
*Tap, tap, tap, tap*
Entah kemana langkah kaki orang itu menuju, membawa Verdea yang berada di gendongannya
Satu hal yang di tahu pasti, orang itu membawa Verdea keluar dari Villa milik Eleanor
Pergi, pergi. Menjauh dan terus menjauh. Entah kemana
Dia membawa Verdea dengan sangat perlahan, sampai Verdea bahkan tidak bangun sama sekali akibat guncangan itu. Dia membawa Verdea dengan sangat santai seakan dia itu hanya seberat sebuah boneka beruang
Dia terus menjauh dan menjauh, tapi langkahnya terhenti di depan gerbang kota yang sunyi
...
"Maafkan aku. Tapi anda itu siapa, mengikutiku sejak tadi?"
...
Ketahuan rupanya...
Aku hanya keluar menunjukkan diriku dari balik bayangan, tapi belum sempat dia memperhatikanku dengan jelas, sulur tanganku langsung menjulur kearahnya
Tapi aku hanya nyaris menangkap orang itu. Dia dengan cepat menghindar ke belakang menanggapi sulur yang hampir mendapatkannya itu. Bahkan dengan Verdea yang berada di tangannya itu, dia bisa masih sangat lincah
Dan di bawah cahaya bulan, wajah orang itu pun terlihat jelas
Setelan khas pelayan, dan rambut seakan dia itu sudah tua. Pembantu paling setia milik nyonya Eleanor
"Sudah kuduga kamu itu mencurigakan, Albert..."
"Selamat karena anda sudah tahu apa niat saya. Tapi, bukannya anda sedikit telat?" Dia berkata sambil menunjukkan Verdea yang dia gendong di hadapannya
"... Kamu membuatnya tidak bisa menyadarkan diri hah...?" Aku berkata lagi
"Benar. Agar tidak menyusahkan, sedikit melumpuhkan sarafnya sudah cukup untukku"
"... Kamu mau bawa ke mana dia?"
"... Pergi, di mana aku bisa mendapatkan perhatianmu, Oberon"
"... Sekarang kamu mendapatkan perhatianku, jadi apa gunanya masih menahan dirinya?"
Dia menghela napas panjang
"Aku tidak mungkin melepaskannya. Habisnya...
Dia itu teman terdekatmu bukan?"
...
"Kamu ingin aku mengatakan sesuatu?" Aku bertanya lagi
"Wah, sangat paham sekali dengan niatku. Oberon memang luar biasa...
Jadi, apa niatmu datang kemari?"
Langsung ke inti rupanya...
"Bukannya tidak sopan membuatku bicara tanpa memberitahuku apapun terlebih dahulu?"
...
"Ah maaf, aku sama sekali tidak punya tata krama. Aku akan memberitahumu tujuanku melakukan hal ini dahulu, Oberon"
"Kenapa?"
"Karena kalian hanya akan membahayakan nyonya Eleanor dan penduduk kota ini, biarpun niat kalian baik"
...
Aku tidak menolak hal itu. Rencanaku memang merupakan sebuah pertaruhan. Taruhan dengan nyawa dan keselamatan
Tapi...
"Hanya itu?"
"Ya, hanya itu. Aku hanya ingin kamu berhenti mencoba membantu kami. Taruhanmu itu sangat berbahaya, dan tidak seharusnya Nyonya Eleanor menyetujuinya"
...
"Lepaskan dia Albert"
"... Kenapa, Oberon?"
Hah...
Dia sungguh harus mendengarkanku. Karena...
"... Dia memegang pisau"
Albert tersentak mendengar perkataanku, kemudian nyaris mendapatkan tenggorokan yang terbelah akibat ayunan pisau di dekatnya
Tapi sekali lagi dia berhasil menghindar, membuang badan yang dia gendong, dan hanya mendapatkan sebuah luka gores kecil di ujung jakunnya
...
"... Untuk seorang lansia, kamu cukup hebat, kakek tua"
"... Bagaimana kamu bisa bergerak? Aku melumpuhkanmu"
"Oh ya. Hal itu mungkin berlaku pada Verdea yang asli"
Dengan tawa kecil, Veskal menarik lepas kalung jimat yang ia kenakan, menunjukkan wajah aslinya. "Tapi aku sama sekali bukan dia"
"... Ah, aku tertipu. Pantas saja kamu terasa aneh"
Albert perlahan membersihkan jas dan celananya dari debu, kemudian mulai melepaskan sarung tangan putih saljunya itu
"Apa yang kamu lakukan Albert?"
"Nyonya Eleanor berkata kalau aku dan dia akan mengikuti rencana kalian...
Tapi aku menolak rencana itu, dan dia sama sekali tidak bilang apapun mengenai menyakiti kalian" Dia berkata, kemudian memasang kuda-kuda sembari memasang senyum ramah
Orang ini gila...!
Dia benar-benar bersikeras kami harus berhenti hah...?
Kalau begitu aku juga akan bersikeras membuatnya menyetujui ka-
!!!
Oh ya ampun...!
"Veskal. Lari"
"... Kenapa Vain?"
"LARI!!"
Albert melesat kearah Veskal dan hampir memukul keras wajahnya, tapi aku berhasil menghalau dengan mendorong pukulannya kearah lain sehingga menghancurkan beberapa bagian tembok kota
Veskal yang baru menyadari gerakannya itu langsung mundur ke belakangku
"Apa-apaan orang ini? Apa dia manusia!?" Veskal berseru
Demi Pohon Agung
Orang ini...
Dia punya aliran Mana yang sangat keras! Seluruh badannya dilapisi Mana seperti sebuah zirah!
Wajar saja dia diminta oleh Eleanor untuk melakukan urusan seperti membereskan pengkhianat. Pelayannya ini rupanya sangat luar biasa kuat...!
Dia kembali mengalihkan pandangan tajam kearah kami dan sekali lagi melesat
Aku langsung memanggil tongkatku dan segera menghalau serangannya
"PERGI! CARI VERDEA DAN ELEANOR SEGERA!"
Veskal langsung menghilang di dalam kegelapan malam dan menyatu dengan bayangan
Aku kembali fokus kepada Albert, tapi dia menarik tongkatku bersama denganku menggunakan tangan kiri, kemudian memukul perutku sekeras mungkin dengan tangan kanannya dan membuatku melayang jauh kearah padang rumput di luar kota
Dia kemudian menarik napas lega sembari berjalan kembali ke dalam kota untuk menyelesaikan apa yang tersisa
Tapi jalannya langsung terhenti ketika dia merasakan getaran di tanah. Getaran itu pun semakin terasa jelas ketika sebuah pohon raksasa tumbuh di depan gerbang kota, menghalang jalan masuk ke sana
Dia pun berpikir untuk melompat ke atas tembok, tapi akar-akar pohon itu langsung menyerangnya dan menghalaunya
Hal itu memberiku waktu untuk merapal mantra sihir dari kejauhan. Mantra yang membuat tanah di kakinya berusaha menangkapnya
Menyadari kalau aku berusaha menahannya dengan rapalan sihir, dia pun langsung melesat pergi kearahku yang berada di padang rumput, nyaris ditangkap oleh akar pohon
Tapi sesampainya dia disana, dia hanya disambut oleh pemandangan biasa sebuah pandangan rumput di malam hari dengan angin malam yang sejuk
Dia pun mulai mencari keberadaanku kesana kemari, tapi tidak berhasil menemukannya
Namun, dia tidak menyadari satu kemungkinan...
Bahwa aku bersembunyi di dalam tanah dan berhasil menangkap kakinya dengan sulurku
Aku melompat keluar dari tempat persembunyianku, kemudian mengayunkan sulurku hingga membanting Albert ke tanah sekeras mungkin hingga tanahnya terpecah
Walaupun dia mendarat kepala terlebih dahulu karena bantingan itu, dia tidak jatuh pingsan
__ADS_1
Dia justru langsung mencoba melakukan hal yang sama seperti sebelumnya dengan menarik tanganku kearahnya, namun aku memutuskan tanganku itu dan mengambil jarak darinya
Ketika dia bangun sepenuhnya, dia langsung membenarkan sendi di lehernya, kemudian mulai melepas jasnya
"Kamu patut dipuji Oberon. Tapi sayang sekali, aku tidak suka membuang waktu"
Dia sepertinya sudah berada di titik paling serius sekarang ini...
"Kuda-kuda teknik bela diri kerajaan Xiang? Kamu cukup berpengetahuan rupanya"
Dia diam tidak menjawab
Dia tahu kalau aku mencoba membuyarkan fokusnya
Lagipula, pukulan telaknya di perutku tadi masih belum sembuh sepenuhnya...
Aku memang tidak bisa mati hanya karena itu, tapi rasa sakitnya benar-benar perih sekali
...
Teknik bela diri Xiang
Dia sedang mengumpulkan tenaga untuk satu pukulan mematikan. Satu saja, dan dia bisa saja membuat dadaku berlubang
Satu pukulan pasti yang bisa membuatku gagal melakukan semua rencanaku
...
Fuh... Sepertinya aku juga harus melakukan ini...
Aku membuat tongkatku menghilang. Hal itu membuat Albert sedikit terheran, tapi dia mencoba untuk tetap fokus mengumpulkan tenaga di tangan kanannya
Aku menarik napas sedalam mungkin...
Dan memasang posisi tarian dansa solo. Dengan tangan kiri seakan mendekap sesuatu di hadapanku, dan tangan kanan yang melayang di udara seakan sedang memegang sesuatu
Posisi badanku juga berubah, dengan badanku yang menyamping dari hadapannya, juga telapak kaki yang berhimpit dan bersilang dengan satu sama lain
"... Apa-apaan posisi itu?"
Kini aku yang diam tidak menjawab
"Tarian Sonata Rembulan, Pertunjukkan pertama..." Aku bergumam pelan
Dia mengabaikan gumaman ku itu. Seluruh tenaga di tangannya sudah terkumpul, dan dia mulai melesat maju seperti kilat hingga membuat tanah yang dia injak tadi retak
Dan dengan satu kepalan tangan kearahku...
Pukulannya meleset
Pukulannya meleset ketika aku menghindar hanya dengan memutar posisi tubuhku selagi bergerak menyingkir sedikit
Serangan telak yang dia sudah siapkan sejak tadi, dan dia lancarkan secepat kilat itu, meleset hanya karena aku memutar posisi badanku sedikit ke kanan
"... Alam, yang menyambut sang musim
Sekarang giliran ku"
Kuputar badanku selagi menyilangkan kedua tanganku diatas kepala, kemudian menghantamnya ke tanah, dan nyaris mengenai Albert yang kembali menghindar
Dia pun mulai mencoba melakukan serangan lagi, tapi aku memutar badanku dengan hanya satu tumpuan kaki, menghindari serangannya
Sementara itu, kaki yang lainnya ikut terputar dan menendang punggung Albert dengan kerasnya sehingga dia melayang di udara
Sebelum dia sempat jatuh ke tanah, aku segera melakukan satu lompatan mirip seekor rusa, mendarat diatas punggung Albert, dan menghantamnya ke tanah dengan satu tumpuan kaki yang keras
...
Bahkan dengan semua serangan itu, dia masih bisa terus bergerak
Karena itu, aku mengambil salto ke belakang tanpa menggunakan tanganku, menjauh darinya untuk membuat jarak dan mempersiapkan gerakan lainnya
Albert berusaha menganalisa gerakanku, tapi tanpa memberinya waktu, aku kembali menyerang dengan gerakkan memutar dan sulur yang dipanjangkan
Dia mencoba menarik sulurku bersama denganku, tetapi aku justru menekan sulurku ke bawah sehingga mendorong badanku ke atas dan melompatinya diatas kepala, kemudian membalas dengan menangkap dan membantingnya ke tanah
Melompat kembali seperti sebelumnya, aku mengakhiri pertunjukkan itu dengan telapak kakiku yang menghantam kepalanya hingga menimbulkan keributan yang luar biasa
...
Hantaman itu sepertinya sudah cukup keras sehingga membuat Mana di sekitar tubuhnya mulai menghilang. Dia juga sudah tidak memiliki daya lagi, jadi sebaiknya aku berhenti sekarang
Aku pun melompat turun dari kepalanya dan mengambil posisi salam hormat seakan mengakhiri sebuah pementasan
Albert yang terbatuk-batuk pun melakukan tawa kecil diantaranya
"Tarian- Tarian yang luar biasa, Oberon..."
...
"Terima kasih"
Aku kemudian membantunya bangun dan mulai menyembuhkan luka-lukanya
"Tidak perlu... Menyembuhkanku... Aku sudah... Kalah... Biarkan ini menjadi buktinya..."
"..."
Aku diam tidak menjawab dan terus menyembuhkannya
"Ahaha... Tidak didengarkan rupanya..."
"..."
"Kamu tahu?... Nyonya... Dia itu sudah menyelamatkanku... Dari maut..."
...
"Ketika bahkan keluargaku... Mengabaikanku... Dia datang dan... Mau menerimaku..."
...
"Aku... Hanya ingin membalas... Budinya... Jadi... Aku... Tidak mau dia mengambil resiko... Yang berbahaya..."
"... Maaf"
"Ahaha... Pemenang tidak perlu meminta maaf... Dan sepatutnya, aku... Sebagai yang kalah... Harus menurutimu bukan...?"
"... Maaf"
Dia tertegun mendengar responku yang satu itu. Respon yang akan kuulang seberapa lama pun dia mencoba mengulur pembicaraan ini
"Sungguh... Tidak perlu... Dan juga... Sepertinya kita kedatangan tamu..."
"Mereka disana! Cepat! Cepat!" Seorang warga memberi tanda kepada yang lainnya
Kebanyakkan dari warga kota ini mulai berdatangan kearah kami dari kejauhan. Di antara mereka, Eleanor sedang berjalan cepat kearah kami dengan wajah khawatir
Diantara mereka, Semua teman-temanku ditahan dengan tali dan garpu rumput yang menodong mereka
Mereka tidak lama sudah berhasil mendekat pada kami
Salah seorang warga menodongkan garpu rumputnya kearahku dengan wajah kesal
"Aku sudah tahu! Aku sudah tahu kalau kalian ini hanya ingin membuat masalah! Apa yang kalian lakukan pada Albert hah?! Lepaskan dia!!" Warga itu berteriak
"Albert! Albert!"
Eleanor memanggil-manggil nama Albert, tapi dia ditahan oleh warga wanita yang berkata kalau mendekati kami sekarang sangatlah berbahaya
"Nyonya! Aku... Tidak apa-apa...!" Albert merespon tuannya
"Sudah kubilang, lepaskan dia!!" Warga itu kembali berteriak kepadaku
"Turunkan senjatamu...!! Aku yang memulai perkelahian ini...!"
"H- hah? Albert! Apa yang kamu katakan?!"
"Aku sudah bilang turunkan senjatamu!!" Dia menegaskan kembali
"B- Baiklah"
Warga itu mulai menurunkan garpu rumputnya dari hadapanku, kemudian menunduk dengan wajah gusar
"Lepaskan juga semua temannya! Jangan sakiti mereka!"
Teman-temanku juga langsung dilepas oleh mereka ketika perintah Albert dilontarkan
Teman-temanku yang terlepas langsung melesat kearahku dengan wajah khawatir
"Tidak apa-apa? Kamu tidak terluka parah bukan?"
"Tidak apa Veri. Bajuku hanya sedikit kotor
Dan juga, tolong bantu tuan Albert mendapatkan perawatan"
Veskal langsung merespon perkataanku dan membantu Albert berdiri. Masih sempoyongan dan dibantu oleh Veskal, dia pun dibawa kembali ke dalam kota
Namun Eleanor menghentikan mereka untuk sementara waktu sembari mengatakan beberapa hal. Pembicaraannya juga terlihat serius, terlihat dari Eleanor yang tiba-tiba meneteskan air mata
"Hah... Aku tidak menyangka kalau kamu itu sangat gegabah. Kenapa tidak mencoba membicarakannya dengan baik-baik?" Alf berkata
"... Aku tidak yakin kalau bicara dengannya itu bisa membuat dia langsung menerima perkataanku"
"Maksudmu?"
__ADS_1
Dia mengingatkanku pada satu orang. Dan orang itu sekarang ini sedang menopangnya masuk ke dalam kota
Dia penurut, namun hanya sebatas kepada orang yang ia benar-benar percaya. Dia juga sangat jujur dalam memberi pendapat kepada orang lain
Dia memang tidak jauh beda dari Veskal, temanku
Namun, dia cukup luar biasa, tidak seperti temanku itu
"Hey"
"Hm? Kenapa Zaphir?"
"Kamu menggunakan tarian itu untuk melawannya?"
"... Memangnya kenapa?"
"... Dia tidak mati?"
Hah?
Memangnya kamu mau aku membunuhnya atau semacamnya?
Aku tidak akan membunuh teman dari orang yang memiliki kunci utama rencanaku!
Lupakan itu! Aku bahkan tidak akan mau membunuh hanya karena alasan konyol tahu?! Toh, Verdea yang menjadi targetnya juga masih aman?
"Bantu saja aku berdiri!" Aku berkata padanya
Dia menatapku tajam untuk sebentar, kemudian hanya diam membantuku berdiri
"Baiklah. Masalah kedua sudah selesai"
Setidaknya aku bisa menggunakan kejadian ini untuk mengatur kelakuan Albert
Sekarang yang hanya perlu kulakukan adalah bernegosiasi kecil dengannya
......................
--- Keesokan harinya, Villa Eleanor ---
"Kamu baik-baik saja rupanya"
Aku, Veskal dan Verdea masuk ke dalam kamar Albert setelah sarapan pagi yang singkat. Terlihat sekali kalau dia masih sangat lemah akibat terkena seranganku, hingga masih harus terduduk diatas ranjangnya
"Tentu. Tapi aku merasa malu karena sedang tidak menyiapkan sarapan untuk kalian sekarang ini dan hanya berbaring diatas tempat tidur"
"Tidak perlu sungkan. Makan satu roti saja sudah cukup mengenyangkan untuk kami
Dan juga, aku ingin meminta maaf pada Nyonya Eleanor karena sudah menyakiti Albert" Aku berkata sembari duduk diatas kursi di samping ranjang Albert
Eleanor duduk di seberangku dan hanya menatap dengan wajah gelisah
"Aku juga harus meminta maaf karena tidak bisa mengontrol Albert. Dia sampai menyusahkan kalian seperti itu"
"Ahaha. Tapi pada akhirnya, aku yang membuat Albert terluka seperti ini, jadi aku yang harus minta maaf"
"..."
"Kenapa Albert?" Tanya Eleanor yang menyadari diamnya Albert
"... Satu hal saja Oberon. Apa kamu memang yakin akan tetap melakukan rencana ini? Taruhannya sangatlah berbahaya"
...
"Bagaimana kalau begini?
Aku akan membuatmu ikut bersama para Sylph nantinya dan menjaga anak-anak itu. Tentu, aku akan ikut dengan gerombolan itu, tapi sedikit bantuan juga tidak akan masalah. Sekalian memamerkan kartu yang kami miliki, boleh kan?" Aku menjawab
...
"Maksudmu, aku harus mengikuti komandomu?"
"Bisa dibilang begitu. Tapi, perintahku hanya satu, yaitu melindungi setiap orang yang akan dibawa oleh pasukan itu nanti"
Jika kami menggunakan sihir teleportasi saja, itu sama saja dengan pertaruhan yang lebih berbahaya bukan? Mana milik anak-anak akan terkuras habis, dan bisa menyebabkan kematian mereka
Tapi, aku juga tidak yakin pasukan klan Sylph bisa melindungi mereka sepenuhnya, karena klan itu tidak memiliki kemampuan tarung yang kuat di masaku ini
Yang bisa kuandalkan dalam soal perlindungan hanyalah Amelia, Zaphir, dan diriku sendiri. Verdea, Veskal dan Alf akan ikut berteleportasi, tapi aku tidak akan membiarkan Verdea tahu terlebih dahulu
Nanti dia malah merengek...
Dan dengan begitu, jika Albert atau Eleanor mau ikut melindungi anak-anak, hal itu mungkin sudah cukup. Tapi aku yakin kalau Albert tidak akan membiarkan Eleanor mengikuti pasukan para Sylph nanti
"Bagaimana?" Aku bertanya pada Albert
"... Kenapa kamu yakin kalau rencana ini akan lancar hanya karena ada tambahan, yaitu diriku?" Albert bertanya balik
"..... Alasannya... Agak tidak masuk akal sih..."
"Apa?"
"Aku... Takut membunuh seseorang ketika menggunakan kekuatanku"
...
Baiklah, dengar
Aku harus menahan diri setiap kali aku melawan mereka oke?
Aku tidak bisa membunuh seseorang yang tidak ada kaitannya denganku, tidak seperti Rosalia ataupun Yael. Dan juga, aku tidak ingin menyakiti teman-temanku dalam prosesnya
Alasanku ini merepotkan juga ya...?
Aku hanya menunduk pasrah menunggu respon dari mereka berdua yang berada di hadapanku
"Pfft... Ahaha!! Jadi begitu rupanya?? Kamu hanya tidak mau membunuh orang sehingga tidak yakin dengan taruhan ini?"
"Memangnya kenapa?! Lagipula, para perapal sihir Orion itu nanti bakal merepotkan. Aku bisa menangani mereka dengan kekuatan penuh, tapi semua ini akan susah dilakukan karena aku menahan diri"
Aku ingin mengutuk diri sendiri saja...
Verdea dan Veskal juga hanya diam melirikku karena alasan yang baru saja kulontarkan
"Hm... Kalau begitu aku akan bertanya? Kenapa kamu tidak mau membunuh?"
"... Jangankan membunuh, aku bahkan tidak mau menyakiti mereka"
"Bahkan setelah banyaknya perbudakan dan perlakuan buruk manusia pada kalian?"
"..... Habisnya, Manusia juga punya masalah tersendiri yang mereka pendam bukan?"
Albert tersentak mendengarkan perkataanku
"Aku sudah pernah bertemu dengan orang seperti itu. Seorang wanita tua dan pria yang kehilangan istri, menantu, anak dan cucu mereka. Aku sadar mereka berubah semenjak kehilangan orang yang mereka kasihi itu
Wanita tua itu... Dia sama sekali tidak jahat. Awalnya...
Aku... Tidak ingin menyulut amarah yang tidak terhenti diantara kedua kaum" Aku berkeluh kesah
Orang yang kusakiti nanti juga mungkin memiliki hal terpendam seperti itu
Semua makhluk yang diciptakan Tuhan mungkin juga seperti itu
Hanya Tuhan yang tahu. Aku hanya ingin membasmi kebencian di hati mereka dan memberi jalan keluar paling aman untuk semua sisi. Aku ingin mereka terus hidup dan mencari arti lain selain kebencian yang mengubah mereka itu
Aku juga punya dua teman dekat yang berasal dari kaum manusia. Mereka selalu ada di sampingku, bahkan bertarung bersamaku
Aku... Juga tidak ingin membuat mereka melawan kaum mereka sendiri
Aku memiliki banyak hal yang harus kulakukan, tapi sejauh ini hanya sedikit yang bisa terlaksana
Jadi... Setidaknya beri aku sedikit kesempatan untuk menyelesaikan semuanya. Biarpun secara perlahan
Aku mohon. Setidaknya, jika tidak bisa untuk semua kaum, maka berikanlah aku kesempatan untuk melindungi kedua temanku ini. Kesempatan untuk memberi mereka kehidupan yang layak dan pantas dikenang
...
"... Baiklah, aku menerimanya"
"...? Heh?"
"Mohon bantuannya, Yang Mulia. Aku, Albert Grandier, berjanji akan membantumu melaksanakan rencana ini"
"... Ah syukurlah..."
Syukurlah...
Syukurlah ada yang mau membantu kami...
Aku bisa beristirahat tenang sekarang. Satu bantuan ini sudah bermakna ribuan bagiku
...
Tunggu
Apa nama belakang Albert barusan?
"GRANDIER?!!" Verdea dan Veskal sontak berseru
Hah?
"Hm? Kalian baru sadar? Kenapa juga kamu kaget, Tuan Veskal?"
"T- t- tunggu dulu! Bagaimana- Hah?!"
__ADS_1
Veskal hanya bisa kelabakan mendengar perkataan Albert
Jujur saja. Hal itu juga membuatku terkejut!