Book Of Flowers

Book Of Flowers
Dansa Kedua


__ADS_3

"Mereka ingin berkunjung ke kastil Thyme..."


"Lalu, apa jawabanmu?"


"... Bagaimana aku bisa menolak, Vain...?"


Aah...


Orang-orang itu merepotkan. Dan anak ini tidak bisa diharapkan dalam bersosialisasi


Ya sudahlah. Yang terjadi sudahlah terjadi. Sebaiknya aku siapkan saja jadwal mereka


Besok itu jadwal acara dansa untuk bangsawan Hortensia, jadi mereka kira-kira bisa datang lusa, atau hari setelahnya


Ada banyak waktu. Dan karena Verdea tidak bisa menolak, mau tidak mau kami harus mempersiapkan tempatnya


Aku juga penasaran dengan apa yang dilakukan anak muda dari kaum manusia. Semoga aku bisa mendapatkan sesuatu yang layak dicatat


...


Dan juga...


Bisa berhenti menatap kemari, gadis-gadis?


Remina ketakutan loh. Kalian tidak ada pekerjaan lain selain menatapnya seakan ingin menyingkirkan gadis kecil ini?


Sepertinya, Remina masih memiliki rasa takut kepada manusia, utamanya bangsawan. Kondisinya sudah lebih ringan dari sebelumnya, tapi rasa takut itu masih harus diatasi


"Tidak apa. Mereka sudah berpaling" Aku meyakinkan dirinya


Remina mengangguk, walaupun dia masih bersembunyi di belakangku


"... Kamu sudah menghadapi monster dan ikut serta dalam penyusupan. Tapi kamu takut kepada para gadis yang menatapmu tajam?" Verdea berkomentar untuk mencairkan suasana


"Ini dan itu berbeda. Kamu tidak akan paham"


...


"Maaf. Aku kelewatan..."


Verdea pun diam tidak bicara lagi, takut membuat Remina semakin merasa tidak nyaman


Situasinya jadi canggung karena itu. Di tengah ruangan yang sedang menjalankan acara dansa umum itu, situasi kami terlihat sangat aneh dan mungkin bisa mengundang mata yang lain kemari


Sebaiknya aku juga ikut mencairkan suasana


"Bagaimana kalau kita mencari yang lain saja? Sekalian ikut mencuri makanan"


Verdea langsung mengantisipasi perkataanku


"Betul, betul! Pasti banyak makanan disini yang bisa kita bawa pulang. Lalu..."


'Jika kita menyukainya, kita akan paksa Ivor memasaknya', itulah yang ada di pikiran kami secara kompak


"Aku punya sedikit perasaan kalau ini tidak akan berjalan dengan baik..." Remina berkomentar, menyadari senyum jahat kami


Dan apa yang dia katakan itu sangat benar!


Tapi tidak lebih buruk dari apa yang akan terjadi karena perbuatan orang yang dengan jelas mendekat kearah kami sekarang


Orang yang membuat kami semua langsung waspada seakan sedang melihat seorang musuh


"Jangan begitu. Aku kemari untuk menyapamu, tapi kamu malah menunjukkan wajah kesal itu kepadaku"


Menurutmu aku kesal? Tebak sedikit lebih jauh lagi, Rosalia...


Mereka juga berniat meninggalkanku sendirian bersamanya, dan itu nampak sekali. Untung saja Verdea bisa tetap disini karena Rosalia menginginkannya


Jangan harap kamu juga bisa lari, Veri. Remina hanya beruntung...


Yah, setidaknya Rosalia tidak membawa siapapun bersamanya kecuali adik dan ibunya. Aku tidak peduli jika itu hanya mereka, jadi aku bisa bebas berbicara dengan orang yang satu ini


"Jika kamu punya urusan, katakan segera. Aku tidak terlalu punya banyak waktu" Aku berkata padanya

__ADS_1


"Begitukah? Bukannya kamu hanya berdiri sejak tadi sambil mengawasi semua orang"


Bukannya kamu juga begitu??


"Maaf kalau aku kurang jelas, tapi aku tidak terlalu punya banyak waktu, setidaknya untukmu" Aku membalas


"Itu lebih bagus. Setidaknya jujur adalah salah satu perilaku yang baik"


"Bicara soal baik, kamu bahkan tidak menyapaku dengan salam, tuan putri"


Rosalia hanya tertawa kecil dari balik kipasnya untuk menanggapi ku. Kemudian, matanya pun tertuju kearah lain


Lebih tepatnya, kearah Verdea


"... Kamu tahu kan kalau dansa untuk para tamu sudah dimulai? Tidak ada satupun dari pihak kalian yang ingin ikut?" Rosalia pun bertanya


Sebesar apapun keinginanku untuk berdansa bersama Ordelia di tempat ini, aku juga punya niat untuk tidak terlalu menonjol. Dan alasan itu sudah jelas kenapa


Terlalu banyak mata. Walaupun beberapa dari mereka adalah sekutu, salah satu anggota dari pihak mereka pasti memiliki mata jahat kepada pihakku. Aku bahkan belum membahas orang-orang yang masih bersifat agresif kepada kami


Bahkan dengan berdiri di ujung ruangan saja sudah mengundang banyak mata kearah kami, apalagi ikut berdansa


"Aku harus menolaknya. Aku juga yakin kalau Verdea sudah cukup merasa gelisah akibat harus berdansa di depan semua orang tadi" Aku menjawab


Tetapi Rosalia tidak memedulikan ku. Matanya tetap terpaku kearah Verdea yang masih diam dan balik menatapnya tajam


Verdea pun melirik kearahku sedikit, tanda bertanya apa yang harus dia lakukan untuk situasi ini


Aku hanya menjawab dengan tatapanku seakan berkata, tolak saja apa yang dia ingin lontarkan kepadamu saat ini


Verdea pun menatap kembali kakaknya dengan tajam


"Maaf, tapi aku belum menikmati makanan di tempat ini. Juga, bukannya dansa pertamaku saja sudah cukup menjadi hiburan?" Verdea menjawab


Rosalia pun menutup matanya, selagi suara helaan napas keluh terdengar dari balik kipasnya yang kemudian tertutup itu


"Kamu salah paham. Aku berniat untuk memintamu berdansa denganku untuk dansa keduamu, Verdea"


Perkataannya membuat aku terkejut setengah mati, hingga aku bahkan tidak bisa membayangkan apa yang diekspresikan Verdea mendengarnya


"Kenapa? Memangnya salah seorang kakak perempuan berdansa dengan adiknya yang sedang merayakan pesta untuk dirinya?"


Jawaban itu tidak memuaskan kami sama sekali. Aku bahkan masih bingung kenapa dia meminta hal itu kepada Verdea


Tetapi, perkataan selanjutnya membuat niatnya itu lebih jelas


"Menghabiskan waktu dengan kakakmu sesekali tidak akan membuatnya sia-sia"


...


Menghabiskan waktu hm?


Kemungkinan besar dia ingin berbicara kepada Verdea mengenai sesuatu. Dia juga sudah bilang kalau dia tidak akan menyia-nyiakan waktu begitu saja


Aku yang justru melirik kearah Verdea sekarang, selagi dia terus menatap tajam kakaknya. Tetapi, dia sepertinya sudah paham apa niat yang ada di balik perkataan itu tanpa perlu kuberitahu


"Baiklah. Sebaiknya jangan terlalu lama juga" Verdea pun menjawab


Rosalia tersenyum selagi dia melirik kearahku untuk meminta izin


"Tidak perlu bertanya kepadaku. Jika Verdea ingin, kami akan meninggalkan tempat ini sekarang"


Kamu seakan ingin membuat kesan kalau aku saja yang berkuasa diatas Verdea. Sempat-sempatnya kamu mencoba menodongkan belati sekali lagi kearahku


Verdea pun meminta tangan kakaknya itu, yang tidak perlu waktu lama untuk diterima. Mereka berdua pun mulai berjalan ke tengah ruangan, membuat semua orang yang berdansa dan para musisi berhenti seketika


Dan dengan posisi yang sudah terpasang, alunan musik yang baru pun mulai terdengar selagi semua orang menatap dengan takjub kearah pasangan adik kakak itu


...


Sebaiknya aku berjaga lagi di dekat Luna. Semoga Remina tidak apa-apa karena meninggalkan kami tadi


......................

__ADS_1


"Jadi, apa yang ingin kamu bicarakan?" Verdea bertanya


"Wah? Adikku ini tajam juga rupanya" Rosalia berkomentar


Karena komentar tidak pentingnya itu, Verdea berniat untuk menginjak kaki Rosalia, namun dihindari dengan sangat anggun


"Baiklah, baiklah. Aku hanya ingin melontarkan beberapa pertanyaan tidak penting kepadamu" Rosalia pun menjawab


"Penting tidak pentingnya, biar aku yang putuskan" Verdea membalasnya


Rosalia pun terkesan dengan sikap adiknya itu


"Kamu sudah besar ya? Apa saja yang sudah kamu makan untuk bisa lebih tinggi dariku sekarang ini?" Rosalia memulai pertanyaannya dengan sesuatu yang tidak penting lagi


"Beberapa makanan sehat dan sedikit olahraga. Dirimu yang pintar ini pastinya tahu bagaimana cara untuk menjadi lebih tinggi bukan?"


"Sayang sekali aku tidak bisa mempraktekkannya. Ibu ratu tidak akan senang dengan posturku yang tidak terlihat ramping nanti"


"Tidak ada gunanya kamu berkata begitu. Kamu sendiri kan sudah membuat mereka berada di genggaman tanganmu sejak lama"


"Perkataanmu benar dan salah"


"... Salah dari mana?"


"Kamu tahu, siapa yang kumaksudkan dengan ibu ratu, adikku?"


...


"Tidak tahu bukan? Kalau begitu sebaiknya aku diam sa-"


"Marianne Gold"


...


Mereka berdua terdiam karena jawaban Verdea yang seketika itu. Rosalia terus mencoba berdansa tanpa terlihat mengacaukan ritme dengan sangat lihai, menyamai Verdea yang masih fokus dan bergerak seakan hal itu sudah alami


"Aku dengar kalau kamu dekat dengannya. Jadi jangan mencoba mengelak" Verdea berkata lagi


"... Sepertinya aku terlalu meremehkan dirimu sejak lama. Kamu ternyata sama cerdasnya dengan ibumu itu"


"... Aku juga dengar kalau kamu-"


"--- Membunuhnya dengan racun di dalam cangkir tehnya? Begitu bukan?"


Verdea tersentak, sebelum mengangguk kecil dengan perasaan ragu, membuat Rosalia menghela napasnya tanpa disadari siapapun selain Verdea


"... Semua orang beranggapan begitu. Bahkan aku juga begitu, sampai aku selalu menyalahkan diriku sendiri" Rosalia pun menjelaskan


"... Kamu tidak terlihat menyalahkan dirimu sendiri. Tapi, aku memang tidak percaya kalau kamu yang sudah melakukannya"


"Ahaha...! Itu yang kuingin dengar dari seseorang. Sayang sekali tidak ada yang percaya, bahkan ayah kita tercinta"


"... Apa niatmu berbicara tentang hal ini?"


Rosalia tersenyum, nyaris menyeringai, mendengar pertanyaan Verdea itu


Dia pun mencari kesempatan untuk mendekatkan bibirnya ke telinga Verdea, di tengah dansa itu. Dan ketika dia mendapatkannya, dia tidak menyia-nyiakan kesempatan itu


"Jika kamu penasaran, aku akan memberitahumu segalanya tentang kebenaran yang tersembunyi, perlahan-lahan...


Tapi, mari kita mulai dari ibumu dulu" Dia pun berbisik pelan


Mata Verdea terbelalak, selagi Rosalia terlihat terkesan dengan reaksinya itu


Tariannya pun berakhir, dengan Verdea yang tertegun dan nyaris mengacaukan pose terakhirnya


Nyaris kacau, sekacau pikirannya sekarang ini


Dia pun memberi salam dengan cepat, sebelum meninggalkan Rosalia sesegera mungkin menuju kearahku


Sesuatu yang dia minta kepadaku yang mengawasinya sejak tadi, membuatku dan Luna sedikit terkejut


"Vain, Luna. Beritahu yang lain kalau kita harus pulang"

__ADS_1


Dia meminta hal itu selagi Rosalia terlihat sudah puas dan telah menyelesaikan apa yang ingin dia lakukan


__ADS_2