
...
...
Kami bertiga duduk melingkari sebuah meja di ruang tamu rumahku sejak tadi, tapi tidak ada satupun dari kami yang membuka pembicaraan
Verdea hanya diam sambil menempelkan wajahnya di meja, mungkin karena kelelahan habis dijahili Luxor dan anak-anak. Lalu, Veskal terlihat sibuk menikmati teh bunga yang disuguhkan padanya. Wajahnya menunjukkan kalau dia juga sedang lelah
Lalu aku sendiri diam karena aku masih kepikiran banyak hal. Nasib penduduk Andromeda ke depannya, Zaphir dan Luna yang belum membaik, dan terakhir rencana kami selanjutnya ketika berada di Hortensia kembali
...
"Omong-omong, kalian ingin membahas apa yang akan kita lakukan di Hortensia nanti?"
"... Boleh. Tapi biarkan aku tetap begini" Verdea menyahut
Dan dia benar-benar tidak bergerak sedikitpun, sama seperti batu
"Hm... Aku lebih penasaran apa yang kamu pikirkan dengan mengirim Cyth untuk pergi memburu Walter Hunt. Aku tahu dia orang terbaik untuk berburu Walter, tapi bukannya cukup berbahaya? Maksudku, dia bisa mengirim orang lain saja bukan, mengingat Rosalia itu memiliki banyak orang beringas di sisinya?"
Pertanyaan yang bagus
"Pemikiranmu ada benarnya. Tapi, aku mengirimnya bukan semata-mata hanya karena dia orang terbaik untuk itu"
Pemikirannya tidak salah sama sekali. Tidak seperti kami, Cyth sangat lemah dan ceroboh. Dia ahli dalam jarak jauh, tapi ketika musuhnya mendekat, dia akan tamat
Tapi, karisma nya cukup menarik. Pasukan Orion akan mengikuti perburuan itu mengingat kalau mereka adalah pasukan terkuat di seluruh dunia. Dan jika perkiraanku benar, dia mungkin bisa menangkap hati milik Raja Orion, Julius
Orang itu akan turun tangan langsung dalam perburuan ini, dan aku yakin dengan itu mengingat sifatnya. Terkecuali Artorius, aku paling mengetahui sifatnya diantara semua raja yang ada di dunia. Habisnya, dia selalu menggangguku ketika aku bertualang di Orion dulu. Dia tidak henti-henti memintaku untuk melawannya setelah aku menjungkir balik seorang prajurit kerajaan yang mencoba melukai ku dulu
Julius Orion adalah orang yang menjunjung tinggi keadilan. Itu yang dia teriakkan dulu. Dan melihat reaksinya ketika pertemuan antara manusia dan Elf beberapa hari lalu, aku masih yakin dia menganut hal itu. Perkiraanku, dia akan langsung turun tangan secara pribadi untuk membersihkan namanya dan tetap menegakkan keadilan
Dia adalah tipe orang yang mudah ditebak. Tapi aku juga tidak bisa menganggapnya remeh. Dia cukup pintar, dan dia diberkahi dengan kekuatan seorang kontraktor
Benar. Dalam artian lain, dia adalah pengontrak seorang roh. Tidak banyak orang yang bisa melakukan hal itu karena roh pada umumnya sangat kuat hingga bisa membunuh pemiliknya ketika baru saja membuat kontrak dalam hitungan detik
Jika dia memang benar-benar turun tangan, aku tidak perlu khawatir dengan Cyth. Lalu, Cyth juga bisa mencoba mendekat kearahnya untuk membentuk sekutu yang baik. Hal itu juga akan kuperlukan untuk membantu Verdea nanti
"Jadi, mari beralih ke bagian Hortensia nya"
Setelah mendengarkan penjelasan panjang rinci barusan, Verdea dan Veskal langsung mendengarkan dengan baik. Verdea bahkan mulai mengangkat kepalanya dari meja, walaupun masih terlihat lemas
"Singkatnya, aku ingin membuat Verdea dan Artorius menjatuhkan kekuatan absolut milik Rosalia. Untuk mengakhiri semua hal gila yang dia ingin lakukan, secepat yang kita bisa"
"... Dengan cara?"
"Membuat salah satu dari mereka menjadi raja melalui pemberontakan nanti"
"H- hah?! Kamu bahkan memikirkan sampai sejauh itu!? Memangnya kamu yakin rencanamu saat ini semuanya akan berhasil?" Veskal berseru
"Itu hanya tujuan akhirku. Akan baik jika Artorius bisa menjadi raja kembali, tapi hal itu mungkin akan susah mengingat kalau peraturan kerajaan-kerajaan manusia menganggapnya aneh. Hal itu justru akan menimbulkan kontroversi karena Damien sudah dipilih menjadi raja yang sah, walaupun kabar akan kematian Artorius itu sudah dinyatakan palsu akhir-akhir ini
Jadi, rencana kedua ku adalah menjadikan Verdea seorang raja. Itu semua hanya untuk menyingkirkan kekuasaan Rosalia dari takhta Hortensia sehingga kita bisa dengan mudah menumpasnya tanpa gangguan rumor yang tidak mengenakkan"
Mereka berdua terlihat terkejut. Tapi aku sudah menduga hal ini akan terjadi
Aku memang bisa menyingkirkan Rosalia sekarang ini, seperti yang aku selalu katakan sebelumnya. Namun, hal itu akan selamanya mencemari nama kaum Elf, dan akan berefek buruk juga untuk kedua anak ini
Skenario terburuk, perang antar ras kami tidak akan terelakkan
"Tapi Verdea masih terlalu muda untuk hal itu! Kenapa tiba-tiba ingin menjadikannya raja!?"
...
Aku tidak menjawab. Aku hanya menunggu pendapat Verdea. Veskal juga menyadari hal itu dan hanya beralih menatap Verdea
Aku tidak akan memaksanya. Jika tidak mau, ya tidak usah. Aku hanya perlu memikirkan jalur lain
Verdea menyeruput teh yang disuguhkan padanya hanya satu teguk. Tidak lama setelah meletakkannya kembali, dia pun memberi kami jawaban
"Aku siap menjadi raja, jika itu jalan terbaik untuk mengakhiri niat buruk kakakku"
...
Itu sungguh jawaban yang aku tidak sangka. Tetapi itu menghemat tenagaku dan membuatku tidak perlu berpikir terlalu banyak lagi
"Verdea... Kamu yakin...?" Veskal berkata dengan mata terbelalak
Kepalan tangannya tiba-tiba mengerat, hingga tidak lama, meja itu pun dia hantam sekeras mungkin hingga membuat kami berdua terkejut
"Menjadi raja itu tidak gampang! Setiap detik kamu bernapas, akan selalu ada yang mencoba menghentikannya! Kamu bahkan tidak akan beristirahat dengan tenang kapanpun itu! Kamu tahu hal itu bukan?!" Dia menambahkan kemudian
Verdea diam tidak menjawab, hingga sebuah helaan keluar dari mulutnya
"... Aku tahu hal ini tidak akan gampang. Aku hanya tinggal melihat ayah, dan aku tahu itu. Tekanan dari bangsawan lain, tekanan dari keluarga, dan kamu tidak bisa lagi mendapatkan hal yang kamu inginkan
Tapi, jika hal ini memang bisa menyelamatkan semua orang dari niat kakakku, aku akan percayakan hal ini pada Vainzel"
Dia harus berhenti terlalu mempercayaiku, sungguh. Tidak banyak yang bisa dia capai jika dia terus mengandalkan ku. Takutnya, dia akan berakhir seperti Artorius yang selalu mengandalkan orang lain untuk membantunya
"... Verdea"
"Ya?"
"Menurutmu, seorang raja itu apa?"
...
"Orang yang paling mengabdi untuk negaranya dan hanya memikirkan cara terbaik untuk meningkatkan kemakmuran semua penduduk di negeri itu"
...
Itu adalah pertanyaan terbaik untuk mengetes dia akan menjadi raja seperti apa. Dan aku tidak menyesal sudah melontarkan pertanyaan itu
"Jika aku menanyakan hal ini pada orang lain, apa menurutmu mereka akan menjawab hal yang sama?"
__ADS_1
"... Mungkin tidak. Entahlah..."
Aku sendiri menganggap kalau raja itu adalah sebuah posisi yang membuat seseorang memikul beban berat, dan hal itu justru menyeretku ke segala macam beban yang bisa diberikan oleh dunia ini
Dan mendengar jawabannya barusan, aku yakin kalau dia akan menjadi raja yang sangat hebat, bahkan melebihi pendahulunya. Aku yakin dengan hal itu
Sepertinya rencanaku ini akan semakin memiliki hasil bagus
"Uh... Vainzel? Veskal?"
Hm?
"Kenapa?"
Verdea menunjuk-nunjuk kearah pintu masuk ruangan ini. Kami berdua menengok kearah itu, kemudian menemukan 2 pasang mata mengintip kami dari baliknya
"Duh... Ketahuan!"
Setelah melompat keluar, orang pertama pun menunjukkan wujudnya
"Maaf mengganggu"
T- tunggu!??
"AYAHANDA!!??"
Aku sangat kaget sampai-sampai aku menghantam meja di depanku sampai hancur menjadi beberapa bagian. Semua cangkir teh itu pun jatuh ke lantai dan retak, selagi isinya tumpah berserakan. Verdea dan Veskal sendiri terlihat sangat kaget karena perbuatanku sehingga jantung mereka nyaris copot
Aku harus mempertimbangkan kekuatan fisik ku lagi ketika kaget nanti...
Tapi, kenapa wujud kecil Ayahanda itu bisa ada disini? Tubuh itu seharusnya sudah tidak berisi inti roh Ayahanda lagi bukan?
"Dan aku disini, sebagai pengintip kedua!"
C- C-
CLAUDIA!?
"Stop!! Jelaskan apa yang terjadi sekarang juga Ayahanda!"
Tubuh mereka berdua seharusnya sudah tidak bisa hidup lagi. Jangan-jangan...
"Cukup mudah. Karena jiwa Claudia sempat terisi kembali dengan kekuatan inti roh ku, aku yang asli pun bisa mengenali bentuk jiwanya. Jadi, aku yang asli juga menyalin jiwanya dan jiwaku sendiri ke dalam tubuh ini kembali
Dalam singkatan, kami ini hanya salinan dari yang asli. 'Aku' yang ada disini bukanlah Alf, tapi hanya salinannya. Begitu juga dengan 'Claudia' di sampingku ini"
...
A- Ah... Aku pikir mereka menjadi mayat hidup atau semacamnya...
Penjelasan itu cukup masuk akal. Mengingat kalau ada orang yang mampu membuat jiwa ayahanda utuh di dalam tubuh ini sebelumnya, aku yakin Ayahanda sendiri bisa melakukannya. Salinan dari dirinya dan Claudia sendiri menjadi bukti dari kekuatannya itu
"Bagaimana dengan hasil kekuatanku?"
Aku menoleh kearah suara itu dan menemukan salah satu akar kecil milik pohon agung menyembul dari tanah di bawahku
Dia langsung terdengar tertawa kecil
"Alf, atau kusebut saja diriku yang asli, sengaja membuat kami untuk membantumu. Mengingat kalau dia tidak bisa keluar dari Miralius, dan tidak ada lagi tubuh yang bisa menahan kekuatan penuhnya, dia menciptakan ku untuk membantumu di luar sana"
"Ooh... sepertinya sebutan 'Elf terkuat' itu bukan main adanya untukmu, Alf Eternitia" Veskal berkata sambil memperhatikan kedua salinan itu
"Aku jadi iri pada kekuatan kalian semua... Apapun hal itu, walaupun terasa mustahil, kalian pasti bisa melakukannya..." Verdea bergumam sambil memiringkan kepalanya dengan lemas
Tapi, karena ini hanya salinan, dan mengingat kalau tubuh ini sama seperti yang sebelumnya, kekuatan dari 'Ayahanda' yang satu ini sangatlah lemah dan hanya terbatas pada penglihatan masa depannya
Aku masih harus melindunginya, tapi itu tidak akan menjadi masalah buatku
"Lalu, kenapa Claudia juga ikut disalin?"
"Itu karena permintaan diriku yang asli" Claudia langsung menyela
"Dia ingin aku menyeret kembali Darwin ke alam kematian. Jika hal itu sudah selesai, dia pun bisa meninggalkan dunia ini dengan tenang"
Dia mungkin merasa bersalah mengingat kalau Darwin menjadi mayat hidup gila karena ingin menghidupkannya kembali
"Kalau begitu, aku langsung ke intinya saja. Apa yang bisa kamu lakukan untuk membantu kami?"
"Hm... Cukup tidak sopan menanyakan hal itu terlebih dahulu bukan?"
"Itu sebabnya aku bilang langsung ke intinya bukan? Aku ingin melewati basa-basinya. Lagipula, aku yakin Claudia yang asli tidak ingin menunggu terlalu lama"
"... Kamu pandai berkata-kata
Baiklah. Aku ini seorang dokter dulu. Aku mungkin tidak akan berguna dalam hal penyembuhan mengingat kalian punya banyak penyembuh handal, tetapi aku bisa menjadi mata-mata dengan kedok seorang dokter spesialis"
Mata-mata?
"Jangan terkejut. Aku biasa melakukan hal ini. Lagipula, aku dihukum mati oleh kerajaan Xiang karena ketahuan menjual informasi seperti itu"
Jadi... Dia ini selalu menyamar selama kehidupannya dulu? Untuk menjual informasi penting dari sebuah negara?
"Aku tidak akan membahas detil kenapa dan bagaimana aku melakukan hal itu. Tapi aku ini bukanlah orang yang baik, dan kalian harus mengingatnya
Bahkan aku juga yang membuat kalian kesulitan bukan...?"
...
"Baiklah. Aku yakin kamu bisa melakukannya"
Claudia mengangkat wajahnya ketika mendengar perkataan itu. Dia kemudian mengangguk dengan wajah senang dan mata berbinar
Mungkin aku harus segera mengirimnya ke sebuah negara sebagai mata-mata kami. Aku akan mulai dari Crux
"Kamu sudah memiliki pekerjaan. Jadi, segeralah bersiap terlebih dahulu"
__ADS_1
"Dimengerti!"
Dia kemudian berlari keluar entah kenapa. Aku bahkan belum sempat menjelaskan kemana dia akan pergi
Terserah saja. Aku akan memberitahunya jika dia sudah siap nanti
"... Dan aku punya satu permohonan, Vainzel"
"Apa itu, Veskal?"
Dia diam sesaat. Aku langsung merasakan ada sesuatu yang tidak mengenakkan
"... Aku ingin pergi bersama Cyth untuk memburu Walter Herb"
...
Aku sudah menduganya...
"Kenapa begitu?"
"Tidak akan banyak yang bisa kulakukan ketika kita di Hortensia nanti. Lagipula, mengingat kamu akan membawa kelima orang itu, aku tidak terlalu diperlukan sebagai pengawal Verdea bukan? Aku hanya ingin membantu sebisa ku"
"... Jika logikamu seperti itu, bukannya lebih baik aku mengirim salah satu dari mereka saja bersama Cyth? Maksudku, mereka juga tidak akan melakukan banyak hal disana, kamu tahu?"
Tidak membahas kalau teman-temanku itu jauh lebih kuat daripada Veskal. Tapi, mengirim mereka kesana juga bisa menjadi masalah
Orang yang harus tidak ada disana adalah Verdea dan Veskal mengingat kalau Walter tahu mereka adalah kelemahan terbesarku. Pelaut itu bahkan sampai jauh-jauh mengirim armada terkuatnya untuk membuntuti Black Hunt sebelum kejadian Blood Sabbath terjadi
Ada sesuatu yang dia incar, dan hal itu sudah jelas. Maksudku, Rosalia bisa saja langsung mengirim para Vampir untuk mengejar Black Hunt, tapi entah kenapa vampir-vampir itu justru pergi menghadapi kami. Dia seharusnya tahu hal itu tidak akan berguna untuk menghalangiku, apalagi disaat itu dia dan sekutunya berhasil menghancurkan Miralius
Dugaanku hanya satu, yaitu Walter mengetahui sesuatu tentang Verdea. Dia cukup lihai, dan dia punya banyak kuasa. Dengan hubungannya dengan Rosalia juga, aku yakin dia tidak mudah untuk dijatuhkan, dan dia bisa mengetahui banyak hal. Hidung seorang pelaut seperti miliknya selalu mencari harta
"Cukup dengan penjelasannya?"
"... Cukup. Tapi aku tidak akan mengubah pemikiran ku"
Yap, dia tetap keras kepala
"Aku tahu aku sekarang sedang memaksamu, tapi tolong pertimbangkan lagi. Orang itu bukan orang sembarangan kamu tahu?" Aku mencoba bernegosiasi padanya
"Hm..."
"... Kenapa Ayahanda?"
Aku menoleh kearahnya ketika mendengar dia bergumam
"... Ombak besar akan membawamu pergi. Seekor ular akan menangkapmu di kemudian hari"
...
Ramalan ambigu lagi...
"Ayahanda! Tolong jelaskan saja maknanya!"
"Aku tidak tahu. Tapi, aku bisa memberitahumu kalau aku baru saja meramal nasib Veskal"
Ah! Sudah kuduga nasib buruk menantinya!
Dan itu juga berarti, anak ini entah bagaimana akan tetap pergi. Ramalan Ayahanda memang ambigu ketika masih lama akan terjadi, tapi ramalan itu tidak bisa diubah sama sekali
"Verdea! Yakinkan dia! Kamu sudah mendengar apa yang baru saja diberitahu oleh Ayahanda bukan?"
"... Vainzel dan Alf benar, Veskal. Ramalan itu juga terdengar berbahaya"
Aku bersyukur anak ini sepaham denganku. Tapi...
"Tidak. Aku akan tetap pergi"
Anak yang satunya tetap keras kepala...
"... Ombak besar akan membawamu ya...?"
Itu artinya ada sesuatu perubahan yang besar akan terjadi. Tapi karena 'ombak' itu membawanya, itu berarti sesuatu itu adalah hal yang buruk
Mengenai bagian ularnya, aku tidak tahu siapa, tapi pastinya melibatkan seseorang yang licik
"Oh, dan satu hal lagi"
"... Apa itu Ayahanda?"
Aku harap bukan sesuatu yang buruk...
"Si ular kan mati karena ketamakannya mencoba menelanmu"
...
Itu cukup baik. Tapi hal itu masih tidak menjamin keselamatan Veskal
Ular yang dibahas oleh Ayahanda, ular apakah itu? Karena, ular ada bermacam-macam jenisnya. Ada yang berbisa dan ada yang tidak
"Setidaknya itu cukup meyakinkan. Aku akan pastikan aku akan selamat dari si 'ular' itu" Veskal berkata lagi
Aku ingin menolak perkataannya lagi, tapi aku kehabisan kata-kata. Dia pastinya akan tetap pergi walaupun aku sudah panjang lebar. Dia juga sudah berkata tidak akan mengikuti perkataanku lagi, jadi aku tidak bisa berharap banyak mengubah pemikirannya
"... Hati-hati"
Veskal hanya mengangguk ketika mendengar gumaman pelanku
Verdea terlihat gelisah, tapi Alf menepuk pundaknya untuk meyakinkan hatinya
"Baiklah. Rencana kita sudah siap seluruhnya. Yang perlu kita lakukan hanyalah eksekusi rencana itu"
Selagi Yael sedang tidak aktif, kami akan leluasa. Darwin hanya bisa aktif saat malam, dan Yuriel sedang goyah karena penculikan yang kami lakukan
Sisanya hanya Walter, dan dia harus kami jatuhkan secepat mungkin. Setelah itu, Yuriel harus mengikutinya. Kami harus menyingkirkan dua orang paling berpengaruh terlebih dahulu dari kelompok Rosalia
__ADS_1
Baiklah. Beberapa hari lagi, rencana kami akan terlaksana. Aku ingin terus melihat semua hal ini sampai akhir