
--- Keesokan harinya ---
"Uweekkk...!"
Ordelia yang tidur di sampingku terus bersuara seperti orang yang ingin muntah. Aku terbangun sekali lagi karena suaranya yang keras itu
Dan bukan hanya dia, semua temanku yang menggunakan Mana untuk mengontrol arus laut kemarin masih merasa mual sekarang ini
Mereka terus mual seperti itu. Aku jadi hampir tidak bisa tidur
Wajah mereka pucat, badan mereka terlihat sangat lemas, dan mereka terasa seperti ingin muntah, tapi tidak ada apapun yang keluar
Aku tidak membantu mereka kemarin. Aku sibuk menyodorkan obat yang kami beli untuk membantu para kru yang terluka. Dan...
Cyth dan anggota krunya syok, ketika melihat kalau bagian dalam kapal mereka hancur berantakan karena perkelahian antara diriku dan Yael...
Walaupun aku sudah menjelaskan dengan sangat detail, tangan kanan Cyth terjatuh lemas ke lantai karena kamar pribadinya adalah salah satu korban dari kejadian itu
Untungnya, dia tidak meminta ganti rugi yang semena-mena. Kapten yang satu ini sangat unik, seakan aku akan kehilangan sesuatu dengan memberi harta jarahan perang milik Miralius
Tapi itu menguntungkan untuk kami berdua
"Hoeekk...!"
Aah... Dia masih mual...
Tunanganku ini kasihan sekali...
Sekarang ini masih fajar. Verdea masih tidak akan bangun di jam ini. Dia masih terlihat tertidur pulas di kasurnya yang tidak jauh dari tempatku dan Ordelia. Telinganya tersumpal kapas yang kuminta dari Cyth agar dia bisa tidur dengan nyenyak
Aku masih bersyukur Cyth tidak terlalu marah setelah aku merusak kapalnya seperti ini... Aku akan mengulangi kalimat itu berkali-kali...
Setidaknya aku juga sudah berjanji akan memberikan bantuan untuk memperbaiki kerusakan yang kuperbuat karena situasi mendadak ini
...
Lalu, seharusnya Veskal tidur di dekat Verdea sekarang ini. Tapi dimana anak itu? Dia selalu menghilang setiap kali matahari mulai terbit
"... Ordelia. Aku ingin mencari udara segar"
Ordelia hanya mengangguk sekali dengan pelan. Aku melepas pelukanku dari badannya dan beranjak dari kasur
"Jangan terlalu lama..." Katanya pelan sambil menoleh kearahku
Dia kemudian kembali mual. Aku hanya tersenyum kecil dan mengelus kepalanya
Turun dari tempat tidur, aku langsung beranjak menuju dek kapal. Aku sekalian ingin mencari Veskal. Aku khawatir dengan anak itu karena kejadian kemarin
Jika dia menghilang saat pagi, dia biasanya akan pergi ke atap kastil. Dan karena kami berada di atas kapal sekarang ini, dia mungkin ada di atas tiang kapal atau semacamnya
Tingkah anak itu mengingatkanku kepada seekor kucing. Hewan itu selalu saja menyendiri di tempat yang tinggi seperti atap entah kenapa
...
Bagaimana kalau dia jatuh nanti?
Aku langsung mempercepat langkahku menuju dek, memastikan kalau pemikiranku itu sebaiknya salah
......................
...
Hm...? Dia bersama Cyth
Mereka sepertinya membicarakan sesuatu yang menyenangkan. Mereka tertawa kecil sesekali di tengah-tengah pembicaraan dan terlihat bersemangat
Jarang sekali aku melihat Veskal bersemangat seperti itu...
Aku hanya melihat dia bersemangat begitu ketika dia dan Verdea akan belajar bertarung dengan Luna dan Ivor
Aku perlahan berjalan menghampiri agar tidak terlalu mengejutkan keduanya. Mereka langsung menyadari kehadiranku dan Veskal menyapaku dengan senyum di wajah
...
"Sudah bangun?" Cyth bertanya
"Ya... Kalau kamu bekerja untuk si pangeran, tentu saja kamu terbiasa bangun pagi" Aku menjawab
"Hahaha! Aku pasti yakin dia merengek ketika bangun dan tidak ada orang di dekatnya".
"Tidak membahas kejadian kemarin, kamu tidak terlalu salah. Anak itu kadang merengek kalau dia merasa kesepian, padahal aku ada di sampingnya"
Aku langsung menyandarkan diri di pinggir kapal ketika sudah sampai di tengah-tengah mereka. Helaan napas spontan keluar
Untuk menyambung percakapan itu, aku langsung berbicara lagi
"Benar. Tapi dia baru 7 tahun. Jadi aku tidak terlalu mempermasalahkan sifatnya"
"Tapi aku senang melihat dia bertingkah seperti anak kecil" Veskal menyela
Aku dan Cyth langsung menoleh kearahnya yang hanya duduk di pinggiran kapal sambil menikmati angin
"... Ah, omong-omong karena angin badai yang kencang kemarin, kita akan sampai ke Goeitias dalam 1 jam lagi" Cyth berkata
"Oh, begi- Hah!? Benar begitu!?"
Aku langsung menoleh kesana kemari melalui pinggiran kapal
"Kenapa kamu kaget coba?"
Ini baru 1 hari dalam perjalanan kami, tapi kami sudah hampir sampai ke Goeitias
Harusnya aku tidak mempermasalahkan itu. Semakin cepat sampai semakin bagus
Sejak serangan Yael kemarin, kapal ini hampir tenggelam dan nyawa kedua anak itu hampir hilang. Kami juga sudah bersusah payah sehingga teman-temanku sekarang merasa tidak sehat
Karena serangan itu juga, aku harus waspada untuk yang selanjutnya. Orang yang bisa mengarahkan cuaca seperti itu bukan sembarang kuatnya. Dan tidak membahas kemampuan teleportasinya yang cepat dan tanpa jejak
Dia berbahaya...
__ADS_1
Dan benua Goeitias ini tidak bisa membuatku tenang sama sekali. Ada bahaya merangkak di setiap sudutnya. Satu-satunya tempat aman di benua ini adalah Gerbang Hutan, atau biasa disebut pintu masuk menuju Miralius. Utamanya karena orang terpercayaku itu sedang hibernasi karena musim dingin sekarang ini
Aku harus mencari cara untuk pergi ke Miralius dengan cepat dan selamat bersama semua orang tanpa gangguan. Terutama gangguan dari penyihir hitam biadab itu
Aku juga harus mencari cara untuk menjaga Black Hunt sebagai salah satu bayaran kebaikan mereka
Aku berpikir dengan keras. Pemikiranku itu harus bisa menyelamatkan nyawa kami
...
"Cyth"
"Ya?"
"Kamu punya semacam burung peliharaan?"
Cyth terlihat bingung dengan pertanyaanku yang mendadak itu
"Kami ada burung merpati. Tapi dia sedang sakit karena badai kemarin"
"Aku bisa sembuhkan dia. Bawakan dia sekarang"
"Tunggu dulu Vainzel. Apa rencanamu?" Veskal menyela
Aku tersenyum lebar. Perlahan aku membisikkan rencanaku itu kepada mereka dan mereka pun ikut memasang senyum
......................
--- Satu jam kemudian, Pesisir barat laut Goeitias ---
Tempat ini sudah cukup aman untuk kami mendarat. Benua Goeitias memiliki pulau yang cukup besar mengapit area tengah mereka di timur dan barat. Jika kami ingin aman tanpa adanya serangan mendadak dari para monster, akan lebih baik kami mendaratkan diri di area terbuka seperti ini
Sekarang, kembali ke masalah ini...
...
...
...
"Kenapa kita harus menunggu?" Ivor bertanya
Aku menghela napas. Aku lelah menjelaskan hal ini kepada orang sepertinya. Ini sudah ke-5 kalinya aku akan memberitahukan dia soal hal ini, LAGI
Aku yakin dia bukannya tidak mendengar, melainkan dia justru sudah tidak sabaran untuk segera pergi. Mungkin untuk menghajar monster-monster di tempat ini
"Kita tunggu saja. Jangan mengeluh"
Ivor langsung mendengus kesal mendengarkan perkataanku. Tapi dia tetap menurut dan tidak berisik lagi
Kami masih berada di atas kapal sekarang. Salah satu kru kapal bisa saja menurunkan kayu untuk jalan turun kami sekarang, tapi aku menyuruh mereka semua tidak melakukan apapun lagi setelah berada di dekat daratan
Selain itu, aku sibuk menggambar lingkaran sihir teleportasi di kapal ini. Angin lautan malah sangat kencang sampai membawa debu. Aku kewalahan membuat lingkaran sihir ini, karena aku membutuhkannya dalam bentuk yang besar
Ukurannya sangat besar, sampai-sampai dek kapal ini hampir penuh olehnya. Ordelia, Luxor dan Lyralia ikut membantu selagi yang lainnya hanya melihat
Mereka juga memang tidak terlalu paham mengenai sihir dibandingkan kami. Dan untung saja mereka bertiga baik-baik saja sejak mual dari kemarin
"Aku akan memanggil Fyon kemari"
Mendengar nama itu, semua teman-temanku yang mengetahuinya langsung tersentak
"Fyon? Tapi dia-"
"Aku butuh kekuatan Dark Elf untuk memastikan kita selamat dalam perjalanan ini, Luna" Aku memotong perkataan Luna sambil meneruskan pekerjaanku
Dan sekali lagi : Itu karena orang kepercayaanku di benua ini sedang hibernasi
Bagaimana aku bisa tahu? Karena dia tidak menyambut ataupun membalas walau aku sudah membuat angin mengantarkan pesanku menggunakan sihir
Fyon. Rivalku dan satu-satunya petinggi elf yang terang-terangan menentang kedudukanku sebagai Oberon. Kami bertemu ketika acara pengangkatan petinggi baru diadakan, dan dia langsung mengutarakan pendapatnya mengenai diriku
Dia tidak suka dengan 'Orang aneh' sepertiku. Bukan aku suka juga dengan tingkahnya itu. Aku ingin berkata kasar, tapi aku tahu itu akan sangat menyinggung perasaan klan Dark Elf
Tapi persaingan kami itu sehat. Walaupun dia terang-terangan menentangku, dia tidak pernah melakukan apapun untuk menjatuhkanku
Hanya saja kadang dia itu terlalu sombong jika menang melawanku dalam beberapa tantangan yang kami lakukan
Aku harus memanggilnya sekarang. Kemampuan mereka dalam sihir, terutama sihir hitam akan sangat membantu untuk menangkal serangan Yael dan beberapa monster disini. Lawan api dengan api, jika aku harus bilang
Aku sebenarnya benci memanggilnya, tapi mau bagaimana juga. Aku tidak bisa menyangkal kemampuan miliknya
Dia setara denganku dalam soal kemampuan. Aku hanya melebihinya dalam hal otak
Aku bahkan menuliskan dan mengirimkan surat kepadanya melalui seekor burung pipit yang lewat seakan aku seperti putri dongeng yang butuh bantuan. Aku yakin ego nya akan puas melihat surat itu dan dia akan datang kemari melalui sihir teleportasi
Apapun bayarannya untuk keselamatan kami... Bahkan harga diriku...
"Tiba-tiba kamu mendramatisir sekali..." Luxor berkata ketika melihatku meringis kesal
Aku langsung berhenti melamun dan mengusap mataku. Tanpa bicara satu patah kata pun, aku kembali melanjutkan pembuatan lingkaran sihirnya
"Bagian milikku sudah selesai!" Lyralia bersorak
"Aku juga" Ordelia menambahkan
Aku dan Luxor hanya cemberut karena bagian kami yang belum selesai sedikit lagi
Ini akibat terlalu banyak melamun...
*Fwush!*
...
Angin sialan...! Pekerjaanku tidak akan selesai kalau seperti ini...!
......................
"Hari sudah petang. Burung pengantar pesannya baru saja kembali, tapi tidak ada respon sama sekali" Luxor berkata dengan nada mendramatisir
__ADS_1
"Sajak yang bagus, tapi tidak mengesankan" Balasku
Luxor menghela napas lelah
Tidak. Semua orang menghela napas lelah
Kami hanya diam tidak melakukan apapun selain bermain kartu sejak tadi. Kami duduk melingkar di sudut dek sambil terus bermain seperti itu saja, terima kasih kepada para kru karena sudah meminjamkan kartu permainan ini
Peraturan permainan ini juga susah sekali...
"Full house!" Cyth melempar kartunya ke tengah sambil tersenyum lebar
Kami semua hanya menepuk tangan pelan karena sekali lagi sudah kalah
Dia saja yang menang dari tadi. Tidak mengherankan permainan ini jadi tidak terlalu seru kan...?
"AAGGGHHH!!!! Aku benci permainan ini!!" Ivor melempar semua kartu yang kami pegang ke laut dalam sekejap
Cyth sama sekali tidak bisa menghalau hal itu, hanya bisa menatap selagi setiap lembar kartu berterbangan dan masuk ke dalam air
Aku hanya menyandarkan diriku membelakangi sisi kapal, sambil menghela napas selagi melihati Ivor dan Cyth yang terus berteriak kepada satu sama lain tanpa kendali
"Aku lelah..." Verdea langsung tidur di pangkuanku
Matanya sudah terlihat gelap karena mengantuk, tapi dia terus berusaha membuka matanya
Haha... Dia tidak tidur siang seperti biasanya juga, jadi wajar saja dia mengantuk sekali sekarang
Selain itu...
Fyon belum menjawab lingkaran sihir itu sama sekali...
Verdea tidak tidur untuk melihat kedatangan mereka. Tapi, mereka bahkan belum sampai hingga sekarang
Kepala Verdea kuelus perlahan-lahan agar dia mulai tertidur. Sebaiknya begitu daripada dia terlalu lelah karena memaksakan diri...
"Jadi, kita buat rencana B?" Veskal berkata
Aku menoleh kearahnya yang duduk di sampingku dengan tatapan lemas
"... Hah... Kalau begini memang terpaksa bukan? Kalau tidak, kapal ini, ataupun kita tidak akan selamat. Kamu sudah lihat langsung kekuatan orang itu bukan?"
Aku masih terpikir dengan Yael...
Aku tidak mungkin mengabaikan bahaya seperti dia...
Kapan para Dark Elf akan datang ya...?
*Fwuh...*
...!
Ah! Mereka menjawabnya! Lingkaran sihirnya terjawab!
Aku menoleh kearah Verdea, dan dia spontan terbangun karena terkejut. Tetapi dia sama sekali tidak protes ketika dia semakin terkejut melihat kalau lingkaran sihir yang kami buat mulai membuat sebuah reaksi
Lingkaran sihir itu bercahaya dan mulai meledak seperti saat sebelumnya aku melakukan hal ini
Di balik debu-debu dan asap yang menyelimuti kapal, sosok banyak orang berdiri di tengah lingkaran itu
"Hai~! Sudah lama tidak berjumpa, bocah bunga"
Ah, suara itu
"Tidak senang berjumpa denganmu juga"
"Ayolah..."
Sosok yang berbicara itu maju ke hadapanku, keluar dari kumpulan asap itu dan meninggalkan pasukannya di belakang
"... Begitukah caramu menyapa kawan lama?"
Aku yang masih duduk tersenyum lebar ketika kami bertukar tatapan
Tapi, aku punya urusan. Urusan dengannya. Dan aku harus menuntaskannya, karena aku yang memulai hal itu melalui surat yang kukirim padanya tadi
"Baiklah, dan untuk tantangannya..." Aku berkata
Cyth langsung panik ketika mendengar kata 'tantangan'. Utamanya karena dia tidak ingin satupun benda hancur lagi diatas kapalnya. Cukupkan saja bagian dalam kapalnya itu
"T- tunggu dulu. Kamu tidak bilang apapun tentang-"
"Jangan basa-basi Cyth. Ini urusan penting" Aku memotong
Tatapan remeh milik Fyon terarah kepadaku
Luna kemudian bangun, menawarkan dirinya sebagai juri dan mengangkat Verdea dari sisiku agar dia juga bisa melihat dengan seksama walau masih merasa lemas
Aku bangun. Fyon berhadapan dengan setara menghadapiku sekarang. Dia mengangguk siap, dan begitu juga diriku yang mulai mengeratkan sarung tangan
Tantangannya akan segera dimulai, dan kami berdua pun memasang kuda-kuda seakan siap bertempur
...
...
...
"Gunting batu kertas!"
Dan hasilnya...!
"Batu milik Vainzel dan gunting milik Fyon! Pemenangnya adalah Vainzel!" Luna bersorak sambil bertepuk tangan keras dengan wajah datar
Aku langsung mengangkat tangan dengan bangga selagi Fyon hanya melingkar di lantai sambil meringis kesal
Tepukan tangan teman-temanku, kecuali Verdea yang hanya menatap lemas penuh rasa heran terdengar dengan keras
Di tengah hal itu, Cyth dan anggota krunya melihat kami dengan tatapan rendah, seakan kami itu orang bodoh yang memalukan, dan hanya menepuk tangan dengan maksud sarkas
__ADS_1
Veskal nyaris tertawa melalui hidungnya, tapi tetap mengikuti yang lainnya
"Sekarang kamu akan menyebutku Oberon selama satu minggu! LAGI!!" Aku pun menyerukan