
--- Sementara itu ---
...
"... Claudia, dimana kamu?"
...
"Sudah selesai melamun, tuan Darwin?"
Suara decakan keluar dari mulut Darwin, selagi dia menoleh kearah orang yang menyebut namanya barusan dan menghancurkan renungannya yang tenang
"Tidak perlu kuatir. Ini hanya aku, seorang raja yang lemah" Shen berkata, sebelum tertawa kecil setelahnya
"Kembali saja ke kamarmu dan tiduri semua orang yang ada disana. Aku tidak punya urusan denganmu, Shen" Darwin membalasnya dengan nada kesal
"Kamu sedikit kasar. Setidaknya panggil aku yang mulia atau semacamnya. Aku juga tidak pernah tidur dengan seseorang selain para selirku, kamu tahu?"
"Jawaban yang lengkap. Aku harap rencanamu yang bodoh itu juga bisa lengkap"
Lagi-lagi Shen tertawa dengan nada sinis, kemudian mulai mendekat kearah Darwin yang menanggapi kehadirannya dengan raut wajah yang berlipat kesal
"Matahari sebentar lagi terbenam. Oberon sudah tiba di Benua Lao, dan sebentar lagi waktu bagimu untuk bersinar" Shen berkata
"Jangan sombong. Walaupun aku memang bagian dari rencana ini, akan kubilang kalau kita akan kalah. Para Elf itu sangat licin dan susah untuk ditebak"
"Kamu pikir kenapa aku melakukan semua persiapan untuk menangkapnya itu? Lagipula, kekuatan kadang bisa mengalahkan otak, kamu tahu itu?"
Darwin menghela napasnya. Dia tidak berniat untuk berdebat lagi dengan orang yang menganggap semua hal sudah sempurna
"Kalau begitu hanya akan kusarankan satu hal. Pastikan para petinggi itu juga tertangkap. Jangan biarkan satupun dari mereka berkeliaran" Darwin menyarankan tanpa berniat untuk berdebat lebih panjang
"Tenang saja. Jika kita bisa menangkap Oberon, yang lainnya juga bisa ditangkap"
Darwin merasa hal itu cukup logis, tetapi dia tahu masih ada yang kurang
Bagaimana jika salah satu dari para petinggi yang ikut tidak tertangkap, dan mereka adalah seseorang yang cukup kuat?
Mereka pasti akan jadi lebih berhati-hati ketika raja mereka tertangkap bukan?
"Siapa saja petinggi yang ikut dengan Oberon, tolong ulangi?" Darwin bertanya
"Zaphir, Ordelia, Luxor, dan seorang Elf berkulit coklat. Aku rasa yang terakhir itu harus kita tangkap bersamaan dengan Oberon, karena aku benci bahaya yang tidak kukenali" Shen menjawab selagi berpikir
"Maksudmu petinggi Dark Elf itu? Ya, dia masalah yang harus disingkirkan"
Darwin mengingat apa yang terjadi di dalam hutan beberapa tahun lalu itu, ketika pasukannya menyerbu kami yang sedang pergi menuju Miralius. Kepulan asap hitam akibat Mana dari Fyon adalah salah satu hal yang nyaris membuat semua hal berantakan untuknya
Darwin beranggapan bahwa Fyon itu cukup kuat, mungkin bisa menyaingi kekuatanku
"Kalau begitu kita sependapat"
"Jangan besar kepala. Aku masih tidak sependapat dalam beberapa hal denganmu"
Bayangan di dalam tempat itu semakin menggelap, tanda hari sudah mulai memasuki senja
Bahkan tempat mereka berdiri sudah sepenuhnya menggelap, meninggalkan cahaya dari mata Darwin saja yang bisa dilihat dengan jelas
"Bagus. Sekarang aku harus mulai bekerja" Darwin menggerutu
Dia awalnya ditugaskan ke Xiang untuk mengambil kembali Collin. Tetapi, Rosalia entah kenapa ingin dia untuk membantu Shen untuk melindungi Xiang
__ADS_1
Dan satu hal lagi yang membuatnya menetap. Sebuah perkataan yang dikonfirmasi oleh Rosalia dan Shen sendiri...
'Claudia Dolores, akan ikut diantara teman-teman Oberon'
Dia tidak perlu alasan lain untuk menetap. Mengambil kembali Claudia adalah satu-satunya hal yang dia inginkan selama ratusan tahun dia menunggu
Bahkan jika dia kalah dan mati, setidaknya dia berpikir untuk membawa Claudia bersamanya. Atau aku bersamanya...
"Para Dwarf sudah menyelesaikan alat yang kuminta bukan?"
"Sudah. Mereka sangat kreatif dalam membuat sesuatu, seakan benda-benda itu berada di luar prinsip sihir. Sihir sendiri memiliki prinsip yang aneh, jadi-"
"Tidak usah dijelaskan panjang! Suaramu itu menjengkelkan!" Darwin memotong
"Maaf. Aku hanya senang membayangkan benda bagus macam apa yang bisa membuat negara ini ditakuti oleh seluruh dunia!"
Sebuah impian raja pada awamnya. Ekspansi militer yang dapat menyatukan seluruh dunia di bawah kekuasaan kerajaannya
Semuanya tidak akan lepas, jika dia mendapatkan semua hal itu di tangannya
Dan karena itulah, dia memperbudak dan melakukan eksperimen kepada berbagai macam ras di dunia secara diam-diam...
Dwarf yang mampu membuat senjata tak terhancurkan. Kekuatan sihir para Elf dan Fae yang misterius. Kekuatan fisik kaum beast yang menakutkan. Berbagai macam komponen unik dari para monster
Dia ingin semua itu diteliti dengan baik, hingga dia bisa menggunakannya dengan kekuatan maksimal. Apapun bayarannya
"Sangat disayangkan kita kehilangan beberapa pasukan uji coba ketika aku mengirimnya untuk Walter, tapi tidak apa! Masih banyak ruang untuk mengulang dan meneliti kesalahan kembali! Mereka adalah produk uji coba yang bagus!!"
Orang itu sudah terlampau gila
Tidak. Tidak ada satupun orang yang bekerja dengan Darwin yang setidaknya waras. Bahkan dia sendiri mengakui kalau dia juga tidak waras
Tetapi orang itu membuatnya ingin menjauh sejauh mungkin. Dia tidak ingin berurusan apapun itu dengan Shen, seandainya Claudia tidak terlibat. Belum lagi membahas kekasihnya itu mati di tanah kerajaan yang dia injak sekarang ini
...
Shen itu berdarah dingin, tetapi bagi Darwin, seperti itulah para pemimpin dunia sewajarnya. Mereka hanya bisa menyembunyikan semua hal yang mereka pikirkan dengan baik di depan umum
Matahari sudah mulai terbenam. Dia bisa merasakan kalau waktunya sudah hampir tiba
Waktunya untuk balas dendam dan mengambil kembali apa yang menjadi miliknya
Dan di kegelapan yang semakin meluas, Darwin pun mengubah dirinya menjadi seekor kelelawar, mulai mengumpulkan semua pasukannya yang bersembunyi
Tidak sepatah katapun dia katakan untuk pamit kepada Shen. Tapi hal itu sama sekali tidak menyinggung raja itu, dan justru hanya membuatnya tersenyum sinis
"Aku juga ingin melakukan uji coba kepada Vampir~ Mereka mungkin berguna~" Shen bergumam, menatapi Darwin yang menghilang bersama dengan matahari
......................
--- Perairan Xiang ---
"Ulangi. Apa yang harus kamu lakukan?"
"Jangan menjauh darimu sedikitpun kecuali jika diperlukan" Verdea menjawab dengan sigap
"Buat jalan keluar untukmu kabur, kemudian lindungi nyonya Ordelia atau Verdea tanpa memaksakan diri" Remina menjawab
Aku langsung menepuk tangan dengan rasa bangga
"Simpan itu dengan baik di kepala kalian. Dan juga untuk Remina, Claudia sudah selesai membuatkan peta istana giok yang menjadi pusat kerajaan Xiang. Aku harap kamu bisa menggunakannya dengan baik"
__ADS_1
Aku menunjukkan peta itu, di hadapan semua orang yang sudah berkumpul. Mata Remina pun mulai menelaah setiap sudut peta itu
"Detail sekali. Dan ya ampun?! Bahkan jalur keluar masuk rahasianya juga digambar dengan sangat detail!"
Yah, untuk seorang penyusup ahli yang saat hidupnya dulu pernah menyusup ke Xiang, dia tidak perlu diragukan
"Alasan kenapa aku yakin jalur rahasia ini masih aktif, karena pertama, jalurnya itu sangat kompleks dan memiliki banyak jalan. Penutupan untuk jalur itu biayanya mungkin sama mahalnya dengan menjual istana giok itu sendiri
Kedua, karena para raja dan keluarganya menggunakan jalur-jalur ini untuk kabur ketika ada serangan langsung ke kediaman mereka. Setiap kamar milik para selir, raja dan keturunan mereka memiliki setidaknya satu pintu rahasia. Aku sarankan kamu untuk melalui jalan yang sudah kugambarkan, karena jalan itu adalah yang tercepat untuk menuju ke penjara bawah tanah tempat Veskal ditahan"
Keluarga Hortensia juga menggunakan hal itu di kastil Lily, seperti apa yang dia katakan dulu
Claudia menjelaskan dengan sangat rinci. Dia orang yang sangat hati-hati, bahkan gambarannya juga cukup jelas sehingga tidak terlalu menyulitkan mata
"Kamu cukup hebat dalam hal ini..." Remina bergumam kagum
"Yah, jika kamu sudah tertangkap satu kali, kamu tidak ingin tertangkap lagi" Claudia menjawab
Ahaha... Aku harap dia berniat untuk bercanda
Karena kami semua tahu nasib macam apa yang telah datang menghampirinya setelah dia tertangkap oleh Xiang
Peta yang dipegang oleh Remina itu perlahan dia letakkan diatas meja, kemudian tangannya menengadah ke depan layaknya sedang berdoa atau meminta sesuatu. Dan ketika aku sadar dia berniat apa, sebuah rapalan terdengar dari bibirnya
"Imaginary Copy"
Disaat setelah dia menyebutkan nama rapalan itu, air di kantung minumnya keluar dan membentuk sebuah peta yang persis besarnya seperti peta yang digambar Claudia
Ditambah lagi, isinya juga sama persis, seakan dia sudah menggambar peta tiruan di hadapan kami semua
"Sial. Kenapa coba kamu pamer sihir seperti itu?" Verdea berkata ketus
"Pamer apa coba?! Sihir ini kugunakan agar aku bisa menyelinap dengan mudah nanti kamu tahu?!" Remina membalas dengan nada kera
"Sudah! Aku mohon berhenti! Kita masih berdiskusi disini..."
Tidak boleh ada yang mengacaukan fokus kami. Titik
Dan harus kuakui, Remina itu sangat cerdas. Dia tahu cara memanfaatkan kemampuannya dengan baik, bahkan dia tidak berniat mundur sama sekali walaupun dia akan menyusup ke sarang bahaya
Jika dia membawa peta yang baru saja dia buat itu, dia bisa mengubahnya menjadi air, sama seperti tubuhnya. Dengan begitu, dia bisa bergerak diam-diam dengan bentuk genangan air
Aku juga yakin dengan kemampuannya. Jalur bawah tanah itu pasti akan sangat lembab, jadi itu adalah medan yang sempurna baginya untuk menyusup masuk dan membuka jalan keluar
"Verdea. Jika kamu tertangkap denganku nanti, tolong bersikap panik. Aku tidak bisa berbohong, tapi kamu bisa"
Yah, itu jika dia juga tertangkap
Verdea juga berpikir begitu. Jika dia tertangkap bersama denganku, dia yakin kalau Shen tidak akan mencoba melakukan sesuatu dengan tergesa-gesa kepada mereka. Hal itu akan sangat membantu semuanya
"Baiklah, semuanya sudah siap. Matahari juga sudah terbenam" Aku berkata
Semua orang terlihat tegang, walaupun mereka semua berusaha menelan hal itu sedalam mungkin
Aku juga begitu. Awal fondasi dari rencana ini yang membuat adalah aku. Jika aku gagal dalam fondasi itu, maka akulah yang bertanggungjawab atas nyawa mereka semua
...
...
Hrmm...
__ADS_1
Tolong dengarkan doa kami
Jika boleh aku meminta satu hal, jangan pisahkan aku ataupun teman-temanku dari satu sama lain. Kami membutuhkan satu sama lain