Book Of Flowers

Book Of Flowers
Tidak Suka


__ADS_3

--- 1 jam kemudian, benua Flos ---


"Mereka apa??" Ivor dengan keras bertanya kepada ibunya yang sedang disembuhkan


"Mereka menyerang kami secara mendadak, Oberon. Ketiga orang itu adalah pemuja iblis juga, dan mereka memiliki sihir hitam yang sangat pekat"


...


Aku hanya diam, tidak fokus kepada Gwen karena pandanganku mengarah kepada mayat para Elf yang sudah ditutupi itu. Bahkan mengabaikan Frank yang ikut membantu untuk memastikan setiap Elf yang ada disana baik-baik saja


Kesal? Geram?


Tidak. Aku murka


Murka sehingga aku tidak sengaja menggigit lidahku hingga nyaris putus


"Oberon?"


Berani-beraninya...


...


Frank yang mendekat kearahku itu pun membuat pandanganku teralih kepadanya


"Maaf sudah membuatmu khawatir. Kami sama sekali tidak mengantisipasi serangan brutal itu dari para tawanan" Frank pun menjelaskan. "Duke Lantana ingin menyampaikan pesan kepadamu" Dia kemudian menambahkan


Aku tidak datang untuk basa-basi


"Berapa korban yang ada di sisi kita?"


"7 orang tewas. Sisanya hanya terluka, berkat dari Tuhan"


...


Hanya...?


"Hanya... Kamu bilang...?"


Menyadari aku yang sedang tidak tenang itu, Frank gemetar, selagi Veskal langsung mendekat dan memegangi bahuku


Sudah menangani kejadian ini cukup banyak, dia tahu batasan seperti apa yang kumiliki. Sayangnya, jika batasan itu lepas, hanya Tuhan saja yang tahu apa yang akan kulakukan


"Vain, jaga kepalamu. Kita harus menangani situasi ini sebaik mungkin"


...


"Aku dengar kalau ada yang tertangkap dari mereka. Siapa?" Aku pun bertanya kepada Gwen


"Orang yang menyebut dirinya Luca Erzebil. Tubuhnya kecil dan-"


Aku tidak mengindahkan kalimat dari Gwen lagi, dan segera pergi mencari orang yang ditahan itu untuk segera kuinterogasi. Khawatir dengan apa yang akan kulakukan, Ivor dan Veskal segera menyusul dari belakang secepat mungkin, namun tidak mendahuluiku


Dia seharusnya disini...


Diantara semua orang ini...


Badan kecil bukan...?


Melihat keberadaan satu-satunya orang yang terikat itu, aku langsung mendekat dan menarik kerah jubahnya sehingga dia terangkat ke udara

__ADS_1


Veskal dan Ivor langsung terkejut, segera melompat maju untuk menahan tanganku yang nyaris berhasil melempar anak itu ke tanah


"Vainzel! Dia sudah cukup terluka!" Ivor meneriakkan selagi menahan tanganku


"Jangan bunuh dia! Kita masih bisa mendapat informasi dari anak itu!" Veskal mengikuti


"INFORMASI APA!?"


Tanganku yang mereka tidak tahan pun segera kugunakan untuk mendorong mereka berdua menjauh dariku. Dan di detik mereka sudah tidak menempel lagi, aku pun membanting anak itu ke tanah, dengan kepala mendarat dahulu


"VAIN!!"


"Tahan mereka dan biarkan aku menangani ini!"


Perintahku langsung di dengar oleh para Salamander dan Sylph, yang segera menghalau Ivor dan Veskal yang ingin mendekat lagi kearahku


Veskal langsung menggertak giginya melihatku yang terlahap amarah itu, selagi tanganku lagi-lagi terangkat ke udara selagi mencekik anak itu di tanah, siap untuk menghajarnya lagi


"Sekarang kamu akan jelaskan semua hal, nak..." Aku mengancamnya


Anak bernama Luca itu pun memasang wajah sinis, walaupun kepalanya sekarang ini masih bergetar karena terbanting tadi


Ekspresinya itu berubah menjadi seringai, dan seringainya pun berubah menjadi tawa. Tawanya pun semakin mengeras, semakin waktu berjalan


Kesal, aku pun memukul lagi wajahnya dengan keras, sehingga salah satu giginya copot dan darahnya tersimbah diatas sarung tanganku


"Kamu sungguh tidak sayang hidup hah...?"


Orang seperti ini akan sulit untuk diinterogasi...


Dan jika aku tidak hati-hati, orang yang mengawasi bocah ini pasti akan membunuhnya dari jarak jauh. Pertanyaannya adalah kapan


"Natasha ingin aku mengampuni nyawa kalian. Aku lebih dari cukup bisa melakukan hal itu, tapi sepertinya kamu sangat tidak ingin tetap bernapas...!" Aku dengan keras semakin mencekiknya


Dan bukannya ingin bekerja sama, dia justru melontarkan sebuah ejekan, "Elf ternyata enak rasanya...", kepadaku


Semakin kesal, aku pun mengangkatnya lagi ke udara, dan kali ini membantingnya dengan punggung mendarat terlebih dahulu sehingga suara yang sangat tidak mengenakkan di telinga itu membuat kedua temanku bergidik dan menutup mata


"Aku masih perlahan, nak. Jangan uji kesabaranku...!"


"Lalu apa hm~? Aku juga akan tetap berujung mati, selamat ataupun tidak sekarang ini"


Ah, begitu maunya hm...?


Aku pun menarik sehelai rambut dari kepalanya, dan segera melakukan hal yang sama persis seperti yang kulakukan untuk membantu Natasha tadi, namun mencolek helai rambut itu menggunakan darah yang keluar dari mulutnya


Dan menyadari apa yang sedang kulakukan, senyum anak itu menghilang, diganti dengan wajah terkejut


"Apa yang-?"


"Memastikan kalau tidak ada yang bisa membunuhmu selain aku..."


Segera kumasukkan Mana-ku ke dalam helai rambut itu, dan seperti yang kuduga, koneksi diantara Luca dan pemilik darah iblis langsung terputus, ditandai olehnya yang mulai batuk darah tanpa sebab


Aku pun mengabaikannya yang dengan hebatnya mengeluarkan banyak darah dari tubuhnya itu. Aku hanya bangun, dan segera beranjak untuk memberi perintah baru kepada para Elf


"Panggil seseorang yang bisa menggunakan sihir penyembuh sekarang! Juga, minta Frank Hortensia untuk membuat ramuan pengurang rasa sakit sekarang juga!" Suaraku itu pun di dengar oleh semua orang, selagi beberapa dari para Elf segera bergegas untuk menstabilkan kondisi anak itu


Aku perlahan mendekat kearah Gwen dan memegangi pundaknya selagi mendekatkan bibirku ke telinganya

__ADS_1


"Jika anak itu sudah sembuh, bawa dia ke Miralius. Aku akan mengeksekusinya secara pribadi setelah interogasi nanti" Perlahan aku berbisik


Dan aku tidak memedulikan ekspresi terkejut Gwen, segera bergerak kearah Veskal dan Ivor, menarik keduanya, kemudian berteleportasi kembali kearah Gerbang Hutan secepat mungkin


Gwen tertegun, terutama ketika pandangannya mulai terarah kepada Luca yang menggeliat karena rasa sakit


Dia diam selagi kalimatku terngiang dengan jelas di kepalanya. Tapi...


Memiliki sentimen yang sama, Gwen pun meyakinkan dirinya kalau mengeksekusi penyihir hitam itu adalah keputusan yang tepat


...----------------...


--- Gerbang Hutan ---


Malam itu sangat tenang untuk Fyon dan para Dark Elf, hingga ada sebuah cahaya yang datang dari langit dan jatuh tepat di depan Gerbang Hutan


Menyadari kalau itu adalah sihir teleportasi dariku, dia langsung mendecak. Tetapi ekspresinya seketika berubah ketika Veskal tiba-tiba menepis lenganku yang awalnya terletak di pundaknya


"Apa yang kamu lakukan kepada anak itu sudah keterlaluan...!" Veskal kemudian menggerang kepadaku


Ivor di sisi lain, hanya diam tidak bicara. Dia bimbang untuk memilih sisi yang mana


Dia punya sentimen yang sama denganku setelah melihat mayat para Elf itu, tapi dia juga bisa memahami Veskal yang berkata kalau hal tadi itu berlebihan. Dan selagi Ivor termakan dalam renungannya, Fyon mendekat untuk bertanya-tanya


"Ada apa ini? Kalian kembali lebih cepat dari dugaanku"


Aku beralih menatap kearah Fyon, tahu tugas apa yang akan kuberikan kepadanya sekarang


"Carikan aku seseorang yang bisa memaksa seseorang untuk bisa bicara dalam interogasi segera. Dan-"


"Woah, Woah! Vainzel-!"


"--- Pastikan kalau orang itu bisa melakukannya dengan efektif. Pengguna sihir hitam sekalipun boleh membantu, aku tidak peduli"


Tugasku sudah selesai. Aku pun berbalik kearah Gerbang Hutan dan segera berjalan masuk ke dalamnya untuk mengakhiri malam, tidak memedulikan apapun itu lagi


Aku sudah lelah secara mental sekarang ini. Jika ada yang menghalangi, aku mungkin akan menyakiti seseorang, bahkan teman-temanku sekalipun


Jadi...


"Jangan ikuti aku. Aku hanya akan kembali ke rumah untuk tidur" Aku pun berkata, sebelum sepenuhnya menghilang ke dalam gerbang masuk Miralius itu


Semua orang terdiam meratapi tingkahku yang diluar kebiasaan itu. Mereka tidak berani menghalau atau menegur, jadi mereka hanya bisa berdiri di tempat selagi membiarkanku melakukan apapun yang ingin kulakukan


Veskal yang kesal segera menatap Ivor


"Kamu harus bicara kepadanya" Dia mencoba meminta kepada Ivor


"Tidak bisa" Ivor segera menolak. "Ini pertama kalinya aku melihat dia semarah itu. Bulu kudukku berdiri sejak tadi dia begitu" Dia menambahkan


"Kalian harus jelaskan semua hal kepadaku" Fyon meminta, memegangi bagian atas hidungnya karena merasa pusing


"Singkat cerita, Vainzel nyaris membunuh seseorang hari ini" Veskal pun berkata


Tapi karena dia merasa tidak ada gunanya lagi menetap disana, dia juga ikut masuk ke Miralius, mengabaikan kedua orang yang tertinggal


Hanya saja, Ivor mengikuti dari belakang setelah itu. Dia tidak punya daya lagi malam itu, dan hanya ingin beristirahat sebelum matahari terbit


Fyon hanya tertegun. Dia sama sekali tidak mengantisipasi kejadian itu, terutama perintah yang diberikan kepadanya barusan

__ADS_1


...


"Aku tidak suka situasi ini" Dia pun berkomentar sendiri, setelah berdecak kesal


__ADS_2