Book Of Flowers

Book Of Flowers
Sebuah Simbol


__ADS_3

--- Keesokan harinya, Miralius ---


Verdea terbangun dari ranjangnya


Dia baru ingat kalau dia sedang berada di Miralius sekarang. Itu sebabnya aku tidak menghampirinya ketika baru bangun


Yang menghampirinya adalah Ordelia dan ayahku


"Pagi, Verdea. Tidurmu nyenyak sekali"


"Haha. Dia bangun sampai tengah malam bukan?"


Verdea mengangguk pelan selagi mengusap matanya


...


Dia melihat tangan kanannya. Ada sesuatu disana. Sebuah simbol


Simbol berwarna hitam yang berbentuk bunga mawar yang dilingkari sulur berduri. Simbol itu terlihat digambar dengan rapi di tangan kanannya


"Ada apa Verdea?" Tanya Ordelia


"... Mana Vainzel?" Dia berkata dengan wajah masam


........


"Vain!"


Aku menoleh kearah Verdea yang memanggilku. Dia berusaha mendaki tempatku berada sekuat tenaganya


Karena dia terlalu lama, aku akhirnya memanjangkan tanganku dan mengangkatnya ke sampingku


Tapi, wajahnya terlihat masam seakan baru saja diganggu seseorang


Dia kemudian menyodorkan tangan kanannya ke wajahku dan membuatku kaget


"Kamu yang melukis ini?" Tanyanya


Aku memperhatikan simbol yang tergambar rapi di punggung tangannya itu


"... Tidak. Kenapa kamu berpikir aku yang melakukannya?"


"... Bukan kamu ya...?" Gumamnya


Mungkin dia curiga karena dulu aku pernah mencoret wajahnya dengan tinta agar mau bangun


"Ini anak yang kamu bicarakan?" Alf bertanya


Aku menoleh kearahnya kemudian mengangguk


"Kamu sedang apa?" Tanya Verdea


"Bicara dengan Pohon Agung" Aku menjawab


"... Aku tidak mendengar suara darinya..."


Verdea mendekat kemudian menempelkan telinganya di batang Pohon Agung


Aku hanya menggelengkan kepalaku sambil tersenyum


"Hanya aku yang bisa mendengar suaranya" Aku berkata


Dia menoleh kearahku dengan wajah heran


"Rasanya kamu mirip dengan orang gila karena bicara sendiri"


Alf langsung tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan Verdea


Aku hanya duduk disana sambil memberi Verdea sebuah tatapan dingin


"Omong-omong, aku masih ingin tahu siapa yang mencoret gambar ini" Verdea berkata sambil menyodorkan tangannya lagi


"... Kalau kamu tidak suka kenapa tidak hapus saja"


Dia langsung mencoba mengusap tangannya untuk menghilangkan gambar itu


Tapi tidak sedikitpun titik di gambar itu yang menghilang dari tangannya


"Tidak bisa menghilang" Verdea berkata


Aku mencoba menganalisa gambar itu

__ADS_1


Yang kudapatkan ketika melihat simbol itu lebih dekat sangat membuatku terkejut


"Bukannya kamu sendiri yang menggambar ini?"


"Hah? Untuk apa coba?"


Tapi, aku melihat banyak sekali Mana yang terkonsentrasi di simbol itu. Mana miliknya tepatnya


Dan ketika aku melihat ke seluruh tubuhnya, aku masih melihat aliran Mana yang normal dan terkonsentrasi di jantungnya


Lalu, Mana apa yang ada di tangannya sekarang ini?


Alf mendadak diam ketika kami membahas tentang simbol itu


Curiga, aku pun bertanya padanya


"Kamu tahu sesuatu, ayahanda?"


"... Aku tidak yakin 100 persen, tapi mungkin ada kaitannya dengan Marcellus"


"Marcellus...?"


"Hm? Kamu tahu nama itu?" Tanya Verdea


Aku mengangguk


Hampir tidak ada orang di dunia ini yang tidak mengetahui kisah Marcellus


"Bisa ceritakan sesuatu tentangnya?"


Sayangnya anak ini adalah salah satu orang yang tidak mengetahui kisah itu


Itu kisah dongeng yang berasal dari kejadian asli di masa lampau. Setiap orang setidaknya pernah mendengar satu versi dari kisah itu sekali dalam seumur hidupnya


Tapi...


Aku membenci kisah itu


Namun aku harus bercerita kepadanya. Jika tidak, Verdea akan terus merengek sampai telingaku terasa lebih sakit ketimbang saat berkelahi dengan Darwin


"Baiklah, aku akan menceritakannya"


......................


...Perang itu bukanlah perang antar manusia, melainkan perang antar ras...


...Manusia, Elf, Beast, Dwarf, Monster, Iblis, bahkan roh ikut terlibat dalam pertarungan...


...Tidak ada yang mengingat penyebab pasti awal perang itu terjadi. Catatan akan hal itu hilang dari muka bumi karena ada orang yang ingin mengubur hal itu sedalam mungkin di jurang ketidaktahuan...


...Ada yang mengatakan kalau Iblis lah penyebab utamanya. Ada yang mengatakan para Beast yang melakukannya sehingga beberapa dari mereka dikutuk menjadi monster. Tapi versi yang paling diingat adalah, bahwa elf lah penyebab perang itu terjadi...


...Ratusan tahun berlalu tanpa adanya istirahat dari perang itu. Kelaparan, kemiskinan dan penderitaan melanda dunia tanpa ampun...


...Kematian menyebar dimana-mana. Penyakit menjangkit dan mulai membunuh para makhluk di bumi hingga ribuan, bahkan jutaan jumlahnya...


...Namun perang terus berlanjut. Mengabaikan konskuensi dan kehancuran yang bisa terjadi, semua ras terus melakukan perang...


...Dan karena itu, Vitario, dunia kita sekarang ini, membangunkan para roh elemental untuk menghentikan perang itu...


...Vitario memohon pada para roh agar mereka bersedia untuk menghentikan perang yang tidak berujung itu...


...Para roh kemudian mengalihkan perhatian mereka pada dunia, mengawasi semuanya dari dekat...


...Alangkah kagetnya mereka ketika melihat hal itu. Rasa kasihan kepada Vitario menyergap mereka...


...Dan karena itu, untuk menghentikan para ras yang terus berkelahi, mereka menciptakan 2 roh kembar yang dikenal sebagai roh agung dengan gabungan kekuatan mereka semua...


...Roh yang tertua, Lazarus, dikenal sebagai sang Penghancur. Sifatnya yang serius dan dingin sangat cocok dengan julukannya itu. Dia bertugas untuk menghapus semua orang yang dianggap 'jahat' oleh dunia dan orang-orang yang menolak untuk berdamai. Dia menggunakan rasa takut sebagai caranya mendorong perdamaian...


...Dan satu lagi roh yang 'tidak sengaja' terbentuk oleh kekuatan para roh. Roh itu bernama Marcellus, dan dia dikenal sebagai sang Pelindung. Sifatnya sangat ceria dan hangat, berlawanan dengan kakaknya...


...Tapi kebetulan akan terbentuknya Marcellus membuat para roh terkejut. Namun, itu tidak menghentikan mereka untuk kemudian memberikan satu tugas pada Marcellus...


...Sedikit berlawanan dengan tugas kakaknya, mereka mengirim Marcellus untuk melindungi semua orang 'baik' di dunia ini dari ancaman perang. Dan karena tugasnya itu, dia belajar cara menyayangi seseorang...


...Mereka berdua kemudian dikirim ke dunia untuk mengerjakan tugas mereka...


...Kedua roh itu, walaupun memiliki sifat dan tugas yang sangat berbeda, tetap akur dengan satu sama lain. Bahkan mereka nyaris tidak pernah berkelahi dengan satu sama lain ketika ada silang pendapat antara mereka...


...Mereka mencintai satu sama lain sebagai seorang saudara, dan mereka berdua bangga dengan hal itu...

__ADS_1


...Dan dalam hitungan 5 tahun, api perang berhasil mereka padamkan. Perang yang telah berlangsung selama ribuan tahun itu diakhiri oleh 2 roh dalam waktu 5 tahun dengan hasil, para ras iblis yang berhasil mereka kunci di neraka...


...Lazarus dengan kekuatannya sebagai sang Penghancur menyebarkan perdamaian ke seluruh dunia dengan ancaman. Tidak jarang dia melakukan kekerasan agar semua makhluk di Vitario mau mendengarkannya. Reputasinya sangat buruk di mata semua ras, dan itu juga menyebabkan dia ditakuti di seluruh dunia...


...Dan kemudian Marcellus. Dia tidak tahu bagaimana cara yang sepatutnya untuk menjalankan tugasnya. Dia hanya memperhatikan kakaknya setiap kali Lazarus bekerja. Dia hanya melakukan sesuatu setiap kali kakaknya mengatakan dia harus...


...Lazarus selalu membimbingnya selama bertahun-tahun. Dan pada tahun ke-5, Marcellus mampu melakukan tugasnya sendiri dengan baik dan benar...


...Dan karena tugasnya sebagai pelindung, Semua makhluk mencintainya. Terutama karena sifatnya yang hangat dan penyayang. Beberapa bahkan memujanya, dan rela melakukan apapun untuknya...


......................


"Hmm..."


"Masih ada pertanyaan tentang Marcellus?"


"... Lalu apa yang terjadi selanjutnya?"


"Nak. Kamu menanyakan siapa itu Marcellus jadi aku sudah menjawabnya. Jangan membuatku menceritakan cerita panjang itu, aku mohon"


Alf hanya terkikik pelan melihat kami


"Tapi, aku penasaran"


"Nak... Cerita itu sangat panjang kamu tahu...?"


".... Hmph... Baiklah..."


Dia menundukkan kepalanya pelan sambil memasang wajah cemberut


Syukurlah...


Omong-omong


"Veri. Kamu sudah bersiap-siap?"


"Hm? Untuk apa?"


"Kita akan berangkat pulang"


"Hah? Kita hanya tinggal satu hari disini?"


"Nak. Kamu jangan lupa dengan kru kapal Black Hunt"


Kami meninggalkan mereka di bawah penjagaan sihir Dark Elf. Aku juga tidak melihat adanya tanda bahaya disana selama kami pergi


Benih pelacak yang kuletakkan disana masih baik-baik saja, jadi aku yakin kalau mereka tidak apa-apa


"Tapi, aku masih ingin tinggal lebih lama"


"Tidak boleh. Kasihan dengan mereka yang menunggu kita berhari-hari nanti"


"... Bagaimana kalau kita teleportasi mereka kesini?"


Anak ini...


"Kamu tahu kenapa kita tidak langsung berteleportasi kemari dan memilih jalan kaki?"


Verdea menggelengkan kepalanya


"Itu karena kita harus meminta 'Berkat Seren' sebelum masuk"


Seren memasang penangkal yang sangat kuat di area Gerbang Hutan. Mungkin sekitar 70 Kilometer persegi. Penangkal itu bisa menyakiti seseorang jika mereka masuk dengan 'cara tidak normal' di dalam area penangkalnya


Semakin dalam mereka masuk, efek penangkal itu akan semakin sakit. Mereka bahkan bisa jadi cacat tiba-tiba dan kehilangan napas perlahan-lahan


Satu-satunya cara normal untuk masuk ke area penangkal itu adalah menghadapi Seren secara langsung


Jika kami tidak berjalan melalui sarang Seren terlebih dahulu, Cyth, Veskal dan Verdea sudah pasti akan mati


Itu sebabnya aku tidak langsung menteleportasi diri kami ke tempat ini ketika membawa tiga orang itu


Hal itu juga berlaku pada para kru kapal. Mereka harus berjalan ke area Gerbang Hutan dan tidak menyelundup atau melakukan sesuatu. Tapi aku yang baru kenal mereka tidak bisa menjamin mereka tidak memiliki niat buruk, walaupun aku percaya mereka itu baik


Aku tidak membuat aturan ini asal tahu saja. Peraturan milik kerajaan Elf itu sangat banyak ketika mengenai orang asing


Aku hanya menghela napasku dan mengelus kepala Verdea


Dia langsung memasang wajah cemberut lagi selagi kepalanya dielus


...

__ADS_1


"Tapi... Kita mungkin harus menanyakan pendapat yang lain dulu" Aku berkata


Verdea langsung mengangkat kepalanya menghadapku. Dia kemudian terlihat sangat senang dan mengangguk tanda setuju


__ADS_2