Book Of Flowers

Book Of Flowers
Sebelum Debutan (1)


__ADS_3

--- Keesokan paginya ---


"Kamu ingin aku untuk apa?"


"Belajar lebih giat. Jadi aku, Luxor, Lyralia dan Ordelia akan menggabung jam kami demi mengajarimu lebih sering"


...


"Semoga beruntung, Verdea"


"Itu saja yang ingin kamu sampaikan, Veskal?"


Veskal tertawa kecil menanggapi Verdea yang menggembungkan pipinya karena kesal


"Lagipula, kenapa tiba-tiba ingin menggabung jam untuk pelajarannya? Bahkan sampai membersihkan ruangan ini..." Veskal bertanya kepadaku setelah melihat sekeliling


Aku tanpa basa-basi langsung mengeluarkan sebuah surat dari balik jubahku. Sebuah surat yang memiliki segel merah kerajaan


Verdea dan Veskal tersentak melihat surat itu


Baiklah, daripada mereka penasaran terlalu lama, sebaiknya kubuka sekarang


Bercanda. Aku sudah membukanya malam kemarin. Hanya saja mereka belum tahu apa isinya


Ini dia. Ehem...!


...


'Untuk Verdea Hortensia, Pangeran kelima dari kerajaan Hortensia


Dengan ini, aku, Damien Hortensia, memberikan sebuah titah bagimu untuk menghadiri acara debutan yang akan diadakan demi merayakan kembalinya dirimu secara resmi, dan juga demi memperingati kemenanganmu atas Xiang yang akan dicetak oleh sejarah


Bertempat di kastil Rose, perayaan ini akan diadakan di hari yang sama dengan Festival Bunga, 3 hari lagi. Karena itu, untuk 7 hari dan 6 malam, kedua acara itu akan terus berlangsung hingga akhir


Dan demi mempererat hubungan Hortensia dengan kerajaan lain, diriku dan para pejabat sudah sepakat bahwa seluruh kerajaan di dunia dan seluruh bangsawan Hortensia akan berkumpul, membawa setidaknya satu anak yang seumuran denganmu. Hal ini bertujuan demi memberikanmu sebuah teman yang dapat membuat kalian saling membantu satu sama lain


Aku harap dengan surat ini persiapanmu akan lebih matang, baik fisik maupun mental


Sekian dariku, Raja dari kerajaan Hortensia


^^^Damien Hortensia'^^^


...


Surat ini datang kemarin petang


Formal sekali. Aku yakin bukan Damien yang memikirkan untuk menulis surat ini


Mungkin si ibu ratu. Tapi, mengirim surat se-formal ini kepada anggota keluarga seharusnya tidak diperlukan bukan?


Atau mereka memang ingin bersikap formal kepada semua orang?


"Jadi... Soal pelajaran itu..."


"Ah ya. Jangan pikir tidak ada kaitannya. Justru kaitannya sudah SANGAT jelas"


Verdea menelan ludahnya gugup


Anak ini masih tetap benci belajar melebihi apapun... (Kecuali pelajaran bertarung)


Dia pun pasrah, menyadari kalau dia tidak boleh terlihat bodoh di depan para aristokrat itu nanti


"Aku paham kalau aku harus belajar politik dan tata krama, tapi kenapa Luxor dan Lyralia yang mengajari pengetahuan umum juga harus digabung dengan kalian?"


"Untuk berjaga-jaga~!"


"Dan kamu tidak pernah belajar dengan giat akhir-akhir ini dalam pelajaran kami, jadi silahkan nikmati waktumu yang tersisa"


Mendengar Lyralia dan Luxor, Verdea tentu semakin lemas. Veskal tidak bisa apa-apa selain mengelus kepala Verdea


"Lalu, bagaimana kalau kita mulai pelajarannya. Istirahat nanti saat tengah hari, lalu kita akan lanjut setelah waktu menunjukkan sore, dan berakhir saat petang"


"Hah?? Jika begitu, waktuku akan-!!"


"Ehem!! Aku harap kamu sadar kalau Festival bunga dan debutan itu akan dimulai 3 HARI LAGI!" Aku memotong Verdea


"Aku benci nada sarkas mu itu..."


Setidaknya itu cukup berdampak untuk membuatmu mendengarkanku bukan? Toh, kamu sudah duduk rapi sekarang walaupun masih menggerutu


"Kalau begitu, sebaiknya kamu mempelajari politik dan tata krama terlebih dahulu. Bersiap, nak"


Untuk memperagakan padanya, aku meminta tangan Ordelia. Setelah itu, kami berdua berjalan ke tempat yang luas dan menghadap satu sama lain dengan sebuah posisi khusus


Tangan kanan wanita di pundak kiri pria. Tangan kiri pria di pinggang kanan wanita. Lalu, tangan kiri kedua orang yang saling menyentuh dan berada di luar tempat mereka menghadap

__ADS_1


"Oh! Kalian akan belajar berdansa??" Remina berseru melihatku dan Ordelia


"Yap. Benar sekali. Aku terkesan kamu tahu dengan cepat"


Padahal dia tidak pernah melihat orang berdansa dengan satu sama lain di Miralius. Kami tidak punya acara seperti itu, dan umumnya hanya mengadakan kebanyakkan acara dengan makan-makan bersama yang meriah


"... Supaya adil, bagaimana kalau Remina juga belajar denganmu?" Ordelia mengusulkan mengusulkan


Oh, saran yang bagus. Dengan begitu, Verdea bisa memiliki pasangan dansa selagi kami memperagakan


"Hm? Menjadi pasangan orang ini?" Remina bertanya, dengan telunjuk mengarah ke Verdea


"Ada masalah?" Verdea membalas ketus


"Tidak. Hanya saja, kamu mungkin akan menginjak kakiku dengan sengaja nanti"


"Bukan yang sebaliknya, hm...?"


"Aku yakin kalau kamu yang akan menginjakku"


Wah? Mereka malah menantang satu sama lain


Setidaknya mereka punya semangat untuk membuktikan siapa yang akan mengacau. Mereka sudah bersiap di posisi yang sama dengan aku dan Ordelia


Perbedaan tinggi mereka sangat luar biasa. Tinggi Remina hanya bisa mencapai perut Verdea, memberikan kesan seperti seorang adik yang bersama dengan kakaknya


Mereka terlihat imut. Apalagi wajah mereka yang kesal terhadap satu sama lain itu adalah hiasan diatas kuenya


"Baiklah. Lyralia. Mulai tepukan tanganmu dengan tempo ini untuk memberi kami arahan" Aku memperagakan sebuah tepukan kepada Lyralia


Dia mengangguk setuju, dengan tangannya yang sudah siap untuk menepuk satu sama lain


Aku menoleh kearah Verdea dan Remina yang sudah sama siapnya


"Yang pertama adalah tes keserasian. Kita hanya akan bergerak ke samping mengikuti tempo untuk pelajaran pertama ini"


Mereka mengangguk paham, kemudian menatap satu sama lain seakan siap berkelahi


Aku pun meminta Lyralia memulai temponya sebelum mereka mulai membuat suasana semakin buruk


Tes ini cukup sederhana. Yang harus mereka lakukan hanyalah-


"AW!! Sudah kuduga!!"


...


Hari ini akan sangat menyenangkan! Ahaha!


Ahaha... Haha...


Ayahanda, beri aku kesabaran...


Sementara itu, Veskal yang bisa melihat tangisan batinku itu hanya menahan tawanya menikmati semua hal itu selagi dia masih sempat


......................


"Ayolah, kalian berdua! Ini sudah satu jam lebih! Setidaknya pelajari irama langkah kaki pasanganmu selagi mengikuti tempo"


Mereka berdua berdecak dalam waktu yang sama mendengarkanku, selagi terus fokus mengikuti tempo


"Setidaknya mereka sudah lebih baik..." Ordelia berbisik


Tidak... Mereka tidak lebih baik...


Gerakan mereka masih terlalu cepat melebihi tempo ini, seakan mereka sedang bersaing siapa yang bisa melangkah lebih cepat


Mungkin ada hubungannya dengan latihan bertarung kami. Ditambah dengan beberapa kejadian akhir-akhir ini juga, penyebab dari langkah mereka yang cepat itu mungkin karena mereka harus mengikuti kecepatan bertarung lawan mereka


Ah, itu dia!


Mereka tidak melihat pasangan dansa mereka sebagai teman, tetapi sebagai lawan


Itu cukup bagus. Tapi, jika ada dua petarung memiliki gerakan yang sama cepat disuruh berdansa, mereka tentu akan bersaing


Tidak sepertiku dan Ordelia dimana aku harus menyamai gerakanku yang cepat dengan miliknya yang lebih lamban. Jadi, karena itu...


Aku menyuruh Lyralia berhenti menepuk temponya, kemudian berpaling kembali kearah kedua anak itu


"Verdea, Remina. Kemari" Aku memanggil mereka


Mereka langsung mendecak lidah bersamaan lagi karena tahu ada yang salah dengan tempo mereka. Tapi mereka tetap mendekat kearahku, walaupun terlihat tidak mau


"Aku punya satu saran, dan ini akan berguna untuk kalian berdua. Baik untuk berdansa atau bertarung" Aku berkata


Semua orang tentu langsung tertarik, tidak hanya kedua anak itu

__ADS_1


"Tapi, apa kaitannya berdansa seperti ini dengan bertarung?" Veskal bertanya


"Mengukur kesabaran dan kecepatan mereka ketika berhadapan dengan seorang lawan"


Singkatnya


"Aku ingin kamu Verdea, menahan diri dengan melambatkan langkahmu. Dan dengan itu, aku juga ingin melihat kesabaran Remina menangani gerakanmu


Ingat, ikuti saja temponya. Tidak usah terlalu lambat, tidak usah terlalu cepat"


Verdea kemudian terlihat berpikir, dan tiba-tiba mendapatkan sebuah pencerahan


"Begitu. Aku paham sekarang" Dia bergumam


Dia kemudian maju terlebih dahulu ke area luas itu, diikuti oleh Remina yang masih bingung di belakangnya


Posisi sudah diatur kembali, dan tempo pun sudah dimulai


Sesuai apa yang kukatakan, Verdea pun mulai bergerak pelan mengikuti temponya. Dan disaat itu pun Remina sadar apa yang harus dia lakukan


Dia mengikuti gerakan Verdea, sama seperti sebelumnya. Tetapi tidak berusaha melebihinya agar tidak mengacau


"Oh, jadi begini..." Dia bergumam


"Benar. Jika kamu memiliki teman yang harus dilindungi atau musuh yang terlalu lamban, jangan habiskan tenagamu untuk bergerak lebih cepat dari mereka


Ikuti tempo mereka, kemudian kerahkan kekuatan yang diperlukan. Jika tidak, temanmu yang lebih lemah akan tertinggal, atau tenagamu hanya akan habis melawan musuh yang lamban saja. Tidak jauh berbeda dengan bertarung bukan?" Aku memberi penerangan lebih lanjut


Mereka berdua mengangguk pelan bersamaan, walaupun kepala mereka tertunduk fokus melihat langkah satu sama lain


Satu hal lagi yang kusenangi dari anak-anak ini adalah, mereka cepat belajar. Sedikit dorongan di dalam hati mereka saja, akan mengasah kemampuan mereka hingga menjadi seperti berlian yang berkilau


Veskal langsung bersiul kagum melihat betapa serasinya gerakan kedua anak yang awalnya kacau tadi itu


"Mungkin harus kucatat juga. Apa yang Vainzel bilang ada benarnya..." Dia bergumam


"Dan setelah belajar menari, Verdea akan kuajarkan ulang semua nama pejabat negara, semua pemimpin negara yang akan datang, dan anak seumurannya yang kemungkinan akan datang"


"Heh??"


Yap, dia masih punya banyak hal yang harus dipelajari. Dan dia harus melakukannya sampai 2 hari lagi


Kesempatan belajar akan hilang setelah 2 hari itu


...


Oh, dan aku baru ingat kalau para pemimpin negara akan berkumpul besok untuk mengurus sidang perkara kejahatan Xiang di pengadilan internasional


Itu sebabnya mereka sekalian akan diundang langsung ke acara ini juga. Hortensia memang luar biasa, mempunyai banyak dana untuk semua acara itu...


...


"Ah, benar juga. Festival Bunga itu bukan hanya tentang memberi bunga kepada orang terdekat. Akan ada ajang penampilan bakat juga bukan?"


Tapi aku tidak tahu di hari keberapa ajang penampilan bakat itu akan dilakukan di tahun ini. Aku hanya ingat kalau setiap tahun para bangsawan akan melakukannya di hari Festival Bunga


"Ah, aku juga tahu itu. Jadi, aku mungkin akan menampilkan lempar pisau kepada semua orang nanti" Veskal berkata


"Heh? Kamu sudah siap dengan persiapan rupanya" Verdea membalas


"Tentu saja. Siapa yang ingin melewatkan sebuah festival meriah dengan teman-teman?"


Aku belum pernah mengikuti acara itu. Apa yang harus kutampilkan ya...?


"Ah, tidak perlu khawatir. Acara itu hanya akan dilakukan oleh satu orang perwakilan saja" Veskal menjelaskan


Oh, seperti itu kah?


"Kalau begitu bagus lah... Aku tidak perlu susah-susah mencari ide"


...


Tapi, Miralius mungkin juga pasti membutuhkan perwakilan. Kami itu dihitung sebagai tamu juga


Kami bisa melewatkannya. Hanya saja, sangat disayangkan bagi kami yang tidak tampil, jika semua kerajaan lainnya sudah memikirkan apa yang akan mereka tampilkan melalui perwakilan


Hmph... Sepertinya aku memang harus mencari ide untuk jaga-jaga...


Tapi untuk sekarang-


"Kita lanjutkan latihan dansa nya, atau tidak?"


"Tidak!" Jawaban keras itu pun keluar serentak


Kalau begitu kita akan masuk ke bagian paling menyenangkan dari pelajaran ini...

__ADS_1


__ADS_2