Book Of Flowers

Book Of Flowers
Menunggu


__ADS_3

--- Gerbang hutan ---


...


Seren...


Kamu masih berjuang...


Sepertinya dia sudah tidak bisa berbicara lagi sekarang ini. Dia hanya bisa melihat kami melalui matanya yang sudah mulai menipis itu


...


Hah...


Tolong Seren, jangan paksakan dirimu. Kamu bisa beristirahat


Terlalu menyakitkan bagi kami untuk melihatmu menderita seperti ini. Tapi, jika kamu sendiri tidak siap untuk pergi, kami juga tidak akan siap untuk mengantarmu


Jadi tolong, jangan paksakan dirimu


Oberon Aestas tidak akan senang melihatmu seperti ini...


...


"Vain..." Verdea berkata


"... Sudah tidak apa. Dia akan tertidur sebentar lagi. Aku sudah memasang mantra kecil kepadanya"


Lebih tepatnya, ini tanaman. Tanaman yang kusarankan kepada Claudia untuk memastikan Yuriel tertidur


"... Dia harus beristirahat. Aku sempat melihat dia mencoba menyalakan sihir pelindungnya akhir-akhir ini. Tapi, apa tidak masalah jika kami memberinya obat tidur seperti ini, Oberon?" Welt bertanya


"Tidak masalah. Hanya, jangan diberikan dengan dosis berlebihan. Jika dia menolak untuk tidur, pastikan saja dia sedikit lemas hingga tidak perlu memakai kekuatannya"


Aku sudah menduga dia akan melakukan ini. Setiap makhluk yang berkaitan dengan para Elf juga akan terikat dengan tugas mereka walaupun mereka bukanlah seorang Elf


"... Seren itu sangat penting untuk kalian. Seandainya aku bisa membantu"


...


Bahkan dengan kekuatan segel Verdea, aku tidak yakin sihir pemurni yang dikerahkan perapal sihir terkuat kami mampu mencabut kutukan dari tubuh Seren


Seren yang juga terus mencoba untuk memasang sihir pelindungnya itu sama sekali tidak membantu keadaannya


"Dan mereka terus terikat dengan tugas mereka, bahkan disaat sekarat seperti ini..."


"Mereka?"


"Aku akan memberitahumu nanti. Untuk sekarang, aku ingin memastikan Seren bisa tertidur"


Verdea pun undur diri selagi ikut bersamaku untuk memastikan Seren sudah tertidur, entah berapa lama


Aku senang dia mau pengertian seperti ini


...


Ketiga makhluk pelindung Elf


Seren, Leshy, dan satu lagi makhluk yang bernama Augurtrail, seorang makhluk yang berasal dari kaum Treant yang hidup di luar Miralius walaupun termasuk ras Elf


Mereka bertiga terikat oleh 3 orang yang berbeda, tapi mampu bekerja dengan harmonis untuk melindungi kaum Elf dari bahaya luar


Seren seperti yang diketahui, bertugas untuk melindungi pintu masuk ke Miralius, yaitu Gerbang Hutan. Dia mampu menjaganya menggunakan sebuah sihir pelindung yang merupakan sihir terkuatnya, hingga mencapai 70 Kilometer lebih dalam bentuk lingkaran


Itu karena dia seekor naga, dan naga yang memiliki kebiasaan bersarang akan memiliki sihir pelindung yang hebat sama seperti dia


Leshy bertugas untuk menghalau pengganggu dari luar Goeitias, dan juga meredakan masalah yang ada di dalamnya. Semua monster yang ada di Goeitias mampu ditampung berkat izin darinya. Dia memiliki kekuatan yang lebih kuat dibandingkan kedua makhluk yang lainnya, dan kalian sudah melihat buktinya langsung


Aku tidak seharusnya memberitahukan ini tentangnya karena dia meminta, tapi dia itu juga memiliki kebiasaan untuk melindungi orang-orang yang kebetulan melewati Goeitias dari bahaya monster. Leshy itu punya hati yang baik dari awalnya, walaupun dia memang sombong


Augurtrail. Aku sejujurnya tidak pernah bertemu langsung dengannya, karena dia itu memang pemalu. Dan tidak seperti dua yang lainnya yang memiliki kekuatan yang luar biasa, dia itu hanyalah Treant biasa, bahkan sampai sekarang walaupun namanya cukup terkenal. Tugasnya adalah mengawasi pergerakan setiap makhluk yang ada di sekitar Goeitias, dan dengan cepat memberitahu Leshy menggunakan telepati ataupun pohon dan hewan di hutan seandainya ada sesuatu yang mencurigakan


Dan aku paham kenapa dia tidak bisa mendeteksi kedatangan sekutu Rosalia saat 5 tahun lalu sebelum bencana terjadi. Karena, dia tidak bisa mendeteksi apapun jika orang tersebut masuk melalui udara dengan kecepatan yang berada di luar nalar, atau memang sudah berada di dalam Goeitias, hingga dia menganggap sesuatu yang mencurigakan sebagai aktivitas keseharian monster


Dia bahkan meninggalkan banyak sekali pesan minta maaf menggunakan kemampuannya untuk berbicara melalui sebuah pohon kepadaku. Aku jadi lelah mendengar dia bicara terus melalui kemampuannya itu


"Itulah inti cerita dari mereka semua"

__ADS_1


Verdea pun terlihat tertegun mendengarkan semua hal itu


Oh tidak, dia akan bertanya...


Pasti ada sesuatu yang kulewatkan dalam ringkasan ini sehingga dia masih penasaran


"Siapa saja orang yang membuat mereka terikat dengan tugas itu?" Verdea kemudian bertanya


...


Syukurlah bukan pertanyaan yang sulit...!


"Ketiga orang yang mengikat mereka itu semuanya adalah Oberon dan teman baik mereka. Oberon Aestas dengan Seren. Oberon Tibor dengan Leshy. Dan Oberon, atau harus kubilang Titania Shimia, dengan Augurtrail


Walaupun aku tidak yakin kalau Titania Shimia itu teman dari Augurtrail berdasarkan cerita orang-orang..."


(Note : Titania itu digunakan juga sebagai gelar untuk penguasa wanita kaum Elf. Jadi kayak ratu begitu...)


"Kenapa?"


"Karena dia itu benci berkomunikasi dengan seseorang selain suaminya dan Ayahanda"


Cyrus dan Zaphir pernah bercerita kalau suaminya lah yang berteman dengan Augurtrail, sehingga secara tidak langsung Titania Shimia juga begitu


Lagipula, aku baru sadar, kalau kami sudah menunggu lebih dari 15 menit untuk semua petinggi yang ada di Miralius untuk berkumpul di tempat biasa ini...


Bahkan Ayahanda di dalam Pohon Agung mulai tidak bersuara dan terdengar sedang tidur


"Ayahanda. Ayo bangun"


Dia tidak merespon. Ya sudahlah


Aku akan memerintahkan pohon-pohon di sekitar sini untuk mencari para petinggi saja


"Omong-omong Vain, kamu akan mengajariku teknik yang kamu tunjukkan tadi bukan?"


Dia bicara tentang yang saat kami bersama Leshy tadi bukan...?


"Sudah kubilang tidak. Teknik itu hanya akan membuatmu kelelahan setengah mati"


Mungkin kalau fisiknya sedikit lebih besar dari sekarang, mungkin dia bisa. Tapi dia bahkan tidak jauh lebih tinggi dariku, dan lebarnya sangat ramping


"Kamu kan sudah kuberikan peran agar tidak perlu bertarung...?"


"Tapi bagaimana kalau kalian terdesak tiba-tiba? Dan juga, paling kamu nanti akan mengirimku dengan teleportasi untuk pergi ke Miralius!"


"Itu tidak akan terjadi"


Dia masih kesal karena kejadian di Crux hm...?


"Bagaimana kamu bisa yakin?" Verdea bertanya lagi


Cih, dia benar-benar...!


"Karena rencana yang kubuat itu sudah sempurna!"


Kami berdua menggerutu setelah perdebatan itu dan berpaling dari hadapan satu sama lain


Tapi aku tidak bisa menjamin dia akan berhenti merengek nanti...!


"Baiklah, baiklah, aku kalah. Kamu mau kuajarkan apa? Dan jangan minta yang tadi, minta yang lain"


Verdea langsung menyeringai tanda menang, selagi aku hanya melotot agar dia menghapus ekspresi itu dari wajahnya


Sekalian untuk menghabiskan waktu menunggu semua orang itu datang


"Kalau begitu beritahu aku saja bagaimana cara kalian memanggil senjata suci kalian"


...


Ada apa dengan anak ini? Kenapa dia harus begini? Kenapa semakin ke depannya, dia semakin meminta diajari hal yang mustahil untuk dia lakukan?


"Ayolah Vainzel... Ajarkan aku...!"


"... Tapi, kamu punya segel itu bukan? Tidak cukup?"


"Bukan itu yang kumaksud! Aku ingin punya senjata fisik, sesuatu yang bisa kugunakan untuk terlihat keren!"

__ADS_1


...


Dia ini benar-benar masih bocah...


"Apa-apaan tatapan itu?"


Baiklah. Sekarang kita alihkan pembahasan saja sebelum perdebatan baru dimulai


"Omong-omong Remina, kamu tidak ingin bertemu dengan ayahmu dulu?"


"Hm? Tidak. Saya bisa melakukannya nanti. Takutnya nanti para petinggi sudah datang dan saya sendiri yang jadinya belum hadir" Remina menjawab


"Hah? Kamu ini bukan anak yang berbakti rupanya" Verdea menyela


"Aku bisa menghabiskan waktu bersama beliau nanti sampai kita berangkat. Pertemuan kali ini sangat penting karena melibatkanku juga


Hal sesimpel itu saja tidak bisa dimengerti. Dan orang-orang menyebutmu pintar"


Oke, mereka akan mulai bertengkar lagi


Tidak butuh waktu lama, dan hal itu benar terjadi


Kenapa semua orang jadi suka sarkas akhir-akhir ini? Aku harus berhenti memberi mereka contoh itu. Tidak enak melihat orang selain diriku bersikap begitu terhadap orang lain


...


Ada orang datang. Tapi suara langkah kakinya terasa sangat pelan, seandainya aku tidak memperhatikan tanah dengan baik


"Siapa itu?"


Verdea dan Remina berhenti bertengkar ketika aku bicara, dan langsung ikut waspada


Tapi, kewaspadaan kami itu percuma


Ketika kami menemukan orang yang berjalan kearah kami itu, orang itu ternyata adalah Albert


Dia langsung memberi salam hormat kepada kami, dan naik keatas tempat kami berada dengan cepat


"Maaf mengganggu. Nyonya Eleanor hanya bisa menitip salam untuk kalian, karena dia sedang menghabiskan waktu dengan anak-anak Andromeda sekarang ini"


Jadi mereka semua masih baik-baik saja ternyata. Aku pikir Eleanor sedang sakit hingga tidak datang menyambut kami di pintu masuk Miralius tadi, dan hanya mengirim Albert tadi


"Kebetulan, Nyonya Ordelia tadi juga lewat, dan aku mendengar sesuatu yang tidak menyenangkan"


...


"Kalau kamu sudah tahu, aku tidak perlu menjelaskan detailnya bukan?"


Albert hanya mengangguk lesu dengan mata terpejam


"Sangat disayangkan dia tertangkap. Tapi itu tidak berarti kita tidak bisa mendapatkannya kembali"


"... Kita?"


...


Begitu. Dia menawarkan untuk ikut menjadi bantuan juga. Wajar saja, Albert dan Veskal itu sepupu


Mungkin dia akan berguna, mengingat kalau dia juga cukup bagus dalam mengendap-endap. Dia bahkan nyaris berhasil menculik Verdea dan hampir *******-ku waktu itu. Bahkan dari langkah kakinya barusan, aku tahu kalau dia itu sangat berhati-hati melakukan sesuatu, layaknya seekor serigala yang cukup berbahaya


Manusia zaman sekarang memang sepertinya kuat semua... Mereka semua abnormal...


"Jadi, aku ingin ikut dalam pertemuan ini. Nyonya Gwen juga akan datang menyusulku sebentar lagi"


Kabar bagus. Dengan begitu, kami semua tidak perlu menunggu lebih lama lagi


Jika salah satu dari mereka sudah datang, yang lainnya akan datang dengan cepat walaupun belakangan


"Kalau begitu, sebaiknya kita menunggu sebentar lagi" Aku menjawab


"Kebetulan aku bawa cemilan buah. Boleh kutawarkan?"


"Dengan senang hati"


Akhirnya ada seseorang yang paham aku butuh cemilan. Menunggu tidak akan terasa lama jika seperti ini


Dan entah kenapa anak-anak ini malah ikut menyerobot walaupun belum diajak

__ADS_1


"Jangan dihabiskan, dasar pemakan! Setengahnya untukku dan Albert!"


__ADS_2