Book Of Flowers

Book Of Flowers
Segelas Teh


__ADS_3

--- Malam Harinya ---


"..."


"Kamu marah, Tuanku Rosalia?"


"Tidak cukup jelas untukmu, Yael? Aku bukan hanya marah, tapi murka!"


Rosalia mulai menggigit ujung jari jempolnya untuk menahan amarah, hingga bekasnya bahkan mulai terlihat karena itu


Rencananya gagal total. Walter sedang pergi untuk urusan bisnis ke Xiang. Darwin tidak bisa keluar tadi karena matahari masih bersinar. Yuriel diculik oleh kami karena kebodohan raja itu. Lalu, Yael...


Yael tidak bisa apa-apa sendirian melawan banyak orang sekaligus. Bantuan para Troll juga sama sekali tidak berguna karena para penyihir mereka dikalahkan hanya oleh seorang Elf


Dan satu hal fatal lagi yang dialami Yael


Dia menggunakan sihir kutukannya. Hal itu tentu akan membuat tubuhnya ikut terluka, karena dia itu bukan iblis murni dan berdarah setengah manusia. Walaupun dengan darah iblis dominan, seorang iblis yang bukan pemegang asli sigil/tanda itu harus membayar sebuah 'pajak' setelah menggunakannya


Dia memang anak dari seorang Duke iblis bernama Bathin itu, bahkan darah iblisnya sangat kental sampai dia tidak terasa seperti manusia lagi. Tapi itu bukan berarti dia bisa menggunakan sigil Bathin seenaknya


"Cih! Sial!"


Dia menyadari kalau aku sengaja memilih pagi hari agar Darwin tidak bisa macam-macam. Kebetulan Walter juga tidak hadir karena bajingan itu hanya mementingkan uang


Yang membuatnya kewalahan dan harus membuat rencana dadakan ini adalah karena Eloy membawa Yuriel bersamanya untuk pergi ke kota Andromeda


Orang-orang di Orion dan Crux terlalu terlambat melakukan transmisi berita itu, sehingga Yael datang hanya untuk gagal melakukan misinya


Kegagalan terbesarnya hanyalah terletak di Yuriel. Seandainya dia tidak terculik, maka Rosalia sama sekali tidak perlu khawatir dengan apapun. Mungkin Crux akan jatuh ke dalam kekacauan dan secara tidak langsung membatalkan pengiriman pasukan, tapi itu tidak masalah sama sekali


Titik awal dari semua hal yang terjadi ini adalah karena ada orang bodoh yang membiarkan kami masuk ke Crux. Rosalia sudah siap mencekik orang itu dengan tangannya sendiri


"Jadi, apa rencanamu berikutnya, Nyonya Rosalia?"


"... Sebaiknya kita bermain dengan irama para Elf bajingan itu untuk sekarang"


Hanya itu yang bisa dia lakukan. Wanita ini... Dia benar-benar paham dengan apa yang kuinginkan. Dia tahu betul kalau aku ingin melakukan tawar menawar dengannya


Jika aku tidak ingin hal itu, maka secara logis aku akan membunuh Yuriel di tempat. Tidak ada yang melarangku, dan aku memang ingin melakukan hal itu. Amarah akan 5 tahun nama kaumku yang dicoreng oleh mereka masih melekat di hatiku


Aku bahkan sampai jauh-jauh memastikan penduduk Andromeda tidak bisa terkena imbas perlakuanku. Dengan mengirim seluruh penduduk Andromeda ke Miralius, tidak ada siapapun atau apapun lagi di dunia ini yang bisa menghalau rencana tawar menawar ku dengannya


"Oberon Vainzel. Dia ingin aku berbicara dengannya. Dia memiliki rencana dalam tukar menukar itu nanti, tapi aku harus menemukan solusi terbaik untuk menangkalnya"


"... Kenapa kamu takut sekali? Bukan kita yang kehabisan waktu bukan?"


"Kehabisan waktu bukan berarti tidak bisa digagalkan, Yael. Kamu selalu menganggap remeh segala hal, dan itulah penyebab kebanyakkan kegagalanmu"


"....."


"Aku tidak meragukan kekuatanmu sama sekali. Hanya saja aku benar-benar mohon, tanggapi lah sesuatu dengan serius untuk sesekali. Jika kamu mau serius sedikit, aku yakin kamu tidak akan pernah kalah"


"... Baik. Aku akan mengambil nasihat itu untuk nanti"


Walaupun dia memang serius ketika melawan kami tadi...


"Tapi kamu sama sekali tidak bisa melakukan apapun lagi sekarang ini. Tubuhmu melemah, Kekuatan sihirmu menghilang total sekarang, dan yang terburuk, aku harus menggunakan Vampir keras kepala itu untuk menggantikanmu sementara waktu"


"... Maaf jika membuatmu kecewa"


"Tidak. Aku tidak kecewa. Jadi duduklah di sampingku. Aku sudah memintamu melakukannya semenjak 15 menit lalu!"


...


"... Hah... Baiklah"


Yael lalu mengambil posisi duduk diatas Sofa, tepat di samping Rosalia, kemudian merebahkan kepalanya ke belakang


"Teh?"

__ADS_1


"Tidak terima kasih. Aku tidak suka sesuatu yang manis"


"Kalau begitu tidak usah pakai gula bukan?"


"Tetap akan terasa manis entah kenapa. Anggap saja aku tidak suka teh juga"


Rosalia pun menahan diri untuk menuangkan Yael segelas teh. Dia hanya menyeruput kembali teh dari cangkir minumnya


"Tinggal berapa lama lagi sampai itu selesai?"


"Mungkin terhambat karena aku menggunakan kutukanku. Jika diperkirakan, aku sembuh dalam 4 bulan, jadi... satu tahun, atau dibawahnya sedikit karena ditambah dengan beberapa 'hal yang diperlukan'"


"... Tidak masalah. 1 tahun pun bukanlah masalah bagiku. Simpan saja tenagamu"


"... Tuanku"


"Ya?"


"Entah kenapa akhir-akhir ini, ketika kamu 'marah', kamu sama sekali tidak bertingkah seperti dulu"


"Maksudmu?"


"Kamu tahu..." Yael berpaling sejenak. "Menghambur setiap barang yang kamu lihat..." Dia meneruskan


...


"Entah kenapa aku merasa hal itu tidak berguna lagi" Rosalia menjawab, meletakkan cangkir tehnya perlahan


"Kenapa?"


"Karena, para pembantu jadi harus membersihkan itu dan hanya memberiku sedikit waktu sendiri. Kamu juga pasti kewalahan dengan perbuatanku itu"


"Heh. Berpikir kalau kamu memikirkan perasaanku juga. Aneh rasanya"


"Jangan salah sangka. Kamu itu orang terbaikku, jadi aku ingin mencoba membuatmu tetap berada dalam zona nyaman. Tidak ada gunanya kita bekerjasama jika kita tidak memiliki hubungan baik"


"Lalu, kenapa kamu bekerja dengan orang-orang tidak berguna seperti Walter dan Darwin~?"


"... Oh. Aku paham"


"Mereka itu cuma bidak tidak berguna. Jika ada kesempatan, aku akan membuang mereka seperti sampah"


"Mereka memang sampah~ Kerjaan yang mereka lakukan juga sangat terbatas untuk keuntunganmu"


"Paham bukan?"


Yael tertawa pelan diikuti Rosalia


...


"Tuanku"


"Ya?"


"... Apa yang sebenarnya kamu incar dengan mencoba menggapai itu?"


"... Pastinya semuanya yang kulakukan ini-


--- Untuk seluruh manusia. Hanya itu"


"... Aku tetap tidak paham walaupun kamu menjawab pertanyaan yang sama berulang kali seperti itu..."


"Kamu akan paham ketika kamu memahami manusia. Hal ini harus dilakukan untuk memastikan semua manusia hidup dalam kebahagiaan"


Yael yakin dia tidak salah dengar, walaupun dia tidak mempercayai perkataan Rosalia barusan


Untuk manusia? Cara radikal itu? Dan bahkan...


Mencoba menggunakan itu untuk manusia? Itu lelucon paling lucu dan tidak lucu dalam waktu yang bersamaan...

__ADS_1


"Lalu, ketika kamu menggapai itu, apa yang akan kamu lakukan setelahnya?"


"... Mungkin aku akan mati. Tapi dengan tenang"


"Mati? Kenapa?"


"Aku tidak diperlukan lagi setelah aku menggapai itu untuk seluruh umat manusia"


"... Lalu, aku bagaimana?"


"... Aku akan menyerahkan hal itu padamu sendiri. Aku tidak berhak menentukan hidup mati milikmu"


"... Hm~? Kata-kata yang manis~ Membuatku sedikit muak"


"Oh maaf. Aku lupa kalau kamu tidak suka dengan sesuatu yang manis"


Yael tertawa kecil, namun tidak seperti biasanya


"Tidak apa. Mungkin aku akan minum segelas teh untuk malam ini" Dia pun berkata


Rosalia sedikit terkejut dengan perkataan yang baru saja dilontarkan Yael


"Tadi kamu bilang tidak mau bukan...?"


"Abaikan itu. Tolong tuangkan aku segelas teh"


"... Hm. Dengan senang hati"


Teko itu pun mulai mengeluarkan suara lembut dengan teh yang keluar darinya dan tumpah di dalam sebuah cangkir kosong


Dia senang mendengarkan hanya suara itu saja. Sangat membuat rileks


"Ini. Tanpa gula"


"Terima kasih~"


Yael pun mulai meneguk isi cangkir itu dalam beberapa teguk saja seakan sedang meminum air


"Itu masih agak panas bukan?" Rosalia bertanya


"Tidak juga. Terima kasih atas tehnya"


Yael langsung bangun, kemudian berjalan kearah sebuah lukisan bunga mawar di kamar Rosalia


"Oh ya. Karena kamu tidak memiliki kekuatan sihir untuk sementara waktu, dimana kamu akan tinggal?"


"Tidak dimana-mana. Yang penting tidak mengganggumu bukan?"


"... Baiklah"


Yael pun tersenyum kecil kearah Rosalia setelah memutar balik lukisan itu


"Selamat malam, Tuanku~"


Sebuah pintu rahasia mulai terbuka di sampingnya, dan Yael langsung berjalan menyusuri jalan ke bawah itu selagi pintunya mulai tertutup kembali bersamaan dengan posisi lukisan itu yang kembali normal


Rosalia hanya terdiam memandang kepergian Yael


"Hm... Setidaknya dia mau menghabiskan teh bersamaku malam ini"


Rosalia pun langsung meneguk habis tehnya, kemudian membunyikan lonceng untuk memberi tanda pada para pembantu


"Baiklah. Masih harus ada yang kupikirkan untuk menghadapi Oberon..." Rosalia bergumam sambil menopang kepalanya sebelah tangan di sandaran sofa


"Hm?"


Dia menyadari sebuah suara kepakan sayap dari arah jendela. Tapi dia tetap tidak menyangka adanya sebuah burung merpati di depan jendela itu, membawa sebuah surat


Dia pun mengambil surat itu, membuat merpatinya segera pergi

__ADS_1


Membuka isi suratnya, dia pun menyadari siapa yang mengirim surat itu. Surat yang berisi sesuatu seakan sedang menantangnya sekarang ini atas kekalahan yang baru saja dia terima


"Orang itu benar-benar mau menyudutkan ku..." Dia bergumam penuh keluh


__ADS_2