
--- Sementara itu, Kastil Rose ---
"Ahahaha! Rupanya pangeran Verdea memang sangat mengesankan"
"Terima kasih atas pujiannya, Duke Petunia. Aku tersanjung mendengar pujianmu"
Hrmph...
Suasana disini sangat menyesakkan. Apalagi ketika aku disuruh duduk disini, dengan daging yang disuguhkan di piringku, dan harus berada diantara para bangsawan munafik ini dengan Verdea
Situasi tidak bisa lebih buruk bukan...? Melihat Rosalia saja sudah membuatku kesal, apalagi ketika aku terjerat situasi ini...!
"Sepertinya kamu tidak nyaman dengan tempat ini, Oberon?" Damien membuka topik denganku
"Tidak apa yang mulia. Satu masalah besar bagiku disini hanyalah kalian menyuguhkan daging kepadaku"
Walaupun aku berkali-kali bertemu dengan mereka dan hanya memakan sayur di piringku, mereka bahkan masih belum sadar
"Aku... Lupa kalau kamu kurang suka dengan daging"
"Aku benci daging, yang mulia"
Sama seperti aku benci kepada kalian semua
"... Bagaimana dengan adikku? Aku harap makanannya sesuai dengan seleramu?"
Oh, sekarang dia beralih kearah Verdea? Sangat murah hati perhatian singkatmu itu untukku
"Aku harus akui, kalau daging sapi memang enak. Walaupun seleraku tetap jatuh kepada daging ayam yang sedikit dibalut saus pedas"
"Seleramu cukup aneh. Biasanya hanya rakyat biasa saja yang suka makanan seperti itu bukan?" Seorang Duke berkomentar
"Mungkin... Karena aku memang memiliki darah rakyat biasa?"
Oh? Dia memprovokasi Duke itu
Perkataannya itu secara tidak langsung mengatakan kalau, 'Kalian hanya bergaul denganku karena posisiku sekarang. Dimana kalian sejak awal?'
Suasana seketika hening akibat kalimat itu, mengundang wajah tidak enak dari para bangsawan kerajaan yang duduk diatas satu meja bersama kami. Tidak satupun dari mereka berani berkomentar lebih jauh di dalam topik itu
"Ah, tentang penobatanmu sebagai seorang Count, aku masih merasa geli karena yang mulia Damien melupakan kalau kamu berasal dari keluarga Hortensia" Seorang Count mencoba mencari topik
Damien tentu tidak menyangka topik itu akan keluar, hingga dia nyaris memuntahkan minuman di mulutnya
"Benar sekali. Entah kenapa dia bilang 'Semoga kamu bisa menjadi pemimpin yang baik untuk keluargamu', dan wajah kaget yang menyertai setelahnya juga sangat menghibur" Seseorang yang lain meneruskan, membuat seisi ruangan tertawa secara sinkron
"Ayolah. Kalian datang hari ini untuk acara penganugerahan adikku Verdea, bukannya menertawakan ku" Damien pun menyela
"Harus kuakui kalau mereka benar yang mulia. Kalimat bisa berbahaya jika salah digunakan" Aku mengikuti
Rosalia bahkan menyetujui, masih tertawa kecil akibat candaan itu
"Kamu bicara seakan Verdea akan mengkhianati kami..." Damien mengarahkan pembicaraan kepadaku
"Tidak mungkin seperti itu. Verdea itu sangat mengabdi kepada nama keluarganya sendiri" Aku membalas
Itu sama sekali bukan kebohongan
"Ya, walaupun aku kurang suka dengan fakta itu" Frank kemudian menyela, mengundang seluruh mata kearahnya
...
...
"Kakek..."
"Apa? Kalian memintaku bersikap jujur, jadi terima saja"
Frank selagi menggerutu kembali sibuk mengiris daging di piringnya tanpa memedulikan reaksi orang lain, termasuk kami berdua
"Tuan Frank punya sentimen yang cukup menarik" Seorang bangsawan lainnya berucap
"Sebaiknya... Kita tidak kesana, tuan dan nyonya. Aku mohon" Verdea menenangkan situasi sebelum menjadi kacau
"Tidak masalah. Lagipula, aku menghormatinya sebagai salah satu pahlawan Hortensia yang sekarang"
"Seandainya dia tidak membantunya dulu, Yang Mulia Artorius tidak akan ada, dan negeri ini tidak akan makmur"
"Tapi dia membayarku dengan 'cara itu'. Sangat mengejutkan..." Frank bergumam, semakin terlihat kesal
Ekspresinya itu pun membuat para bangsawan menarik mundur pembicaraan mereka karena tidak ingin menimbulkan kesan buruk kepada Verdea
Kecuali satu orang
Ketika aku melihat senyum sombongnya itu disaat dia menarik perhatian dengan mengganti posisi silang kakinya, aku pun paham kalau bangsawan yang satu itu ingin beradu argumen dengan Frank
"... Sepertinya kematian nyonya Marianne Gold sama sekali tidak bisa kamu terima hm, tuan Frank Gold?"
Semua mata beralih kearah orang itu
__ADS_1
Seseorang yang terlihat sangat angkuh, dengan sebuah senyum mengejek. Matanya yang berwarna keemasan dengan rambut hitam seperti tirai di sisi keduanya itu membuat dia terlihat sangat tinggi, ketika dia memandang rendah kearah Frank
"Duke Lantana, perkataanmu itu kasar" Verdea menyikapi dirinya
"Tapi aku benar bukan?"
...
Orang ini adalah kabar buruk...
Aku dan Verdea mungkin bisa mengontrol diri, tapi Frank tidak. Belum lagi, dialah yang menjadi target milik Duke William Lantana sekarang
Serangan Verbal darinya akan terdengar menyakitkan bagi Frank, apalagi karena dia memang dikenal sebagai Duke yang berlidah tajam
Dia bahkan tidak takut kepada Rosalia maupun Damien, dan kadang mengkritik mereka jika ada kesalahan
Satu-satunya alasan dia masih bisa hidup sekarang adalah karena fakta bahwa dia dan keluarganya merupakan salah satu, jika bukan fondasi ekonomi terbesar milik Hortensia. Kehilangan dirinya adalah sebuah malapetaka bagi kerajaan ini
Tidak akan ada yang berani menghentikan, apalagi menghukumnya. Kami harus menyikapi orang ini dengan cara yang baik agar dia merasa tidak puas dengan reaksi datar. Tapi jika dia berniat terus maju hingga mengundang sebuah reaksi...
Kami tidak punya cara untuk kabur
"... Kamu ingin mencari masalah atau semacamnya, Duke Lantana?" Frank mulai mengancam dengan tatapan tajam
"Ohoho tidak~ Maaf jika aku menyinggung, tuan Frank. Setidaknya sekarang aku paham, kalau kematian Marianne Gold adalah topik yang sensitif untukmu"
Bahkan orang bodoh saja tahu kalau hal itu adalah sesuatu yang sensitif bagi Frank
Kamu bahkan bicara seakan mengejek anak yang telah tiada, tepat di depan ayahnya yang sudah tentu tidak akan bisa menerima kenyataan itu
Aku tidak suka orang ini. Jika ada cara, aku ingin sekali memotong lidahnya
Dan aku paham satu hal. Dia tidak berniat mundur dari argumen ini. Dia benar-benar ingin memanaskan suasana
"Mau bagaimana lagi? Jika kamu tidak kuat, jangan hadapi apinya. Sayangnya nyonya Marianne Gold berada terlalu lama di dekat api itu, hingga dia harus hangus tanpa dia-"
"Tutup mulut itu sebelum kupotong lidahmu di tempat ini juga, William Lantana"
!!!
Verdea-?!
Oh tidak...
Dia barusan ikut dalam argumen itu dengan cara berteriak...
...
Duke Lantana memiringkan kepalanya sedikit, seakan mulai waspada terhadap kehadiran Verdea. Senyumnya menghilang, seakan dia menatap hanya untuk mencari titik lemah di leher Verdea
"Sepertinya si pangeran kecil ingin ikut berdebat..." Duke Lantana berkata kemudian
...
...
Kupegang pundak Verdea, agar memastikan dia menenangkan diri terlebih dahulu. Kepalanya harus dingin untuk melawan orang seperti ini
Verdea yang menatapku dengan ekspresi khawatir pun perlahan menghela napasnya, sebelum kembali fokus kearah lawan argumennya itu
"Dengarkan aku bajingan tengik-!"
Oh ya Tuhanku, mulut anak ini...
"--- Kamu mencela ibuku bukan satu kali, tetapi berkali-kali di depan semua orang yang bisa menjadi saksi disini!"
...
...
...
Ck. Aku terlalu lambat memikirkan hal itu, selagi Verdea sudah menyadarinya sejak awal
"... Kenapa kamu berkata begi-"
"Pertama, Duke Lantana..." Verdea memotong orang itu sebelum dia sempat berkata apapun lagi. "Ibuku adalah istri sah dari ayahku, walaupun hanya bergelar selir. Akan sangat menyenangkan di telingaku jika kamu memanggilnya dengan nama 'Hortensia' dibandingkan 'Gold', sebagai rasa hormat"
Verdea memiringkan kepalanya untuk menantang orang itu, sebelum melanjutkan dengan kalimat, "Bisa kamu ukir kalimat itu di kepalamu?"
Suasana pun menjadi hening, diisi hanya oleh gambaran orang-orang yang setengah menganga setelah mendengar kalimat Verdea itu
Duke Lantana juga termasuk diantara orang-orang itu, namun diam menatap Verdea, tidak sedikitpun merasa terganggu. Kesannya justru, dia terlihat seperti terkejut dicampur dengan rasa terpukau
Lalu perlahan, entah kenapa sebuah senyum terbentuk di wajahnya
"Sepertinya aku terlalu meremehkan kelihaian dirimu, pangeran Verdea" Dia pun berucap
"Aku tersanjung. Tapi simpan pujianmu itu untuk orang yang bisa dengan mudah memberi ampun
__ADS_1
Karena aku pastikan padamu Duke. Hari ini tidak akan pernah kulupakan sama sekali. Aku bukan orang baik maupun penurut seperti yang wajahku gambarkan..." Verdea membalasnya
Aku menyadari kalau Duke Lantana terlihat tersentak sedikit, hingga senyuman dan tatapannya itu kemudian turun ke bawah
"Hmph. Aku rupanya memancing singa yang salah..."
Dia pun berdiri, dan terlihat mulai memanggil pelayannya untuk mendekat
Tidak perlu waktu lama bagi kami semua untuk menyadari dia ingin kemana. Langsung kearah pintu keluar, berniat pulang ke daerahnya
"Kamu mau beranjak pulang sekarang, Duke?" Rosalia bertanya padanya
"Begitulah. Aku tidak ingin merusak jamuan ini lebih jauh dari apa yang sudah kulakukan"
Dia segera memakai topi tinggi yang diberikan pelayannya, kemudian mulai beranjak tanpa basa-basi lagi dan hanya meninggalkan kalimat, "Semoga bunga selalu bermekaran bersamamu, pangeran Verdea", tanpa menoleh sedikitpun kearah kami
...
Tidak seperti dugaanku, orang itu cepat sekali pergi...
Kalimat yang keluar dari mulut Verdea benar-benar bisa membuat semua orang tunduk, bahkan bagi yang tidak memiliki ikatan seperti diriku kepadanya
"Kamu benar-benar tahu cara mengalahkan orang dalam permainan kata..." Aku berkata kepadanya
"Yah... Sepertinya hal itu memang turun temurun..." Damien bergumam, setengah tertawa
"Boleh kita hentikan bagian membahas nyonya Marianne ini? Bahkan aku mulai muak mendengarkan kalian" Rosalia membalas, membuat Damien merinding seketika dan diam
Rosalia pun beralih kearah Verdea dengan sebuah senyum
"Dan sebaiknya adikku Verdea, kamu harus memperhatikan keadaan kakekmu juga"
Perkataan Rosalia itu membuat kami terkejut, hingga kami menoleh kearah Frank yang terlihat pucat walaupun mencoba tetap makan dengan tenang
"Kakek..."
"Tidak cucuku. Jangan biarkan keadaanku... Merusak harimu ini..."
"Tapi wajahmu sangat pucat. Kamu pasti terkena angin duduk"
Frank terdiam, tidak berani memperdebatkan hal yang tidak diperlukan lagi
Hal itu membuat Verdea khawatir, tetapi perhatiannya kembali menoleh kearah Rosalia, yang sekarang terlihat berjalan kearah kami bertiga yang duduk diatas meja
Veskal dan Luna berniat maju, tapi aku langsung menghempaskan hembusan mana kecil agar mereka diam di tempat
"... Tekanan darah tinggi" Rosalia pun berkata
"Apa?"
"Tuan Frank sedang mengalami tekanan darah tinggi sekarang ini, adikku. Sebaiknya kita menangani hal ini dengan membawanya ke kamar terdekat dan memanggil ahli medis"
Dia mengambil tangan Frank untuk memastikan kebenaran hal itu, kemudian meletakkannya kembali ke bawah setelah selesai. Frank di sisi lain, terlihat gusar Rosalia baru saja menyentuhnya
"... Baiklah. Itu berarti aku harus pamit untuk sementara waktu"
"Hah?"
"Apa?"
"Kenapa kamu harus pergi secara pribadi? Kamu punya 3 pelayan sekarang ini, jadi setidaknya suruh salah satu untuk pergi"
Semua bangsawan itu terlihat protes dan membuat suasana menjadi ricuh
Damien pun hanya mengangkat satu tangannya untuk membuat ruangan menjadi senyap kembali, sebelum memberi Verdea kesempatan untuk melanjutkan apa yang ingin dia lakukan
"Aku harap tuan Frank cepat sembuh tanpa ada hal yang lebih buruk menimpanya" Damien pun berkata, paham akan situasi itu sepenuhnya
"Dan aku akan ikut bersama dengan Verdea" Rosalia meneruskan
Suasana nyaris kembali ricuh, tapi kali ini aku yang menenangkannya dengan menatapi mereka satu-persatu
"Kalian hanya tahu cara menjalankan mulut kalian, walaupun jelas-jelas ada anggota keluarga pangeran yang sedang sakit sekarang"
"Tapi dia adalah bintang acara di hari ini! Dan nyonya Rosalia adalah orang yang memberi kami kehormatan untuk datang kemari!" Seseorang menyerukan
"Lalu raja kalian ini kalian anggap apa hah??!" Aku meneriakkan lebih keras, membuat semua orang itu gemetar
Cih. Aku baru saja membela Damien hah...?
Walaupun aku harus akui dia itu memang tidak kompeten, setidaknya rasa hormat harus ada karena dia masih memiliki gelar tertinggi tanpa melakukan kesalahan fatal
Dan aku berpikir kalau para petinggi itu menjengkelkan karena terlalu menghormatiku. Rupanya hal seperti ini justru terasa lebih buruk, padahal tidak menimpaku secara pribadi
Lupakan. Setidaknya mereka sudah sunyi tanpa protes lagi kali ini
"Verdea, biar aku yang mengangkat Frank. Kalian semua bisa mengikuti dari belakang" Aku berkata kepada teman-temanku sebelum beralih kearah Rosalia. "Dan kamu harus menjelaskan sesuatu" Aku berkata kepadanya
Rosalia hanya tersenyum kecil, sebelum berjalan mendahului kami walaupun hanya sampai ke pintu keluar
__ADS_1
Aku pun meletakkan Frank di punggungku karena dia sudah mulai sangat lemas hingga Verdea terlihat lebih khawatir. Bersama dengan Veskal dan Luna, kami pun segera beranjak dan berjalan paling depan menuju ke kamar terdekat