
*BRAK!!*
*TAM!*
*KTAM!!*
...
Aku sama sekali tidak bisa menyentuhnya kali ini. Temanku yang satu ini sudah lebih lincah daripada sebelumnya
Mungkin berbaikan dengan ayahnya memiliki pengaruh yang sangat besar mengenai perkembangannya ini
"Kita sudahi saja! Aku kalah!" aku menyerukan kepadanya dari kejauhan
"Hah?? Aku tidak ingin menang karena kamu menyerah lagi!!" Luna justru membalas
"Sudah 2 jam berlalu semenjak kita mulai bertarung bodoh! Ordelia akan membunuh kita berdua jika kita tidak berhenti merusak tempat ini sekarang juga!"
Padahal dia tahu betul mengenai hal itu...!
"Terserah! Catat saja poin kemenangan untukku kali ini"
"Oke!"
387 kali menang, 500 kali kalah
Itu rekor semenjak terakhir kali kami berduel yang diakhiri kemenanganku. Sekarang dia boleh mengambil kejayaan sementara itu
Hah... Padahal aku berharap bisa menang 10 kali berturut-turut seperti dulu...
Tapi semenjak dia menjadi petinggi, Luna sungguh sangat berkembang pesat hingga ke titik aku terlalu dikejutkan
"Aku tetap masih ingin kamu mengeluarkan kekuatan penuhmu untuk melawanku" Luna menggerutu selagi membuka botol minumnya
Benda itu pun dia teguk isinya dengan sangat tidak pelan-pelan, seakan dia tidak pernah minum selama setahun lamanya. Air di dalamnya bahkan sudah habis tidak bersisa, sehingga setelah dia puas minum, botol air itu dia langsung lempar ke dekat kakinya
Kami berdua pun duduk menyaksikan semua kekacauan yang sudah kami perbuat. Dan bisa dibilang—Ordelia pasti akan membuat kami menerima ganjarannya kali ini
"Rupanya sangat parah ya..."
"Aku senang kekacauan nya tidak separah yang terakhir kali, tapi tetap saja..."
Aku sudah bisa merasakan hawa dingin milik Ordelia. Hal terburuk yang bisa dia lakukan kepada kami adalah mengabaikan kami selama berminggu-minggu lamanya...
"Fisikmu terlalu kuat. Kenapa harus begitu coba??" Luna menggerutu lagi, kali ini seperti anak kecil tidak seperti biasanya
"Kamu pikir kamu itu mudah ditangani apa? Diantara kita semua, aku yakin Leshy bilang kalau kamu adalah orang yang paling ahli dalam pelajaran teknik ini" aku membalasnya ketus
"Tapi tetap tidak bisa mengalahkanmu. Aku bahkan harus berusaha keras memastikan ujung tanganku tidak meledak setiap kali hantaman kita beradu..."
...
Hah...
Aku sungguh sangat menyesal setiap kali dia membahas itu. Seandainya kami tidak pernah bereksperimen melakukan Midsummer Night Dream, inti Mana miliknya mungkin tidak akan pernah hancur
Dia tetap bisa menggunakan Mana, tentu. Tapi itu sama halnya dengan bernapas tanpa paru-paru lengkap
Dia harus memaksakan diri jika ingin menang dalam pertarungan, tapi dia sudah terlalu ahli melakukan hal itu hingga aku bahkan dia buat kewalahan
"Aku selalu bilang latihanmu itu terlalu radikal, dan aku tidak yakin pandangan itu akan berubah sama sekali" aku berkomentar
Tapi itulah alasan utama aku menjadikan dirinya sebagai tangan kananku
Dia tidak hanya bisa dipercaya semata. Dia juga sangat adaptif dan fleksibel, selalu belajar dari setiap hal yang dia lalui
Tidak seperti Ordelia yang memiliki keterbatasan fisik. Tidak seperti Ivor yang tidak memiliki kepala dingin dan nekat. Tidak seperti Lyralia yang selalu memilih untuk menghindar. Tidak seperti Luxor yang terlalu takut dan hanya akan maju jika punya rencana walaupun dadakan. Juga tidak seperti diriku yang terlalu menahan diri agar tidak menghancurkan benda di sekitarku
Luna adalah gabungan dari setiap penutup kelemahan teman-temanku itu. Dia adalah versi lengkap, yang hanya dibatasi dengan keterbatasannya mengendalikan Mana. Salah satu dari petarung paling berpengalaman diantara kami berenam, dipoles oleh banyak sekali guru dan lawan yang memiliki teknik berbeda-beda
Insting Luna adalah senjata terkuatnya
Aku selalu percaya instingnya, begitu juga yang lain. Dan instingnya itu dia dapat gunakan dengan sangat baik, sehingga pikirannya tidak akan digunakan ketika dia sedang bertarung
__ADS_1
Dia hanya fokus ke satu tujuan, dan tujuan itu adalah memenangkan pertarungan itu
Dia adalah temanku yang memiliki kelemahan yang paling tidak jelas diantara kami semua. Bahkan aku sendiri memiliki kelemahan
"Hah... Bahkan Zaphir itu masih tidak ada apa-apanya jika kupikirkan lagi..."
"Apa?"
"Abaikan saja, Luna"
Mungkin aku harus memperkenalkan Luna sebagai tangan kananku kepada dunia juga. Itu mungkin akan membantu sekali untuk kami semua
"Abaikan juga tentang diriku, kita masih belum membahas mengenai festival Elf air di area kekuasaan mereka nanti"
Oh ya!
Aku jadi teringat kalau musim panas juga akan segera tiba. Elf air juga adalah salah satu klan yang paling senang mengadakan festival, bersandingan dengan Elf api dan cahaya
Ketiga klan itu bahkan akan mengadakan acara festival bersamaan untuk musim panas tahun ini. Atau lebih tepatnya, musim kemarau, karena area Miralius yang berada tepat di tengah dunia ini hanya bisa mengalami 2 musim
Tidak seru bukan? Iklim tropis terkadang memang sedikit membuatku kecewa...
Omong-omong, jangan bilang festival yang akan diadakan Elf air sedang mengalami masalah...?
"Tidak ada masalah. Tapi, Lyralia tetap bersikeras untuk menjadikan festival itu hanya mengenai Remina yang akan dijadikan petinggi" Luna pun berkata
Ah begitu...
Aku jadi sedikit lega tidak ada masalah yang terjadi
Maksudku, ini juga akan menjadi festival pertama kami setelah 5 tahun berturut-turut tidak berlangsung...
Jadi, semuanya harus dilakukan dengan megah. Bahkan jika aku harus ikut turun tangan dalam persiapannya, aku akan dengan senang hati membantu sebanyak mungkin
"... Menurutmu kamu yakin Remina bisa lulus, Vainzel...?"
...
...
...
...
"Aku harus percaya dia bisa, Luna" jawaban itu pun kuutarakan. "Karena kalian juga masih membutuhkan jawabannya. Jawaban yang akan menentukan pola pikir kalian di masa depan"
Dan itu mengingatkanku kalau waktu itu sudah akan sangat dekat. Aku jadi tidak bisa menahan senyumku dengan harapan yang cukup tinggi
...
Tapi yah...
Aku masih harus memikirkan kemungkinan kalau Remina mungkin akan gagal...
"Apa ada seseorang yang melatihnya dalam bertarung kali ini? Aku lebih ragu dia bisa menang melawan Lyralia pada tahap pertama nanti"
Maksudku, dia bisa mengulangi pertarungannya itu sebanyak 2 hari setelah kegagalan pada hari pertama. 1 pengulangan setiap 1 hari
Tapi, Lyralia bukanlah orang yang bisa kami anggap remeh. Lalu...
Kami belum mendekatkan Remina kenapa senjata kedua milik klan Undine...
Jika Lyralia sudah melakukannya sebelum ini, dia pastinya akan melapor. Tapi aku tidak mendengar satupun suara Lyralia yang membahas hal itu sejauh ini
"Artinya, kita harus meminta senjata suci kedua klan Undine agar dia bisa mengenal Remina" aku pun menyimpulkan, dibalas oleh anggukan setuju Luna
"Lalu bagaimana dengan Veskal? Aku tidak melihatnya semenjak pagi. Seharusnya anak itu bangun semenjak matahari belum terbit sama sekali bukan?" Luna bertanya
Ah, mengenai yang satu itu...
"Aku mengirimnya ke Hortensia menggunakan alat teleportasi dadakan. Dia mungkin sudah menemui dan menerima laporan dari Frank sekarang"
Aku juga masih harus memonitor keadaan sekutu kami disana. Juga, aku ingin memisahkan Natasha dari Veskal sebisa mungkin
__ADS_1
Semoga saja Veskal bisa membawa informasi yang baik di dengar telinga
...
Dia mengingatkanku kalau Natasha sama sekali belum sadarkan diri sekarang ini...
Aku bahkan melarang akses siapapun itu untuk menjumpainya, selain milik Margaret sebagai pengurusnya sekarang ini
Juga, Margaret sama sekali tidak memberiku pemberitahuan mengenai kesadaran Natasha. Dia hanya melapor mengenai tugasnya saja karena selama dia menjalankan hal itu, Natasha masih tetap menutup mata. Aku juga sudah mengecek secara pribadi untuk mengetes kebenaran laporannya itu
Hah...
Kami masih harus membasmi banyak hal. Bahkan kunci utama kami untuk mengalahkan para penyembah iblis itu sama sekali tidak ingin membuka mulut mereka, selagi 2 orang yang kabur sama sekali tidak bisa ditemukan
Tamatlah kami jika mereka sudah sadar mengenai ekspedisi gabungan kami dengan Sto Astra. Sepertinya mengundur jadwal perihal itu bisa jadi cukup berguna untuk meredakan kewaspadaan mereka—walau hanya sedikit
"Satu sandera kita tidak mau bicara, dan satunya lagi tidak sadarkan diri sama sekali. Hidup ini memang menyusahkan karena orang-orang seperti mereka..."
Aku tidak punya simpati dengan keadaan mereka sama sekali. Seandainya kami tidak sadar, aku yakin mereka akan menusuk kami dari belakang untuk menyokong makhluk ter-agung apalah itu yang mereka puja
Apapun yang membahayakan Verdea dan semua orang, aku tidak punya rasa kasihan kepada mereka
"Cara yang kita ambil ini terlalu panjang, tidakkah kamu berpikir begitu?" aku kali ini balik bertanya
"Tentu. Tapi, itu juga karena kita menyesuaikan diri dengan kode moral kita semua. Bahkan jika situasinya sangat memburuk..."
"... Kita tidak boleh kehilangan diri kita sendiri"
Luna benar
"... Mungkin, kamu sebaiknya menemui Remina sekarang ini. Biar aku saja yang menangani Ordelia nanti" dia pun menawarkan diri
Yah...
"Kamu sungguh tidak keberatan bukan? Ordelia akan menegurmu selama 5 jam bisa-bisa, tahu?"
"Tidak masalah. Jalankan semua hal yang perlu kamu jalankan sekarang. Aku juga sudah menyita waktumu"
...
"Kamu tidak menyita waktuku" aku berkata kepadanya, sebelum bangun dan menarik perhatian matanya kearahku
"Sebaliknya, kamu cukup membantu untuk melegakan kepalaku kembali"
Jujur saja, memang begitu...
...
"Tapi aku tidak akan kalah lain kali, jadi jangan meledekku, oke?"
"Hah! Kamu berpikir aku senang mendapatkan kemenangan karena kamu harus menyerah? Aku akan menghancurkanmu di duel selanjutnya!"
Ooh~ Kata-kata yang terlalu besar
Baiklah. Tidak ada lagi waktu yang harus kubuang
"Aku memperingatkan Luna. Jangan sampai Ordelia menjalankan mulutnya selama 5 jam, oke?" aku berkata selagi menjauh
Dan dia hanya tersenyum, melambaikan tangannya untuk membalasku yang mulai hilang dari pandangan matanya
...
...
...
"Vainzel benar. Apa yang kulakukan dengan menawarkan hal itu coba...?"
Bahkan tangan kananku yang paling tangguh itu sekalipun, masih takut dengan kekasihku yang bernama Ordelia
Sungguh, gadis kesukaanku itu adalah orang yang paling menakutkan di dunia ini ketika sudah menunjukkan kekesalannya
"Dia bahkan tidak memberiku benih tanaman untuk mengganti beberapa pohon yang tumbang. Tamatlah aku..."
__ADS_1