Book Of Flowers

Book Of Flowers
Kamu Salah


__ADS_3

--- Keesokan harinya, kastil Thyme ---


Hmm...


Baju apa yang harus dikenakan Verdea hari ini ya...?


Apa yang merah, atau yang hijau lagi...?


Dia terlihat bagus di keduanya, tapi baju berwarna biru gelap ini juga membuat dia menonjolkan penampilannya yang sudah sangat menawan


Yang mana ya...?


"Sebaiknya yang hijau saja. Aku lebih suka warna itu ketimbang yang lain" Verdea mengusulkan


Hmph... Ya sudah


Kemauan Verdea adalah perintahku. Dan juga, aku tidak terlalu mempermasalahkannya jika mengenai masalah ini


Hanya saja, memang benar-benar membuatku merasa dilema. Padahal aku hanya memilih pakaian yang akan dikenakan oleh anak ini


Lalu, Veskal akan lebih bagus menggunakan setelan berwarna biru. Coraknya juga cukup sederhana, sesuai seleranya


Mereka harus berpenampilan bagus hari ini, karena beberapa bangsawan akan berkunjung ke kastil Thyme untuk yang pertama kalinya setelah beberapa tahun Verdea hidup disini


"Lalu, kamu juga harus pergi ke kastil Lily sore nanti untuk bertemu dengan Rosalia. Memangnya kamu tidak merasa lelah, bahkan karena memikirkannya saja?" Veskal berkata, selagi mengenakan bajunya


"Aku bohong jika bilang tidak akan melelahkan, tapi mau bagaimana lagi? Hari ini bisa saja sangat membantu kita bukan?" Verdea memberi pertanyaan balik


"Yang terpenting, kita berdua harus ikut untuk berjaga-jaga. Siapa yang tahu apa yang akan dilakukan musuh kita di kastil Lily nanti" Aku mengikuti pembicaraan. "Lalu mengenai bisnis itu, dia akan berjalan lancar. Kalian bisa serahkan padaku dan Cyth" Aku menambahkan


"Sebaiknya begitu. Kapten sangat mengharapkan Black Hunt bisa terus bertahan"


"Aku bisa menjamin keberhasilannya. Karena, yang kuundang itu bukan hanya berasal dari ketiga kerajaan sekutu kita"


"... Aku pikir kamu hanya mengirim 4 surat saja?"


"Kamu tidak mempertimbangkan isi suratnya, Veskal"


Aku memang mengirim surat hanya kepada 3 raja itu ditambah Artorius. Tetapi di dalam isi surat itu, aku meminta mereka untuk mengajak bangsawan kerajaan yang lain, maupun yang diluar kerajaan mereka


Mungkin akan terkesan mencurigakan karena aku hanya mengirim surat melalui mereka berempat, tapi akan lebih aneh lagi jika aku mengirim surat kepada orang-orang yang nyaris tidak pernah aku ajak bicara. Akan lebih baik juga aku memperkenalkan kalau kami itu cukup familiar dengan satu sama lain


Semakin banyak yang mau mendengarkan akan semakin baik


Akan lebih baik juga jika salah satu dari kelima bersaudara Hortensia yang lain datang untuk hadir, walaupun mereka akan datang untuk menghadiri perkumpulan Verdea dan bukannya diskusi bisnis denganku. Dengan begitu, mereka bisa sedikit memiliki ketertarikan untuk bersekutu denganku dan lepas dari genggaman Rosalia


Aku bisa bertaruh kalau yang akan datang kemari adalah Darius dan Collin bersama. Mereka berdua pasti datang


"Lalu, bagaimana dengan Remina? Siapa yang akan dia temani untuk hari ini?" Verdea bertanya


"Tentu saja kamu. Lebih baik dia menangani seseorang yang seukuran dengannya daripada harus berada diantara orang dewasa bukan?" Aku menjawab


"Walaupun aku lebih berharap dia diam saja di kamarnya agar tidak memicu traumanya lagi..." Veskal mengeluhkan


Benar juga. Tapi itu keputusan Remina sendiri. Jika dia ingin, dia boleh tetap tinggal di kamarnya tanpa siapapun yang melarang


Omong-omong...


"Kenapa malah aku yang mengenakan baju Verdea coba...?"


Frit dan Nazia bergidik ketakutan di depan pintu kamarnya, mengambil langkah mundur dariku yang terlihat ingin marah


"... Yah, tidak masalah. Kalian juga sudah bekerja keras membersihkan kastil. Sebaiknya kalian bantu saja Ivor menghidangkan makanan nanti"


Orang itu pasti akan mengamuk karena banyaknya makanan yang kupesan untuk dia buat hari ini. Bahkan aku menemukan dia baru pulang kembali dari pasar disaat matahari tenggelam, sehabis membeli bahan masakan. Itu bahkan dia lakukan bersama dengan Ilias dan Riko


Cih. Dia pasti akan memintaku untuk bertarung dengannya setelah ini. Apa sebaiknya aku sedikit mengalah agar dia merasa cukup puas ya...?


Tapi kalau dia sadar, dia malah akan marah...


*BRAK!*


Apa-??


"Vainzel-! Mereka-! Mereka-!"


"Tenangkan dirimu Ordelia... Jangan panik, tenang...!"


Ada apa dengan kedua orang ini coba, sampai membanting pintu seperti itu??


"Luna, Ordelia! Ada apa?"


"... Mereka semua datang bersamaan, dan Ordelia mulai panik"


"... Tamu kita?"


Luna mengangguk untuk mengkonfirmasi jawabannya tadi


Ahaha... Pantas saja dia terlihat gelisah begitu. Dia tidak terlalu suka bertemu dengan orang baru, apalagi jika jumlahnya banyak


"Berikan dia air, lalu sebaiknya kamu bertukar posisi dengan Nazia agar bisa berjaga di dekat Ordelia" Aku berkata pada Luna

__ADS_1


Luna mengangguk sekali lagi, selagi menopang Ordelia pergi ke dapur


Aku harus mengecek keadaannya dulu nanti. Dia terlihat sangat gelisah...


"Tamu kita sudah tiba ya..."


Verdea pun bangun dari tempat duduknya diatas kasur, kemudian mulai meregangkan badannya


"Baiklah, aku sudah siap"


Kalau begitu bagus


"Semoga sukses menangani orang-orang itu Veri"


"Kamu juga, Vain"


Verdea kemudian meminta Veskal untuk menjemput Remina, dan kami berdua pun mulai beranjak keluar dari kamar untuk menemui para bangsawan itu


Semua orang sudah mulai terdengar sibuk untuk bersiap di pos mereka masing-masing untuk menjaga kastil ini dari gangguan luar


Jadi, hasil apa yang akan menanti kami ya...?


......................


Ada beberapa hal yang bagus dinikmati di musim semi ini


Aroma bunga yang semerbak di taman


Suara berkicau dari burung diatas pohon


Dan secangkir teh untuk diminum diatas meja bersama teman-temanmu


Sayang sekali Verdea tidak bisa menikmati satupun dari ketiga hal itu disaat ini


"Kamu tahu, bagaimana cara aku mengalahkan jelmaan iblis itu dengan satu serangan?"


"Hmph! Paling kamu hanya beruntung! Lagipula, aku ragu ada yang bisa menghajar jelmaan iblis berwujud singa sendirian"


"Aku tidak berbohong! Aku bisa membuktikannya jika kita berduel sekarang! Akan kutunjukkan kekuatanku kepadamu"


"Ayolah teman-teman...! Tidak perlu ribut seperti itu...!"


Di tengah argumen mereka semua, Verdea sama sekali tidak bisa menelan tehnya dengan tenang. Dia hanya ingin setidaknya ada pembicaraan yang bermutu, tetapi sayang sekali para anak lelaki bangsawan itu terus saja berbicara tentang kekuatan mereka


Seperti ini, seperti itu. Aku bisa mengalahkan ini, aku bisa mengalahkan itu. Seakan mereka itu adalah seorang pahlawan yang bisa menyelamatkan dunia


Dia pernah melihatku dan Veskal beraksi dalam situasi yang lebih mematikan, tetapi tidak satupun dari kami berdua yang menyombongkan hasil dari kemenangan kami dalam situasi itu


"Sedikit membuatmu terganggu? Tidak apa, aku juga seperti ini dulu" Darius berkata, kepada Verdea yang duduk di sampingnya


Collin juga hanya bisa menanggapi situasi itu dengan senyum, karena dia juga masih tidak terbiasa bersama dengan anak-anak keluarga bangsawan itu


Dan tidak hanya itu, tetapi para anak gadis dari keluarga bangsawan juga hadir. Mereka berkumpul diatas meja yang berbeda dengan para lelaki walaupun berada di taman yang sama


Mata mereka terus menatap kearah Verdea seakan sedang menilainya, dan itu sama sekali tidak membantu Verdea yang sedang merasa kewalahan menangani para lelaki. Bahkan mereka sesekali tertawa, membuat Verdea berprasangka kalau mereka sedang menertawakan dirinya


"Lagipula pangeran Darius, kami tidak pernah mendengar cerita darimu"


"Betul, betul. Padahal kamu adalah pangeran kedua dari kerajaan ini. Pasti ada sesuatu yang membuatmu patut dipuji"


Kedua pasang orang ini adalah pasangan yang membuka segala macam percakapan sejak tadi


Verdea berusaha mengingat nama mereka, dan jika dia benar, keduanya berasal dari Cassiopeia dan Borneus. Nama mereka berdua adalah Aubert dan Wuruk. Keduanya berumur 1 tahun diatas Verdea, yaitu 16 tahun


"Tidak ada yang patut dipuji dariku. Negara kami sudah damai selama bertahun-tahun lamanya, dan ancaman dari para monster biasanya ditangani oleh kakakku yang mulia Damien dan putri Rosalia. Mereka tidak terlalu memperbolehkanku keluar dari istana dan maju dalam bahaya" Darius berterus terang


"... Itu artinya, berlaku juga dengan pangeran Collin?"


"Yah... Begitulah..." Collin menjawab, sebelum meminum tehnya


"... Membosankan ya?"


Darius dan Collin langsung menyembur teh yang baru sampai di lidah mereka itu kembali keluar. Bahkan Darius membanting tangannya di meja karena merasa kesal dengan komentar itu


"Tidak sopan! Kamu tahu kalau perkataanmu itu lancang bukan??" Dia menyerukan


"M- Maaf! Aku tidak bermaksud begitu!"


Seseorang yang lain pun menggelengkan kepalanya


"Benar-benar rendahan. Kalian bahkan tidak tahu tata krama di umur seperti itu..."


...


Dia mungkin tidak tahu, tetapi semua orang diatas meja itu bisa mendengarkan ucapannya. Itu sebabnya tatapan kesal mulai terbentuk di mata semua orang mengarah kepadanya, hingga membuat bahkan Verdea merasa semakin kewalahan


"... Maaf aku telat memperkenalkan diri. Namaku Gabriel Grandier. Mohon biarkan perkataan lancangku dilewatkan untuk kali ini" Anak itu berkata


Tapi tentu, dia tidak dilepaskan begitu saja hingga situasi di meja para lelaki mulai riuh


Dia terlihat sama tuanya dengan Veskal, tetapi Verdea yang mendengar nama itu langsung tahu kalau dia adalah anak yang umurnya 2 tahun dibawah Veskal. Beberapa bulan lagi, anak itu akan genap berumur 18

__ADS_1


Verdea pun hanya meneguk tehnya perlahan selagi memperhatikan orang itu dengan seksama


Penampilannya jauh lebih berbeda daripada Veskal maupun Albert yang terkesan sama rapinya dengan anak itu. Dia terlihat lebih... Congkak


"Pangeran Verdea. Jika ingin mengatakan sesuatu, sebaiknya kamu tidak terlalu menatap lama kearahku seperti itu"


Dan persepsinya terhadap sekitar itu sama mengerikannya dengan kedua Grandier yang Verdea kenal. Anggota keluarga itu memang diisi oleh orang-orang yang luar biasa dalam bidang ini


"Tidak apa. Aku hanya tertarik dengan salah satu anggota keluarga Grandier yang tidak kukenali ini" Verdea berkata


"Oh? Jadi kamu ingin mengetahui soal diriku?" Gabriel bertanya


Matanya kemudian menatap tajam Verdea, seakan sedang menelaah dirinya dengan baik. Namun, dia melakukan hal itu hanya dalam waktu beberapa detik


"... Kamu sudah tahu dengan beberapa Grandier, jadi kenapa tidak tanyakan saja tentang kami kepada mereka?" Dia pun berucap lagi


"Masalahnya, Veskal dan Albert tidak banyak bercerita tentang kalian. Dan aku tidak punya hubungan yang baik dengan hakim Yuriel, mengingat kejadian di sidang itu..." Verdea membalas


"Tapi, kamu itu memberi kesan yang berani kepadaku" Wuruk berkata


"Betul betul! Tidak ada satupun orang yang berani menatap Yuriel Grandier secara langsung, apalagi membentaknya seperti itu!" Aubert menambahkan


Verdea pun sekali lagi tersenyum canggung, menanggapi hal itu


"Percaya padaku. Bukan hanya Yuriel saja yang kamu singgung di hari itu" Gabriel meneruskan


...


Verdea pun sudah mendapatkan satu kesan darinya, yaitu berlidah tajam


Jika orang yang berlidah tajam sepertinya ini, Verdea juga sudah tahu cara menanganinya. Jangan tertindas


"Ahaha benar-"


"Maaf, tuan-tuan. Apa ada yang mau tambah teh nya?" Remina menyela


Dia menyela tepat sebelum Verdea mengatakan apapun, menyelamatkannya dari masalah dari argumen itu nanti


Aku sudah meminta Remina untuk menjaga Verdea, agar tidak ada sesuatu yang tidak mengenakkan terjadi. Menghancurkan suasana di pesta minum teh itu hanya akan meninggalkan kesan buruk kepada Verdea nanti, hingga Remina paham kalau hal itu hanya akan membuat kami semua berada dalam masalah juga


Dan dia melakukan sesuai yang dia latih, agar dia tidak merasa ketakutan menghadapi anak-anak bangsawan itu


"Menyela diantara pembicaraan itu tidak sopan. Apa kamu pernah mengajari hal itu kepada pembantumu?"


"Maaf, tapi dia bukan pembantuku. Dia melayani Oberon secara langsung" Verdea berkata


"Jadi bahkan sang Oberon juga memperbudak seorang anak kecil hm?"


Tawa orang itu pun terdengar nyaring di telinga semua orang, hingga membuat Remina membeku di tempat


...


...


"Kamu tidak sopan tuan Gabriel. Remina ini melayani Oberon sesuai kehendaknya sendiri" Verdea membela


"Tetapi, kenapa dia harus menerima anak kecil? Memangnya apa gunanya daya kerja yang terlihat lemah sepertinya ini?


Memilikinya itu tidak berguna, kamu tahu?"


Remina mulai tersentak dan secara tidak sadar mengambil langkah mundur karena merasakan teror trauma itu mulai merayap di kepalanya lagi


"Lalu tidak cukup dengan itu, dia menjadi pasangan dansa pertamamu. Benar-benar memalukan mengajak dansa seorang budak sepertinya di hadapan semua orang...


Bahkan aku dengar kalau dia itu tidak memiliki darah seorang petinggi di Miralius dan hanya Elf biasa yang juga menjadi pembantu disini. Kamu tidak geli memikirkan kalau kamu sudah menyentuh tangan anak ini, pangeran kelima?"


"Tuan Gabriel!" Collin mencoba mencairkan situasi


Tetapi sudah terlalu terlambat. Remina sudah mulai terlihat panik, seberapa kuat pun dia berusaha tenang. Pikirannya sudah mulai diisi kembali oleh teriakan orang-orang yang sudah menyiksanya


Dia ingin menutup kedua telinganya untuk menghilangkan suara-suara itu, tetapi teko teh masih berada di tangannya. Hal itu pun membuatnya semakin gemetar karena pikirannya tidak tahu harus berbuat apa


Tidak berhenti disitu, ketika dia menoleh kearah para anak perempuan, mereka terlihat sedang menatapnya dengan sinis seakan sedang mencemooh dirinya. Keringat dingin pun mengucur dari dahinya hingga dia ingin berteriak histeris hanya karena itu


Remina tidak tahu harus apa lagi. Dia berdiri disana, dengan tubuh yang gemetar hingga semua orang yang berada di kejauhan bisa melihatnya


"Lihat? Bahkan dia gemetar dengan hebat dan sama sekali tidak punya pendirian"


Gabriel sama sekali tidak mau berhenti. Semua orang disana yang menyadari kepanikan Remina pun berusaha menghentikannya, tetapi Gabriel bahkan tidak menunjukkan rasa kasihan sedikitpun kepada Remina


'Tidak berguna'


'Mati sana'


Suara-suara itu terus terngiang di kepalanya, selagi dia mulai merasakan rasa sakit yang pernah dia rasakan kembali terasa di tubuhnya


Disaat itulah Ordelia dan Luna pun berniat untuk menyelamatkan Remina dari situasi itu


Tetapi mereka berhenti ketika mendengarkan sebuah ucapan yang membela Remina sekali lagi


"Kamu salah, tuan Gabriel"

__ADS_1


"... Maaf, pangeran Verdea? Kamu mengatakan sesuatu?"


"... Aku bilang... Kamu salah, tuan Gabriel"


__ADS_2