Book Of Flowers

Book Of Flowers
Emosi


__ADS_3

"Dengan begini, semua persiapan sudah selesai"


Ordelia langsung menyentil keningku setelah itu


"Kamu cukup luar biasa, Vain" dia bilang kepadaku


Aku hanya membalas perkataannya dengan sebuah senyum


Verdea kemudian memintaku bertepuk tangan dengannya, dan kami pun menepuk tangan satu sama lain


"Semuanya sudah siap untuk menyelamatkan Veskal! Aku jadi senang!" Dia berseru selagi bersikap hiperaktif di dekatku


"Ayolah nak. Beri sedikit ruang untuk Vainzel" Zaphir menggesernya menjauh dariku


"Lagipula, kenapa orang-orang Hortensia belum membuat kontak denganmu sekarang ini? Kita akan berangkat dengan mereka bukan?" Luxor bertanya padaku


"Kamu pikir berputar mengelilingi Goeitias itu secepat terbang dengan bubuk Fae?" Aku bertanya balik


Luxor diam tidak menjawab setelah berpikir kembali


"Aku juga sudah memberitahu mereka untuk menempatkan kapal di Gong bukan? Kita bisa segera pergi kesana jika kalian ingin" Aku berkata lagi


Mereka semua langsung menggeleng kepala serentak, bahkan Verdea


"Lebih baik kita semua diam dulu disini dan berlatih dengan tenang" Dia menyarankan


Entah apa yang dipikirkan anak ini selain latihan dan makan di waktu senggang...


"Jadi intinya, rencana ini sungguh rencana menyusup? Aku bisa tenang jika begitu... Aku pikir kita malah akan bertarung..." Claudia berkomentar


"Mungkin ada beberapa pertarungan akan terjadi, jadi aku sarankan kamu untuk segera mundur jika hal itu terjadi"


"Lalu membiarkan dirimu tertangkap. Paham"


Baguslah kalau begitu. Semangat semua orang sepertinya sangat besar kali ini, dan hal itu juga membantu semangatku


...


Omong-omong soal semangat...


"Dimana Cyth? Tadi dia ada di dekat sini bukan?"


"Ah, aku melihat dia pergi bersama para petinggi. Dia terlihat murung, jadi aku tidak berani mengganggu"


Walaupun semua orang yang ikut denganku masih berkumpul sekarang ini? Dia juga termasuk bukan?


Sepertinya memang ada sesuatu yang buruk terjadi kepada Cyth


"... Kamu ingin pergi membujuknya?" Ordelia bertanya


Aku menoleh kearah Ordelia, sebelum mengangguk kepadanya


Tidak mungkin aku membiarkan salah satu temanku seperti itu saja. Dia harus punya teman bicara


Mereka semua pun membiarkan aku pergi terlebih dahulu, dan aku tanpa ragu segera beranjak kearah kediaman Black Hunt yang disediakan di dalam Miralius


......................


*Tok tok!*


...


*Tok tok!*


"Baiklah, aku datang"


Akhirnya dia menjawab


Setelah Cyth membuka pintu, situasi langsung berubah menjadi canggung. Hal pertama yang muncul di kepalaku adalah untuk mengajaknya pergi keluar untuk mencari udara...


Yang tentu dia tolak tanpa pikir panjang

__ADS_1


"Ayolah Cyth, bicara pada kami. Seluruh orang di Black Hunt yang kuhampiri tadi bahkan tidak mencoba membuka mulut"


"... Kalau begitu sudah jelas bukan? Kami semua butuh ruang, jadi tolong biarkan aku mempersiapkan diri saja untuk ikut, Oberon"


Susah sekali untuk bicara dengannya sekarang ini...


Apa aku harus memberinya ruang seperti yang dia inginkan?


...


Cyth berniat menutup pintunya, tapi sebelum dia sempat, aku menahan pintu itu dan membuatnya terkejut


"Jika kamu ingin mempersiapkan mental, keluarkan semua hal yang membebani pikiranmu" Aku berkata padanya


Dia mencoba menutup pintu itu lagi, tapi kekuatan fisik kami sudah jelas beda. Pintu itu bahkan tidak bergerak ketika aku menahannya, sekuat apapun Cyth berusaha menutupnya


Menyerah, Cyth pun menghela napas


"Baiklah. Menyingkir saja dari pintu dan kita akan pergi berkeliling"


Aku menuruti perkataannya dan menyingkir, hingga dia bisa keluar tanpa gangguan


"Jadi, kamu mau membicarakan tentang semua hal yang sudah terjadi?" Dia bertanya


"Kita jalan dulu saja. Akan sulit bagiku jika kamu malah berlari ke dalam karena tidak mau bicara"


"Dasar. Sempatnya bercanda seperti itu"


Kami pun pergi berjalan, mulai mengelilingi Miralius


Untuk beberapa saat kami berjalan dan hanya menyapa orang-orang yang kami lewati, dia hanya diam tidak bicara. Tapi aku tetap menunggu, walaupun kadang aku berpikir dia akan terus menutup mulut dan aku harus memaksanya


Biarkan saja... Jangan paksa...


"Keluarkan semua hal yang membebaniku ya...?"


Oh, dia mulai bergumam


Dari awal...?


Begitu... Dia ingin menjelaskannya agar aku bisa menangkap sedikit rasa yang sedang dia rasakan sekarang


"Boleh saja. Kita juga akan mengelilingi Miralius sekarang ini, dan aku akan senang melakukannya selagi mendengar sebuah cerita"


Dan jika hal itu bisa membantumu, akan lebih baik lagi


Cyth menghela napasnya, dan untuk pertama kalinya ketika dia mulai berbicara, aku merasakan kalau dia itu orang yang berbeda. Sama sekali tidak seperti Cyth yang kuketahui


Dia terdengar dan terlihat sangat lemas


Tapi, aku mencoba mendengar semuanya dengan baik. Semua keluhannya, semua pengalamannya bersama banyaknya orang yang sudah dia temui


Aku terkesan, dia menyimpan sebuah cerita seperti itu dibalik lapisan tebal yang dia pakai sekarang ini. Dan setelah lapisan itu lepas di awal dia berbicara tadi, aku langsung tahu kalau dia tidak berbohong sedikitpun menjelaskan ulang semua cerita itu


Dia bicara dari hatinya secara langsung, menghayati setiap kata yang dia keluarkan tanpa sedikitpun cacat di bagian manapun


Seorang kapten yang sudah kehilangan angin untuk kapalnya. Mungkin itu ungkapan yang tepat untuk kondisi sekarang ini


Dan Walter...


Berdasarkan apa yang dikatakan Cyth, aku sadar kalau dia itu tidak seburuk yang kukira. Perbuatannya memang tidak termaafkan, tapi pada akhirnya, dia tidak memiliki pilihan yang bagus, dan keinginan untuk terus hidup sudah ada dalam tubuh semua makhluk hidup sejak mereka lahir


Takdir saja yang tidak adil padanya


Walter. Dia mati dan hidup ibarat sebuah burung dalam sangkar. Kebebasannya selalu direnggut secara paksa


"... Dia sudah tiada. Sesuai janji yang dia ingin aku lakukan. 'Tembak mati aku jika aku berubah menjadi orang yang tidak kamu kenali', dia bilang begitu kepadaku"


...


"Emosi manusia memang aneh ya...?" Aku berkomentar

__ADS_1


"... Apa maksudmu Oberon?"


Dia terdengar tersinggung. Tapi aku tidak berniat membuatnya begitu


"Maksudku, emosi kalian itu sangat kompleks. Semua hal bisa kalian sembunyikan dengan baik. Berjalan dalam perjalanan ini bersama manusia, aku juga menyadari hal itu, dan aku sadar kalau hal itulah yang membuat kalian cukup... Luar biasa"


Verdea dan Veskal juga begitu. Ada banyak emosi yang mereka sembunyikan dariku, atau mungkin mereka hanya akan menunjukkannya di waktu yang tepat


Di waktu dan momen dimana aku akan menerimanya dengan sangat baik setelah paham akan diri mereka


Apa yang terjadi kepada Cyth dan Walter, itu mengingatkanku dengan salah satu alasan rasa takutku kehilangan kedua temanku itu. Aku takut, mereka tidak bisa menyampaikan sesuatu yang mereka ingin sampaikan, dan membuat apa yang mereka impikan hancur begitu saja


"Kehilangan seorang teman itu menakutkan ya...?"


Aku harap tidak terjadi. Dorong jauh pemikiran itu, Vainzel


...


"Cyth, aku tahu kamu sedang murung, tapi aku nasihat yang cukup populer di kalangan pelaut untukmu"


"Apa?"


"Apa gunanya sebuah kapal?"


Cyth tiba-tiba saja tersentak dan berhenti berjalan, mematung di tempatnya berdiri sekarang ini. Sebuah reaksi yang aku tidak duga akan keluar darinya saat ini


"... Untuk berlayar, mengelilingi dunia..." Dia menjawab kemudian, tidak menoleh sedikitpun kearahku


"Aku terkejut jawabanmu tepat sekali. Sepertinya memang nasihat yang cukup populer"


"... Itu pertanyaan yang sama dengan yang ditanyakan paman Broke kepadaku"


Paman Broke.....?


Itu nama orang yang cukup penting di dalam ceritanya tadi. Orang yang sangat bijak, jika aku yang bilang


Sepertinya, dia juga adalah orang yang membentuk Cyth selama ini. Dia orang yang cocok sebagai panutan...


"... Seperti itulah intinya. Jawabanmu itu akan cukup sebagai pengingat bukan?" Aku berkata


Cyth yang daritadi mematung, perlahan mengangguk pelan sekarang


"Aku... Bisa-bisanya aku melupakan apa yang dia katakan kepadaku..."


"... Itu bukan salahmu. Kamu terjebak dalam dilema yang menyakitkan"


Jika aku ada di posisinya, aku juga akan sangat kebingungan hingga pikiranku kacau


"Cyth. Aku yakin semua orang yang sudah pergi ingin kamu untuk terus maju, bahkan Walter. Jadi, jangan coba berpikir untuk berhenti"


Itu juga apa yang ingin aku ingin Verdea lakukan ketika kami berpisah dulu. Aku yakin itu juga apa yang dirasakan oleh semua teman Cyth yang sudah tiada


"... Terima kasih sudah mengingatkanku, Oberon" Cyth berucap


"Senang sudah membantumu"


Dia merasa baikan sekarang. Senyumnya sudah muncul kembali, walaupun aku baru sadar dia sedang menangis juga


Semua orang yang sudah berjalan bersamanya... Mereka orang-orang yang hebat


Beberapa tahun lamanya mereka bersama, hingga sampai ke garis tertentu hingga harus pergi. Tapi, kemanapun Cyth pergi, mereka semua selalu membekas dan memperkuat hatinya


Berada diatas kapal itu mungkin hanya akan melukai mereka. Hantu dari masa lalu sudah pasti akan muncul dan mengelilingi mereka. Tapi, apa yang sudah mereka lalui tentu tidak akan pernah bisa mereka lepaskan begitu saja. Sudah banyak kenangan yang mereka lewati, dan tidak satupun yang akan bisa mereka lupakan


Emosi yang mereka miliki satu sama lain sudah pasti sangat spesial, hingga mampu memberikan kesan baik yang tidak akan berakhir


...


Apa kami harus kembali sekarang? Verdea pasti menunggu


Aku jadi ingin menghabiskan waktu dengannya

__ADS_1


__ADS_2