Book Of Flowers

Book Of Flowers
Niat


__ADS_3

"Jadi, biar kuperjelas. Kamu ingin menggunakan kedua orang ini untuk bernegosiasi dengan Rosalia Hortensia?" Eleanor bertanya


Para petinggi dan semua teman-temanku juga ikut berkumpul mencoba mendengarkan semua rencanaku. Beberapa perwakilan dari kota Andromeda juga ikut duduk bersama para Elf karena tidak ingin melewatkan setiap detailnya


"Benar. Awalnya, aku hanya ingin Eloy saja yang menjadi bahan tawarannya. Dia memang tidak berguna, tapi dia tetap raja Crux. Jika dia tidak ada, perebutan takhta secara brutal sudah pasti akan terjadi, dan secara langsung Yuriel pasti akan menerima tawaran itu. Dia masih butuh topeng itu untuk mempertahankan negaranya


Lalu, si bodoh Eloy itu malah membawakanku sebuah berlian. Bohong jika aku tidak ingin mengeksekusi Yuriel di tempat, tapi aku memikirkan hal ini terlebih dahulu karena dia dan Rosalia Hortensia adalah sekutu" Aku menjelaskan


"Hm... Benar juga. Tapi, apa yang kamu ingin dapatkan dengan melakukan tawar menawar itu?"


"Aku akan menjelaskan detailnya nanti. Jika aku mengatakannya sekarang, aku yakin pertemuan ini akan jadi semakin panjang. Beberapa dari kalian disini harus beristirahat terlebih dahulu"


"... Hm. Baiklah"


Aku mengangguk merespon Eleanor, kemudian beralih kearah para juri


"Jadi, aku akan menutup pertemuan kita-"


Aku berhenti berucap ketika melihat seseorang mengangkat tangan, yaitu Welt, si petinggi klan Elf tanah


"Aku punya satu pertanyaan, tapi tidak mengenai rencanamu"


Aah... Aku sudah lelah, tapi apa boleh buat


"Lanjutkan"


"Aku masih belum paham dengan penjelasanmu untuk menampung para manusia ini di Miralius. Kenapa Oberon yakin mereka ini tidak akan macam-macam hm?"


"Hah? Kamu baru bertanya sekarang?" Seorang pria dari perwakilan Andromeda menyela


"Tidak ada manusia yang bisa dipercaya, itu pelajaran yang kuambil selama 5 tahun dijadikan budak"


"Kamu memang benar, tapi beri juga kami kesempatan" Seorang wanita meminta pada Welt


"Aku tidak tahan duduk di dekat kalian. Bau kalian tetap sama busuknya seperti orang-orang itu" Fyon tiba-tiba mengikuti sambil meringkuk dan merinding mengingat semua hal yang terjadi kepadanya


"Apa katamu!?"


Adu mulut diantara para petinggi yang pernah diperbudak dan perwakilan dari Andromeda pun tidak terelakkan lagi. Satu sama lain mereka terus menyinggung sisi lawan mereka, hingga menimbulkan kegaduhan yang tidak diinginkan


Karena terpaksa, aku mengetuk tanah dengan tongkatku sampai seluruh Miralius bergetar karenanya. Melirik kearah Welt, aku meminta dia menjelaskan dengan lebih rinci lagi


"... Seperti yang kubilang tadi, manusia memang tidak bisa dipercaya. Dan walaupun memang bisa dipercaya, mereka akan menyulitkan. Seren bahkan harus terluka seperti itu karena kita harus melindungi orang-orang ini"


"... Masalah Seren, akulah yang bertanggungjawab, dan kamu tahu itu. Kenapa kamu malah memutarbalikkan fakta dan malah menodong kearah mereka?"


"Tapi Seren-!!"


"Kenapa kamu tidak menyalahkanku, padahal tahu kalau akulah yang mengirim Seren hingga terkena kutukan?"


...

__ADS_1


Diantara keheningan itu, suara tawa pelan mulai terdengar oleh semua telinga. Suara tawa yang berasal dari Veskal


"Aku baru sadar selama ini kalian tidak berani protes dengan kepemimpinan Vainzel. Kalian hanya diam setiap kali dia melakukan sesuatu yang tidak kalian inginkan"


Dia kembali tertawa, tetapi lebih keras sedikit sembari memegang perutnya


"Kamu tidak paham dengan konsep kami. Oberon adalah satu-satunya orang yang memiliki hubungan dengan Pohon Agung. Jika kami tidak mencoba membuat hubungan baik dengan menurutinya, Elf Pertama pastinya tidak akan puas" Zaphir menjawab


"Sama seperti saat kalian menolak perintah Aestas 250 tahun lalu. Aku kecewa berat, dan kekecewaan itu diakhiri dengan Elf yang mulai memiliki hubungan buruk dengan kaum manusia semenjak kematiannya" Alf ikut dalam pembicaraan sambil berlipat tangan


Para petinggi pun menunduk lesu karena mengingat sejarah itu


"Jadi kami tidak memiliki hal lain selain menyalahkan orang selain dirimu. Kami tidak ingin apa yang terjadi 250 tahun lalu menimpa kaum Elf lagi" Welt berkata lagi


...


"... Hmph. Wajar saja dia menjadi pemimpin yang buruk"


"Tu-!! Berani-beraninya kamu!"


Welt langsung menarik beberapa bagian tanah yang membentuk menjadi senjata karena kesal pada Veskal


"Turunkan senjatamu Welt. Ingat tata krama-mu. Kita sekarang ini sedang menghadap di depan Oberon" Zaphir menyela sebelum dia bertindak lebih jauh


"Dia sudah lancang Zaphir!"


"Tidak. Dia justru sangat benar"


Mendengar Alf mulai bicara lagi, Welt pun menurunkan senjatanya dengan lemas


"Ya. Semua orang dari teman dekatku itu benar. Aku memang pemimpin yang buruk. Aku menyebabkan Miralius hancur dengan ketidakhadiran ku. Kalian diculik dan diperbudak karena ku. Lalu, Seren terluka parah karena ku. Akulah yang bertanggungjawab atas itu semua" Aku meneruskan


"Tapi kamu itu adalah seorang raja yang bersifat baik Oberon. Tidak seperti raja kami" Seorang perwakilan berkata


"Raja yang bersifat baik bukan berarti akan baik untuk negaranya..." Aku berkata sembari tertunduk


Dan aku harus jujur sesekali untuk kebaikan mereka...


"Dengar. Sejujurnya... Aku tidak ingin menjadi pemimpin kalian"


Tidak ada satupun dari para petinggi yang menerima perkataanku dengan baik. Mereka langsung terlihat gusar dan terkejut dengan perkataanku


Tapi aku masih harus jujur. Mereka harus tahu siapa diriku ini


"Aku merasa terpaksa, dan karena aku selalu menolak menjadi pemimpin, aku membuat kalian menderita


Tapi, kalian sudah menaruh kepercayaan padaku. Aku tidak mungkin mengecewakan kalian bukan? Ditambah dengan kekosongan takhta sebelum aku naik, kalian pasti sangat membutuhkan seorang pemimpin disaat itu"


"..."


"Jadi aku mohon, jika aku melakukan kesalahan lagi lain kali, aku ingin kalian memberitahuku. Komunikasi adalah kunci penting bukan? Aku akan mencoba menjadi seorang pemimpin yang sesuai dengan keinginan kalian"

__ADS_1


Perkataanku itu diakhiri denganku yang menunduk ke bawah sembari memejamkan mata. Aku menunggu respon dari mereka, respon yang setidaknya cukup meyakinkanku untuk terus menjadi seorang pemimpin


"..."


"..."


"Vain..."


Verdea hanya menatapku sedih karena perkataanku barusan


"..."


"... Hah? Baru sekarang kamu berkata begitu? Payah! Dasar sampah!"


"Hah?"


Veskal tiba-tiba saja melontarkan perkataan itu. Tentu saja aku kaget


Dia lalu maju ke hadapanku kemudian meninju dadaku sekali tanpa tenaga yang berlebih


"Kalau begitu, buktikan pada kami kamu mau menjadi pemimpin dengan niatmu sendiri. Seorang pemimpin bukanlah orang yang mendengarkan perkataan orang lain terlebih dahulu, kamu tahu?"


"... Benar juga"


Kini, Verdea yang bangun dan menghampiriku. Kami berdua melirik kearahnya yang bangkit dengan wajah tersenyum itu


"Sama seperti ketika kamu bersumpah setia padaku. Tunjukkanlah kamu bisa seperti itu, dengan kemauanmu sendiri. Kamu tahu aku akan menjadi tanggungjawab terbesarmu, tapi kamu tetap maju dan tetap melakukan yang terbaik


Usaha dan Hasil yang baik akan tercapai jika kamu memiliki niat yang baik bukan?"


...


Ahaha... Aku tidak percaya kedua anak yang baru tumbuh ini memberiku nasihat


Hah... Tapi harus kuakui. Nasihat itu sangat bagus, sama seperti milik Veskal yang sebelumnya


"Ooh..." Semua orang bergumam kagum melihat kami


Aku menghela napas sekali, kemudian mulai berkata satu kalimat pada mereka berdua. "Terima kasih"


Mereka tersenyum lebar mengikutiku


Jadi... Berapa banyak pelajaran yang sudah kudapatkan?


Hm... Aku tidak tahu. Rasanya aku menerima ratusan, tapi sangat menyegarkan. Dan tidak kusangka kedua anak yang tumbuh dari kecil di hadapanku ini yang telah memberiku kalimat seperti itu


Kebanggaan terbesarku memang terletak pada mereka berdua...


Baiklah, aku ingin istirahat. Malam sudah larut. Aku juga harus mulai mempersiapkan diri untuk beberapa hari ke depan


Tawar-menawar itu harus menghasilkan sesuatu yang kuinginkan. Mari kita lihat kartu apa yang bisa kudapatkan darinya. Apakah kartu yang bisa memberiku kesempatan, atau kartu yang yang akan menghentikan perjalananku...?

__ADS_1


...\=\=\=\=\=\=\= Arc Langkah Awal Tamat \=\=\=\=\=\=\=...


__ADS_2