
--- Beberapa saat sebelumnya, Kastil Lily ---
"Gerombolan kastil Thyme sepertinya sedang pergi menuju suatu tempat"
Rosalia melebarkan matanya mendengar laporan itu. Dia mulai menyuruh informannya itu pergi dan mulai menggigiti jari jempolnya
Ada sesuatu yang membuatnya tidak senang dengan kepergian kami. Tapi, nasi sudah menjadi bubur. Dia harus mencari jalur lain untuk segera menjalankan apa yang sedang ada di pikirannya
"Laporan yang tidak menyenangkan?" Sebuah suara bertanya kepadanya
Suara yang berasal dari seseorang berjubah hitam yang berdiri di sampingnya bicara, sambil menyeringai kecil
Orang itu berdiri di bawah bayangan gelap yang membuat seluruh wajahnya tertutup kegelapan. Matanya yang merah menyala bertukar tatapan dengan Rosalia yang terlihat kesal sedang duduk diatas kursi kesayangannya di dalam kamar
"Tentu saja. Kamu sendiri tahu betul kenapa bukan?" Kata Rosalia ketus
Sosok itu menyempatkan untuk tertawa
"Aku hanya bergurau untuk meringankan suasana. Walaupun tidak banyak bahan yang bisa dipakai untuk melakukan itu" Dia membalas kemudian
Rosalia membuang wajahnya dan menggerutu. Sebuah candaan bukanlah sesuatu yang sedang dia butuhkan sekarang ini
Tatapan mata orang itu mulai berubah menjadi tatapan yang menandakan rasa penasaran. Sesuatu yang dia ingin tahu semenjak mengetahui rencana Rosalia mulai menggebu-gebu ingin diutarakan
"Kenapa tuan putri tertarik dengan Elf itu?" Dia pun bertanya
"Dia Oberon, kamu tahu!?"
Mendengarkan jawaban Rosalia, orang itu menyeringai dan menunjukkan wajah terkejut sekaligus karena senang
"Luar biasa..." Orang itu merespon. "Siapa sangka Elf pendek itu adalah Oberon di masa ini setelah Aestas si lembut" Dia menambahkan
"Aku menginginkan dia. Aku ingin dia menjadi bawahanku, apapun caranya untuk sekarang ini. Jika anak itu bisa mendapatkan dia, maka aku harus bisa"
Rosalia menghantam tangan kursi yang dia duduki dengan kedua tangannya karena kesal. Dia kemudian melemaskan tubuhnya dan duduk tidak teratur sambil memegangi wajahnya
Selama beberapa bulan ini dia memiliki kesempatan, tidak satupun dari kesempatan itu memiliki celah untuk keluar. Dia bisa mencobanya, tetapi terlihat berisiko. Rosalia sama sekali tidak tahu apa yang harus dia lakukan untuk membuatku terpikat bekerja di bawahnya. Dia sungguh kehabisan ide
"Sabar tuan putri. Kamu beruntung tidak ada yang sedang mendengarkan sekarang ini" Orang itu mencoba meyakinkannya
"Aku tahu itu! Tidak usah pusingkan aku dengan hal yang tidak diperlukan sekarang ini!"
Orang itu menggelengkan kepalanya sambil terus tersenyum menanggapi tuannya yang baru saja membentak dirinya
"Jadi itu sebabnya kamu terlihat banyak pikiran sejak kita terakhir bertemu..."
"... Abaikan saja itu. Aku belum mendengar laporanmu tentang Jarakal dan para Orc"
Sosok itu hanya tertegun sejenak, tidak terkesan dengan topik yang teralihkan itu. Tapi bagaimanapun juga, dia memiliki tugas yang harus tuntas terlebih dahulu
"Bisa kubilang aku sedikit kecewa tuan putri. Orc rendah itu lebih cepat tunduk daripada yang aku kira" Dia pun melaporkan
"... Bagus. Setidaknya dia akan berguna untuk rencanaku nanti"
Yael pun hanya menghela napas dan menutupinya dengan senyum, tahu betul kalau perasaannya barusan diabaikan
Pikiran Rosalia mulai penuh lagi
Dia sudah mulai mengumpulkan pasukan sejak saat itu. Dia berencana untuk menginvasi beberapa tempat untuk menguasai mereka
Setelah itu, dia akan menggunakan kekuatan itu untuk naik keatas takhta nantinya, atau setidaknya menggantikan Artorius. Semua itu dia lakukan agar mahkota itu berada diatas kepala orang yang bisa dia kontrol takdirnya
Jika dia bisa mendapatkanku, rencananya akan lebih mulus dengan dukungan para Elf di belakangnya. Dan setelah dia mendapatkan mahkota, maka dia akan bisa melakukan lebih banyak hal lagi
__ADS_1
Dia menganggap rendah para Elf. Semua orang memang menganggap rendah para Elf, tapi dia hanya melihat semua hal sebagai bidak di permainannya saja. Terutama karena sekarang ini ada faktor tidak terduga yang muncul, yaitu seorang Oberon yang entah bagaimana keluar dari area kekuasaannya untuk menjadi pelayan seorang pangeran negara asing
"Dan juga, aku penasaran dengan caramu mengetahui identitas asli Elf itu" Orang itu berkata
"Kamu pikir kenapa aku mengundang adikku itu ke pesta dan membiarkan Veskal pergi?"
Kalimat Rosalia membuat kepala orang itu berputar dan mendapatkan ide mengapa
"Hahaha! Kamu benar-benar orang yang licik! Kamu lebih pandai menggunakan sihir hitam dibanding aku..."
Rosalia melirik kearah orang itu
"Simpan pujianmu. Kamu tahu betul kalau kamu bisa menghancurkan satu desa jika kamu bosan bukan?"
Sosok itu mulai tertarik kembali
"Aku hanya bisa menghancurkan. Aku tidak berpikir rumit sepertimu dan itulah kelemahanku"
Dia selalu berpikir, kenapa orang itu mau bekerja di bawahnya? Dia bisa membunuh siapapun yang dia mau, namun dia bekerja di bawah perintah Rosalia?
Rosalia bertemu dengannya saat mendengar kabar seorang penyihir yang menghancurkan kota Bougenville beberapa tahun lalu. Kota itu adalah pemasok utama pakaian dan perhiasan kerajaan Hortensia, dan tempat itu hancur hanya karena seorang pria
Dia menghampiri orang itu diantara suasana kota yang sudah hangus dan membentangkan tangannya kearah orang itu. Dia kemudian menerima tangan Rosalia dan setuju untuk bekerja di bawahnya
Namun, setiap kali Rosalia bertanya kenapa, dia hanya menjawab "Aku hanya orang yang mencari kekuatan sejati"
Kekuatan sejati...
Apa yang dikatakan orang itu tidak masuk diakal Rosalia. Pertanyaannya tidak pernah terjawab dengan jawaban yang memuaskan
Dia frustasi, ditambah dengan semua rencana yang dia buat dan coret sekarang ini untuk mendapatkan diriku untuk sisinya. Dia tidak bisa mempercayai siapapun, bahkan orang itu. Namun, dia tidak masalah dengan hal itu selama orang-orang yang bekerja di bawahnya mau menjadi bidak
Dia tidak mau mempercayai siapapun. Semua orang di sekitarnya hanya pembohong dan munafik, bahkan keluarganya
Penguasa absolut seluruh dunia. Semua orang akan tunduk di bawah kakinya
Dia tidak ingin menjadi terkenal. Dia tidak ingin kekayaan. Dia tidak ingin mendapatkan cinta. Dia hanya ingin mahkota itu terlebih dahulu, dan melakukan langkah selanjutnya. Terdengar simpel, tapi lebih rumit dan membingungkan dari yang diperkirakan
Dan satu hal pun terlintas di kepalanya...
Dia mulai berpikir kalau semua ini terjadi sebab adiknya Verdea, sebagai faktor yang mengganggu. Sebagai seseorang yang saat ini memiliki kekuasaan diatasku, namun menolak untuk memanfaatkannya
Kepala Rosalia selalu terasa perih ketika melihat langsung caraku dan Verdea berinteraksi. Kami terlihat tidak terpisahkan di matanya. Sesuatu yang tidak ingin dia ketahui mengingat kalau dia ingin aku berada di genggamannya
Dia berpikir untuk membunuh Verdea, tapi masih mencari manfaat yang bagus untuknya melalui hasil keputusan itu
Tapi, jika dia tidak bergerak juga, aku akan berada semakin jauh dari jangkauan tangannya. Dan dia terpaksa harus mengabaikanku, melakukan rencana dalam alur yang lebih panjang
Karena semua itu, dia kehabisan akal. Dan karena itu, dia memanggil orang itu untuk menjumpainya walaupun pekerjaannya belum sepenuhnya selesai
"Hah... Kepalaku pusing. Buat dirimu berguna" Rosalia berkata
Orang itu tertawa kecil
"Tidak perlu khawatir. Kamu ingin aku melakukan apa? Membuatkanmu teh? Memata-matai mereka? Atau...
Kamu ingin aku langsung membunuh adikmu itu...?" Dia bertanya, tanpa rasa ragu sama sekali
"Lakukan apapun, tapi berhati-hatilah. Oberon itu bukan sembarang Elf sama sekali
Menculik Verdea dan menjadikannya tawanan mungkin lebih bagus. Tapi, aku tidak menjamin keberhasilan hal itu untuk membuat Oberon terpikat" Rosalia memperingatkan
Lagi-lagi orang itu menyempatkan untuk tertawa
__ADS_1
"Aku anggap kamu sedang meremehkanku sekarang, jadi aku akan serius" Dia pun membalas, merasa tertantang
Dan orang itu pun menghilang di dalam bayangan. Tidak ada yang tahu kemana dan bagaimana dia pergi. Tapi yang pasti, dia menghilang—meninggalkan Rosalia sendirian lagi di dalam ruangan itu, menanti dirinya kembali
Rosalia hanya duduk disana, berjam-jam lamanya sambil menutup mata
...
Sore hari pun lewat tanpa ada laporan apapun. Rosalia bahkan harus menolak semua pelayan yang masuk untuk mengingatkannya mengenai makanan yang sudah dihidangkan
...
Malam hari pun tiba. Dia masih belum membuka pejaman matanya. Orang mungkin akan berpikir dia tertidur, tapi nyatanya tidak. Dia hanya menolak untuk melakukan sesuatu sampai sampai dia mendapatkan sesuatu
Rosalia sudah mulai tidak sabar dan bertanya-tanya kenapa orang itu masih belum tiba selama berjam-jam lamanya. Dia mungkin sedang bermain-main, dan pemikiran akan hal itu membuat Rosalia jengkel
Dia duduk di kursinya seperti sebelumnya dan menderapkan jarinya di tangan kursi, dengan mata yang sudah terbuka sepenuhnya kali ini
Dan karena tidak sabar, dia pun melakukan satu hal
"Yael. Cepat kembali"
Itu perbuatan yang sedikit ceroboh, karena itu telah memaksa orang itu untuk kembali dengan segera
Orang itu terkejut mendengar namanya dipanggil. 'Yael', dipanggil. Dia pikir ada sesuatu yang sangat darurat, terutama mendengar kalau tuannya itu sangat tidak senang
"Maaf mengganggu, tapi kamu sudah berjam-jam tidak kembali. Aku pikir kamu hanya perlu memata-matai sesuatu dalam waktu singkat" Rosalia berucap, setengah kesal
"Maafkan aku juga. Tapi memang tidak ada yang menarik untuk dilakukan selama mengawasi mereka tadi. Dan juga..." Orang itu berkata
"Dan juga?"
"Sepertinya sang Oberon baru saja tahu kalau aku menggunakan sihir dan mengawasi mereka"
Rosalia tersentak
Dia sadar kalau dia lah penyebab hal itu terjadi dan keringat dingin mengalir di dahinya. Dengan memanggil nama orang itu, dia mungkin saja mengganggu konsentrasinya hingga orang itu terpaksa kabur dan meninggalkan jejak kecil
"La- lalu bagaimana?" Rosalia pun gugup
"... Sepertinya kita harus sabar dan tidak mengawasi mereka untuk beberapa saat, atau setidaknya pada hari ini"
"Hah!?"
"Tenang tuan putri. Itu kulakukan agar mereka tidak terlalu curiga lagi dengan keberadaanku"
Hening. Rosalia ingin marah, tapi hal itu adalah kesalahannya. Dan dia tahu persis dengan hal itu
"... Cih. Baiklah. Aku juga tidak akan mengganggu nantinya"
Orang itu tersenyum penuh apresiasi. Utamanya karena Rosalia paham kalau dia tidak perlu dibatasi terlalu banyak lagi dalam hal ini
Akhirnya, dia bisa melampiaskan kesenangan itu sesuka hatinya lagi, tanpa perlu adanya batasan tertentu yang terlalu mengekang. Semua hal sekarang ini sangatlah mereka perlukan jika ingin menuruti keinginan Rosalia
"Terima kasihku untukmu" Dia bahkan berkata sambil memberi salam hormat pada Rosalia
Tidak boleh ada kesalahan lagi. Baik beberapa hari, beberapa minggu atau beberapa bulan pun, Rosalia akan tetap menunggu
Selama dia bisa menggenggamku di tangannya, dia tidak peduli. Dia ingin agar mampu mendapatkan diriku dalam waktu yang cepat dan cara yang tepat
Dia akan memastikan suatu hari dia akan mendapatkanku, bagaimanapun caranya
Tapi, selagi dia frustasi dengan hal itu, seseorang mengupingnya dari luar. Seseorang yang tidak berada di sisinya, tentunya
__ADS_1
"Laporan bagus untuk yang mulia ratu Celeste" Orang yang menguping itu berkata