
"Kami sudah putuskan. Bergerak saat malam seperti ini sama sekali bukan tindakan bijak!"
"Aku bisa jamin kalau seluruh pasukan Xiang sudah menyadari kehadiran kita. Jika kita tidak bergerak sekarang, justru kita semua malah akan tertangkap!"
"Lalu bagaimana?! Semua kru ini manusia! Mereka juga bisa lelah, Elf bajingan!"
"Jangan panggil diriku dengan mencela nama kaumku, dasar orang rendahan...!"
Berdebat dengan kapten ini sama sekali tidak akan membuahkan hasil
Hanya saja...
Ini semua sudah kuperkirakan. Memangnya kenapa coba aku membuat rencana untuk menyusup diam-diam tanpa menggunakan makhluk-makhluk tidak berguna ini?
Aku menoleh kearah Verdea. Dia yang harus mengatakan bagian selanjutnya, mengingat aku tidak bisa berbohong
"Baiklah. Kami akan mengikuti perkataanmu, kapten"
"Verdea-"
"Aku tahu Vainzel. Tapi ikuti saja perkataanku. Itulah yang terbaik untuk sekarang"
Anak ini tahu caranya membuat kata hingga aku nyaris tidak bisa menahan senyum
"Uhuk! Terserah..."
Demi pohon agung. Semoga kapten ini tidak sadar kalau aku baru saja tersenyum
"Baiklah. Pastikan kalian beristirahat setidaknya untuk beberapa jam. Orang-orang milikku akan mengawasi sekitar. Jika ada bahaya, kalian semua harus bangun segera"
"Siap dimengerti, pangeran"
Kapten kapal itu kemudian melirik kearahku dengan niat menantang. Tetapi aku hanya mengabaikan orang itu dan berpaling, hingga dia pergi dari hadapan kami
"Padahal kita akan langsung kabur setelah masuk ke kamar"
Verdea tertawa kecil setelah membisikkan hal itu. Aku mengikuti tawanya itu, tetapi langsung kami tahan sebelum ada orang lain yang menyadarinya
Hah... Anak ini...
"Baiklah. Ayo kita kembali bersama yang lain. Aku akan menteleportasi kita semua sekarang" Aku berkata
Sampai jumpa, pasukan Hortensia~ Kami duluan ke Xiang~
Aku dan Verdea mulai tertawa kembali selagi berjalan menuju ruang tempat teman-temanku berkumpul
Waktunya kami masuk ke Xiang~
...
"Ya, mereka akan pergi sesuai perkiraan nyonya Rosalia. Harus kami buntuti?" Kapten kapal itu berbicara kepada seseorang yang tidak terlihat
"Silahkan~ Tuanku ingin kalian menyaksikan semua hal untuk melakukan laporan, dan menghambat pergerakan Oberon dengan membuat batas di area luar bila perlu" Suara dari balik bayangan itu pun menjawabnya
Sang kapten kapal pun hanya menurunkan topinya sedikit tanda hormat, sebelum pergi untuk melaksanakan perintah itu
......................
--- Xiang, di area sepi kota Long ---
...
...
Bagus, sudah tidak ada orang di sekitar
"Fyon, lari kemari!" Aku berseru setengah berbisik
Fyon segera berlari pelan, berkumpul dengan kami semua yang sudah ada di seberang sebuah gang kecil
"Hah... Kenapa... Aku... Harus ikut coba...!??" Fyon berkata dengan keringat dingin mengucur di dahinya
"... Wajar saja kamu tidak pernah menang main sembunyi melawanku. Kamu selalu cepat panik"
"Diam-!"
"SSTTT!!"
Aku ingin tertawa melihat perkataan Fyon dipotong oleh semua orang yang menyuruhnya diam
Baiklah, seharusnya ada disini...
"Sepertinya kerajaan Xiang itu cukup baik dalam menyembunyikan sesuatu. Siapa yang akan menyangka di tempat kumuh seperti ini akan ada pintu?" Albert berkomentar
Dia ada benarnya
Sungguh? Di gang kotor ini? Aku pikir pintu masuk jalur rahasia kerajaan Xiang akan berada di tempat yang cukup bersih. Sungguh tidak disangka Claudia mengarahkan kami ke tempat ini
Tapi, aku tidak berharap banyak soal kebersihan tempat-tempat seperti ini. Maksudku, aku sudah melihat lebih banyak tempat yang hancur lebur dibanding hanya kotor seperti ini. Kebanyakkan kota di Cassiopeia dan Gong bahkan mulai tidak berbentuk akibat bencana itu, sementara tempat ini masih bisa tetap berdiri dengan banyak bangunan mewah yang mengelilinginya
Aku terkejut Xiang mampu merapikan kembali area di negaranya dalam waktu yang relatif singkat. Apa Shen membuat keluarganya sendiri bangkrut untuk memastikan kemakmuran rakyatnya?
"Disini...!"
Ketika Claudia menggapai ke bawah sebuah tempat sampah dan menekan sebuah bagian di lantai batu, pintu ke jalur rahasia itu menampakkan dirinya di sebuah dinding
"Woah, luar biasa...!" Verdea berdecak kagum
'Jadi... Kita semua harus masuk?' Luxor bertanya, terlihat mulai ragu
Dia menggunakan telepati. Setidaknya dia juga menyambungkan kekuatannya itu kepada yang lainnya
__ADS_1
'Tentu. Kartu As kita masih aman' Aku menjawab
Luxor mulai bergidik ketakutan, tapi dia tidak punya pilihan lagi. Dia harus siap melakukannya
'Zaphir. Segera bawa Luxor dan Fyon kabur jika memang betul ada jebakan di dalam nanti' Aku berkata pada Zaphir
Dia terlihat ragu dan ingin menentangku, tetapi sebuah anggukan kemudian muncul sebagai responnya
Para Dark Elf sudah siap di posisi, bersama dengan Ordelia, Black Hunt, Albert dan pasukan bayangan gabungan
Semuanya sudah rapi. Hanya perlu melangkah maju ke dalam tempat ini
Remina dan Claudia pun mengacungkan jempol mereka, sebelum pergi untuk bersembunyi di suatu tempat dan menunggu kembalinya ketiga petinggi yang ikut dengan kami
...
Aku harus mengatakan satu hal lagi sebelum masuk
'Luxor'
'A- Ada apa Vainzel?'
'... Jika ada sesuatu yang berada di luar batas rencana ini, aku ingin kamu yang mengambil alih untuk mengatur ulang semuanya'
Luxor tersentak mendengarkan perkataanku. Tetapi, aku tidak hanya berhenti disitu
'Kamu lebih cerdas dibandingkan diriku, jika tidak melebihi. Hanya saja, kamu memang sangat cepat ragu. Tapi aku tahu kamu bisa'
Itu saja yang perlu kukatakan padanya
Jika ada sebuah komponen asing di rencana ini, Luxor lah yang harus mengambil alih nasib teman-temanku
Hanya dia saja yang bisa. Aku yakin itu
Aku yakin dia bisa keluar, walaupun hanya sendiri. Tidak apa dia meninggalkan kami semua tertangkap, tapi itulah yang aku inginkan darinya. Dia tahu apa yang harus dilakukan
...
Sudah waktunya. Kami harus maju sekarang, setelah semua persiapan yang telah kami lakukan
'Maju, jalan!'
Kami mulai bergerak maju dengan jantung yang berdegup sangat kencang dipenuhi adrenalin
Tidak boleh ada keraguan. Hal itulah yang akan membawa gagalnya rencana ini
......................
...
...
...
Hanya suara tetesan diatas genangan air yang bisa terdengar di bawah tempat ini. Remina juga membuatkan kami peta tiruan kedua sebagai panduan kami untuk berjalan
Luxor yang memegang peta itu. Seandainya benar ada pengintai di dekat sini, aku ingin setidaknya kami terlihat tidak tahu apapun soal jalan. Dan ketika ada orang yang mulai menyergap, dia akan langsung mencairkan peta itu menjadi air sebelum kami ketahuan
Luxor sengaja mengarahkan kami ke beberapa jalan buntu untuk menghindari kecurigaan. Telepati sangatlah berguna di dalam situasi seperti ini. Dengan begitu, dia bisa mengarahkan kami tanpa memberitahu apa niat aslinya secara terbuka kepada orang yang bisa mendengar
Kami harus tetap berhati-hati. Semakin kami masuk ke dalam tempat ini, semakin kami berada dalam bahaya
"HAAHH!! Dimana coba jalan yang betul?!" Verdea tiba-tiba berteriak, mengagetkan kami semua
Tapi aku langsung sadar apa niatnya
"Menurutmu kemana jalan yang benar, Vain?!"
"Aku kurang tahu. Dan tolong pelankan suaramu..."
"Oh, baiklah. Aku..."
Verdea mengedipkan sebelah matanya, dan aku hanya membalas dengan sebuah senyum yang berkata, 'Boleh juga'
Dia melakukan hal ini agar orang yang mungkin siap menyergap bisa menandai posisi kami. Dengan begitu, mereka justru akan bermain tepat ke telapak tangan kami dengan lebih cepat
Semua temanku paham tanpa perlu waktu lama, dan kami pun lanjut berjalan selagi memasang wajah gelisah
Kami berjalan, dan berdasarkan dari waktu yang kuhitung, tidak butuh satu menit...
Kurang dari satu menit, dan semua pasukan Xiang yang bersembunyi mengepung kami
Kami tentu dikejutkan, terutama ketika menyadari kalau mereka mengepung dari dua arah
Luxor yang panik langsung melempar semua sihir yang bisa dia rapal dengan membabi buta, mengenai beberapa orang dan membuat yang lainnya maju untuk menangkap kami
Menangkal mereka, aku melempar sebuah benih semak berduri yang menghalangi pengepung yang datang dari depan, kemudian mulai menyerang yang berada di belakang satu persatu dengan mudah
Jalan pun terbuka, semua temanku langsung berlari keluar berusaha agar tidak tertangkap
Tetapi, begitulah yang aku pikirkan
Disaat kami melewati semua pasukan yang 'tumbang' itu, salah satu dari mereka meraba kakiku hingga aku nyaris tersandung
Ketika aku menoleh kearah orang itu, dia tiba-tiba memutar kepalanya dengan cara abnormal, seakan tulangnya tidak memiliki leher
Ditambah lagi, genggaman orang ini sangat kuat. Aku pun terpaksa memukulnya dengan tenaga yang seharusnya bisa membunuh orang normal, untuk memastikan orang itu tidak bergerak
Tetapi bukan hanya orang itu saja. Semua prajurit yang ku tumpas di sepanjang jalan sudah mulai kembali bangun seakan mereka tidak terkena apapun
"Sial! Mereka semua seakan bukan manusia!" Zaphir berkata
__ADS_1
"Memang bukan"
!!!
Kami semua dikejutkan oleh suara gema yang tidak kami kenal dan seakan membalas perkataan Zaphir tadi. Rasanya seperti sebuah telepati, tapi kami tidak mengenali milik siapa dan dari mana suara itu berasal
Kecuali aku. Aku tahu suara siapa ini
"Shen...!"
"Waw~! Sangat tepat!!"
"Berhenti bermain-main dan tunjukkan dirimu!"
Shen tertawa terbahak-bahak menanggapi perkataanku
"Boleh. Tapi lewati dulu semua prajurit uji coba itu~!"
Prajurit uji coba??
"Apa maksudmu!?"
"Memberitahu semua hal akan merusak kejutannya. Cari tahu sendiri, dan hati-hati~!"
Tepat setelah dia selesai berucap, seorang prajurit melompat kearah kami dan nyaris menangkap Fyon, seandainya Zaphir tidak menghantamnya ke tembok
Tidak berhenti di situ masalahnya, orang-orang yang kututup jalannya menggunakan semak berduri itu mencakar keluar darinya, tanpa memedulikan badan mereka yang terluka akibat duri-duri tajam
"Ya Tuhan. Aku merasa silu melihat mereka...!" Verdea bergumam ketakutan
Aku pun menyuruh dia bersembunyi di belakangku dan menutup mata
Terpaksa, kami pun mengeluarkan senjata suci kami masing-masing
"Jangan gunakan kekuatan asli cambukmu, Fyon"
"Kamu pikir aku gila?!"
Dia akan membunuh orang-orang ini jika dia melakukannya...
Cambuk itu bisa membunuh seseorang dalam sekejap, tepat setelah kulit mereka terkena pecutan walaupun hanya sedikit
Dia bahkan membunuh seorang raksasa yang hilang kendali di waktu itu, dan kekuatan senjatanya sendiri bahkan membuat Fyon ketakutan
"Biar aku saja yang membuka jalan!"
Kuputar tongkatku itu di udara, kemudian kuhantamkan ujung pegangannya ke tanah, hingga beberapa tanaman tumbuh darinya dan menyemprot sebuah gas berwarna keunguan
Semua temanku menahan napas mereka, selagi kami berusaha berlari melewati semua prajurit itu
Tetapi...
Salah satu dari mereka menangkap Verdea ketika kami berlari diantara mereka
Aku pun terpaksa mengambil napas dan menghantam semua orang yang mencoba mendekat
"Sial! Mereka kebal dengan racun tidur ini!"
Apa-apaan orang-orang ini?! Mereka bukan manusia lagi!
Kuraih tangan Verdea lagi, tetapi kami dikepung. Tongkatku itu ingin kupukul lagi ke tanah, tetapi...
Salah satu dari mereka melompat kearahku, menimpa dan menjatuhkanku ke tanah. Beberapa lagi mengikuti, hingga aku tertimbun dan tidak bisa bergerak
Verdea mencoba melepaskan semua orang itu dari atas badanku, tetapi dia sendiri langsung ditahan oleh 2 orang prajurit
Dia pun tidak sengaja melepas napasnya karena kaget, dan gas tidur itu dia hirup tanpa sengaja hingga kepalanya mulai terasa berat
AAAARRRGHH!!!
RAAGGGHHH!!!
Hah...!!!
Hah...!
Hah...
...
...
Percuma
Kami tertangkap
Aku mencoba melihat sekeliling, untuk memastikan siapa saja yang tertangkap. Dan kelihatannya, Zaphir berhasil membawa kedua orang itu keluar
Hanya aku dan Verdea yang telah ditangkap oleh mereka
...
Dia tertidur
Hah... Sial...!!
Padahal setidaknya aku ingin dia juga ikut dengan Zaphir...!
...
Ya sudahlah...
__ADS_1
Setidaknya kami masih lurus dengan rencana ini
Minus Verdea yang tertidur dan pasukan manusia abnormal ini, kami benar-benar tertangkap sesuai rencana