Book Of Flowers

Book Of Flowers
Latihan Melawan Monster (2)


__ADS_3

"Oberon..."


"Ya, Remina?"


Dia terlihat mangut-mangut ingin menanyakan sesuatu, dan mulai memainkan jarinya


"... Um... Apa kamu tidak takut dengan monster?"


"... Dulu aku juga pernah takut pada monster" Aku menjawab. "Tapi, aku akan bertanya balik padamu. Kenapa kamu ingin belajar bertarung?" Aku menambahkan


...


"Aku... Ingin melindungi ayahku... Agar aku tidak perlu membiarkannya tersiksa seperti dulu lagi" Remina menjawab mangut-mangut


Aku mengelus kepalanya pelan sambil tersenyum


"Kamu punya tujuan dalam hal ini, dan itulah yang akan mendorongmu menjadi tidak takut pada makhluk apapun"


Begitulah juga untukku. Itulah alasan bagaimana aku bisa mengatasi rasa takutku. Aku ingin melindungi teman-temanku semampu yang kubisa


"... Kenapa bisa begitu?"


"Karena, jika kamu selalu takut membela dirimu, bagaimana caramu bisa memastikan tujuanmu itu bisa terwujud?"


Remina diam mendengar jawabanku


"Mengingat kalau kamu memiliki tujuan adalah pendorong bagi keberanianmu, terutama jika tujuan itu sangatlah penting bagimu" Aku menambahkan


"... Aku paham Oberon. Terima kasih" Dia berkata. Senyum manis tersirat di wajahnya tidak berapa lama


Kami terus berjalan menyusuri gua itu hanya ditemani oleh sebuah sihir api yang Cyrus nyalakan di ujung jarinya


Seperti dugaanku sebelumnya, gua ini memiliki jalan berbentuk turunan. Tapi, kami sudah berada di jalur datarnya, sehingga kami bisa berjalan tanpa masalah


Gua ini sangat luas di bagian dalamnya, sehingga suara yang kami buat bisa menggema kesana kemari


Herannya...


Goblin-goblin itu tidak terlihat sama sekali, walaupun aku bisa mencium bau busuk mereka di seluruh dinding gua ini...


Tanda-tanda kehidupan mereka ada disini, sungguh. Bisa dilihat dari tulang-belulang binatang yang mereka sudah tangkap dan makan, berserakan di seluruh lantai gua ini


Tetapi keberadaan mereka tidak bisa terlihat


Atau mungkin saja...


...


Mereka ada di belakang kami, memblokir jalan keluar...


"Vain!"


Mendengar peringatan Luna, kami menoleh ke belakang. Dan dugaanku sekali lagi benar


Para Goblin itu memblokir jalan kami keluar. Yang menahan kami bukan satu atau dua, melainkan belasan, mungkin puluhan


Dan mereka ditemani oleh seekor Hob yang mungkin bersembunyi diluar tadi, menunggu kami semua masuk


Salah satu taktik Goblin yang paling mematikan adalah yang satu ini. Membuat pasukan mereka mengunci jalan, baik untuk masuk maupun keluar


Mereka akan membunuh mangsa mereka yang tidak waspada dengan mengepung mangsa tersebut di dalam teritori mereka. Selagi menunggu Mangsa itu memasuki teritori tersebut, mereka akan bersembunyi di lubang galian atau semacamnya, kemudian akan keluar, mengejutkan mangsa mereka dari belakang


Harusnya aku sadar kalau mereka sedang bersembunyi ketika melihat lubang-lubang di dinding bawah gua...


Mereka makhluk yang licik. Dan aku tahu kalau langsung masuk tanpa mengecek keseluruhan gua ini terlebih dahulu adalah perbuatan bodoh


Tapi, Goblin-goblin ini juga terlalu meremehkan kekuatan kami...


"Jangan gunakan serangan jarak jauh. Ingat, ini latihan untuk pertarungan jarak dekat kalian" Aku memperingatkan


"Siap!" Mereka berdua menjawab serentak


"Veskal. Bantu mereka berdua menangani pasukan yang ada Hob nya itu. Kami yang tersisa akan menangani Goblin yang datang dari dalam. Ah ya. Dan jangan bunuh para Goblin itu dengan sengaja" Aku berkata lagi


Veskal mengangguk paham sambil pemanasan dengan melompat-lompat di tempat untuk mempersiapkan kakinya


"Shakh! Ardhe!"


Mendengar perintah dari seekor Goblin, Goblin yang lainnya mulai melancarkan serangan berkelompok terarah kepada kami


Veskal langsung bergerak dengan gesit, dan menginjak kepala seekor Goblin, menjadikannya sebuah batu pijakan. Kemudian, dia melompat keatas punggung Hobgoblin yang menyertai mereka itu


"Kalian tangani saja yang lainnya selagi aku mengalihkan makhluk besar ini!" Veskal berkata, selagi Hob itu memutar kesana kemari mencoba meraih Veskal yang berada di punggungnya


Selagi dia begitu, beberapa Goblin juga mendekatinya untuk membantu Hob itu, namun justru ditendang hingga menjauh karena Hob itu panik dengan adanya Veskal di punggungnya


Verdea menendang seekor Goblin yang mendekatinya, tapi tidak mampu membuatnya pingsan, hingga dia bisa berdiri kembali


Remina kemudian membuka air botol miliknya, dan memanipulasi air itu hingga menjadi sebuah cambuk


"Aku tidak tahu kamu bisa melakukan itu" Verdea berkata


"Aku juga tidak sampai nyonya Lyralia mengajarkanku" Remina membalas, kemudian menghantamkan cambuknya ke Goblin yang mendekat


Tapi sayangnya, cambuk milik Remina itu seketika menghilang hanya dengan satu serangan


Mereka perlahan berjalan mundur untuk membuat jarak yang pas, selagi para Goblin itu mendekati mereka seperti harimau yang sudah siap menerkam


"Apa aku perlu memakai sihir?" Tanya Verdea


"Jika sihirmu berguna"


"Kamu perlu sekali mengejekku terlebih dahulu hm?"


"Karena kamu tidak mau fokus"


"... Baiklah aku akan diam"

__ADS_1


Sebuah Goblin langsung melompat mencoba menerkam mereka, tapi serangannya berhasil dihindari


Remina kemudian menyerangnya dengan tendangan agar Goblin itu menjauh, menghantamkan badan Goblin itu ke dinding


Tapi serangannya hanya membuat sedikit luka gores di tubuh Goblin itu. Dia panik karena hal itu, terutama ketika Goblin-goblin itu memusatkan perhatian mereka kepadanya


"Tangan sepertinya senjata yang paling bagus sekarang ini" Remina berkata


Verdea mengangguk setuju, kemudian memukul Goblin yang menyerang tadi hingga dia terlempar kearah Remina


Menyadari operan itu, Remina kemudian menendang kepala Goblin itu ke tanah, hingga dia tidak sadarkan diri


"Bagus! 1 Goblin jatuh!" Remina berkata


"Tapi, masih ada banyak..."


"Jangan merusak suasana kemenangan pertamaku!"


"Hah!? Kemenanganmu!?"


Aku bisa mendengar mereka saling berargumen lagi dari dalam gua...


Kami sudah berhasil menangani semua Goblin yang datang menyerang dari dalam, tapi kami belum menemui Shaman nya. Jenis Goblin itu adalah satu-satunya yang harus kami bunuh, dan harus secepatnya


"Berhenti bertengkar dan fokus!" Aku berkata pada mereka berdua. Tapi, sepertinya mereka sudah bertarung lagi selagi aku meneriakkan hal itu, hingga mereka tidak mendengarkan


Abaikan. Aku harus mencari Shaman itu. Aliran Mana nya bisa kurasakan samar-samar, dan asalnya berada cukup dalam di gua ini


"Ikuti aku. Ada yang harus kita bereskan. Luna, tetap disini dan bantu mereka agar tidak terjadi apa-apa"


"Dimengerti" Luna membalas perkataanku


Aku, Cyrus, dan juga Cyth yang terlihat ketakutan kemudian berjalan lebih dalam menuju gua itu. Aku hanya melirik kearah Cyth yang mulai ingin menangis selagi memegangi pistolnya dengan tangan gemetar itu menggunakan tatapan aneh penuh pertanyaan


Luna kemudian mengeluarkan senjata sucinya dan bersiap memanah Goblin-goblin itu dari kejauhan, selagi membiarkan anak-anak itu terus bertarung terlebih dahulu


"Ambil ini!"


"Hi- Ya!"


*Brak!*


Hantaman tangan sekuat tenaga milik Verdea itu berhasil menjatuhkan seekor Goblin lagi


"4 Goblin! Masih ada banyak!" Verdea berkata


"Aku tahu itu!" Remina membalas


"... Sepertinya aku harus pakai sihir"


"PAKAI SAJA! UNTUK APA KAMU RAGU-RAGU!?"


Kesabaran Remina sudah terlihat habis, tapi...


"Uh... Kamu tidak akan mau tahu..." Verdea membalas


Remina hanya diam memendam rasa kesalnya, dan kembali fokus


"..... Bagaimana kalau sihir penguat tubuh saja?"


"Gunakan saja!!!"


"Baiklah"


Verdea mulai menjulurkan tangan kanannya, merapal sihir penguat tubuh itu dengan mantra yang dia pelajari dari Cyth


"Hatiku, Tubuhku, Jiwaku. Perkuatlah setiap Inci dari tubuh ini dan juga temanku ini dengan Mana yang terberkati. Strengthen!"


Sebuah cahaya yang tidak terlalu terang dengan singkatnya melapisi badan mereka


"Hah!? Itu sihir tingkat dasar!" Remina berseru


"Jangan rewel! Ada yang mendekat!"


"...!"


Sebuah Goblin bergerak maju berniat menusuk Remina, tapi Remina dengan spontan menendangnya...


*Brak!!*


...


Dan membuatnya melayang sampai mengenai beberapa dari Goblin di belakangnya, hingga mereka menghantam Hob itu dengan sangat keras sehingga terjatuh...


Veskal menghindar dengan cepat sebelum Hob itu sempat terjatuh dan menimpanya, selagi bingung dengan apa yang dilakukan kedua anak itu


Remina ternganga dengan kekuatan tendangannya itu, selagi Verdea hanya melihat dengan wajah gugup


"Itu sebabnya aku tidak mau menggunakan sihirku..." Verdea berkata


"Kamu gila!? Sihir mu ini sangat kuat! Kita bisa mengalahkan mereka dengan mudah sejak tadi seandainya kamu menggunakannya lebih awal!" Remina berseru dengan semangatnya


Dia jadi terlihat sangat antusias untuk mengalahkan para Goblin yang mulai terlihat geram itu


"Lalu, menghilangkan tantangan latihan ini begitu?"


"Aku datang!"


Mengabaikan Verdea, Remina malah bergerak maju dan mengalahkan beberapa Goblin itu dengan tangan kosong, sambil tersenyum senang penuh adrenalin


Verdea mengambil kesan hal itu seakan Remina itu psikopat yang senang dengan kekerasan, kemudian hanya memperhatikannya dari belakang


Gerakkan yang diperagakan oleh Remina menunjukkannya seakan dia itu seekor ikan yang bergerak dalam air


Verdea yang berada di belakangnya itu pun merasa sedikit terganggu karena Remina saja yang terus mengalahkan Para Goblin itu


"Hmph. Pamer" Verdea bergumam ketus

__ADS_1


Karena tidak ingin Remina saja yang bersenang-senang, dia pun bergerak maju membantu Remina mengalahkan para Goblin itu. Lebih tepatnya, berkompetisi dengan Remina mengalahkan semua lawan mereka itu


Tidak mau kalah dengan satu sama lain, mereka pun menyerasikan dan memanfaatkan gerakkan satu sama lain untuk mengalahkan para Goblin. Walaupun mereka sedang berkompetisi dengan satu sama lain, mereka mampu menyerasikan gerakkan agar tidak terhambat dengan satu sama lain


Dan melihat hal itu, Veskal pun melarikan diri dalam waktu singkat dari hadapan para Goblin yang tidak memperhatikannya. Dia ingin melihat mereka berdua bertarung melawan para Goblin itu tanpa ada dia yang mengganggu, terutama ketika menyadari kalau dia tidak terlalu diperlukan


...


"Kenapa kamu bergerak mundur?" Luna bertanya mengarah ke sampingnya


Veskal memunculkan dirinya dari balik bayangan sambil menjongkok di samping Luna


"Biarkan mereka bersenang-senang" Veskal membalas


Luna pun tersenyum sambil mengambil posisi nyaman menonton keduanya


Mereka sudah yakin kalau Verdea dan Remina sudah sanggup menghadapi pasukan Goblin itu tanpa ada masalah


"Hiya!"


"Ha!"


Suara hantaman terus terdengar di seluruh gua itu selagi Verdea dan Remina terus mengalahkan para Goblin itu satu-persatu. Dengan teknik yang diajarkan Veskal kepada dirinya, dan Lyralia kepada Remina, Verdea terus maju tanpa ragu untuk melawan semua monster yang ada di hadapannya


Sampai yang tersisa hanyalah Hob yang terjatuh dan belum pingsan tadi


Dengan raungan yang menandakan dia marah, Hob itu bergerak maju mengayunkan gadanya, menghantam ke tanah


Tapi Remina dan Verdea dengan cepat menghindar ke sisi, dan Remina segera melesat mendaki Hob itu. Dia kemudian memukul kepala si Hob sehingga makhluk itu merasa sangat kesakitan dan mencoba menurunkan Remina dari punggungnya


Melihat kesempatan yang diberikan, Verdea langsung menghantam kaki Hob itu dengan sekuat tenaga menggunakan tangannya, membuat tulang di kaki Hob itu retak seketika


Hob itu meronta kesakitan selagi dia terhuyung, siap jatuh, selagi Verdea menghindarinya agar tidak tertimpa


Dia terjatuh ke tanah, dan untuk mengakhiri hal itu, Remina menggunakannya sebagai pijakan, kemudian melompat keatas


Dia kemudian menumpukan kekuatannya di telapak kaki kanannya, dan ketika Hob itu sudah sepenuhnya jatuh...


*BAM!!*


Dia mendarat dengan sempurna dan menghantam kepala Hob itu dengan sangat keras menggunakan kakinya


Suara tengkorak retak milik Hob itu bisa terdengar dengan jelas, membuat Verdea ngilu mendengarnya


"Dan... 15 Goblin! Aku menang!" Remina berkata sambil berlagak bangga


...


"HAH!? Aku sudah menghabisi 16! Jadi aku yang menang!" Verdea berkata


"Hah! Walaupun itu benar, aku sudah mengalahkan 1 Hobgoblin!" Remina membalas sambil menjulurkan lidahnya


Veskal dan Luna yang mendekati mereka pun jadi mengambil beberapa langkah mundur ketika mereka mulai saling melempar argumen


"Yuhu~ Apa semuanya masih utuh?" Aku bertanya sambil menghampiri Luna dan Veskal


Lalu... Aku melihat semua Goblin yang terkapar itu, dengan Remina yang berada diatas Hob tadi, menginjak kepalanya


"... Jangan bilang kalian membiarkan mereka melawan semua ini" Aku berkata pada Luna


"Mereka memang melawan semua Goblin ini dengan tangan kosong" Luna menjawab


Veskal hanya mengangguk setuju


Wah~ Hasilnya berada diluar ekspektasiku~.


"Sebagai info, Verdea menggunakan sihirnya untuk memperkuat tubuh mereka" Luna menambah


...


"Ah, begitu. Kalian ternyata memperhatikan kalau aku tidak melarang kalian menggunakan sihir"


"Yap. Yang penting jangan jarak jauh bukan?" Verdea menjawab, selagi dia dan Remina mendekat kearahku


"Pintar. Kalian lulus latihan ini" Aku berkata sambil mengelus kepala mereka berdua


Mereka tersenyum senang menyambut elusan kepala itu


"... Omong-omong, aku yang mengalahkan Hob nya!" Remina berkata dengan nada bangga


"Hah!? Itu usahaku juga!" Verdea membalas


"Yang mengalahkannya yang memiliki skornya. Bleh!"


Mereka kemudian kembali berkelahi


Yang lainnya hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala memperhatikan mereka berdua, sementara aku hanya berdiri lemas di dekat mereka


Yah... Setidaknya kami bisa kembali dengan badan utuh


Tapi... Aku berharap aku bisa bertemu dengan Goblin tingkat raja, tapi sepertinya makhluk besar itu kabur ke sisi terdalam gua, dimana aku dan teman-temanku tidak menyusuri sampai ke bagian itu


Mereka juga sudah cukup menjadi hama bagi Seren yang menjaga Gerbang Hutan, jadi aku juga sebenarnya berniat menumpas koloni ini secara langsung agar tidak mengganggu lagi


Tapi sayang sekali. Aku tadi mengkhawatirkan mereka berdua, sehingga kami semua terpaksa kembali. Rupa-rupanya, kekhawatiran ku itu sama sekali tidak diperlukan. Mereka bisa menjalani latihan ini tanpa terluka sedikitpun


Aku meminta setiap detail pertarungan mereka dari Luna, dan dia memberikan detail yang sangat rinci tentang hal itu, menyatakan kalau dia sangat memperhatikan dan terhibur dengan pertarungan mereka berdua


Verdea juga rupanya memanfaatkan kekuatan Segel tangan kanannya itu, sehingga sihir dasar yang dia gunakan saja bisa setara dengan sihir tingkat ahli


Tapi, aku cukup senang dia juga merapalkan sihir itu ke Remina dan membaginya. Padahal, dia bisa mengalahkan para Goblin itu dan menang sendiri, tapi dia mampu memutuskan kalau bertarung bersama Remina itu lebih baik


Atau, lebih tepatnya, berkompetisi bersama Remina


Hah... Mereka berdua sangat berisik


Bahkan sampai ke Miralius saja mereka tetap berisik

__ADS_1


Dasar...


Yah, setidaknya mereka cukup belajar hari ini. Aku yakin mereka akan lebih baik ke depannya nanti


__ADS_2