
....
....
Mereka tertidur di tengah-tengah ceritanya...
Aku jadi membaca buku ini sendirian selagi mereka berbaring di kasurku
Kenapa aku berpikir kalau mereka mau mendengarkannya coba?
Tapi, yah... Mereka juga mana mungkin bisa tahan mendengar seluruh isi buku ini dalam satu kali membaca
Aku masih ingin protes dengan panjangnya cerita di buku ini, walaupun aku harus mengakui kalau cerita tentang raja pertama Hortensia dan istrinya ini sangat mengagumkan
Tapi juga terlalu lengkap...
Dan untuk memperparah keadaan, aku bahkan tidak bisa menemukan apapun tentang segel Marcellus di buku-buku yang sudah kubaca
Masih ada beberapa buku yang belum kubaca, tapi aku sudah lelah setelah membaca 3 buku ini. Aku mencari di setiap titik dan koma buku-buku itu hanya untuk mencari sesuatu tentang segel itu
Tapi tidak ada apapun. Hari sudah mulai memasuki waktu sore, tapi aku bahkan belum mendapatkan apapun dari membaca buku-buku ini
"Vain"
Ordelia masuk ke dalam kamarku. Tapi aku tidak menoleh kearahnya karena masih fokus dengan buku yang kubaca
Setelah mendekatiku, Ordelia melihat Verdea dan Veskal yang tertidur di kasurku
"Sejak kapan mereka tidur?" Tanya Ordelia
"Menjelang Siang" Aku menjawab
"... Kamu sibuk sekali"
Aku menoleh kearah Ordelia karena merasakan keanehan di suaranya
Dan benar saja. Dia terlihat sedang menyembunyikan sesuatu dariku
Jika ada yang dia sedang sembunyikan, dia tidak akan berdiri tegak dan matanya tidak akan mengarah kepadaku, ditambah dengan suaranya yang tiba-tiba bergetar tanpa alasan barusan
Lalu mataku tertuju ke tangannya yang tersembunyi di belakangnya
"Apa yang kamu sembunyikan?" Aku bertanya sambil terus memelototi tempat tangannya berada
Dia kemudian membuang wajahnya sembari menghela napas. Dan di saat selanjutnya, dia menunjukkan sebuah surat kepadaku
Tertulis 'Dari Artorius' di surat itu. Mengira ada sesuatu yang mendadak, aku dengan cepatnya mengambil surat itu dari tangannya
'Untuk Oberon
Anakku, Verdea, akan berulang tahun 3 bulan dari sekarang. Karena kakak-kakaknya juga sudah berulang tahun, terutama Rosalia yang sudah berumur 14 tahun, aku berencana untuk membuat acara debutante bertepatan dengan hari ulang tahunnya
Aku sebenarnya merencanakan hal ini saat ulang tahun Rosalia saat akhir tahun, tapi aku tidak ingin Verdea melewatkan acara penting milik kakaknya
Aku juga ingin agar orang-orang mengakui Verdea sebagai anakku. Jadi anggap kalau debutante ini juga dibuat untuknya nanti
Jadi, aku harap kamu mengerti arti dari kenapa aku mengirim surat ini. Semua anggota keluarga juga ingin sesekali merayakan ulang tahunnya
Untuk tambahan, aku ingin mengundang seluruh teman-temanmu untuk ikut bersama dalam pesta ini. Tidak sebagai bawahan anakku saja, tapi juga sebagai perwakilan dari kerajaan peri. Aku ingin mengetahui banyak hal tentang kalian
Terima kasih jika kamu berniat mengikuti permohonan ku. Tertanda Artorius Hortensia'
...
"Apa itu debutante?" Tanya Ordelia
"... Pesta para manusia tingkat bangsawan dimana anak-anak yang sudah cukup umur mengambil jalan masuk ke dunia masyarakat. Tapi pesta itu biasanya diperuntukkan untuk gadis di kaum bangsawan"
Ordelia mengangguk paham
Sebagai Elf, kami tidak pernah menggunakan debutante di kerajaan kami. Itu sebabnya dia sangat penasaran dengan hal aneh dan baru baginya disini
Jadi, Rosalia belum membuat debutante nya sama sekali?
Yah, bukan urusanku sama sekali. Aku hanya harus fokus mengetahui sesuatu hal tentang segel itu sebelum orang lain yang tahu lebih dahulu
"Lalu, apa kami juga harus pergi?"
"... Aku pikir tidak. Mungkin aku akan hanya mengajak Luna dan Veskal sebagai pengawal Verdea"
Aku merasakan ada sesuatu yang mencurigakan, tapi tidak tahu kenapa begitu. Dan aku berencana membawa dua temanku yang paling lincah, seandainya terjadi sesuatu nanti
__ADS_1
Mungkin kekhawatiran ku saja yang berlebihan. Semenjak serangan para Vampir beberapa waktu lalu, aku tidak pernah bisa tidur dengan tenang
"Vain?"
Veskal yang baru bangun langsung meregangkan badannya diatas kasurku. Akhirnya si singa sudah bangun setelah menyusup keatas tempat tidurku
Dia kemudian menoleh kesana kemari dan memaku tatapannya kearah kami berdua yang menoleh balik kearahnya
"Ada sesuatu yang terjadi...? Kalian terlihat serius..." Dia berkata
"Tidak. Hanya sebuah undangan dari Artorius"
Mata Veskal langsung menyala terang karena mendengar nama itu, seakan dia kaget
"Apa isi suratnya?" Dia bertanya
"Undangan untuk Debutante Rosalia. Aku akan mengajakmu nanti"
Dia tersentak
Pikirannya kemudian terasa kacau, terlihat dari matanya yang tiba-tiba kosong
...
Ah ya....
Veskal adalah anak dari keluarga Duke Grandier yang berkuasa di kerajaan Crux. Aku membaca kebanyakkan identitasnya dari data milik Sofia Hortensia, bibinya dari sisi ayahnya itu, juga ibu dari Rosalia dan Darius
Lebih tepatnya, Veskal adalah anak yang lahir dari hubungan tidak sah. Ayahnya memang suka pergi ke rumah bordil, dan salah seorang pelacur yang tidur dengannya menjadi ibu dari Veskal
Ibunya mati setelah mengantarkan Veskal yang baru lahir ke kediaman keluarga itu. Dan bisa dibilang, sebagai anak tidak sah, dia tidak pernah diperlakukan dengan baik disana
Jika aku mengajaknya ke Debutante nanti, dia sudah pasti akan bertemu dengan ayahnya itu, karena Rosalia juga memiliki darah Grandier. Dan pertemuan itu adalah hal yang paling ingin dia hindari
Aku kadang merasa menyesal mempelajari setiap bangsawan di kerajaan ini
Sebenarnya aku berniat mencari sesuatu informasi tentang cara berhati-hati dengan mereka, tapi pasti saja ada cerita sedih seperti yang dialami temanku Veskal ketika aku mengungkap semua hal itu
Haah... Aku merasa kasihan dengan Veskal
"Tidak apa-apa. Jika kita menghampiri keluargamu nanti, katakan saja kalau kamu itu atasanku"
Tersenyum lebar, aku menjawab, "Kamu lupa kalau aku itu Oberon? Kita akan beri pelajaran pada mereka kalau macam-macam"
Dia diam sebentar, kemudian tertawa kecil karena jawabanku
Verdea kemudian menggeliat dan menunjukkan ekspresi terganggu, namun masih tertidur. Karena hal itu, aku menempelkan jari telunjukku di bibir
Kami bertiga kemudian tertawa pelan tanpa suara, agar tidak membangunkan Verdea yang masih nyaman tertidur
Dasar beruang kecil. Jika dia tertidur, hal itu sudah seperti dia sedang berhibernasi
......................
"Kami ingin aku ikut?"
Luna, dengan mata terbelalak, merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja kukatakan
Dia kembali memeriksa setiap tulisan yang ada di surat yang ditulis Artorius itu
Semua teman-teman Elf ku berdiri di belakangnya selagi dia sibuk membaca kembali surat itu
"Tenang saja Luna. Pesta itu akan diadakan 3 bulan lagi" Aku menjawab
"Tapi, kalau dia meminta kita semua untuk datang, lalu kenapa kamu hanya mengajakku dan Veskal?"
"Gampang saja. Aku mengajak beberapa Fae ke tempat ini. Jika kita semua datang kesana, aku tidak yakin sesuatu tidak akan terjadi"
"... Kamu terlalu khawatir, Vainzel" Luxor berkata
"Lalu, jika kami tetap tinggal disini dan justru disana yang terjadi sesuatu, apa yang akan kamu lakukan?" Tanya Lyralia
"... Itu sebabnya aku mengajak Luna. Tapi, aku mungkin akan meminta Ivor untuk melesat kesana jika memang terjadi sesuatu"
"Kenapa aku?"
"Karena kamu kuat. Boleh ya?"
Kami semua menoleh kearah Ivor sambil menunggu jawabannya
Wajahnya memerah karena senang aku mau mengandalkannya. Dia perlahan menggaruk kepalanya sambil menundukkan wajahnya
__ADS_1
Ah, dia gampang sekali di pengaruhi dengan pujian
"Baiklah, jika itu memang yang kakak inginkan" Ivor berkata sambil menunjuk kearahku
"Hey, jangan memanggilku kakak" Aku membalas
"Terserah. Kamu juga menggangguku, jadi kenapa aku tidak boleh mengganggumu?"
"Hey"
"Hey"
Kami semua tertawa setelah perdebatan kecil antara aku dan Ivor itu
...
Sementara itu, Veskal sedang menjaga Verdea selagi membantuku mencari informasi tentang segel itu
"Membosankan sekali"
Wajahnya terlihat seperti adonan kue ketika ia menempelkannya ke kasur karena merasa bosan
Karena dia merasa bosan dan mengayunkan kakinya di udara selagi membaca buku itu, tanpa sengaja dia menggeser tubuh Verdea
Verdea yang tertidur tiba-tiba terbangun di sampingnya, membuat Veskal terkejut
Veskal langsung meladeninya yang berusaha duduk itu dan membenarkan posisinya
"Veskal...? Dimana Vainzel?" Verdea bertanya sambil mengusap matanya
"Dia... Sedang berbicara dengan teman-temannya di ruang tengah"
"Tidak. Aku ada disini"
Aku yang baru masuk ke dalam ruangan membuat mata mereka berdua melebar
Verdea langsung turun dari kasur dan memelukku
"Aku tertidur tadi, hehe~" Dia berkata sambil melihat ke arah wajahku
"Dan kamu harus tidur lagi sekarang. Sudah malam"
"Tidak"
Yap. Dia mulai lagi dengan sikap keras kepalanya itu
Aku tersenyum kecil sambil mencubit pipinya pelan
Lalu aku teringat kalau aku belum memberitahunya soal surat itu
"Omong-omong Verdea"
Verdea langsung fokus kearahku. Aku menyerahkan surat itu ke tangannya, kemudian dia membacanya dengan seksama
"....... Aku tidak mau pergi"
Dia langsung menjawab tanpa pikir panjang setelah membaca isi surat itu...
"Aku tidak memaksa. Tapi, kita bisa datang untuk memberikan kalung itu pada ayahmu saja"
...
"Hanya berikan kalung saja ya"
"Ya. Sekalian curi makanannya sedikit"
Aku dan Verdea terkikik selagi Veskal menggelengkan kepalanya melihat kami
Pesta debutan itu akan diadakan 3 bulan lagi
Dan Verdea akan berulang tahun dalam hari yang sama. Aku juga harus mempersiapkan pesta di kastil ini
Aku akan menyuruh teman-temanku untuk mempersiapkan pesta yang meriah untuknya nanti. Aku sudah bisa melihat wajah senang milik Verdea ketika kami merayakannya nanti
...
Tapi...
Aku menyesal...
Aku menyesal sudah datang ke pesta debutan itu
__ADS_1