Book Of Flowers

Book Of Flowers
Bertarung


__ADS_3

"..."


"..."


Kedua orang itu masih menatap satu sama lain dengan tajam, tidak sedikitpun berkedip. Entah apa yang mereka pikirkan, tetapi mereka bahkan tidak sedang menodong satu sama lain sekarang ini


"..."


"...


Membosankan... Apa kabar Cyth?? Baik bukan?"


"..."


"Ayolah jawab aku. Kalau kita harus bertarung verbal kali ini pun, aku tidak masalah"


Walter menantang Cyth dengan menggeliatkan jarinya


"... Tumben sekali kamu memakai baju rapi. Sudah terlalu senang hidup kaya?"


"Ah, tidak. Aku hanya berpakaian rapi karena ada pemakaman sebentar lagi"


"Pemakamanmu? Sungguh mengharukan kamu rela menyiapkan diri seperti itu untuk kami"


"Begitulah. Kamu juga sudah membawa semua orang yang tersisa kemari, jadi anggap saja aku sedang berterima kasih dengan berpakaian rapi seperti ini"


Cyth kalah dalam adu mulut itu. Dia mencoba menahan amarahnya selagi Walter semakin mencoba memancingnya dengan senyum penuh ejekan


"Kamu tahu berapa jumlah pasukanku ini?"


"Tidak tahu. Pada akhirnya semuanya akan mati di tangan kami"


"Uh~ Sangat percaya diri~ Kamu sangat yakin gabungan kalian semua bisa menghabisi 60 orang-orang ku ini?"


"Orang-orang mu? Bukannya kamu mendapat pinjaman dari kerajaan Xiang?"


Walter menoleh kearah Veskal yang mengikuti pembicaraan


"Diam bocah. Aku tidak mengajakmu bicara"


"Oh maaf. Tapi aku tidak mau mendengarkan orang selain kapten dan kedua temanku. Kamu pikir seberapa tinggi derajatmu yang busuk itu diatasku?"


"Aw sakit~ Seorang pengkhianat punya mulut yang besar sekarang rupanya. Ingatlah kamu itu berasal dari mana, bocah!!"


"Aku tidak mau mendengar ceramah dari seorang yang menjadi pengkhianat juga. Alasan aku berkhianat pada Rosalia juga lebih baik daripada kamu pada kru ini"


"Bocah sialan!!"


*Dor! Dor!*


...


Dua tembakan melesat ke udara. Salah satunya mengarah kepada Veskal, tetapi yang satunya lagi mementalkan yang pertama dari jalur tembakannya. Peluru yang terakhir di tembakkan berasal dari pistol milik Cyth


"Cih. Rupanya kamu semakin jago menembak hah...?"


Cyth hanya diam menatap Walter dengan geram


"Kamu sekali lagi menghalangi jalanku. Apa masalahmu coba?"


"Balik kepadamu. Aku tidak melakukan apapun yang salah, tapi entah kenapa kamu malah menyalahkan semuanya padaku"


Walter langsung meludah untuk membuang kekesalannya, kemudian mulai menodong Cyth dengan pistol di tangan


"Tidak melakukan sesuatu yang salah? Kamu sangat besar kepala untuk seorang favorit"


"..."


"Sudah cukup! Kapten tidak akan mendengarkan perkataanmu! Jika kamu ingin bertarung, mulai saja sekarang!" Erin menyela, setengah berteriak


"... Baiklah. Aku juga berniat begitu. Tapi sebelum kemarahanku memuncak, mungkin memang lebih baik aku memulainya sekarang"


Walter melompat mundur, mengisyaratkan pasukan yang dia bawa untuk maju, kemudian menyalakan rokoknya


"Aku ingin menikmati pertunjukkan ini. Aku ingin melihat apakah 10 dari kalian bisa mengumpulkan 60 pasukan sihir Xiang yang kuat. Silahkan dimula-!"


"Sebelum kamu mengumumkannya, aku punya satu hal yang harus kukatakan"


"... Apa itu?"


"60? Kamu tidak salah hitung? Aku barusan melihat ada yang tergorok di leher loh?"


Walter tersentak, kemudian melihat ada 2 orang yang tiba-tiba jatuh ke tanah, tepat di belakangnya. Matanya tertuju kearah mayat kedua orang itu yang bersimbah darah yang keluar melalui leher mereka


Dan karena itu, si pembunuh mengambil gerakkan kedua, mengambil inisiatif untuk menikam Walter


Tetapi, seorang anggota terbaik dari pasukan itu langsung menghalaunya pergi dengan berdiri diantara si pembunuh dan Walter, kemudian mengeluarkan sihir api

__ADS_1


Veskal pun berhasil dipaksa mundur kembali ke pepohonan hutan berkat sihir itu


"Bajingan...! Sejak kapan kamu ada disana...!" Walter geram


Veskal hanya mendecak kesal karena gerakkan keduanya gagal. Masih dibalik bayangan, dia mengambil langkah mundur dan menghilang di balik bayangan pepohonan


Walter nyaris mengambil napas lega, tetapi kekacauan sudah dimulai. Yu yang maju terlebih dahulu dengan cepatnya melumpuhkan beberapa pasukan dan menghadapi yang lainnya


Semua anggota kru yang lainnya juga sudah mulai turun dari kapal untuk membantu Yu, sementara Cyth tetap disana, menembaki setiap orang yang mencoba menghalau mereka


"2 Orang, kemarilah dan lindungi aku!! Sisanya bertarung!! Habisi mereka jika perlu!!"


Setelah 2 orang mendekat kearahnya, Walter langsung berniat melarikan diri ke hutan. Cyth mencoba menembakinya, tetapi meleset dan justru membunuh salah satu dari kedua penjaganya


Penjaga yang satunya langsung melempar sihir secara bertubi-tubi kearah Cyth, tetapi berhasil dia hindari dengan berlari di sekeliling dek


"Tch-!"


Cyth yang geram langsung mengisi ulang senjatanya dan hanya merelakan Walter pergi ke dalam hutan


"Aku serahkan padamu, Veskal"


Dia kemudian kembali fokus kearah benturan antara kedua kubu itu. Dari atas kapal, dia berusaha menembaki semua orang selagi 8 temannya terus bertarung di bawah


......................


"Si pembunuh itu ada di dekat sini. Dengarkan aba-abaku dan siap saja menyerang"


Penjaga yang mengikuti Walter itu langsung mengangguk. Dengan siaga, mereka bergerak perlahan untuk memastikan pergerakkan Veskal di sekitar


Tetapi tidak diketahui oleh penjaga malang itu, sepasang mata mengintainya dari kegelapan. Dia sempat menghadap kearah mata, tapi kemudian berpaling kearah lain


Dan baru saja 1 detik dia berpaling...


Veskal bergerak seperti ular dan langsung menerkamnya hingga tewas seketika


Walter yang tidak menyadari penjaganya itu baru saja mati langsung menoleh ke belakang dan menemukan sebuah mayat bersimbah darah


Di detik selanjutnya, dengan refleks yang cepat, dia menghindari lemparan pisau dari Veskal


"AHA!"


*Dor! Dor!*


Dia mencoba menembak Veskal berkali-kali, tetapi tidak ada yang mengenainya. Justru, peluru-peluru yang beterbangan itu hanya menembaki udara sejak tadi, tanpa memiliki target


Dia langsung melukai tangannya sendiri, kemudian mulai membentuk semacam tombak dengan menggunakannya


Di tangan kirinya, aura hitam mulai mengepul, dan dengan itu, persiapannya untuk bertarung sudah selesai


Walter memperhatikan sekeliling, tetapi baik wujud ataupun suara, tidak ada yang menandakan keberadaan Veskal. Hanya dedaunan dan suara jangkrik saja yang terdengar. Suara langkah kaki atau angin yang berubah pun tidak terdengar


Dia terus memperhatikan, dan terus...


Hingga...


Veskal tiba-tiba keluar dari balik bayangan, mencoba menerkamnya. Tetapi dengan refleks yang cepat, Walter sekali lagi berhasil menghindar


Mencoba membalas, dia menggerakkan tombak darahnya kearah Veskal untuk menggoresnya. Tetapi Veskal langsung menghindar dengan cepat


Sayangnya, gerakkannya sudah ditangkap oleh mata Walter. Dan karena itu, ketika dia mencoba kembali ke dalam bayangan, tidak ada reaksi sama sekali


Walter mencoba menggunakan kesempatan itu untuk melakukan serangan balik. Veskal terus menghindari puluhan tusukan dan ayunan dari tombak Walter itu


Veskal mengakhiri hindarannya dengan melompat keatas sebuah pohon dan melompat terus hingga ke titik tertinggi yang bisa dia capai


"Aku pernah melihat teknik mu itu sebelumnya. Dari mana ya...?"


Veskal langsung gelisah ketika Walter mengingatnya


"Itu teknik dari Elf bulan yang kuhadapi dulu! Untung saja aku ingat, itu sebabnya terasa familiar hingga aku bisa menghentikan penggunaannya~!"


"... Memangnya kamu tahu apa?"


"Aku tahu cukup banyak. Misalnya..."


Walter memasang posisi bertarung


"... Jika aku bisa menangkap pergerakan pengguna teknik itu, mereka tidak bisa menggunakannya untuk sementara waktu lagi~"


Veskal mengambil inisiatif untuk menyerang Walter dari atas. Sebagai respon, Walter melempar tombaknya kearah Veskal dengan kecepatan penuh


Veskal sekali lagi menggunakan trik miliknya. Tepat diatas udara, dia memutar tubuhnya untuk menghindari tombak itu seakan hal itu tidak ada apa-apanya. Melihat Walter tidak memiliki senjata lagi, Veskal langsung fokus untuk meluncur ke bawah dan membelahnya


Tetapi Walter juga memiliki trik. Dia mengubah tombak yang terlempar itu menjadi sebuah jarum, kemudian mengarahkannya kembali dari udara ke Veskal


Veskal yang terkejut pun langsung terpaksa mengabaikan niat awalnya dan menepis jarum darah itu sebelum mengenai tubuhnya

__ADS_1


Dia pun terpaksa mendarat cukup jauh untuk mengambil jarak. Walter di sisi lain langsung mencoba menyerang kembali dengan tombak yang baru terbentuk


Veskal terus menghindar dan sesekali mencoba menikam, tetapi tidak sedikitpun celah terbuka untuknya menggores badan Walter, apalagi membunuhnya


Dia pun pergi kembali keatas pohon untuk mengisi tenaga


...


"Cih. Sihir darah itu merepotkan..."


"Benar bukan? Aku cukup beruntung Yael mau mengajarkannya padaku


Dan kalau kamu tahu, satu goresan saja dari benda ini sudah akan memastikan kekalahanmu"


"Kamu pikir kenapa aku menghindar daritadi coba?!"


Pisau yang menjadi senjatanya itu tentu jauh lebih pendek jangkauannya dibandingkan tombak. Walter juga sangat ahli bertarung, tidak seperti yang Veskal pikirkan


Dia harus ekstra berhati-hati menghadapi orang itu. Satu langkah yang salah, dia yang justru akan keluar sebagai mayat


Veskal mengambil napas, kemudian memperkirakan segala hal yang bisa menentukan kemenangannya dalam pertarungan ini


...


"Baiklah, Ronde kedua"


Walter tersenyum, kemudian kembali memasang pose bertarungnya


"Dengan senang hati~"


Veskal menyatukan kedua belatinya, kemudian meluncur ke bawah dengan cara yang sama seperti sebelumnya. Walter juga melempar senjatanya, tetapi kali ini...


*Syut!*


Veskal melempar salah satu pisaunya untuk menangkis tombak itu


Walter berniat mengubahnya menjadi jarum lagi, tetapi karena jalan antaranya dan Veskal terbuka...


Veskal menarik keluar sebuah batu dari kantong celananya dan menjentikkan batu itu kearah tombak Walter hingga...


*FWUSH!!*


Kobaran api yang besar tiba-tiba keluar dari batu itu, meluapkan tombak darah milik Walter


Walter terkejut dengan apa yang baru saja terjadi, utamanya karena dia sama sekali tidak merasakan keberadaan sihir darahnya yang terlempar. Tetapi dia lengah karena itu. Veskal langsung mengambil kesempatan ketika mendarat dan...


*Bruk!*


Dia dengan sukses membuat Walter lumpuh dan terjatuh ke tanah


"... Kemenangan pertarungan ini milikku"


Dipatuk tepat di beberapa bagian sarafnya oleh Veskal, Walter sama sekali tidak bisa bergerak sekarang. Dia hanya bisa menunjukkan wajah geram, tetapi badannya tidak memiliki reaksi apapun ketika dia mencoba bergerak


"SIAAAALLL!!!! BAGAIMANA BISA AKU KALAH PADAMU!!!??"


Veskal tidak menjawab. Dia hanya menyarungkan senjatanya, kemudian tersenyum. Walter menanggapi senyum itu sebagai ejekan, hingga membuat dirinya sendiri semakin kesal


"Kenapa kamu tidak membunuhku...? Kalah darimu itu sudah cukup memalukan, kenapa kamu masih membiarkan aku hidup...?"


"... Karena bukan aku yang berhak mengeksekusi dirimu. Ada seorang kapten yang sudah pasti ingin melakukannya"


Veskal tersenyum semakin lebar


Dalam pikirannya, itu pertama kalinya dia menang dalam sebuah pertarungan. Sebuah kemenangan yang spesial, dimana untuk pertama kalinya dia tidak menjadi pembunuh, tetapi menjadi seorang petarung


"Batu sihir dari hasil alkimia ini memang luar biasa~" Veskal menambahkan


"Apa yang ingin kamu lakukan sekarang?"


"Tentu saja menyeretmu. Mau apa lagi?"


Veskal menarik rambut Walter, kemudian menyeretnya yang masih lemas di tanah itu, kembali ke tempat Black Hunt bertarung. Veskal berniat ingin pamer kepada semua orang dan menceritakan bagaimana dia memenangkan pertarungan itu


Tetapi...


Walter terlalu tenang entah kenapa...


"Sikapmu aneh"


Veskal tiba-tiba menyadari sebuah senyum di wajah Walter. Perasaan tidak enak langsung menyergapnya. Tidak lama, ketakutannya itu menjadi nyata


"Veskal Grandier! Keluarlah dari hutan itu dan berjalan kearah kami! Pastikan tuan Walter tidak tewas atau semua nyawa temanmu akan melayang!"


...


Seruan itu membuat Veskal merinding panik. Dan di tengah hutan yang barusan sunyi itu, tawa Walter menggema di seluruh tempat

__ADS_1


__ADS_2