
--- 7 Hari sebelumnya, Lepas pantai timur Orion ---
"Jadi, kita berkumpul dahulu di Orion begitu?" Veskal bertanya
Julius hanya mengangguk meresponnya
Dia pun beralih kearah Cyth yang berdiri di sisi berlawanan
"Aku berniat memberikan kapal kepada kalian. Agar kalian bisa leluasa beraktifitas disana tanpa gangguan prajurit ku"
"Ayolah, yang mulia. Bukannya kami yang mengganggu sehingga kamu ingin memisahkan kami dari awak kapalmu? Tidak perlu memakai kata-kata seperti itu"
"... Kenapa kamu beranggapan begitu?"
Julius terheran dengan sikap Cyth. Dia sama sekali tidak bisa menanggapi kenapa Cyth terlihat gusar
"Maaf jika aku keterlaluan. Suasana hatiku sedang jelek"
Veskal hanya bisa menatap mereka berdua. Cyth terlihat sangat tertekan oleh stres. Veskal ingin membantunya, tapi dia tahu kalau dia hanya akan menambah tekanan itu
Jadi dia pun hanya diam
"Nak. Kamu butuh sesuatu? Aku akan menyediakannya segera seandainya kamu sangat butuh" Julius berkata pada Veskal
"... Mungkin sepasang pisau yang tajam, dan segelas susu hangat"
"... Baiklah. Aku akan meminta mereka melakukannya. Aku juga harus pergi untuk memastikan semua hal baik-baik saja selama kita mendekat ke daratan"
"Terima kasih"
Julius pun pergi dari hadapan mereka selagi memanggil seorang prajuritnya
...
"Kapten. Kamu baik-baik saja?" Veskal bertanya pada Cyth
Cyth yang hanya menutup wajahnya selagi bersandar ke ujung kapal hanya diam tidak menjawab
"... Tidak apa kapten. Kita semua juga pernah kehilangan sesuatu yang kita cintai dan sayangi. Itu namanya hidup"
"... Kamu benar. Tapi, aku lebih khawatir dengan bagaimana aku bisa menghadapi Alice ketika bertemu dengannya nanti? Kru ini akan tamat, dan entah kenapa aku bisa merasakannya"
...
"Maksudmu, kalian tidak akan pernah berlayar lagi setelah ini?"
"Memang begitu bukan? Kapal itulah yang menyatukan para orang bodoh seperti kami. Jika sudah waktunya urusan ini selesai, kami akan mulai berpisah. Mereka semua akan menemukan kehidupan baru masing-masing"
...
"Kalau begitu, kenapa tidak membuat sesuatu yang baru dan bisa menyatukan kalian?"
"Hah?"
Cyth mengangkat wajahnya menghadap Veskal. Dia bingung dengan perkataan yang baru saja masuk ke telinganya itu
"Itu mustahil. Walaupun kami memang memiliki kapal baru, orang-orang itu justru akan teringat dengan Black Hunt"
"... Aku tidak bilang harus sebuah kapal bukan?"
"..!?"
"Sudahlah. Pikirkan saja nanti. Kapal ini akan segera sampai"
Veskal pergi mengecek hal lain selagi meninggalkan Cyth yang hanya menatapnya dari belakang
"... Sejak kapan anak itu jadi besar ya...?" Cyth bergumam
......................
--- Pelabuhan Kota Hydra, Orion ---
Malam yang dingin. Musim panas sudah hampir berlalu, dan suhu yang mendingin ini mulai menunjukkan kedatangan musim gugur
Beberapa daun bahkan sudah mulai berserakkan di dekat pelabuhan kota ini. Veskal yang berjalan-jalan untuk menikmati udara di darat sudah bisa menandakan kedatangan dari musim selanjutnya
"Musim gugur ya...?"
...
Benua Sto Astra termasuk Negara Orion sendiri terletak di belahan selatan bumi. Musim gugur sudah mulai datang disini, itu mengartikan kalau musim semi sebentar lagi akan datang berkunjung di Hortensia yang berada di belahan bumi Utara
"Sepertinya mereka akan memulai Festival Bunga tanpaku..." Veskal bergumam sedih
Festival bunga. Tidak banyak yang dilakukan disana selain menyerahkan bunga kepada seseorang yang kamu anggap penting. Bunga memiliki banyak arti, dan arti itulah yang ingin disampaikan dengan memberikan bunga itu kepada orang lain di festival tersebut
Veskal sebenarnya berencana membawakan kami 2 buket bunga mawar kuning untuk masing-masing, tapi dia sedang menjalankan misi disaat ini. Dia yang sudah mengajukannya, jadi dia tidak boleh mundur
Lagipula, Festival bunga baru akan diadakan pada pertengahan April. Jadi dia masih punya banyak waktu untuk menyelesaikan misi ini dan segera pulang ke Hortensia
"Merenungkan sesuatu?"
Veskal menoleh kearah belakang dan menjumpai Cyth berjalan kearahnya
"Aku mencarimu di kapal sejak tadi, tapi tidak kusangka kamu malah turun dan berjalan-jalan"
"Maaf. Aku hanya mencari udara segar"
"Lalu, orang-orang di Orion ini sama sekali tidak bisa kupahami. Bahasa mereka sangat rumit, kamu tahu?"
"Aku terkejut kapten yang pernah berkeliling dunia sepertimu masih tidak menguasai semua bahasa..."
"Biasanya bukan aku yang mengurus semuanya. Lihat itu. Si kutu buku itu yang biasanya mengurus semua hal ini, kamu tahu?"
Veskal melirik kearah kapal dan terlihat Erin sedang kewalahan mengurus setiap pekerja disana. Sepertinya, dia adalah satu-satunya orang di kru Black Hunt yang menguasai ilmu bahasa
"Kasihan dia"
"Ah, biarkan saja. Dia tangan kananku, jadi dia harus punya bagian"
"Kapten yang luar biasa..."
"Sekalian agar dia tidak sibuk mengurung diri sambil membaca buku di ruangannya saja"
Cyth terkikik kecil melihat Erin yang kewalahan. Erin yang menyadari hal itu langsung mengerutkan wajahnya kearah Cyth
__ADS_1
"Ooh! Sebaiknya kita kabur~"
Cyth langsung memutar badan Veskal kearah berlawanan dari kapal sambil memegang bahunya, kemudian mulai berjalan bersamanya
"Kita mau kemana kapten?"
"Mencari kedai untuk mereka. Orang-orangku itu pasti sangat rindu dengan rasa anggur. Rasa yang paling disayangi oleh Semuuua pelaut di dunia ini"
Cyth tiba-tiba menekan leher Veskal kebawah agar dia bisa berbisik secara rahasia
"Jadi, mumpung Vainzel dan Verdea tidak ada disini, bagaimana kalau kamu mencoba segelas?" Cyth membisikkan
"Hah? Tidak, tidak. Aku tidak tahu apa aku akan kuat kapten"
"Tidak apa! Aku akan menghalangimu seandainya kamu mulai bertingkah seperti orang gila"
"Itu yang tidak kuinginkan!"
Tapi...
Entah kenapa Veskal jadi penasaran...
"... Mungkin segelas saja boleh..."
"Oh! Luar biasa! Itu adalah langkah awalmu menjadi pria sejati, Veskal!"
Cyth kemudian tertawa lepas sembari menepuk bahu Veskal berkali-kali
Dia kemudian menjauhkan wajah mereka berdua, tapi masih terus tertawa
'Segelas mungkin tidak buruk', Vainzel berpikir
Dia juga selalu ingin mencoba minum segelas anggur milik kaum Dwarf ketika di kota Bargalos dulu
Tapi, Verdea dan Frank selalu melarangnya sambil mengatakan bahwa hal itu tidak akan baik untuk dirinya
Dia benar-benar ingin mencobanya. Segelas saja
......................
--- Satu Jam kemudian ---
"ARGH-!! *HIK-!*"
...
"Ah sial! Kenapa aku harus me- *Hik-!* -njadi lemah coba...!? Aku hanya ingin *Hik-!* Melindungi dua orang bodoh itu!!"
"Wah, dia mabuk" Seorang anggota kru berkata
"Dia sudah minum 3 gelas. Sebaiknya kita suruh pelayannya sembunyi saja sampai dia tidur. Takutnya dia akan meminta lebih lagi" Cyth berbisik pada Erin
Erin pun langsung beranjak untuk memberi info itu pada para pelayan kedai malam itu
Cyth duduk tepat di seberang Veskal. Dia juga sudah minum 3 gelas, tapi dia masih belum mabuk entah kenapa, walaupun kepalanya sudah mulai terasa sedikit berat
"Bagaimana, pengalaman pertamamu minum?" Cyth bertanya padanya setelah meminum seteguk dari gelas birnya
Veskal langsung mengangkat kepalanya dengan lemas. Wajahnya benar-benar berantakan seakan dia sedang sangat mengantuk dan tidak pernah tidur selama beberapa hari
Wajah Veskal kemudian jatuh kembali dan terhantam keras keatas meja
Dia benar-benar sangat mabuk. Minuman penyegar saja mungkin tidak akan efektif lagi untuk membantunya menyadarkan diri
"Hey Erin. Apa ada penginapan di dekat sini?"
"Ada. Tepat di seberang kedai ini"
"Bawa dia kesana nanti dan sewakan sebuah kamar"
"Hah? Bukannya kita semua akan menginap di kemah prajurit di area luar kota?"
"Memangnya kamu mau membawanya sampai kesana? Biarkan saja dia tidur semalaman sendiri di dalam kota"
Erin diam tidak menjawab. Dia sepertinya sudah membayangkan seberapa merepotkannya mereka harus mengangkat Veskal nanti
"Tenang saja. Kota ini juga diisi banyak prajurit kerajaan karena harus meningkatkan keamanan. Berpisah darinya selama semalam itu bukan masalah bukan?"
"... Baiklah. Kalau itu perintah kapten, aku akan melaksanakannya"
Erin pun pergi untuk menyiapkan sebuah kamar untuk Veskal di penginapan itu
"... Kapten..."
Veskal menunjukkan wajahnya sedikit walaupun masih tertempel diatas meja. Sekarang, dia terlihat seperti seorang anak yang sedang depresi
"Kenapa, Veskal?"
"... Aku ingin menjadi kuat... *Hik-!*"
"Minum air putih itu dulu. Baru kita bicara"
Veskal langsung cemberut karena merasa terabaikan. Dia langsung mengambil gelas air yang tidak berada jauh dari gelas minumnya, kemudian menghabiskan semuanya dalam sekali teguk
"Sudah. Jadi sekarang dengarkan aku..."
"Baiklah. Telingaku terbuka"
Veskal kemudian menunduk sambil memainkan kuncir kudanya. Cukup lama dia diam seperti itu, tapi Cyth tetap menunggu dia berbicara
Dia bahkan sampai tidak menyentuh gelasnya untuk sementara agar dia bisa memperhatikan Veskal yang akan berbicara
"... Aku ingin kuat..." Veskal akhirnya berucap
"Hmph... Kamu sudah mengatakannya berkali-kali" Cyth membalas setelah menghela napas
"Tapi memangnya kamu paham kenapa...!?"
"Karena kamu punya sesuatu untuk kamu lindungi bukan?"
"...
Kapten tahu saja..."
Veskal kemudian mengistirahatkan kepalanya diatas meja selagi merenung
__ADS_1
"Aku juga penasaran, bagaimana kamu bisa melakukan hal itu?"
"Maksudmu?"
"Melindungi seseorang yang kamu sayangi"
...
"Jika yang kamu maksud kapten Alice, kamu salah. Aku memang pernah menceritakan sedikit tentangnya padamu, tapi aku tidak pernah bisa melindunginya"
Cyth memutar jarinya mengelilingi gelas minum miliknya
Bir di dalam gelas itu sekilas memantulkan sebuah bayangan masa lalu di wajahnya, tapi Cyth saja yang bisa melihatnya. Bayangan dimana dia masih seumuran Veskal, dimana dia...
... Gagal melindungi orang yang dia cintai
"... Ah, sial. Aku jadi merindukannya..."
Tapi, dia memang selalu merindukan Alice. Veskal saja tahu, karena hal itu tersirat jelas dari apa yang Cyth lakukan
"... Kapten"
"Ya?"
"Boleh ceritakan apa yang sudah kamu alami selama bersama Kapten Alice?"
"..."
Cyth terlihat ragu. Dia ingin melupakan hal itu setidaknya sejenak, tapi sekarang dia harus menceritakannya
Veskal sendiri tetap menunggu respon dari Cyth. Dia memang sedang mabuk sekarang, dan bahkan akan melupakan semuanya ketika dia sadar nanti. Tapi, dia tetap ingin mengetahuinya
Cyth pun harus menyiapkan diri. Toh, Veskal juga tidak akan ingat. Dan jika dia tidak melakukannya, anak itu akan membuat keributan
"Dia wanita yang cantik. Rambutnya Semerah apel, tapi kulitnya semanis coklat. Dia sangat rupawan untuk seseorang yang bersifat liar
Semua memoriku hanya dimulai ketika dia menyelamatkanku di perbudakan kerajaan Cassiopeia. Tapi, satu hal yang kupelajari dari perbudakan adalah kalau kamu tidak boleh mempercayai siapapun untuk mengendalikan diri sendiri. Jadi, aku mencoba menghajarnya ketika dia membawaku lari dari sana
Tentu aku langsung dihajar balik dengan mudah olehnya. Aku juga masih sangat muda waktu itu, mungkin sekitar 12 tahun. Tapi, dia mengenal bakatku dalam bertarung. Ketimbang membuangku karena mencoba menyerangnya, dia memberiku pilihan, bergabung dengan kru nya, atau pergi tanpa tujuan walaupun memiliki kebebasan
Hal yang kuketahui selanjutnya, aku berakhir di kapal itu. Dulu, disana ada 27 orang anggota Black Hunt termasuk kami berdua. Bahkan yang wanita juga ada walaupun bisa dihitung jari. Tapi...
Semuanya berubah ketika aku mengambil posisi tangan kanan Kapten Alice. Aku... Menggantikan posisi Walter disaat itu
Walter tentu tidak terima. Dia lari dari hadapan kami semua entah kemana. Ketika dia kembali, aku hanya mengingat ada kekacauan. Dan aku melihat punggung Kapten Alice setelah dia melemparku dari kapal. Lalu..."
...
"Ada ledakan diatas kapal. Bukan karena bubuk mesiu, tapi karena sihir. Aku diselamatkan oleh 11 orang kru yang tidak berkhianat ataupun beralih meminta ampunan kepada Walter. Mereka membawaku pergi ke kota Orion untuk mencari perlindungan, tapi kami tetap berakhir tidak diterima karena identitas kami sebagai bajak laut
Lalu aku merencanakan sesuatu yang gila. Aku ingin mencuri kembali kapal milik kapten Alice dari Walter. Dan tentu, hal itu sangatlah bodoh. 3 nyawa lagi melayang karena itu, walaupun kami mendapatkan kapalnya. Yang tersisa dari kru Black Hunt, semuanya ada di dalam ruangan ini"
...
"Tapi, kami tetap tidak akan meninggalkan kapten Cyth. Itu sudah menjadi wasiat dari Kapten Alice, dan itu final"
"Yang menghancurkan kru ini juga bukan Kapten Cyth, tapi keegoisan Walter"
"Bukannya ini kesempatan bagus untuk balas dendam pada bedebah itu?"
Para kru mulai saling menyahut, kemudian mulai berubah menjadi suara yang bersemangat
"Tapi..."
Semua mata kemudian melirik kearah Cyth yang terlihat sedang ingin menangkap perhatian. Wajah Cyth sangat terlihat lesu saat itu, dan...
"Walaupun aku memang ingin kita menghabisinya secara pribadi, aku tidak ingin kehilangan salah satu dari kalian lagi"
...
"Kapten..."
Mata Erin mulai berkaca-kaca, begitu juga dengan anggota kru yang lainnya
"Tidak apa kapten--- Kami--- Rela melakukan apapun untukmu---" Seorang dari mereka berkata
Ruangan itu pun dipenuhi suara tangis
Cyth pusing dengan suasana ini. Semuanya jadi terasa tidak mengenakkan karena apa yang baru saja dia lontarkan
"Hehe..."
Tapi, mendengar suara tawa kecil dari Veskal, Cyth terkaget. Dia memandang kearah Veskal yang sudah nyaris tertidur itu
"Kamu mirip seperti Vainzel... Aku jadi ingin menghajar mu juga, sama seperti ketika dengannya... Otak kalian perlu di putar sesekali agar bisa menggunakan logika..."
Veskal kemudian mendengkur, sepenuhnya tidur
Cyth menganga diam mendengar apa yang barusan masuk ke telinganya
"Seperti Oberon?" Erin bertanya bingung
"Maksudnya bagaimana" Salah satu dari kru nya bertanya
...
Cyth terdiam di tengah bisikan teman-temannya itu. Dia kemudian teringat satu hal yang paling menonjol dariku
Aku selalu menimpakan segala hal pada diriku, tanpa mempertimbangkan apa yang orang lain pikirkan
...
"Tidak bisa kupercaya. Kenapa aku baru menyadarinya sekarang...?" Cyth bergumam
"Kapten?"
"Aku tidak apa Erin. Hanya perlu sedikit istirahat karena kepalaku mulai memberat"
Cyth pun bangun dari tempat duduknya
Semua temannya menatap langsung matanya. Mata yang sudah penuh dengan semangat kembali
"Jadi, apa yang harus kita lakukan nanti ya...?" Dia berkata
Semua orang jadi bingung ketika dia mulai tersenyum entah kenapa, bahkan Erin. Tapi apapun yang dipikirkan kapten mereka, Black Hunt akan selalu mendukungnya
__ADS_1