Book Of Flowers

Book Of Flowers
Undangan Acara Keluarga


__ADS_3

--- 3 Hari kemudian, Kastil Thyme ---


"Pelajaran?"


"Yap! Kami semua mulai sekarang akan mengajarimu pengetahuan para bangsawan"


Kami semua duduk di ruang makan sekarang ini dan semua mata menuju kearah Verdea


Hal ini juga paling melibatkan dia. Aku sudah mendiskusikan kepada teman-temanku untuk ikut berpartisipasi membantunya belajar


Mereka sudah setuju dengan sedikit dorongan, dan kami bahkan sudah memilih materi pembelajaran untuknya


Sekarang, aku hanya membutuhkan niat darinya untuk belajar


"Intinya, selama aku mengajarinya bertarung aku akan setuju"


"Aku juga"


Kenapa malah Luna dan Ivor yang terlihat antusias dengan hal ini?


"Aku sudah bilang aku akan mengajarinya Politik, tapi sepertinya justru aku yang akan bosan nanti ketimbang dia" Aku berkomentar


"Lalu, kenapa kami harus mengajari pengetahuan umum? Memangnya dia tidak pernah belajar menghitung atau membaca?" Luxor bertanya, diikuti oleh anggukan mantap Lyralia


Aku tidak perlu menjawab itu, mereka akan segera tahu


"Kita belum mendengar pendapatnya, teman-teman. Bagaimana menurutmu Verdea?" Luna menyela


"... Kalau kalian ingin mengajariku, berarti kalian akan tinggal disini lebih lama?" Verdea pun bertanya


"... Benar. Kami juga sudah mengatasi hal itu" Ordelia mengikuti


Mata Verdea langsung berbinar. Senyuman lebar menempel di wajahnya dan dia terlihat seperti anak kucing yang sedang senang sekarang ini


Wajahnya yang imut itu ingin membuatku mencubit pipinya berkali-kali lagi


"Kami juga sudah terlanjur senang berteman denganmu, jadi kami semua langsung setuju untuk mengajarimu" Luna menambahkan


"Hey. Aku tidak seperti kalian. Aku tetap ingin pulang, tapi aku juga ingin membantunya" Ivor berkomentar


"Ahaha~ Ivor masih malu mengakuinya!" Lyralia mulai berceletuk


"Lyra- berhenti bicara sekarang!"


Lyralia dan Ivor langsung membuat keributan dengan beradu mulut m


Namun, kami sudah terbiasa dengan keributan seperti ini. Toh, kami juga biasanya akan terseret nantinya


"Aku juga senang bisa tinggal disini untuk waktu yang lebih lama" Luna berkata lagi


"Luna juga merasa begitu?"


"Ya. Aku tidak keberatan sama sekali. Dan juga, sebaiknya kamu bersiap-siap karena pelajaran bertarung dariku tidak akan mudah sama sekali"


Verdea tertawa gugup mendengar perkataan Luna. Tapi pertanyaannya sekarang ini adalah, waktu yang lebih lama itu seberapa lama?


Aku yang dari tadi sibuk mengunyah sayuran di piringku perlahan mulai menyela diantara perkataan mereka setelahnya, menuju kearah Verdea


"Kamu belum memberi jawaban"


"Tentu saja aku mau! Kurang jelas apa?"


"Nak, aku hanya bertanya"


"Terserah"


Dia jadi bersemangat. Sepertinya menaikkan semangatnya itu kadang bisa jadi perbuatan yang salah. Dia justru akan jadi menyebalkan saat semangatnya naik


"Jadi sekarang..."


Aku mengambil sebuah kertas yang kulipat. Kubuka lipatannya dan memperlihatkan isi kertas yang kutulis sendiri itu


Jadwal pelajaran milik Verdea sudah kutulis dengan rapi disertai giliran dari orang yang mengajarinya selama seminggu. Tentu dengan persetujuan dar mereka masing-masing


Verdea kemudian mengambil kertas itu dan mulai membacanya dengan seksama


"Ivor dan Luna akan mengajariku bertarung bergilir setiap hari ketiga dan keenam...


Ordelia akan mengajarkan tata krama hari pertama dan kelima


Lyralia dan Luxor pelajaran Ilmu pengetahuan umum setiap hari kecuali ketiga, keenam dan ketujuh...


Dan Kamu akan mengajariku Politik setiap hari kedua dan keempat?"


"Benar sekali"


Semua pelajaran itu akan sangat penting untukmu. Dan sebagai seorang Oberon, aku bisa mengajarimu satu atau dua hal mengenai politik


"... Kenapa aku harus belajar politik?" Namun Verdea memberi pertanyaan


"Kamu menanyakan hal itu? Kamu keluarga kerajaan bukan?" Aku bertanya balik


"... Aku tidak tertarik dengan politik..."


"Aku mengajarimu hal itu bukan untuk membuatmu jago dalam bidang politik, melainkan agar kamu tidak mati karena bidang politik"


...


"Kenapa kamu berkata begitu Vain?" Luxor bertanya


"Karena politik manusia itu lebih kejam daripada perang" Aku menjawabnya. "Dan mereka sangatlah berbeda dengan sistem pemerintahan milik kita"


Aku tidak mungkin mau membiarkan dia disingkirkan oleh orang-orang itu lagi


Dia beruntung karena dia masih kecil dan sang raja masih mau perhatian dengannya


Tapi, saat dia sudah besar dan Artorius sudah meninggal, apa yang akan terjadi dengannya nanti?


Aku juga sama sekali tidak bisa yakin aku akan tetap disini bersamanya saat hari itu tiba. Sama seperti manusia, para Elf juga membutuhkan raja dan pemimpinnya. Aku dan teman-temanku pasti akan pulang kembali ke kerajaan ku nanti


Kemungkinan terburuknya, aku mungkin tidak bisa kembali lagi kesini. Dan anak ini akan kembali hidup dan berjuang sendiri


Hah...


Aku jadi sedih memikirkan hal itu...


Setidaknya aku bisa membantunya bukan? Tapi rasanya tetap sakit ketika memikirkan aku harus pergi nanti...


"Ah-?"


Ordelia tiba-tiba tersentak seperti menyadari sesuatu


Kami semua langsung bertanya-tanya apa yang terjadi dengannya


"Ada apa Ordelia?" Tanyaku


"... Ada seseorang"


...


...


...


Dia merasakan seseorang di area luar kastil melalui pohon yang dia perintahkan untuk berjaga sekarang ini hah...?


"... Apa orang itu mencurigakan?" Aku bertanya lagi


"Seperti pencuri..."


"Tangkap dan ikat dia" Aku memberi perintah tanpa ragu


Beberapa saat setelah aku memerintahkan Ordelia melakukannya, terdengar jeritan laki-laki di luar kastil


Aku mengisyaratkan Luna dan Ordelia untuk ikut denganku, dan sisanya berjaga di ruang makan untuk melindungi Verdea. Luna bahkan sudah siap dengan busur dan panah rakitan miliknya, seandainya situasi berada diluar kendali


......................


"..."


"..."


"... Siapa bocah ini?"


"JANGAN PANGGIL AKU BOCAH!"


Posisinya yang tergantung terbalik sekarang ini membuatnya terlihat konyol ketika meronta-ronta


Dia masih bocah. Tapi, sepertinya sudah masuk masa remajanya


Anak laki-laki berambut coklat dengan mata hijau ini berani bertingkah aneh di kastil kami?


Dan tidak membahas kalau dia bahkan tidak datang melalui gerbang depan kastil untuk masuk. Pakaiannya juga terlihat seperti orang suruhan dengan jubah berkerudung seperti itu


Apa dia seorang pengantar pesan?


"Apa yang kamu lakukan disini?" Tanyaku


"Turunkan aku atau tuanku tidak akan senang dengan hal ini!"


"Diam dan jawab pertanyaanku"


"Kamu yang diam dan turunkan aku sekarang"


"... Baiklah"


Dia yang minta...


Kujentikkan jariku dan akar pohon itu pun membantingnya ke tanah


Aku tidak peduli dia itu masih bocah atau berasal dari keluarga apa. Jika dia berani kurang ajar pada salah satu dari kami dan bertingkah aneh di kastil Verdea, aku tidak akan ragu melakukan hal ini lagi


Dia berusaha mengangkat tubuhnya yang sakit karena terbanting ke tanah


"Apa- Maksudnya kamu melakukan itu...?"


Dia kembali terkapar ke tanah karena tidak bisa menahan rasa sakitnya


"Wah~ Sumpah petualang milikku ternyata benar-benar tercabut untuk sekarang" Aku berkata, sepenuhnya mengabaikan anak itu


Kulihat setiap jengkal tanganku yang tidak berubah atau merasakan sakit sedikitpun. Aku sudah menyakiti seseorang, seharusnya aku akan dikutuk karena melanggar sumpahku itu

__ADS_1


Tapi karena aku sudah menjadi pengawal milik Verdea, sumpahku sebagai petualang itu sudah tidak berlaku lagi. Hingga, aku menjadi petualang kembali


Namun, Aku merasa sedikit menyesal sudah membanting anak ini. Hanya sedikit...


"Sekarang jawab pertanyaannya!"


Luna mulai menarik busurnya yang menodong kearah anak itu


"... Baiklah...! Aku datang kesini untuk memberikan ini pada kalian"


Dia menyodorkan sebuah amplop kepada kami. Kuambil benda berisi surat itu dan melihat isinya dengan segera


'Selamat siang, apa kabarmu


Aku harap kamu akan datang ke perkumpulan keluarga sore ini, adikku


Catatan : Ayahanda juga mengharapkan kehadiranmu


^^^Penuh cinta, Rosalia Hortensia'^^^


...


"Hanya ini?"


Penulis surat ini adalah anak kedua keluarga kerajaan, Rosalia Hortensia. Salah satu kakak tiri milik Verdea


Acara perkumpulan keluarga...?


Sepertinya ini bukan acara resmi yang membutuhkan persetujuan Artorius sama sekali. Mungkin semacam acara makan-makan dan berbincang saja antar semua anggota keluarga Hortensia


Dan juga, jika dia hanya mengantar surat ini, kenapa anak ini harus mengendap-endap...?


"Baiklah. Ordelia, tolong sembuhkan dia. Luna, Pastikan dia tidak macam-macam"


"Baiklah"


Aku langsung berjalan masuk meninggalkan mereka melakukan tugas yang kuperintahkan


"... Tidak perlu dendam dengannya, nak. Ini juga tidak akan terjadi kalau kamu tidak mengendap-endap kemari" Luna berkata


"... Aku punya alasan untuk itu"


"... Baiklah"


Luna pun mengabaikan anak-anak itu sampai dia benar-benar pergi dari area kastil dan menghilang, tidak terlihat lagi di mata


......................


--- Beberapa saat kemudian, di dalam kastil ---


"Aku tidak mau datang"


Aku sudah menyampaikan apa yang perlu kusampaikan


Aku tidak menyalahkan Verdea kalau dia tidak mau. Keluarganya juga tidak pernah ada yang memperhatikannya, apalagi baik kepadanya. Lagipula, tiba-tiba mengundang Verdea untuk datang ini sangat mencurigakan


Apa tujuan Rosalia Hortensia membujuk kami untuk datang?


"Surat ini juga tidak punya suruhan resmi dari yang mulia. Jadi, aku tidak masalah kalau kamu menolak" Aku berkata


"... Aku juga tidak mau walau dipaksa ayahku"


"Lalu, apa perlu kubakar saja surat itu?" Ivor menyela diantara pembicaraan kami


"Kita simpan saja dulu"


"Kenapa juga mereka mengundangmu ke acara tidak penting itu?" Lyralia bertanya


Verdea mengalihkan pandangannya ke Lyralia dan berkata, "Aku juga bertanya-tanya kenapa..."


...


"... Mungkin, karena mereka penasaran dengan kita" Aku menerangkan


"Maksudmu... Mereka ingin memata-matai kita dari dekat?" Luxor bertanya


"Ya, semacam itu. Kamu juga paham kan Luxor?"


"... Ya"


Di tengah-tengah pembicaraan kami, Ordelia dan Luna akhirnya telah kembali bersama kami semua di dalam kastil


"Aku sudah menyembuhkan anak itu dan memastikan kepergiannya" Ordelia memberi laporan


"Bagus"


"Ah, tapi ada sesuatu lagi yang dia katakan sebelum pergi" Luna mengikuti


"Apa itu, Luna?"


"Dia bilang 'jika kalian menolak, dia yang akan mendatangi kalian'. Seperti itu"


...


Sudah kuduga


Menunjukkan wajah kami kepada mereka memang tidak masalah, hanya saja aku tidak mau mendengar hinaan tidak berharga mereka


Tapi, jika seperti ini, kami lebih baik datang saja untuk menyelesaikan urusan ini dengan cepat. Membiarkan orang-orang itu masuk ke dalam kastil Thyme juga bukan tindakan yang aman, apapun itu alasannya


Verdea menoleh kearahku. Wajahnya tidak menunjukkan rasa senang sedikitpun mengetahui apa yang akan kami katakan


"... Hah. Maafkan kami, tapi lebih baik kita menyelesaikan ini dengan cepat"


"... Baiklah. Aku paham"


Dia kembali duduk dengan rapi namun kepalanya tertunduk. Kami berenam hanya menatap kasihan padanya tanpa mengatakan sepatah kata lagi


......................


--- Beberapa saat setelahnya ---


...


Mereka bahkan menyediakan seorang kusir untuk mengantar kami kesana


Aku melihat kearah Verdea sebelum kami naik keatas kereta itu—memastikan kalau dia sudah siap. Pakaiannya yang sudah rapi itu sama sekali tidak cocok dengan seleranya. Hal itu tergambar sekali di wajahnya yang kusut karena mengenakan Pakaian ketat seperti ini


Aku di sisi lain, hanya memakai baju keseharianku dengan jubah berkerudung sebagai tambahannya


Luna juga seharusnya ikut pergi sebagai pengawal kedua Verdea, tetapi aku memaksanya untuk tinggal dan menjaga tempat ini


Mereka mengundang kami hanya untuk mengorek informasi baru tentang diriku. Aku tidak tahu apa yang akan mereka lakukan dengan informasi itu, tapi mengamankan keberadaan 5 temanku sepertinya lebih baik untuk sekarang


"Kamu siap?" Tanyaku


Verdea mengangguk tanda setuju dan kami langsung bergerak memasuki kereta itu


...


--- Kastil Lily ---


"Selamat datang"


Seorang pelayan perempuan memberi kami salam tepat setelah kami sampai dan turun dari kereta


"Silahkan ikuti saya"


Sesuai permintaannya, kami berdua pun mengikuti pelayan itu dari belakang, selagi dia memandu kami mengelilingi bagian dalam kastil Lily


Aku melihat sekeliling menerawang area kastil yang megah ini sembari berjalan mengikuti pelayan itu


Dibandingkan Kastil Thyme yang lebih mirip dengan Villa, tempat ini jauh lebih mirip dengan gambaran isi istana yang ada di pikiranku


Gerbang masuknya sangat besar dan dibuat dengan besi yang diukir dengan indah, dikelilingi oleh tembok batu yang kokoh


Setiap tiang penyangga dan bahan bangunan di bagian dalam kastil ini terlihat sangat halus dan masih baru. Perawatan kastil ini pasti membutuhkan biaya yang bukan main, apalagi sampai sebersih ini


Kami bahkan sudah melalui banyak sekali taman di tempat ini. Mereka diisi dengan banyak tanaman yang dirawat dengan baik, membuat mata segar ketika melihatnya


Terdiri dari 5 lantai, banyak lorong dan ruangan di tempat ini bahkan berjumlah sangat banyak


Kami terus mengikuti pelayan itu sampai lantai ke 3 dari bangunan ini. Dia membukakan sebuah pintu di lorong yang sedikit jauh dari tangga masuk, dan bagian dalam ruangan itu langsung terlihat ramai dipenuhi orang


Dan diantara semua orang itu, sang raja pun menyambut kami terlebih dahulu


"Selamat datang. Aku senang kalian menerima undanganku"


Setiap orang dari keluarga Hortensia berkumpul di dalam ruang makan yang besar dan luas ini


Artorius duduk tepat di ujung ruangan di kursi khusunya, dengan 3 istrinya yang duduk berdekatan dengannya


Keempat anaknya duduk berdampingan dan berhadapan dengan satu sama lain, di dampingi oleh pengawal khusus masing-masing yang berdiri di belakang mereka


Itu artinya, aku harus berdiri di belakang tempat Verdea duduk


Verdea mengambil kursi yang sedikit jauh dari keluarganya yang lain dan duduk tanpa peduli dengan pendapat yang lainnya


Dia bahkan tidak menoleh kepada seorangpun keluarganya


Aku berjalan dan berdiri tepat di belakang kursi tempat duduk Verdea tanpa komentar apapun. Jika dia ingin tempat ini, maka aku tidak perlu mengganggu keputusannya


Aku cuma sebatas pelayannya disini


"Anakku. Kenapa kamu tidak duduk di dekat kami?" Artorius mempersilahkan Verdea


Verdea diam tidak berkomentar


"Kebiasaan tidak sopanmu tidak berubah sama sekali adikku"


Benar bukan? Baru berapa lama kami disini, dan seseorang sudah menghina Verdea...


"... Aku tidak perlu mendengar itu darimu, kakak pertama"


Aku jadi ikut geram, tapi aku menahannya sebaik mungkin


...


Lalu, setelah melihat tampang dan kelakuan anak itu, aku langsung tahu siapa dia


Damien Hortensia. Pangeran mahkota dari kerajaan ini dan anak pertama Artorius dari ratunya, Celeste

__ADS_1


Setelah menyelidiki sedikit tentang keluarga kerajaan, dia saja yang informasinya bisa kudapat sepenuhnya. Mereka benar-benar tidak hati-hati dalam hal ini


Anak ini hanya dipilih sebagai pangeran mahkota karena dia anak laki-laki dari ratu sah kerajaan ini. Sifatnya sama sekali tidak mencerminkan seorang raja yang pantas untuk masa depan. Arogan, besar mulut, dan bodoh. Anak ini hanya punya kekuasaan dari ibunya, tapi dia tidak sedikitpun tahu cara yang baik untuk menggunakannya


Ibunya sendiri tidak terlalu peduli dengan tabiat Damien. Dia berpikir posisinya akan selalu aman selama Damien menjadi putra mahkota dan calon raja di masa depan


"Sudah, sudah. Kita saudara. Kita tidak perlu berkelahi"


Ah ya, lalu ada anak ini


Anak kedua dan putri satu-satunya dari keluarga ini, Rosalia Hortensia. Orang yang kebetulan mengundang kami juga kedalam acara kecil ini. Anak ini sombong, namun kepintarannya bisa menyaingi sifat jeleknya itu


Dia bisa menggunakan apapun yang dia miliki untuk mendapatkan apa yang dia inginkan, tidak seperti kakak tirinya


Namun, dia tidak punya dukungan yang terlalu besar dari bangsawan di kerajaan. Walaupun begitu, dia selalu punya cara untuk mengatasi hal itu


Jika dalam hal bicara dan mencari informasi, Rosalia adalah pemain paling berbahaya dalam bidang itu


"Dan juga, aku penasaran dengan pelayan barumu itu adikku. Bolehkah kamu menceritakan tentangnya sedikit?" Rosalia beralih kepada Verdea


Hm~? Dia tidak menyembunyikan niatnya sama sekali


"Saya senang mendapatkan perhatianmu tuan putri, tapi saya hanyalah Elf yang berkelana sebelum menjadi pelayannya" Aku segera membalas agar Verdea tidak perlu bicara


"Dia menyelamatkan adikmu saat diculik waktu itu. Aku sudah memberitahumu itu kan, Rosalia?" Artorius menyela


"Hm, begitu...


Lalu apa pendapatmu tentang adikku?"


"Dia anak yang nakal"


"Hey!"


Maaf~ Aku cuma mau meringankan suasana~ Jangan marah~


"Ha! Dia memang seperti itu bukan?" Damien menyela. "Kenapa juga kamu mau melayaninya?" Dia menambahkan kemudian


...


"Damien..."


"Ayolah ibu. Aku cuma bertanya!"


"Ayah tidak suka dengan perkataanmu Damien..."


Damien yang menatap mata Artorius langsung merinding ketakutan dan diam


"Yang mulia..."


"Anak kita harus di disiplinkan sesekali, Celeste. Aku tidak mau dia tumbuh menjadi orang yang lebih besar mulut daripada otaknya"


"... Hah... Yang mulia hanya terlalu sayang kepada Pangeran Verdea"


Sofia, salah satu selir raja sudah mulai berbicara


Ibu dari Rosalia dan dari anak ketiga keluarga ini bahkan tidak berencana berhenti disitu


"Jika ada salah satu dari kami yang menjelek-jelekkan pangeran, kami pasti dimarahi olehmu"


Setelah berkata begitu, dia meminum teh di cangkirnya dengan santai


"Sofia, aku tidak-"


"Perkataanmu saja yang begitu, tapi sikapmu sudah menunjukkannya dengan jelas"


"Ibuku benar yang mulia"


Darius, si anak ketiga keluarga Hortensia mulai menyela


Dia terlihat persis seperti ibunya, jadi tidak perlu dijelaskan lagi. Hanya saja, rambut emas nya yang menjadi ciri khas keluarga Hortensia itu menunjukkan kalau dia adalah seorang anggota keluarga ini. Orang yang sombong dan angkuh


"Aku bahkan tidak melihatmu memperlakukan kakak pertama seistimewa itu"


Walaupun, dia memang memiliki poin yang benar...


"Adik Verdea saja mendapat kastil pribadi miliknya sendiri"


Kali ini, anak keempat Collin yang bicara. Anak kedua yang paling muda, hingga wajah mungilnya itu masih terlihat tidak jauh berbeda dari Verdea


Hanya saja, aku heran kenapa semua anak keluarga ini memiliki rambut emas dan mata hijau seperti ayahnya, terkecuali Verdea. Wajar saja anak yang satu ini selalu saja terasingkan. Sosok fisiknya saja sudah jauh berbeda dengan mereka...


Collin kemudian memainkan jarinya melingkari mulut gelas miliknya, sebelum kembali bicara


"Kenapa ayahanda lebih mengistimewakan adik Verdea?" Tanya Collin dengan polosnya


Dia sepertinya adalah tipe anak yang terlihat mudah dipengaruhi oleh orang-orang di sekitarnya...


Sayang sekali. Aku hanya berharap dia baik-baik saja di tengah lingkungan beracun ini


"..."


Artorius diam tidak menjawab. Suasananya sekarang berubah menjadi tidak nyaman seperti ini


Bahkan Verdea semakin tidak bersuara mendengar pembicaraan keluarganya. Dia terus memainkan jarinya dan menunduk dengan ekspresi kalut sehabis melihat ayahnya di kritik seperti itu


Verdea sepertinya membenci setiap anggota keluarganya, hah...? Terlihat sekali di wajahnya kalau dia ingin pergi hanya karena pembicaraan ini


Terlihat sekali kalau dia ingin menyingkir hanya karena tidak ingin menyusahkanku juga. Dia bahkan sesekali melirik kemari


Jadi itu alasannya kenapa dia tidak mau kembali ke istana waktu itu. Sekarang aku paham ketika melihat langsung interaksi milik keluarga ini dengan satu sama lain


Artorius terlalu lemah untuk menjadi kepala keluarga ini...


"Aku mohon agar kalian tidak perlu menekan ayahanda seperti itu" Rosalia menyela


"Kakak Rosalia sendiri tidak merasa tersinggung dengan perlakuan ayah yang seperti itu?" Tanya Darius ketus


"Aku berbohong jika aku bilang tidak. Tapi, tidak baik juga kalau kita menekan beliau seperti itu"


"Tapi aku tidak terima. Ibu bahkan selalu sedih dibuat ayah karena hal ini" Sela Collin


"Bukan ibumu saja yang sedih karena hal ini, Collin" Rosalia menyela


Rosalia kemudian mengalihkan perhatiannya kepada Verdea yang masih terlihat suram


"Tapi yang mulia memang paling mencintai ibu milik adik kita Verdea, jadi aku tidak bisa menyalahkannya. Cinta itu memang kuat"


Dia meminum teh di cangkirnya selagi setengah keluarganya menoleh kearah Verdea dengan tampang kesal, dan setengah lagi menatap kearahnya karena sudah memancing topik yang tidak menyenangkan


Artorius dan Verdea masih tetap menunduk tanpa bicara apapun


"Aku masih benci orang biasa kotor itu..." Gerutu Damien


...


Oh...?


"KAKA-!"


"Maafkan saya bila pangeran merasa saya lancang, tapi perkataanmu itu sama sekali tidak sopan dan tidak pantas. Terutama karena itu menyangkut orang yang sudah meninggal"


...


Aku menyela, tepat sebelum Verdea bisa membuat keributan


Semua orang menganga mendengar responku, termasuk Artorius dan Verdea. Orang yang seharusnya diam saja sejak tadi tiba-tiba bicara tanpa diajak. Tentu saja reaksi mereka semua akan terkejut karena tingkahku barusan...


Tapi memangnya aku salah jika ingin membela temanku...?


"H- hey! Kamu itu pelayan baru disini! Jangan ikut campur!"


Menyedihkan. Kamu bergetar hanya karena aku memberi kalimat balasan. Inikah calon raja yang dimiliki Hortensia...?


"Baru atau tidak, setidaknya saya tahu baik atau buruknya dalam bersikap, pangeran mahkota"


"A- Grrr...!"


Dia terlihat murka sekali mendengar perkataanku. Semua orang masih terus diam dan memperhatikanku yang hanya dengan biasanya berdiri di belakang Verdea—dengan tatapan penuh sikap menghakimi


"Aku tidak tahu kalau kamu itu tidak sopan, Sir Vainzel" Celeste berkata


"Saya hanya ikut campur agar kalian tidak melanggar batasan, yang mulia ratu. Tidak lebih. Dan ini juga menyangkut kedua tuanku yang kalian sudah buat tidak nyaman"


Dan awasi anakmu, dasar wanita tidak tahu diri


"... Aku setuju denganmu Sir Vainzel" Rosalia tiba-tiba menyela


"Rosalia!?"


"Maaf ibu ratu. Tapi kakak Damien memang sudah kelewatan"


"... Cih!"


Damien duduk sambil terus merungut kesal di kursinya


Hah... Setidaknya ada orang yang membelaku. Canggung jadinya jika semua orang justru menatap kami selama acara keluarga ini berlangsung...


"Dan terima kasih sudah mau membela adikku, Sir Vainzel" Rosalia berkata lagi


"Tidak perlu berterima kasih Tuan Putri. Itu sudah jadi kewajiban milikku"


Aku melihat kearah Verdea yang sibuk menatap kearahku. Kukedipkan mata kananku dan membuatnya tersenyum kecil


"... A- Ah... Apa menu hari ini untuk kita, Rosalia?" Tanya Artorius, mengalihkan pembicaraan selagi sempat


"Makanan utamanya hanya kalkun panggang dan beberapa daging sapi"


"... Tidak ada daging ayam pedas?"


Verdea yang tiba-tiba bertanya mengejutkan semua orang sekali lagi. Dia hanya menatapi mereka dengan polosnya sambil menunggu jawaban dari pertanyaannya keluar


"Haha... Maaf adikku. Tapi, kokinya sudah menentukan apa yang akan disajikan"


"Hmph... Sayang sekali..."


Kusodorkan mulutku ke telinga Verdea dan mulai berbisik


"Tenang. Saat kita kembali nanti, aku akan membuat Ivor memasak banyak ayam pedas"


"Sungguh?"

__ADS_1


Aku mengangguk pelan. Wajahnya yang bahagia langsung bersinar ke seluruh ruangan dan semakin menarik perhatian semua orang


Dasar anak-anak...


__ADS_2