empuk. Kacau sekali
Aku memang bisa mengatur mereka nanti. Tapi...
Bagaimana kalau mereka tetap panik seperti sekarang?
"Vain. Sepertinya mereka semua sudah tertangkap" Veskal memberi laporan setelah mengamati
Begitu... Pantas saja aku hanya bisa melihat Zaphir dan Ayahanda saja di udara
"Bahkan Verdea?" Aku bertanya
"Dia tertangkap duluan" Veskal menjawab
"Oh"
Tidak mengejutkan
Dia pasti berusaha melindungi seorang anak sehingga tertangkap lebih awal
Tapi usahanya sia-sia bukan...?
Dan juga... Aku tidak bisa menemukannya diantara akar pohon i-
Lupakan
Itu dia, sudah kutemukan...
Dia hanya ditangkap oleh satu akar. Terlilit di kaki, dan tergantung terbalik di dekap oleh batang pohon itu
"Hoy! Jatuhkan dia!" Aku memberi perintah pada pohon itu, yang kemudian langsung menuruti
*Bruk!*
Suaranya keras juga...
"Verdea!! Kamu tidak apa-apa?!!"
Dia mengacungkan jempol dengan lemasnya untuk merespon perkataanku. Artinya dia baik-baik saja bukan?
Aku ada pekerjaan tambahan sekarang
"Waktunya aku yang melatih anak-anak itu"
Aku mulai mendekat ke dekat pohon itu sembari melepaskan anak-anak dari ikatan akarnya
"Hm? Tidak apa kah?" Tanya Veskal yang ragu
"Tidak apa"
Cukup sekali. Aku yakin mereka bisa langsung bisa
Anak-anak ini sangatlah pintar, jadi mereka bisa cepat belajar
"Anak-anak. Aku yang akan melatih kalian terbang sekarang"
"... Hah?! Bagaimana denganku?!" Verdea protes seketika
"Tidak usah lagi bocah! Kamu payah mengendalikan mereka!" Zaphir berteriak dari atas
"Diam kamu! Kalau kamu sendiri jago, lalu kenapa mereka tertangkap?!" Verdea membalas sambil menunjuk kearahnya
Zaphir hanya diam sambil menggerang kesal selagi Alf mencoba menenangkannya
"Baguslah kalau kamu masih punya tenaga. Aku akan menyembuhkanmu nanti, tapi sekarang pergi ke sana dulu" Aku membalasnya sambil menunjuk kearah tempat Veskal berada
"Tidak mau! Kamu berkata kalau aku yang akan melatih mereka bukan?!" Verdea berkata ketus, mulai berulah
"Tapi aku tidak bilang kalau aku tidak akan ikut campur"
"Itu-! Benar juga...
Cih!"
Verdea langsung melompat bangun dan membersihkan bajunya, kemudian langsung pergi sambil mendengus kesal kepadaku
Dasar bocah...
"Kami juga istirahat?" Tanya Alf yang baru saja turun, diikuti Zaphir di belakangnya
"Silahkan" Aku mempersilakan mereka
Alf kemudian berjalan dengan lagak riang sembari meregangkan badannya, sementara Zaphir masih menggerang kesal karena perkataan Verdea
"Biarkan saja mereka" aku berkata pada anak-anak
"Oberon yang akan melatih kami? Luar biasa!"
"Aku ingin melihat kemampuanmu Oberon!"
Mereka semua menghujaniku dengan perkataan yang antusias, selagi mengerumuni setiap sisi badanku
"Baiklah, baiklah. Santai saja"
__ADS_1
Anak-anak ini penuh dengan energi. Aku bisa mengatasinya, tapi tetap akan melelahkan
Yah... Ini semua juga untuk mereka. Jadi aku akan berusaha keras. Tidak akan ada yang gagal kali ini
"Kalian siap?"
"Siap!"
"Bagus! Kalau begitu, ikuti rencanaku ini"
Aku mulai berbisik kepada mereka seakan pohon itu tidak bisa mendengarkan kami
Sementara itu, Verdea yang masih mendengus kesal hanya menatap kami dari kejauhan sambil bertanya-tanya, "Apa coba yang dia rencanakan, Vain itu...?"
"Sesuatu" Veskal menjawab sambil tersenyum
Semuanya sudah siap. Para Fae juga sudah siap mengangkat mereka
Ada yang mengangkat 2 anak sekaligus, ada juga yang mengangkat 3
Tapi itu tidak akan masalah selama mereka bisa teratur
"Siap?!"
"YA!!"
"1... 2..."
"3!!!"
Kami semua melesat ke udara, dan di waktu yang bersamaan. Akar pohon itu berusaha menangkap kami di tanah namun gagal
Karena itu, dia pun memanjangkan akarnya hingga mencapai udara dan mencoba menangkap kami
Kami terbang kesana kemari, menghindari akar itu satu persatu
Aku kemudian member isyarat kepada mereka, dan anak-anak itu mulai berpencar sesuai yang aku perintahkan
"Hey pohon jelek! Kemari!" Seorang anak mengejek akar itu
Akar pohon yang mengejar kami langsung berhenti...
Kemudian semuanya beralih mengejar anak itu
Orang tua milik anak itu langsung terlihat jantungan ketika menonton anak mereka dikejar seperti itu
"Hey... Bukannya cara Vainzel ini terlalu gegabah?" Veskal bertanya
Verdea hanya merespon dengan tawa kecil terlebih dahulu, membuat Veskal semakin bingung
"Begitukah menurutmu?" Verdea membalas
"Habisnya, dia menyuruh seorang anak menjadi umpan. Semua akar itu jadi mengejarnya bukan. Dia tidak akan bertahan lama"
"Hm... Memang terlihat sangat gegabah...
Tapi latihan ini, cocok sekali untuk mereka dalam situasi ini"
"... Hah?"
Mereka berdua kembali menengok kearah tempat latihan dan terkejut melihat kami
Sementara itu, aku sibuk memukuli akar pohon itu agar mereka tidak bisa menangkap anak yang sedang dikejar
Bahkan tidak satupun dari akar-akar pohon berhasil menyentuh anak itu
Aku berusaha mengatur kecepatan ku menangkis akar-akar itu agar mereka tidak bisa memiliki celah
"Keren!" Anak itu memujiku
"Simpan pujianmu. Latihannya masih berlangsung"
"... Ah! Teman-teman!"
Dia terkejut melihat teman-temannya yang mulai dikejar oleh akar yang lain
Mereka semua mulai berpencar untuk menghindarinya, tapi seorang anak perempuan hanya terdiam disana dan membeku
Dan belum sempat dia tertangkap, seorang anak lainnya berhasil membawanya pergi menghindar
Akar itu mulai beralih berusaha mengejar mereka tapi...
"Hoy bodoh! Kemari!" Seorang anak dari sisi lain mencelanya
"Oh! Jadi begitu rencana mereka!" Veskal berseru karena paham
"Betul! Vainzel mungkin memisah mereka menjadi tim 2 atau 3 orang terlebih dahulu. Lalu, jika salah seorang dari tim itu ditangkap, maka semuanya akan gagal
Lalu, anak-anak yang akan menjadi umpan... Mereka bisa siapa saja asalkan waktu dan tempatnya memungkinkan. Hal itu hanya berguna untuk menarik perhatian musuh sementara waktu
Tapi fungsi utama dari hal itu adalah, memberi ruang untuk pelindung mereka agar bisa melumpuhkan atau menangkis musuh" Verdea menjelaskan dengan rinci, membuat Veskal berdecak kagum
"Menurutmu hal ini bisa cukup untuk rencana kita besok?" Veskal bertanya
"Tentu saja. Asalkan mereka menganggap latihan ini sama seperti rencana kita, aku yakin mereka bisa"
"Luar biasa!"
Mereka berdua pun tertawa puas melihat latihan kami
...
"..... Rencana ini terlalu berbahaya" Zaphir bergumam
"Hm? Ah ya... Aku lupa kalau kamu sangat menyayangi anak-anak, ras apapun itu" Alf merespon
"... Aku tidak pernah mengatakan hal itu"
"Tapi perlakuanmu menunjukkan hal yang berbeda"
...
"Zaphir Lunaris. Aku berharap kamu mau percaya kepada Vainzel untuk hal ini. Kamu memang selalu mempercayainya dalam perbuatan, tapi tidak pernah dalam hati"
__ADS_1
...
"Dimengerti, Elf Agung"
Alf tersenyum mendengar respon Zaphir, sembari memperhatikan kembali latihan kami
"Verdea itu memang benar. Dia alami dalam hal ini, seandainya dia mau menerima tugasnya seperti ini" Zaphir bergumam lagi
"Benar..." Alf membalas pelan
......................
--- Beberapa jam kemudian ---
"Haaaahhhh.....! Anak-anak itu bertenaga sekali..."
Aku terbaring lemas di tanah karena kelelahan melatih mereka semua
Sial. Aku kalah semangat dibandingkan anak-anak itu. Lihat mereka, masih bisa terus tertawa riang selagi disambut orang tua mereka setelah latihan
Hah...
"Benar juga. Ini sudah siang, tapi mereka masih terlihat bertenaga"
"Ah! Zaphir. Aku ingin kamu yang melatih mereka nanti sore. Aku lelah...!"
"Raja yang satu ini manja sekali..." Veskal meledek
"Silahkan coba latih mereka, lalu silahkan mengatakan hal itu jika kamu bisa bertahan"
"Terima kasih atas kerja kerasnya"
Eleanor mendekat kearah kami dengan seorang wanita di belakangnya membawa minuman dingin
"Ini untuk penyegar badan. Silahkan diminum"
"Oh syukurlah. Aku bisa dehidrasi kalau tidak mendapatkan ini" Aku berkata sembari mengambil sebuah gelas dan langsung meneguknya habis
"H- heh? Kamu meneguk semuanya habis? Tidak ngilu?" Verdea bertanya
"Yang penting hausku lega!"
Semua orang disana tertawa kecil melihat tingkahku
"Baiklah, baiklah. Vainzel. Aku ingin mengingatkanmu pada sesuatu" Alf berkata
"Hm? Apa itu Ayahanda?"
"Kamu lupa membuat lingkaran teleportasi agar para Sylph bisa datang kemari. Aku melihat mereka sedang menunggu sekarang ini"
...
"SIAAAALLLLL!!!!"
Aku berlari secepat mungkin ke dalam kota untuk segera menggambar lingkaran sihir itu, sementara yang lainnya hanya tertawa melihatku lagi
"Baiklah. Aku juga akan menyusulnya untuk membantu" Verdea berkata sembari mengembalikan gelas minumnya, kemudian lari mengikutiku. "Vain! Aku juga akan membantu!!"
"... Aku juga ikut" Veskal berkata, kemudian ikut berlari secepat mungkin
"... Dia belum meminum bagiannya" Wanita yang membawa minuman itu berkata
"Tidak apa. Simpan saja untuknya nanti" Alf membalas
"Baiklah"
...
Tidak berapa lama, dari tengah lapangan latihan yang masih dikerumuni orang itu, sebuah suara keras membuat semua orang disana kaget
Mereka pun menyadari kalau suara itu berasal dari dalam kota
"Apa yang terjadi??"
"Ada serangan??"
Semua orang bertanya-tanya dengan gelisah. Tetapi sebagai pemimpin mereka, Eleanor pun membuat mereka tenang seketika
"Dengarkan. Mari kita semua lihat apa yang terjadi" Dia berkata kepada semua warganya
Semuanya setuju dan mulai berjalan ke dalam kota. Eleanor meminta Zaphir untuk membantu Albert, dan dia langsung melakukan hal yang diminta
"Apa yang terjadi disini?" Tanya Eleanor kearah depan
Tapi selangkah saja dia masuk ke alun-alun, dia sudah mendapatkan jawabannya
"Pasukan Klan Sylph, diketuai oleh hamba, Amelia Storm, memberi hormat pada sang Oberon"
Semua warga langsung terkejut melihat 49 Elf Angin yang menunduk hormat di depanku, Verdea, dan Veskal
"Baiklah...
Persiapan kita sudah seluruhnya matang!"
......................
--- Keesokan harinya, Kastil Magellan ---
"Sudah siap? Aku ada urusan dengan seorang wanita" Eloy berkata
"Sudah. Tapi, aku masih bingung kenapa aku harus ikut" Yuriel berkata dengan nada ragu
"Bukannya sudah jelas? Kamu itu hakim? Kamu bertugas untuk melegitimasi sebuah keputusan penting bukan?"
"... Semoga Tuhan mengampunimu Yang Mulia. Aku tahu kamu hanya ingin saksi atas kemenanganmu saja"
"Aku tidak butuh bantuan Tuhan~
Tuhan itu tidak ada di dunia ini, dan jika dia memang ada, dia itu cuma bajingan terbesar bukan?"
"..... Semoga Tuhan mengampunimu yang mulia..."
"... Lupakan saja. Ayo kita pergi"
__ADS_1
Membawa seorang penyihir kelas tinggi dan seorang Hakim Agung, sang raja pun masuk ke dalam jebakan yang tidak dia sangka sama sekali
Jebakan yang kubuat, khusus untuknya...