
--- Beberapa saat kemudian ---
...
"... Vain, kamu melamun lagi"
Hah...
"Kamu bahkan tidak berbicara sejak tadi, Veri. Menurutmu apa lagi yang harus kulakukan setelah mendengar perkataan Rosalia itu?"
Perangkap maut, dia bilang
Kalimat itu membuatku risau, karena wanita itu tidak pernah hanya bicara saja. Dia lebih dari sekedar orang bermulut manis
Dan berdasarkan caranya berbicara, apa yang ada di pulau barat Goeitias itu adalah sebuah 'rintangan' baginya. Sesuatu selain kami yang membuat bahkan dia dan Yael kewalahan
Dia bahkan secara tidak langsung meminta kami untuk membereskan apa yang sedang menyulitkan dirinya saat ini. Kebetulan karena kami juga butuh tanah itu
Memindahkan fondasi markas itu akan mudah, tetapi karena dia sudah mengatakan bahaya yang ada di daerah kekuasaan milikku, aku tidak bisa memindahkan pikiranku dari masalah ini
Cih, ini menyebalkan
Aku harus menginvestigasi keberadaan bahaya itu. Jika bahkan Rosalia dan Yael takut dengan mereka, bahaya itu tidak diragukan lagi akan membahayakan seluruh Miralius juga. Tidak membahas posisi mereka yang dekat dengan kerajaanku itu
Jika aku bisa menebak, keberadaan asing itu tidak mungkin berkaitan dengan satupun kerajaan di dunia ini. Rosalia secara jelas tidak ragu menghadapi mereka
Dalam artian, mereka memang sungguh berbahaya. Sebuah keberadaan asing yang mampu mengancam keselamatan
Tapi jika aku menyingkirkan bahaya itu juga, Rosalia akan bersikap lebih leluasa. Tidak ada lagi yang menghalanginya selain kami, ditambah waktu kami yang terulur lebih lama karena harus menangani masalah ini
Hanya saja, aku juga tidak bisa memastikan kalau 'bahaya' itu merupakan teman. Sepertinya kata-kata pepatah itu tidak bisa berlaku dalam kondisi ini
"Musuh dari musuhku adalah teman. Terdengar konyol"
Dilema ini membunuhku. Aku mendapatkan satu hal yang unik untuk menjatuhkan Rosalia, tapi langsung terbuang sia-sia karena potensi bahaya tidak terduga dari hal unik itu
"... Veri"
"Ya?"
"Apa kamu punya perkiraan tentang apa 'bahaya' itu?"
Pertanyaanku itu sepertinya membuat Verdea ikut bingung. Karena, dia juga masih tidak memiliki ide sedikitpun tentang pihak baru diatas papan permainan ini
"Sepertinya, mungkin semacam organisasi monster atau semacamnya? Belum mengingat kalau mereka adalah ras terkuat dalam hal kekuatan dasar di masa ini" Verdea berkata
Tapi mereka tidak secerdas itu untuk membentuk organisasi
...
Organisasi...
Jika itu memang organisasi, seperti apakah mereka hingga bisa membuat Rosalia bergerak dengan sangat hati-hati terhadap mereka?
Sesuatu yang mematikan. Sesuatu yang tidak bisa dia akali dengan mudah. Yang terburuk dari yang terburuk
...
Tidak mungkin... Kaum iblis bukan...?
Kaum itu sudah menghilang dari permukaan Vitario selama 3 abad lebih
Tapi, jika mereka memang muncul kembali, kenapa Yael harus menjadi musuh mereka? Dia itu setengah iblis bukan? Mereka memiliki niat yang sama, yaitu mengacaukan dunia
Tidak masuk akal. Ada sesuatu yang aku lewatkan. Mungkin, aku harus lebih memperkecil ekspektasiku
__ADS_1
Sesuatu yang lebih rendah namun mematikan...?
Sekumpulan setengah iblis?
Ah! Itu masih berkaitan dengan iblis!
Kenapa aku hanya memutar perkiraanku diatas kaum iblis saja coba??
...
"... Vain...!!" Verdea memanggilku, setengah mengeluh
Hah...!
"Kenapa...?" Aku bertanya, setengah mengeluh
Selamat. Kamu lagi-lagi membuyarkan pikiranku yang sudah hampir matang...
"Berhenti berpikiran macan-macam dan sebaiknya kita pikirkan saja yang lebih dekat dulu" Verdea berkata
Lebih dekat?
"Misalnya?"
"Pertemuan seluruh kerajaan barat itu! Kita diundang bukan?"
Hah...!!!!
Aku tidak antusias mendengar hal itu karena masih ingin fokus terhadap hal sebelumnya...
"Aku tahu mereka ingin membahas masalah 'bahaya' itu juga, tapi aku ragu mereka bisa membantu..." Aku mengeluh kepadanya
"Kenapa begitu?" Dia bertanya lagi
Dan aku tidak yakin 'bahaya' itu bukan sesuatu yang menahan diri sepertiku ataupun teman-temanku. Mereka mungkin akan menghancurkan setiap hal yang mereka lihat bergerak
"Jika ada satu orang saja yang bisa kuminta untuk bergabung dengan kita, orang itu adalah Julius. Dia saja yang bisa setara bertarung bersamaku jika kami berdua serius"
Aku bisa dengan jelas melihat hal itu. Juga, setiap raja Orion memiliki satu hal unik setiap kali mereka dimahkotai dan diakui
Mereka mendapatkan 'berkah' yang melipatgandakan kekuatan mereka. Julius memang terlihat lemah lembut, tapi sungguh, jika dia berniat untuk menghancurkan seseorang, dia bisa melakukannya semudah menginjak semut
Walaupun aku yakin, kemampuan terhebatnya adalah kekuatan bertahan dibandingkan menyerang...
Tapi kami tidak berniat membahas Orion sekarang ini
"Aku ragu dengan kemampuan 2 kerajaan lainnya. Belum lagi, Crux juga sama sekali tidak berbaikan dengan sisiku, maupun sisimu" Aku melanjutkan perkataanku yang terhenti tadi
Lalu, aku tidak tahu apapun tentang Cassiopeia, selain kerajaan mereka yang nyaris mirip secara tradisi dengan Hortensia. Hanya saja, mereka tergolong lemah, entah kenapa
Dan aku tidak berniat mengambil resiko membawa mereka ke medan tempur. Mereka hanya akan menjadi makanan musuh kami, dan aku nantinya harus bertanggungjawab melihat kematian mereka yang kejam itu
"Yah, kamu benar. Crux dan Cassiopeia memang cukup meragukan dalam kekuatan militer"
"Kamu sendiri sudah setuju bukan?? Apalagi, masalah ini sudah pasti akan melibatkan pertempuran!"
Cih!
Aku ingin segera kembali ke masa-masa aku bertualang dulu. Bukan karena aku ingin pergi, tapi karena masa itu sangatlah damai
Tidak ada satupun perang antar negara terjadi seperti sekarang ini. Tidak ada yang menjadi kambing hitam ataupun dipaksa untuk menaruh kecurigaan tanpa bukti hingga menimbulkan perpecahan
Sekarang ini hanya perang diatas perang. Seakan kami bisa membuat roti lapis menggunakan kalimat perang itu saja. Sebentar lagi juga, pembasmian bahaya itu akan terjadi
Lalu tidak membahas, kemungkinan besar kalau pasukan Hortensia akan sekali lagi enggan bekerjasama dengan kami...
__ADS_1
Terkutuklah para bajingan itu...!
"... Kepalaku pusing memikirkan semua ini..." Aku berkomentar, memegangi kepalaku setelahnya
"Itu sebabnya aku mencoba membuyarkan konsentrasimu sejak tadi. Tidak ada gunanya kamu memusingkan sesuatu yang belum memiliki jawaban pasti" Dia berkata, setengah menghela napas
"Hah...! Kenapa kamu harus benar...?"
Dan juga, kereta kuda ini sama sekali tidak bisa tenang sejak tadi. Aku penasaran bagaimana kusir kereta ini mengemudikan para kudanya
Jika ini berlanjut terlalu lama, Frank sudah pasti akan bangun karena syok...
......................
--- Beberapa saat kemudian, kastil Thyme ---
Hah?
"Heh?"
"Um..."
Reaksi kami yang berbeda-beda itu benar-benar mewakili kebingungan yang kami berempat rasakan melihat kehadiran orang itu
Artorius, entah mengapa sekarang ini ada di-
...
Lupakan. Aku dan Verdea yang memintanya untuk datang kemari demi mengatur kembali perjanjian Elf milikku
Dan sepertinya, Ayahanda terlihat sangat menikmati berbicara dengannya sejak tadi, terlihat dari cangkir tehnya yang setengah kosong juga tidak mengeluarkan uap lagi
"Tapi kamu sungguh datang di waktu yang salah. Ada banyak hal yang baru saja kami dapatkan, dan seluruhnya sekarang ini menyakiti tubuh juga pikiranku..." Aku berkata padanya
Artorius hanya menggaruk kepalanya karena mendengar pernyataanku itu
"Ayolah, ini akan jadi sangat penting untuk nanti. Sebaiknya kita segera melakukannya" Verdea berkata, mulai terlihat bersemangat kembali
"Baiklah..."
Apapun untuk yang mulia tersayang...
"Luna, Veskal. Kumpulkan semua orang juga. Izinkan mereka masuk setelah urusan kami bertiga selesai"
Mereka berdua mengangguk merespon perintahku, sebelum segera melaksanakannya
Lalu, aku beralih kearah Ordelia dan Ivor yang membuntuti kami sejak masuk tadi
"Juga, aku ingin kalian berdua yang menyiapkan teh untuk beberapa orang yang ingin minum. Tidak apa bukan?" Aku berkata kepada mereka
"Tidak apa, selama apa yang akan kami dengar bisa meringankan beban mu" Ordelia membalas
Oh ayolah-!
"Aku tidak punya waktu untuk perkataan manismu itu! Segera lakukan!"
Ordelia tertawa kecil melihat reaksiku, selagi Ivor tersenyum usil seakan dia berniat untuk menggodaku nanti
Baiklah, dua orang itu sudah pergi. Semua orang seharusnya akan berkumpul dalam waktu 10 menit
"Kita selesaikan dalam 10 menit. Walaupun aku yakin, ini hanya akan selesai dalam 4 menit"
Tidak ada sesuatu yang mewah diperlukan dalam perubahan janji ini. Hanya perlu pernyataan dan persetujuan ketiga pihak semata
Kami akan melakukannya dengan singkat. Memikirkan Verdea yang akan senang nanti membuatku mulai antusias untuk menuntaskan hal ini dulu
__ADS_1