
--- Alun-alun Kota Andromeda ---
Beberapa penduduk yang mayoritasnya berisi pria berkumpul di area ini
Sepertinya mereka menyempatkan untuk mengamankan sebagian besar wanita dan seluruh anak-anak di kota ini terlebih dahulu, dan para lelaki ini pun berkumpul untuk mendengar langsung apa yang ingin di diskusikan oleh Eleanor kepada kami
Mereka mungkin juga sudah melakukan sesuatu di belakang layar, berdasarkan dari ekspresi yang mereka tujukan pada Countess mereka. Ekspresi penuh keraguan dan penolakan. Mungkin karena mereka menganggap kalau kami sebaiknya pergi, tapi Eleanor justru meminta berdiskusi sehingga amarah mereka akhirnya tertuju juga pada Eleanor
Kemungkinan terburuk, penduduk kota ini sudah mengirimkan seseorang untuk diam-diam pergi keluar dan melaporkan pada prajurit terdekat mengenai keberadaanku dan teman-temanku
Justru, aku bahkan beranggapan kalau Eleanor sengaja meminta berdiskusi untuk mengulur waktu sampai prajurit kerajaan datang kemari
"... Aku akan membuatnya singkat. Aku hanya ingin kalian melaksanakan sebuah keinginan dariku" Eleanor berkata
...!
"Apa itu?" Aku bertanya
Dia kemudian menelan ludahnya perlahan. Tapi dengan pasti dan di depan para rakyatnya, dia mengatakan hal yang tidak akan kuduga sama sekali dengan nada yang tidak menunjukkan kebohongan,
"Aku mohon padamu untuk menghabisi seluruh anggota kerajaan"
...
Aku sangat tersentak mendengar perkataannya itu, apalagi para penduduknya
Seorang penduduk kemudian mulai protes kepadanya
"Countess. Jika ada prajurit kerajaan yang mendengarkan hal itu, maka-!"
"Aku sadar dengan apa yang kukatakan. Tapi, hal ini sangatlah dibutuhkan oleh Andromeda dan seluruh kota lainnya" Eleanor memotong perkataan orang itu
"... Hentikan candaanmu itu manusia... Dasar makhluk tidak jelas" Zaphir bergumam dengan nada geram
"Zaphir. Diam" Aku menegaskan
"Maaf, tapi aku menolak" Aku berkata pada Eleanor. "Kami memang memiliki tujuan untuk datang kemari, tapi hal itu bukan termasuk membunuh raja kerajaan ini. Jika kami bisa, kami justru akan menghindari pertempuran sekecil apapun itu"
"Cih, makhluk barbar bisa berkata begitu juga rupanya-"
"Akan kupotong lidahmu bajingan...!" Zaphir bertegas pada seorang penduduk yang mencela kami
"Aku tidak takut padamu makhluk kotor. Tapi jangan sangka kalau aku akan diam tanpa perlawanan" pria itu berkata lagi, membuat Zaphir semakin kesal dan mulai memanggil senjatanya
Tapi aku juga langsung memanggil tongkatku dan menghantam kepala Zaphir hingga dia pingsan dan terjatuh ke tanah
"Aku mohon kalian diam dan dengarkan kami saja. Memotong pembicaraan seseorang itu sama sekali tidak sopan, dan bahkan 'makhluk barbar' seperti kami tahu hal dasar itu" Aku berkata pada pria itu, membuatnya geram setengah mati
Aku kemudian meminta Veskal untuk mengangkat Zaphir ke tempat nyaman sebelum kembali fokus pada Eleanor
"Kamu sudah mendengar jawaban kami. Aku ingin mendengar responmu"
Eleanor kemudian menghela napasnya, dan berjalan mendekat ke hadapanku. Kemudian...
Dia bersujud di depan kakiku
Semua penduduk kota yang menyaksikan hal itu langsung terkejut dan memaksanya untuk bangun, tapi Eleanor tetap diam bersujud di depan kakiku
Aku pun terpaksa berlutut dan membangunkannya dari sujudnya
"Kamu sudah gila? Kamu tidak mungkin baru saja bersujud tunduk di depan musuh terbesar dari kaum-mu" Aku berkata
"Aku sangat waras. Kamu juga memiliki teman setia dari kaum manusia di belakangmu itu bukan?" Eleanor membalas, menengok kearah Verdea dan Veskal yang terlihat cemas. "Jika mereka bisa menganggapmu teman ataupun orang terpercaya saja, maka aku juga bisa bukan?" Dia menambahkan
"Mereka punya kondisi sehingga harus bergabung denganku. Kamu dan kotamu di sisi lain, akan justru membahayakan diri kalian sendiri jika bergabung denganku"
"... Tuan Oberon. Aku punya satu pertanyaan. Menurutmu apa yang harus dilakukan seorang pemimpin untuk orang-orangnya?"
"... Segala hal yang mereka mampu la-"
Aku berhenti berbicara karena terkejut dengan apa yang terlintas di pikiranku, yang juga merupakan sebuah jawaban yang jelas
...
Jadi itu kenapa dia memohon padaku...?
Dia sudah tidak peduli lagi jika kotanya akan bermusuhan dengan salah satu kerajaan termahsyur, bahkan sampai ke titik dia akan memohon pada iblis bila perlu, selama para penduduk kota ini tetap hidup
Dan semua itu hanya untuk kota ini...?
Untuk menyelamatkan kotanya, dia menganggap kalau menyatukan kekuatan dengan para Elf bisa cukup untuk menyelamatkan rakyatnya. Wanita ini sangat berada di luar dugaanku
"Kamu sudah paham bukan? Apapun yang kulakukan, itu semua hanya untuk tempat ini"
"... Tapi kenapa kamu berpikir kalau Kaum Elf bisa membantu kotamu? Kami diburu oleh kaum manusia dan memiliki reputasi yang buruk"
__ADS_1
"Tapi kalian memiliki kekuatan. Kamu memiliki kuasa atas kaum-mu sendiri. Dan kalian tidak bergantung pada apapun itu selain diri kalian sendiri"
"... Kamu bisa membahayakan seluruh penduduk kota ini"
"Seluruh penduduk tempat ini sudah berada dalam bahaya, Tuan Oberon. Kerajaan Crux sudah tidak mau lagi menganggap kami bagian dari mereka selama kami tidak bisa membayar pajak yang tidak masuk diakal itu"
"... Jadi itu alasan kenapa mereka tidak mau berusaha memulihkan tempat ini? Walaupun kota ini merupakan salah satu tempat sumber daya mereka?"
"Mereka tidak membutuhkan kota ini lagi berkat bantuan dari pihak luar. Dan aku yakin kalau pihak itu adalah kerajaan Hortensia, mengingat kalau Yuriel selalu keluar masuk kerajaan itu untuk sebuah urusan"
Mereka lagi...
Sangat masuk akal kalau Crux mendapatkan bantuan dari Hortensia, tapi aku tidak menyangkan kalau mereka sampai mempercayai Hortensia sebanyak itu hingga mengabaikan kota sepenting ini
Tempat ini dulu adalah perkebunan tomat paling besar di seluruh dunia, tapi tidak pernah sekalipun aku menyangka kalau mereka akan melepas sumber penghasilan seperti ini
Aku juga penasaran kenapa mereka menaikkan harga pajak. Apa itu untuk pemulihan tempat lain? Atau...
...
Atau uang itu digunakan sebagai bayaran dan tribut untuk Hortensia...?
"Kamu sepertinya sudah menangkap semua jawaban yang kamu perlukan" Eleanor berkata, kemudian dibantu berdiri oleh seorang penduduk wanita. "Kami butuh bantuanmu, Yang Mulia Oberon. Tidak ada satupun orang kuat di dunia ini yang bisa membantu kami selain kamu"
...
"Nyonya Countess! Kami harus menolak pendapatmu itu!" Seorang penduduk pria berseru
"Kami tidak akan pernah setuju bekerjasama dengan makhluk seperti mereka. Anda tidak ingat apa yang mereka lakukan kepada kaum kita?!" Yang lainnya menyahut
"Apa bukti kalau mereka yang sudah melakukan hal itu?" Eleanor melontarkan pertanyaan, membuat suasana langsung senyap
"Hakim Agung Yuriel sudah menunjukkan bukti itu kepada seluruh dunia. Sihir hitam itu memang dimiliki oleh kaum Elf, bahkan bekas sihir orang itu juga ada dan ditunjukkan dengan jelas! Anda juga harusnya mengingat apa yang putri Hortensia itu katakan ketika dia menggunakan sihir pemancar di langit waktu itu bukan!?" Seseorang masih bisa menjawab kemudian, diikuti oleh persetujuan yang lain
"... Yuriel dan Hortensia. Kebetulan sekali bukan?" Eleanor membalas dengan tenang
"!!!"
Semua penduduk langsung tersentak menyadari perkataan mereka sendiri, dan menutup mulut mereka seerat mungkin
"Tapi, kita juga tidak memiliki bukti kalau Yuriel ataupun Hortensia saja yang melakukan hal ini. Mungkin ada pihak lain juga yang ikut dalam bencana itu sehingga mereka memiliki kekuatan seperti itu"
"... Hal ini tidak mungkin bisa dipercaya..." Pria yang berargumen tadi bergumam, menunduk karena malu
...
...
Aku tidak percaya hal ini, tapi aku butuh orang seperti dia. Seorang pemimpin manusia, baik itu kota maupun kerajaan yang memiliki kuasa dan sangat cermat. Dia juga masih memiliki hubungan dengan kerajaan Crux, dan aku jadi memiliki rencana untuk hal ini
Dia juga mampu dipercaya karena aku tidak melihat ada satupun tanda kebohongan dari ucapannya. Walaupun aku masih merasa ragu, setidaknya mempercayai wanita itu harus dicoba terlebih dahulu
"Nyonya Eleanor"
"Ya, Yang Mulia Oberon?"
"Aku akan menerima tawaran kerjasama itu"
Semua penduduk disana kembali tersentak, terutama Eleanor
"Jadi kamu menerima tawaran itu? Walaupun kami tidak memiliki sesuatu untuk ditawarkan?"
"Kamu memiliki bayaran mukanya. Itu sudah cukup"
Eleanor langsung sadar dengan apa yang kumaksud dengan bayaran muka itu, terlihat dari wajahnya yang terbelalak
"Hanya itu?" Dia bertanya kembali
"Dan aku butuh seorang pemimpin sepertimu. Seorang pemimpin yang cermat"
"... Aku tidak tahu apa yang kamu pikirkan, tapi selama kota ini masih bisa terus berlanjut, aku akan menerima tawaran itu juga"
"Jadi kita impas?"
"Kita impas, Yang Mulia Oberon"
"Bagus. Sekarang aku ingin para penduduk di kota ini untuk pergi ke Miralius"
...
"KAMU GILA?!" Veskal berteriak. "Bagaimana kita bisa membawa orang sebanyak itu hah?!" Dia menambahkan
Tapi wajahnya itu berubah ketika dia sadar dengan sesuatu
Aku melebarkan jubahku, dan memerintahkan para Fae untuk keluar menemui para penduduk Andromeda
__ADS_1
Mereka dengan ragu keluar, kemudian bersembunyi di balik badanku dalam waktu seketika, sedikit mengintip kearah Eleanor
"Satu Fae ini mampu membawa 10 orang. Mereka memang sekuat itu. Sayangnya, kami hanya membawa 5 Fae per orang, kecuali untuk orang berbadan anak kecil itu" Aku berkata sembari menunjuk Alf
"Lalu, sisanya yang memiliki Mana yang kuat harus menggunakan lingkaran teleportasi. Aku akan segera mengirimkan pesan kepada Elf di Miralius untuk menggambar lingkaran itu, mungkin butuh waktu 3 hari"
"Tapi, kenapa kami harus pergi ke Miralius?" Tanya seorang penduduk wanita
"Karena aku sudah bisa menjamin kalau kota ini akan diserang seketika saat aku mengambil bayaran muka kalian" Aku menjawab
"Aku sarankan anak-anak, orang tua dan yang sakit harus pergi dengan menggunakan sihir para Fae. Aku akan meminta beberapa Elf dari klan Sylph untuk datang kemarin menggunakan lingkaran teleportasi dan menjaga mereka selama perjalanan nanti. Sisanya akan pergi menggunakan lingkaran teleportasi kedua"
"Dan bagaimana kami tahu kalau kalian tidak berusaha menculik dan menjadikan kami sandera?" Tanya seorang penduduk dengan nada kesal
...
"Kami tidak akan melakukannya, aku bersumpah. Elf itu tidak bisa berbohong, walaupun kami bisa bicara ambigu" Aku menjawab
...
"Aku mempercayaimu Yang Mulia Oberon. Tapi, kenapa 3 hari?" Wanita yang berada di samping Eleanor bertanya
"Karena aku harus mengirim pesan itu dengan burung merpati. Orang-orang yang menggunakan sihir Fae juga harus belajar terlebih dahulu"
Wanita itu kemudian mengangguk paham
Eleanor kemudian memerintahkan mereka untuk menyebarkan berita itu kepada seluruh penduduk kota yang belum mengetahuinya, dan mereka bergegas melakukan perintah Countess mereka itu
Sementara itu, aku mendekat kearah teman-temanku yang sibuk menjaga Zaphir yang pingsan
"Kemampuan negosiasi mu selalu bagus Vainzel" Verdea memberi pujian
"Aku ini raja. Kemampuan seperti itu harus dimiliki oleh semua pemimpin, baik besar ataupun kecil" Aku membalas dengan nada bangga
"Dan sepertinya kamu membuat jalan yang tepat. Aku tidak melihat kegelapan di ujung jalan keputusanmu ini" Alf berkata
"Ah, begitu kah? Syukurlah" Aku berkata dengan nada lega
Tidak ada kegelapan artinya tidak ada sesuatu yang buruk akan terjadi. Ramalan dari sang Ayahanda sangatlah benar, jadi itu artinya aku bisa mempercayai Eleanor dan penduduk Andromeda
"Tapi anakku, jalanmu masih sangat panjang. Dan arti dari ramalan yang kulihat ini sangatlah ambigu"
"... Apa gambaran dari ramalan itu?"
"... Bunga yang sudah mekar akan dipetik. Tapi aku tidak tahu, kita itu bunga yang mana dalam ramalan ini. Apakah yang dipetik karena keindahannya, atau yang dipetik karena mengganggu dan tidak diperlukan?
Atau justru, kita yang memetik...? Tapi, apa gunanya kita memetik bunga itu...? Aku penasaran dengan jawaban akhir nasib ini..."
Dia menunjuk kearahku setelah mengatakan kalimat terakhir dari perkataannya itu
"Aku yakin kitalah yang akan memetik" Eleanor berkata sembari mendekat kearah kami
"Aku senang kamu mau bekerjasama dengan kami Yang Mulia Oberon. Aku menantikan kerjasama kita ke depannya" Dia memberi salam hormat kepadaku
"Tidak perlu formal seperti itu. Aku kurang nyaman"
Aku masih tidak terbiasa diberi hormat oleh manusia entah kenapa
"Oh ya. Dimana pelayanmu? Albert kalau tidak salah?" Aku bertanya kepadanya
"Ah... Dia hanya sedang membereskan beberapa pengkhianat yang ingin melapor dan berada di luar kota ini" Eleanor menjawab
"... Mereka tidak akan apa-apa bukan?"
"Mereka akan disakiti di beberapa tempat karena mencoba berkhianat, tapi tidak akan lebih dari itu"
Uwah... Dia terlalu jujur...
Biarkan saja. Kalau ada yang melapor, kami juga memang bakal kesusahan
Huff... Setidaknya aku sudah bisa memiliki kepastian kelancaran rencanaku dengan bayaran muka itu
"Sisanya, aku harus melatih pengguna sihir Fae nanti agar mereka bisa terbang" Aku mengeluh sembari menggaruk bagian belakang kepalaku
Verdea kemudian menepuk pundakku dari belakang, dan di sampingnya Veskal berdiri
"Untuk itu, serahkan pada kami" Dia berkata dengan mantap
Bagus. Aku bisa istirahat dengan tenang
"Omong-omong, apa bayaran muka yang kamu inginkan dari nyonya Eleanor?" Tanya Veskal yang masih terlihat penasaran
Verdea juga mengangguk setuju menanti jawabanku dengan wajah antusias
Aku tersenyum lebar sebelum berkata, "Jika kita ke rumahnya nanti, kalian akan lihat", kepada mereka berdua
__ADS_1